Tujuan Emiten Melakukan Stock Split, Untung atau Buntung?

Untuk mengetahui tujuan emiten melakukan stock split, anda harus mengerti dulu apa arti dari stock split secara definisi. Dalam kegiatan berinvestasi, baik saham maupun yang lainnya, anda akan menjumpai istilah-istilah penting yang biasa dicetuskan dalam bahasa asing. Investasi sendiri banyak menjadi pilihan banyak orang karena menginginkan keuntungan yang besar.

Selain itu, ketika anda berinvestasi dalam sebuah perusahaan dengan membeli saham dari perusahaan tersebut, anda akan mendapatkan hak miliki perusahaan sebesar saham yang anda beli. Dalam kata lain, anda bisa menjadi salah satu bos yang memiliki perusahaan tersebut. Investasi bisa menjadi sebuah kesenangan yang sudah banyak dinikmati dan menjadi pilihan banyak orang.

Stock split, merupakan salah satu istilah yang digunakan dalam dunia investasi. Anda wajib mengetahuinya karena ini merupakan salah satu tak-tik yang juga bisa menjadi sebuah pembelajaran dalam kehati-hatian bagi pemilik perusahaan.

Tujuan Emiten Melakukan Stock split

Seperti yang sudah dijelaskan di kalimat pembuka, stock split ini digunakan sebagai tak-tik dari perusahaan ketika menjual sahamnya kepada para investor. Secara definisi, stock split memiliki arti memecah nominal harga saham menjadi lebih kecil agar menarik minat para investor. Investor akan mendapatkan harga yang lebih murah ketika membeli saham dari perusahaan yang melakukan stock split.

  1. Tujuan dilakukannya stock split

Stock split, karena istilah ini digunakan ketika perusahaan memecah harga saham menjadi nominal yang lebih kecil, menguntungkan perusahaan dan juga para investor. Untuk perusahaan, perusahaan akan mendapatkan lebih banyak investor baru.

Lalu, bagaimana gambaran kegiatan stock split yang dilakukan oleh emiten pada harga sahamnya? Karena stock split berarti memecah, saham pada suatu perusahaan akan dipecah dengan dibagi menjadi beberapa bagian. Contohnya, suatu perusahaan yang memiliki harga saham yang tinggi, melakukan stock split dengan harga awal saham yang masih berlaku adalah Rp. 5000. Perusahaan membagi menjadi 1:5. Jadi, apabila harga awal saham per lembar adalah Rp. 5000, maka dengan stock split, per lembar saham akan dijual dengan harga yang lebih rendah yaitu Rp. 1000.

Dengan begitu, harga saham lebih murah, dan akan lebih mudah meraih banyak investor-investor baru dan memperluas penanaman modal sehingga dapat mengembangkan perusahaan lebih intens. Selain itu, ada beberapa tujuan lain dilakukannya stock split, di antaranya:

  • Harga saham perusahaan menjadi lebih rendah

Harga saham yang rendah ini akan mengundang para investor-investor untuk membeli saham dengan lembaran yang banyak. Perusahaan yang melakukan stock split ini biasanya merupakan perusahaan yang sudah berhasil melakukan go public, jadi pastinya perusahaan itu merupakan perusahaan yang sudah cukup besar karena berhasil menjualkan saham pada masyarakat luas. Perusahaan tersebut memiliki nilai yang tinggi, dan juga mendapati penanam modal yang sangat luas.

  • Membantu investor-investor kecil

Tujuan lain dari diberlakukannya stock split adalah untuk membantu para investor-investor kecil atau mereka yang ingin menanamkan modal namun dengan budget yang terbatas. Perusahaan akan lebih menguntungkan banyak orang, dengan kegiatan yang saling menguntungkan satu sama lain, baik untuk investor itu sendiri maupun bagi perusahaannya.

Selain itu, investor-investor yang masih menanamkan modal di perusahaan pun akan diuntungkan karena mereka akan menjadi memiliki lembaran saham yang lebih banyak.

  • Meningkatkan likuidasi saham perusahaan

Likuidasi adalah penyelesaian keseluruhan perusahaan untuk dilakukan pembubaran. Pembubaran ini akan menunjukkan harga keseluruhan dari perusahaan, baik harta bersih maupun hutang perusahaan yang harus dibayar.

Dengan melakukan stock split, perusahaan akan mendapatkan nilai likuidasi yang semakin besar karena harga saham yang semakin murah.

  1. Tahapan melakukan stock split

Dalam melakukan stock split, perusahaan biasanya merupakan perusahaan yang sudah melakukan go public. Perusahaan sudah bisa dikategorikan perusahaan yang besar dan mendapatkan keuntungan yang besar. Selain itu, harga saham perusahaan pun relatif tinggi, yang bisa jadi karena perusahaan berada di top gain atau pun karena kesulitan untuk menurunkannya.

Harga saham terlampau tinggi atau ketersediaan lembar saham yang mencukupi di pasaran mendukung untuk diberlakukannya stock split pada perusahaan. pasalnya, apabila harga saham sebuah perusahaan di pasar saham terlampau tinggi, akan semakin sedikit peminatnya, dan akan sulit untuk menurunkannya lagi. Dengan inilah stock split ditujukan.

Sebenarnya harga saham yang rendah pun tetap bisa melakukan stock split, seperti apabila saham itu berasal dari perusahaan baru yang belum atau pun sudah go public. Yang terpenting adalah, ketersediaan lembar saham yang diperjual belikan di pasar modal.

Apabila perusahaan hanya menyebarkan 10% lembar saham ke pasar modal, sebaiknya stock split tidak perlu dilakukan. Yang terpenting justru adalah memperbanyak lembar saham di pasar modal.

Ketika akan melakukan stock split, perusahaan juga harus berdiskusi dan meminta kesepakatan dari para pemilik saham terdahulu melalui rapat pemilik saham. Karena mereka sudah menjadi bagian dari pemilik perusahaan yang berhak memberikan suara untuk segala keputusan tindakan perusahaan.

Resiko Ketika Dilakukannya Stock split

Lalu, dengan tujuan diadakannya stock split pada harga saham, apa resiko yang harus dihadapi investor ataupun perusahaan?

  1. Akan terjadi volatilitas

Volatilitas adalah jarak tinggi dan rendahnya harga saham pada perusahaan. apabila sebuah perusahaan memiliki harga saham yang terlalu tinggi, besar kemungkinan para investornya tidak lagi mampu untuk membeli dan menginvestasikan modal di perusahaan itu. Karena harga yang terlampau tinggi, dan investor tidak ada yang tertarik, maka perusahaan akan kehilangan peminat danharga saham bisa jatuh.

Dengan adanya stock split ini, volatilitas bisa saja terjadi karena harga saham bisa terpengaruh di pasar modal. Biasanya, para investor mencari jalan aman dengan melihat dari harga saham rata-rata antar perusahaan.

  1. Harga saham tidak tentu naik

Meskipun dengan stock split dapat menjadikan harga saham naik, namun ada juga kemungkinan harga saham akan stuck di harga yang sudah dipecah karena kegiatan stock split ini. Dengan begitu, investor mungkin akan dirugikan jika sampai harga saham anjlok. BEI atau Bursa Efek Indonesia pun bisa menghapus saham atau terjadi istilah delisting pada perusahaan yang mendapatkan stagnansi harga saham.

Jadi bagi perusahaan maupun bagi anda yang ingin melakukan investasi di sebuah perusahaan, stock split ini bisa jadi menguntungkan dan bisa juga membuntungkan. Perusahaan akan mendapati banyak peminat baru namun bisa juga mendapati harga saham yang stagnan di pasar modal. Hal itu akan berakibat buruk bagi perusahaan dan juga akan merugikan para investor.

Meski begitu, bisnis adalah tentang pengambilan resiko. Investasi juga memiliki resiko yang besar untuk ditanggung, namun juga sebanding dengan keuntungan yang ditawarkan. Jadi, seperti itu penjelasan mengenai tujuan emiten melakukan stock split. Semoga bermanfaat dan jangan berhenti untuk memperdalam ilmu.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *