4 Strategi Investasi Saham, Cara Mengatur Rasio Untung Rugi Saham Yang Tepat

Mempelajari penghitungan rasio dalam keuangan adalah salah satu strategi investasi saham, cara mengatur rasio untung rugi saham yang tepat. Sebenarnya para investor harus dituntut memiliki sistem yang mampu menganalisis hal tersebut.

Tidak jarang para investor memakai jasa profesional di dunia keuangan untuk menutupi kekurangan. Peran para profesional khususnya di dunia akuntan dan perpajakan tentu sudah terbiasa mengetahui cara menghitung rasio untung dan rugi. Hal itu dilakukan karena dinilai sangat penting untuk mengetahui paradigma keuangan sebuah perusahaan.

4 Poin Strategi Investasi Saham, Cara Mengatur Rasio Untung Rugi Saham yang Tepat

Secara teori rasio dalam dunia keuangan, bisnis, atau investasi adalah mengetahui hubungan antara nilai total atau jumlah keuangan dengan nilai total ataupun jumlah keuangan yang lainnya. Bisa dikatakan bahwa rasio menitik beratkan kepada total pendapatan atau total pengeluaran pada sebuah lembar laporan keuangan.

Hal tersebut tentu sudah dapat ditarik kesimpulan bahwa analisis rasio untuk investasi dilakukan untuk mengukur laba dan rugi. Tentu saja hal ini bersifat baku karena ini berhubungan dengan nilai pasti atau data- data angka yang tidak dinamis.

Dalam artian bahwa analisa rasio laba rugi tersebut digunakan hanya untuk mengetahui data keuangan dengan sudut pandang perhitungan data. Meskipun biasanya analisis rasio keuangan tidak dapat 100 persen memprediksi masa depan perusahaan dengan akurat.

Namun data dan angka seringkali dipakai juga sebagai patokan untuk melakukan strategi investasi saham selanjutnya. Karena secara fakta lapangan nilai investasi dalam perusahaan memiliki banyak aspek pendukung. Seperti aspek moral atau aspek kesempatan.

Namun sejatinya para investor haruslah menguasai dasar dan pengetahuan akan rasio analisis terhadap laba rugi perusahaan. Sehingga investor akan mampu mengontrol nilai investasi lebih dinamis di kemudian hari.

4 Metode Rasio Saham Saat Investasi

Setiap investor yang baik tentu memiliki cara yang tidak mainstream. Namun bukan berarti para investor dituntut untuk terus menemukan sesuatu yang baru. Karena metode lama pun sejatinya dapat menjadi patokan untuk dipakai dalam dunia investasi.

Terkadang metode atau teori yang sudah sering dilakukan, tentu bisa jadi sangat baik untuk dilakukan ulang meskipun perusahaan tersebut berbeda secara operasional. Intinya kekuatan pada analisis pasarlah yang akan berperan penting dalam dunia investasi.

Secara umum rasio untung rugi saat investasi saham dilakukan untuk membantu para investor mengambil keputusan.  Keputusan itu apakah untuk mengambil profit taking saat harga atau nilai saham sedang baik, atau cut loss saat investor mengalami titik rugi dan hendak menjual sahamnya.

Analisis rasio raba dan rugi ini terkadang dapat berkaitan pula dengan sistem otomatisasi seperti melakukan stop loss. Semua itu dilakukan agar investasi pada nilai saham berada di titik aman atau minimal sesuai dengan strategi para investor.

Berikut ini adalah empat metode dari analisis rasio yang perlu investor ketahui:

  1. Metode NPM

NPM atau Net Profit Margin merupakan analisis metode rasio untuk menghitung persentase keuntungan yang diperoleh. Keuntungan ini bersifat keuntungan bersih dari total transaksi yang dilakukan.

NPM dapat dilakukan untuk melihat kemampuan perusahaan dari sudut pandang laba bersihnya. Cara menghitung net profit margin adalah laba bersih dibagi total pendapatan lalu dikalikan 100%.

Contoh :

  • Laba bersih perusahaan A adalah Rp. 100.000.000
  • Total pendapatan perusahaan A adalah Rp. 400.000.000
  • Maka rumusnya 100.000.000 dibagi 400.000.000 dikali 100, sehingga perusahaan A mendapat nilai persentase keuntungan 25 persen.

Dari nilai tersebut tentu investor akan mengetahui persentase pertumbuhan yang efisien terhadap nilai investasi pada sebuah perusahaan. Pandangan efisiensi terhadap perusahaan sangatlah penting dilakukan agar para investor mampu melihat kesempatan yang baik pada perusahaan tersebut. Tentu saja semua itu adalah upaya yang dilakukan investor untuk mengukur besaran profitnya.

  1. Metode Nilai Ekuitas (ROE)

ROE atau Return on Equity adalah sebuah metode analisis untuk mengetahui rasio besaran ekuitas yang mampu dihasilkan oleh sebuah perusahaan. Perusahaan tentu memiliki hak atas semua kewajibannya saat berhubungan dengan investor.

Metode rasio ini tentu mampu menghitung besaran hak perusahaan terhadap nilai investasi oleh para investor. Hal ini penting dilakukan agar nilai investasi mampu dipecah dengan harta yang merupakan hak pada perusahaan.

Hitungan rasio ini tentu mampu melihat juga seberapa besar kesempatan laba bersih bagi para investor atas perusahaan yang sudah ditanamkan saham. Rumus untuk menghitung nilai ekuitas adalah total laba bersih perusahaan dibagi total modal atau nilai ekuitas, lalu dikalikan 100%.

Contohnya sebagai berikut ini:

  • Laba bersih dari perusahaan B adalah Rp. 40.000.000
  • Total modal atas perusahaan B adalah Rp. 80.000.000
  • Maka rumusnya 50.000.000 dibagi 70.000.000 dikalikan 100, sehingga perusahaan A mendapat nilai persentase ekuitas sebesar 50 persen.

Dengan demikian perhitungan rasio memakai metode ROE pada dasarnya seperti cara menghitung NPM. Namun tentu yang dihitung adalah nilai ekuitas terhadap laba bersih. Secara umum, semakin nilai persentase tersebut mendekati 100% maka perusahaan sudah dipastikan mampu mengoptimalkan semua modal yang ada. Hal tersebut menunjukkan bahwa perusahaan B belum memiliki prospek yang baik.

  1. Metode Rasio dengan Rumus Return on Asset

ROA atau Return on Asset merupakan metode rasio yang dapat dipakai oleh investor untuk mengetahui nilai prospek terhadap aset perusahaan. Metode ini tentu mampu melihat kredibilitas perusahaan dalam melakukan pemanfaatan terhadap aset-asetnya untuk mencapai profit atau keuntungan.

Rumus Return on Asset adalah laba bersih dibagi total dari aset kemudian dikalikan 100%. Hitungan ini sangatlah penting untuk diketahui para investor, terlebih melihat sisi produktifitas dari setiap aset yang dimiliki perusahaan.

  1. Menghitung Rasio dengan Nilai Utang

Menghitung nilai utang sama pentingnya di samping mengetahui laba dalam sebuah perusahaan. Metode rasio ini sering disebut dengan rasio solvabilitas. Metode ini digunakan untuk membandingkan nilai besaran aktiva atau aset dengan seluruh nilai utang oleh perusahaan.

Metode ini memperlihatkan juga bagaimana kemampuan perusahaan untuk membayarkan utangnya. Menghitung nilai rasio utang dapat dilakukan dengan rumus DER atau Debt to Equity Ratio. Caranya yaitu total utang dibagi oleh total ekuitas lalu dikalikan 100%.

Melakukan Strategi Saham Dengan Bijak

Berdasarkan hitungan dan metode rasio di atas tentu saja akan berlepas terhadap keputusan dari investor sendiri. Pada dasarnya semua metode tersebut adalah hal positif demi mendukung strategi investasi.

Investor tentu akan terbantu oleh semua metode yang dapat dilakukan untuk menghitung nilai investasinya. Namun semua itu tentu harus dilakukan secara bertahap dan menambah nilai konsistensi dari setiap langkahnya.

Sebaik apapun langkah dan strategi terhadap perencanaan investasi saham, maka tidak akan optimal bila tidak konsisten untuk dilakukan. Sehingga yang terbaik adalah membumbui setiap metode tersebut untuk mengoptimalkan strategi investasi saham, cara mengatur rasio untung rugi yang tepat.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *