Tips Menghitung Margin of Safety dan Nilai Intrinsik Saham

Menghitung margin of safety, dan nilai intrinsik saham ternyata tidak sesulit yang dibayangkan.  Margin of safety atau MOS merupakan suatu konsep dalam berinvestasi yang sudah tidak asing lagi terutama bagi para investor. Tidak hanya sekedar sebuah konsep, namun hingga saat ini margin of safety selalu menjadi prinsip dan kunci kesuksesan bagi para investor.

Menggunakan margin of safety dalam berinvestasi mengharuskan seseorang membuat perhitungan yang tepat, dan dalam perhitungannya kita juga mengenal suatu elemen yang disebut dengan intrinsik saham. Nilai intrinsik saham merupakan suatu estimasi nilai saham berdasarkan dari resiko dan pengembalian secara valid.

Sederhananya, sebelum Anda berinvestasi maka sebaiknya buatlah perhitungan margin of safety dan nilai intrinsik suatu saham terlebih dahulu. Adapun margin of safety merupakan selisih dari suatu harga saham dengan nilai intrinsik saham tersebut.

 Menghitung Margin of Safety, dan Nilai Intrinsik Saham

Margin of safety merupakan suatu konsep dalam berinvestasi yang sudah dijadikan prinsip utama oleh para investor. Cara menghitung margin of safety dan juga nilai intrinsik suatu saham ternyata tidak sesulit yang dibayangkan, untuk lebih lengkapnya simaklah penjelasannya berikut ini!

  1. Memahami Margin of Safety (MOS)

Konsep margin of safety atau MOS sudah ada sejak lama dan diperkenalkan pertama kali oleh Benjamin Graham bersama David Dodd pada 1928. Dalam prinsipnya, Margin of safety akan didapatkan setelah dilakukan perhitungan dengan mengetahui nilai intrinsik suatu saham. Dan itulah mengapa margin of safety dan nilai intrinsik saham memiliki kaitan yang sangat erat.

Dalam lingkup investasi, margin of safety diartikan sebagai selisih nilai intrinsik suatu saham dengan harga pasar. Menggunakan konsep ini, para investor biasanya hanya akan membeli sekuritas ketiga yang harga pasarnya dibawah nilai intrinsiknya.

  1. Memahami Nilai Intrinsik Saham

Dalam menghitung margin of safety, Anda harus mengetahui nilai intrinsik suatu saham. Nilai intrinsik saham biasanya akan mengalami kenaikan disebabkan perusahaan telah menginvestasikan laba yang dimilikinya hingga memperoleh keuntungan. Metode yang digunakan dalam menghitung nilai intrinsik saham yaitu dengan menjumlahkan seluruh laba dari aset suatu perusahaan.

Beberapa metode yang dapat digunakan untuk menghitung nilai intrinsik saham:

  • metode Komparasi, yaitu membandingkan rasio PBV atau P/E dari suatu saham dengan saham lainnya di industri yang sama. Misalnya, industri perusahaan perbankan rata-rata P/E nya adalah 13, maka saham suatu bank yang P/E nya di bawah 13 merupakan saham yang murah.
  • Discounted Cash Flow Model, yaitu berfungsi dalam menghitung nilai saat ini serta suatu arus kas yang masuk ke dalam dividen di masa yang akan datang.
  • Discounted Dividen Model, yaitu menghitung nilai saat ini dari dividen yang diterima di masa yang akan datang. Asumsi yang digunakan, yaitu perusahaan selalu membagikan dividen dari tahun ke tahun. Rumus perhitungannya yaitu, Value of Stock = Dividend per Share (Discount Rate – Dividend Growth Rate)
  1. Menghitung Margin of Safety dan Nilai Intrinsik Suatu Saham

Menghitung margin of safety dan nilai intrinsik suatu saham sangatlah sederhana. Margin of safety merupakan nilai selisih dari suatu harga saham dengan nilai intrinsiknya. Contoh cara perhitungannya adalah sebagai berikut:

  • Misalnya suatu saham memiliki nilai intrinsik Rp. 1500, saat Anda membeli saham tersebut di harga Rp. 1000 maka selisih atau margin of safety yang didapat adalah sebesar Rp. 500.
  • Terdapat suatu saham yang dijual dengan harga Rp. 5000, nilai intrinsik telah dihitung dan diprediksi bisa meningkat hingga Rp. 10.000 maka margin of safety yang didapat yaitu sebesar Rp. 5000 atau 50%.

Dari contoh perhitungan margin of safety dan nilai intrinsik suatu saham tersebut, maka terlihat jelas bahwa seorang investor akan dianggap telah melakukan keputusan yang tepat. Semakin besar jumlah margin of safety yang didapat, maka akan semakin kecil resiko yang didapat.

Pentingnya Menghitung Margin of Safety dan Nilai Intrinsik Suatu Saham

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, mengetahui margin of safety dan nilai intrinsik suatu saham dapat menjadi kunci kesuksesan seorang investor. Dengan mengetahuinya, Anda dapat memperkirakan suatu resiko dan keuntungan yang akan didapat di masa yang akan datang. Dalam menghitung nilai intrinsik suatu saham sejatinya tidak harus selalu menggunakan rumus.

Para investor di Indonesia bahkan sering menggunakan prinsip margin of safety dan menghitung nilai intrinsiknya hanya dengan bermodal keyakinan. Hal tersebut sebenarnya sangat wajar karena memang nilai intrinsik suatu saham sudah dapat dianalisa dan terlihat jelas dari kinerja perusahaan. Jika perusahaan selalu stabil, memiliki ekuitas dan laba yang bersih maka tentu saja nilai intrinsik saham sudah dapat diprediksi dengan baik.

Bukan tanpa alasan, konsep margin of safety dan mengetahui nilai intrinsik suatu saham memang sangatlah penting bahkan dapat memberikan banyak keuntungan. Keuntungan yang akan didapat antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Dapat Mengetahui Keuntungan dan Kerugian Sebelum Memulai Investasi

Mengetahui margin of safety dan nilai intrinsik suatu saham dapat menjadi suatu upaya dalam mencegah suatu resiko dan kerugian yang mungkin akan dialami di masa yang akan datang. Namun bukan hanya resiko dan kerugian, Anda juga bisa mengetahui perkiraan keuntungan yang akan didapatkan.

  1. Mempermudah Budgeting

Saat akan memulai investasi, salah satu hal yang harus dilakukan adalah membuat perhitungan keuangan atau budgeting. Sama halnya seperti akan memulai suatu bisnis pada umumnya, budgeting harus selalu dilakukan agar keuangan Anda bisa tetap stabil. Dalam proses perhitungannya, ternyata akan lebih mudah jika sebelumnya telah mengetahui margin of safety dan nilai intrinsik suatu saham yang akan dipilih untuk investasi.

Anda bisa lebih tepat untuk mengambil keputusan dan mempertimbangkan kembali apakah nilai saham yang akan dibeli telah sesuai dan cocok dengan siklus keuangan yang dimiliki.

  1. Dapat Melakukan Perbandingan Pada Banyak Nilai Saham yang Beredar

Menghitung margin of safety dan nilai intrinsik suatu saham akan memperlihatkan suatu saham yang memiliki prospek paling baik untuk dipilih. Seperti yang kita tahu, setiap saham memiliki nilai yang berbeda dan tentu saja nilai intrinsiknya pun akan berbeda antara saham yang satu dengan yang lainnya.

Dengan demikian, Anda akan lebih mudah untuk melakukan perbandingan pada banyak saham yang beredar di Bursa Efek Indonesia.

Itulah beberapa penjelasan yang dapat dilakukan dalam menghitung margin of safety, dan nilai intrinsik saham. Setelah melakukan perhitungan, sebaiknya Anda juga harus mempertimbangkan kembali dengan baik terkait saham yang akan dipilih. Pastikan bahwa saham yang dipilih memiliki histori yang baik dengan beberapa kriteria yaitu, perusahaan harus memiliki kinerja yang bagus, perusahaan selalu berjalan stabil, perusahaan tumbuh dalam jangka waktu yang panjang minimal 5 sampai 10 tahun ke belakang dan yang terakhir perusahaan harus memiliki ekuitas dan laba yang bersih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *