6 Strategi Investasi Jangka Panjang Dalam Saham Paling Akurat

Strategi investasi jangka panjang dalam saham ini penting untuk dipelajari, khususnya bagi Anda yang hendak terjun ke dunia investasi saham. Berbicara mengenai salah satu investasi paling menjanjikan, investasi saham memang banyak dipilih karena potensi keuntungannya.

Meski disebut-sebut sebagai investasi yang menjanjikan dengan keuntungan menggiurkan, menjalani investasi saham sendiri tidaklah bisa sembarangan. Di samping itu hampir semua saham yang berada di Bursa Efek Indonesia tentu pernah mengalami yang namanya penurunan. Benar, tidak selamanya suatu saham berada di jajaran atas dengan nilai yang tinggi.

Dalam hal ini, investor yang cerdas harus bisa menghadapi berbagai kondisinya. Investasi saham jangka panjang ini umumnya memiliki waktu minimal 5 tahun. Alhasil, sebagian besar investor justru mempertahankan sahamnya di Bursa Efek. Dengan kata lain, saham yang dimiliki tersebut biasanya tidak dijual oleh perusahaan.

6 Strategi Investasi Jangka Panjang dalam Saham

Bagi Anda yang tertarik dengan jenis investasi saham jangka panjang ini, memang tidak ada salahnya untuk dicoba. Karena berinvestasi apapun, kitalah yang nantinya menentukan dan memegang kendali. Tentunya jika dibarengi dengan strategi yang tepat dalam setiap prosesnya.

Dan tentu saja, sebelum memulai investasi jangka panjang dalam saham ini, Anda perlu menelaah lebih dalam perihal strateginya. Karena strategi yang tepat bisa menghindarkan Anda dari kebangkrutan atau penipuan. 

  1. Membangun Mental Investor

Sebuah investasi memiliki kurun waktu tertentu. Namun waktu bukanlah sebuah jaminan dalam sebuah saham. Bukan berarti memilih investasi jangka panjang, maka tidak berarti investasi tersebut akan minim kerugian dan bertahan lama.

Karena semua perencanaan investasi akan memiliki problem dengan skala tertentu. Oleh karenanya metal investor sangat dibutuhkan di samping setiap perencanaan yang terstruktur. Gambaran besar dan kecil akan berpengaruh terhadap jangka waktu investasi tertentu.

Sehingga yang dibutuhkan adalah “back-up” untuk setiap perencanaan yang dibuat. Terkadang situasi dan kondisi di lapangan akan membuat rencana teoritis tidak selalu berjalan. Karena kondisi di lapangan tidak selalu seperti yang diharapkan. Alternatif untuk memperbaikinya adalah dengan memiliki tim yang baik dalam setiap aspek yang akan dilalui.

Bila hendak menjadi pemain “solo” maka sudah pasti harus mengetahui resiko yang akan diterima. Baik itu dilihat dari segi positif atau negatif maka semua itu akan membentuk dan menentukan mental investasi di kemudian hari.

  1. Perencanaan Dana Tidak Terduga

Semua yang berhubungan dengan saham memang tidak luput dari persiapan dana tidak terduga. Hal ini sangat penting untuk direncanakan, agar setiap pelaku di dalamnya mampu mempersiapkan resiko kekurangan dana.

Terlebih dalam faktanya investasi di Indonesia saat ini memang cukup terganggu lajurnya karena wabah pandemi. Tentu paling baik yang dapat dilakukan oleh investor adalah memiliki dana lebih untuk kurun waktu yang lama.

Contohnya memiliki beberapa dana tidak terduga untuk bulan ke delapan atau lebih baik satu tahun tepat saat memulai investasi. Persiapan dana tidak terduga memang diperuntukkan bagi perencanaan jangka pendek. Di mana poin ini adalah poin yang memang penting untuk memulai investasi jangka panjang.

  1. Memperhatikan Parameter Dana Investasi

Dalam memulai langkah awal untuk investasi, kita memiliki pilihan untuk tidak menggelontorkan dana 100 persen. Pengalokasian dana investasi saham bisa dilakukan untuk melihat prospek saham yang memiliki nilai baik dan terjangkau.

Modal yang minim bukan berarti buruk untuk investor. Karena para penanam modal yang baik akan mengalokasikan dananya dengan baik pula. Mengalokasikan dana kepada perusahaan dengan lisensi OJK (Otoritas Jasa Keuangan) adalah langkah yang baik untuk mengetahui parameter investasi.

Karena tidak sedikit juga perusahaan yang sudah memiliki lisensi OJK, namun tetap terjangkau dari segi modal investasi. Perhatikan persentase keuntungan yang kita miliki. Karena sejatinya harus pintar- pintar untuk mengatur profit dan omset.

  1. Melihat Masa Depan Sebuah Saham

Perusahaan yang baik tentu harus memperhatikan parameter gross income dari setiap kurun waktu yang dibutuhkan. Tidak ada salahnya bila kita lebih menggebu- gebu untuk melakukan investasi di perusahaan yang populer. Namun jangan pula menjadikan perusahaan populer sebagai barometer untuk berinvestasi.

Kesalahan pemula adalah terlalu mengikuti “Hype” investasi tanpa melihat perkembangan perusahaan secara signifikan. Oleh karenanya kita harus mengetahui faktor fundamental saham yang baik. Salah satu caranya melihat omset dan profit perusahaan tiap tahunnya.

Kita harus mampu menganalisis aspek- aspek investasi contohnya melihat tinggi rendahnya prospek setiap emiten yang tetap memperhatikan pertumbuhan dividen setiap perusahaan. Tentunya aktivitas tersebut tidak pernah lepas dari pengontrolan ruang gerak di Bursa Efek Indonesia.

  1. Menilai Aspek Resiko Saat Investasi

Terkadang ilmu pasti dari investasi adalah besaran terhadap resiko dari investor. Resiko memang akan selalu menjadi bayang- bayang gelap para investor. Sehingga para investor harus mengetahui nilai resiko dari setiap manajemen strategi yang telah dibuat.

Memiliki nilai resiko adalah tanggung jawab setiap investor. Oleh karena itu pentingnya memikirkan strategi yang baik seperti membuat agenda khusus untuk manajemen resiko saham. Dengan manajemen resiko investasi maka setidaknya memiliki “rem” agar tidak “blong” saat berkegiatan investasi.

Mengenal resiko tentu setiap individu akan memiliki jenis resiko yang berbeda- beda. Terkadang bukan berarti investasi saham dengan modal kecil yang hanya menerima resiko kecil. Karena terkadang resiko tidak kenal toleransi antara pemodal. Semuanya harus dipersiapkan secara sistematis dan tidak terlalu melihat sisi pragmatis saja.

  1. Pentingnya Beradaptasi Untuk Persiapan Jangka Panjang

Secara lumrah seorang investor senior baik itu investasi saham atau yang lainnya tentu saja akan dimulai dari investasi jangka pendek. Pengalaman yang membawa pengetahuan secara otomatis akan mengubah haluan dengan jangka dari investasi tersebut.

Namun terkadang adapula investor pemula yang langsung mengambil jalur investasi jangka panjang. Namun perlu digaris bawahi bahwa setiap jenis investasi memiliki batas aman. Maka batas itulah yang harus kita ketahui. Contohnya investasi jangka panjang akan selalu membutuhkan perencanaan yang jauh.

Sehingga faktor kesabaran adalah yang selalu membantu untuk membangun profit di kemudian hari. Tentunya perencanaan jangka panjang yang mungkin menerapkan waktu bertahun- tahun haruslah siap dengan pergantian kebijakan. Sehingga hal itulah yang harus terus diperhitungkan guna menjaga keselamatan investasi yang baik.

Sabar dalam Setiap Prosesnya

Bagi Anda yang menjalankan investasi saham jangka panjang ini, diperlukan yang namanya sifat “Sabar”. Karena tentunya setiap proses apapun, tidak bisa membuahkan hasil secara instan. Oleh sebab itu, kunci dari hasil yang memuaskan adalah dengan sabar terlebih dahulu.

Selain itu, Anda harus memantau secara berkala pergerakan harga suatu saham di Bursa Efek. Bukan hanya itu, bila perlu ikutilah berita mengenai pasar modal dari berbagai media yang terpercaya. Dengan begitu, menjalankan strategi investasi jangka panjang dalam saham bisa dikerjakan dengan lebih tenang lagi.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *