Pentingnya Memahami Pengertian Tender Offer

Sebagai seorang investor yang bergelut di dunia investasi saham, mengetahui pengertian Tender Offer dinilai sangat penting. Karena Tender Offer sendiri merupakan salah satu istilah penting, yang prosesnya berhubungan erat dengan investasi saham.

Oleh karena itu, bukan hanya proses dan ilmu perihal investasi saham saja yang penting untuk dipelajari. Melainkan istilah-istilah penting yang berhubungan dengan saham itu sendiri, perlu untuk dipelajari juga. Hal tersebut dilakukan untuk bisa meminimalisir berbagai kemungkinan, termasuk kemungkinan terjadinya kerugian dalam investasi saham.

Sedangkan istilah Tender Offer sendiri bisa diartikan sebagai “Penawaran Tender”. Sehingga Tender Offer secara umum disebut sebagai proses penawaran, yang bertujuan untuk membeli saham dari suatu perusahaan. Karenanya proses Tender Offer ini bukanlah hal asing lagi bagi sebagian besar investor.

Setiap investor yang bergerak dalam investasi saham bisa saja mendapati proses Tender Offer sewaktu-waktu. Karena itu dengan memahami Tender Offer secara baik, seorang investor nantinya bisa mengambil keputusan secara tepat saat mendapati proses Tender Offer.

Mengenali Pengertian Tender Offer dan Skemanya

Khususnya dalam dunia investasi saham, Tender Offer merupakan sebuah proses penawaran yang dilakukan oleh pihak tertentu. Sedangkan penawaran tersebut bertujuan untuk mendapatkan suatu efek yang bersifat ekuitas.

Efek tersebut dikeluarkan oleh perusahaan tertentu, yang proses pembeliannya dilakukan melalui media massa, televisi, iklan, surat kabar, radio, dan lain sebagainya. Nah, yang dimaksud dengan efek tersebut ialah saham yang nantinya menjadi hak kepemilikan.

Dengan kata lain, terdapat dua jenis Tender Offer atau penawaran tender yang dikenal di Bursa Efek, yaitu:

  1. Penawaran Tender Sukarela

Penawaran tender sukarela yaitu, suatu perusahaan publik yang menjadi target akan mengeluarkan efek yang bersifat ekuitas. Pelaksanaannya pada saat Emiten mengeluarkan efek ekuitas tadi, dengan berlandaskan pada peraturan BAPEPAM dan OJK.

  1. Penawaran Tender Wajib

Sedangkan penawaran tender wajib yaitu, terjadinya akuisisi yang mengakibatkan adanya pengendali baru pada suatu perusahaan target. Dalam hal ini, khususnya bagi saham yang telah  beredar di Bursa. Pelaksanaannya mengikuti waktu yang telah diatur di dalam peraturan BAPEPAM dan OJK.

Secara garis besar pengertian dan ketentuan mengenai Tender Offer tersebut berlandaskan pada peraturan dari Badan Pengawas Pasar Modal atau BAPEPAM dan Otoritas Jasa Keuangan atau OJK dalam UU No. 21 Tahun 2011.

Skema Tender Offer

Bisa dibilang Tender Offer ini dipilih sebagai langkah jitu perusahaan, untuk bisa mempertahankan perusahaannya. Maka dari itu, setiap investor penting mengetahui skema dari Tender Offer yang umumnya dilakukan oleh suatu perusahaan tadi.

Simak beberapa skema pelaksanaan Tender Offer berikut ini:

  • Karena suatu alasan tertentu Perusahaan A hendak menjual efek sahamnya.
  • Kemudian perusahaan memilih langkah Tender Offer, untuk bisa menjual efek saham dengan harga yang cukup tinggi. Biasanya harga yang dipatok di atas harga pasar.
  • Selanjutnya perusahaan akan melakukan laporan dan memohon persetujuan kepada Otoritas Jasa Keuangan atau OJK.
  • Setelah laporan perusahaan disetujui, persetujuan akan dikeluarkan.
  • Kemudian perusahaan tadi bisa langsung mengumumkan penjualan efek saham melalui media massa atau media lainnya.
  • Pengumuman penjualan efek saham ditujukan untuk mengundang pihak-pihak tertentu yang berminat untuk membeli saham perusahaan.
  • Jika banyak yang berminat pada sahamnya, para peminat akan melapor kepada OJK.
  • Kemudian para peminat akan mengumumkan penawarannya melalui media massa.

Pada umumnya itulah beberapa skema pelaksanaan dari Tender Offer, yang bisa menjadi gambaran lengkap dari proses terjadinya Tender Offer. Bagi investor ataupun perusahaan lain yang berminat membeli saham tadi, terdapat beberapa kebijakan berlaku yang tentunya wajib untuk dipatuhi.

Misalnya jika seorang investor atau suatu perusahaan lain berminat membeli saham publik yang jumlahnya minimal 25 persen. Dengan kata lain, investor dan perusahaan tersebut akan melakukan penawaran terbuka kepada pemilik saham lainnya.

Kebijakan dalam Tender Offer

Untuk lebih memahami mengenai kebijakan yang dimaksud, simak contoh dari suatu perusahaan yang pernah menjalankan proses Tender Offer di bawah ini:

Misalnya suatu Perusahaan Q yang notabene nya perusahaan besar, kemudian melakukan proses penawaran tender atau Tender Offer ini. Sehingga Perusahaan Q tersebut mampu mengakuisisi saham dari Perusahaan B.

Tak tanggung, jumlah saham yang diakuisisi tersebut sebanyak 40,8 persen. Maka, dengan jumlah pembelian dari suatu saham di atas 25 persen tersebut, Perusahaan Q bisa melakukan penawaran secara terbuka, yang ditujukan kepada investor lainnya dengan nilai sebesar Rp. 7.388 per lembar sahamnya.

Dengan kata lain, ketentuan dari penawaran tender yang ditujukan pada pemegang saham lain tersebut tujuannya agar mereka memiliki kesempatan yang sama dengan pemilik saham lain. Jadi, investor publik bisa menolak penawaran tender jika berlandaskan pada BAPEPAM-LK.

Dalam hal tersebut jika terdapat beberapa persyaratan tadi tidak bisa dipenuhi saat proses penawaran tender. Meski jarang, tetap ada kemungkinan bagi para investor jika hendak menolak proses penawaran tender tersebut.

Kelebihan Dan Kekurangan Tender Offer

Apabila suatu perusahaan ataupun perorangan berminat mengakuisisi sebuah perseroan, maka bisa saja mereka memanfaatkan kebijakan ini. Karena dalam hal ini, memang menjadi salah satu cara yang bisa dipilih dalam proses Tender Offer atau penawaran tender.

Meski kelebihan dari proses tersebut bisa dirasakan seperti memiliki hak kepemilikan sebuah perusahaan, terdapat pula kekurangan yang bisa saja dialami saat mengakuisisi perseroan tersebut.

Mengapa bisa seperti itu? mari simak penjelasannya berikut ini:

Kelebihan:

  • Umumnya setiap transaksi yang telah dilakukan akan bermanfaat, yang bisa dibilang mampu menghasilkan suatu besaran nilai keuntungan dari perusahaan target. Namun dalam hal ini, pihak yang mengakuisisi bisa mengetahuinya secara transparan.
  • Berkesempatan untuk bisa menguasai perusahaan target dalam jangka waktu tertentu. Jika pihak yang mengakuisisi menentukan waktu, dan usulan penawaran tender telah disetujui.
  • Bagi pihak yang mengakuisisi berpotensi menghasilkan investasi saham dengan jumlah yang besar.

Kekurangan:

  • Sayangnya, harga penawaran tender yang hendak dibeli oleh pihak pengakuisisi akan cenderung lebih banyak jumlahnya.
  • Apabila jumlah pemegang saham tersebut kurang dari persyaratan publik, sebabnya pihak pengakuisisi tersebut harus membeli semua efek saham yang sudah ditawarkan sebelumnya.
Cerdas dalam Menghadapi Tender Offer

Memang proses Tender Offer ini bisa dibilang sudah termasuk dalam skala besar atau mencakup perusahaan besar. Sehingga bagi setiap perorangan atau investor pemula, penawaran tender ini bukanlah sebagai prioritas utama.

Namun jika suatu saat nanti Anda mendapati kondisi Tender Offer ini, setidaknya setiap prosesnya bisa dijalankan dengan teratur sesuai strategi masing-masing. Terlebih jika telah memahami seluk beluk dari Tender Offer itu sendiri.

Sehingga cerdas dalam menghadapi Tender Offer ini, bisa menjadi hal yang lumrah untuk ke depannya. Maka, sangatlah penting mengetahui pengertian Tender Offer bagi setiap pelaku di dunia investasi. Baik para investor lama maupun baru, jika tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentu tidak akan bisa maksimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *