Investasi Saham Menggunakan Strategi CANSLIM

Investasi saham menggunakan strategi CANSLIM mungkin belum banyak dipahami terlebih lagi untuk orang yang baru berkecimpung dalam dunia saham. Sebetulnya strategi ini menggabungkan antara analisis teknikal (SLIM) dan analisis fundamental (CAN) saham sehingga dapat digunakan untuk menganalisis dalam pemilihan saham.

Perlu diketahui bahwa strategi CANSLIM ditemukan oleh William J. O’Neil yang dituliskan dalam bukunya dengan judul “How to Make Money in Stocks : A Winning System in Good Time or Bad”. Ia adalah seorang pendiri majalah harian Investor’s Business Daily sebuah majalah bisnis terkenal di Amerika Serikat.

O’Neil mulai berkecimpung di dalam bursa saham Wall Street sejak tahun 1960. Ia merupakan broker lulusan Universitas Harvard dan pernah bekerja pada broker saham Hayden, Stone & Company. Ia akhirnya mendirikan kantor broker saham sendiri dengan nama William O’Neil & Co. Inc. Ia juga merintis O’Neil Data System Inc. yang memberikan informasi ekonomi tentang beberapa perusahaan publik.

Awal menciptakan metode CANSLIM, O’Neil meriset sekitar 500 saham yang memiliki predikat winning stocks atau memiliki predikat kinerja istimewa sejak tahun 1953. Ia berhasil menemukan beberapa perusahaan dengan saham yang terus melesat naik dan akhirnya memiliki lonjakan harga cukup tinggi. Dari sinilah dipelajari tentang metode CANSLIM dan menghasilkan formula sebagai berikut ini.

Investasi Saham Menggunakan Strategi CANSLIM

CANSLIM merupakan akronim dari :

C : Current Quarterly Earning Per Shares (EPS)

A : Annual Earnings Increases

N : New Product, New Management, New Highs

S : Supply and Demand

L : Leader or Laggard
I : Institutional Sponsorship

M : Market Direction

C : Current Quarterly Earning Per Shares (EPS)

Laba per lembar saham (EPS) perlu dianalisis. Semakin tinggi laba akan semakin baik. Analisis dapat dilakukan per triwulan yang dimana laba pada triwulan ini lebih besar daripada triwulan sebelumnya. Kenaikan laba minimal adalah sekitar 20%. Jika memungkinkan cari saham yang labanya meningkat sekitar 20-50% kemungkinan besar sahamnya akan terus menanjak.

Selain itu juga kenaikan laba harus diperiksa secara seksama. Laba yang dihasilkan haruslah berkualitas dalam artian laba tersebut didapatkan bukan karena selisih penjualan dari valuta asing atau hasil penjualan aset.

Disarankan mencari perusahaan dengan laba lebih dari 20% dari triwulan sebelumnya karena hasil dari kegiatan operasional perusahaan atau hasil dari peningkatan penjualan. Anda juga dapat membandingkan EPS saham di industri sejenis. Anda dapat menganalisis apakah kenaikan tersebut bersifat sementara atau karena pengaruh tertentu.

A : Annual Earnings Increases

Merupakan saham dengan pertumbuhan laba tahunan yang signifikan. Selain melihat laba per triwulan, Anda juga perlu menganalisis laba tahunan dari suatu perusahaan. Analisis laba tahunan atau EPS selama 5 tahun terakhir. Pilihlah saham yang berada di antara range 25%-50% dalam 5 tahun terakhir.

ROE sebaiknya mengalami pertumbuhan minimal 17% selama 5 tahun terakhir. ROE atau return of equity adalah perhitungan rasio dimana perusahaan dapat menghasilkan keuntungan dengan modal sendiri dan kekuatan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dengan bantuan investor.

Anda perlu memeriksa stabilitas laba perusahaan minimal dalam 3 tahun terakhir. Analisa faktor stabilitas dan konsistensi perusahaan.

N : New Product, New Management, New Highs

Anda harus memastikan bahwa segalanya tentang perusahaan tersebut mengadopsi hal yang baru baik dari produk, manajemen, dan layanan yang baru. Jika hal ini sudah terpenuhi maka maka biasanya harga saham akan menyentuh pada puncak yang baru.

Anda dapat membeli saham yang tentunya memiliki terobosan baru di berbagai bidang. Inti dari bisnis adalah adanya kemampuan untuk menyesuaikan dengan pembaharuan yang ada. Dalam risetnya O’Neil menemukan bahwa 95% perusahaan yang dirisetnya memiliki hal baru dan bermanfaat bagi masyarakat banyak.

Sebagai salah satu contohnya yaitu perusahaan MCDonalds yang melalukan pembaharuan pada zamannya sekitar tahun 60-70 an. Mereka memperkenalkan pembaharuan pada cara penyajian makanan dengan cepat, higienis, dan rasanya yang menggugah selera. Pada saat itu bisnis waralaba makanan ini mampu tumbuh 1100% dalam waktu selama 4 tahun.

S : Supply and Demand

Dalam hukum permintaan dan penawaran, pasar saham dengan kapitalisasi besar akan memerlukan permintaan yang lebih besar. Sedangkan saham dalam skala kapitalisasi kecil maka permintaannya akan lebih kecil dan cenderung bergerak dengan leluasa. Dalam penelitian O’Neil ditemukan bahwa 95% saham perusahaan yang menghasilkan keuntungan besar memiliki kurang dari 25 juta lembar saham saat kenaikan harga.

Maka dari itu pilihlah saham dengan kapitalisasi pasar yang kecil akan tetapi permintaan akan saham tersebut cukup besar karena saham tersebut berpotensi untuk mengalami kenaikan yang signifikan. Misalnya saja saham pasar ritel yang merupakan tipe kapitalisasi pasar kecil lebih mudah bergerak leluasa tanpa mempengaruhi harga saham.

L : Leader or Laggard

Dalam hal ini dimaksudkan adalah sebagai pengikut pasar atau pemimpin pasar. Ada beberapa perusahaan yang bergerak di bidang yang sama bertindak sebagai pengikut ataupun pemimpin pasar. Anda sebagai seorang investor harus jeli melihat perusahaan mana yang bertindak sebagai pemimpin atau pengikut.

Jangan terkecoh dengan harga murah suatu saham karena biasanya saham perusahaan tersebut hanyalah sebagai pengikut. Belilah saham yang benar-benar sebagai pemimpin di golongan industrinya. Hal tersebut dapat dilihat dari pertumbuhan laba saham per triwulan atau pertahun, tingkat return of equity, tingkat penjualan, dan keuntungan yang diperoleh.

I : Institutional Sponsorship

Pilihlah saham yang sebagian dipegang oleh perusahaan institusi. Sebagai contoh perusahaan institusi tersebut adalah institusi dana pensiun, institusi reksadana, perusahaan asuransi, atau broker saham. Biasanya institusi sponsorship sering membeli saham dalam jumlah besar sehingga harga saham menjadi naik.

Akan teteapi perlu diperhatikan juga, jangan sampai membeli saham yang hampir keseluruhan sahamnya dipegang oleh perusahaan institusi. Hal ini sangat berbahaya apabila terjadi penjualan besar-besaran. Daftar pemegang saham dapat dilihat di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Akan lebih baik juga apabila perusahaannya mengizinkan manajernya memiliki sebagain saham perusahaan tersebut.

M : Market Direction

Pasar sangat penting dalam bertransaksi saham. Dalam pasar saham ada yang disebut dengan trend yaitu kebiasaan investor dalam jual beli saham. Bullish artinya saham sedang menguat sehingga banyak permintaan dan banyak investor yang membeli. Harganya juga semakin tinggi. Sedangkan bearish artinya saham sedang mengalami penurunan dan banyak investor yang menjual sahamnya. Harganya akan semakin rendah.

Trend ini sangat mempengaruhi harga saham, terlebih lagi memiliki efek yang cukup signifikan dan sangat besar dalam pasar saham. Seorang investor akan beramai-ramai membeli ataupun menjual sahamnya jika melihat trend yang terjadi. Maka dari itu penting unutk mengetahui trend pasar agar tidak mengalami kerugian saat membeli saham.

Investasi saham menggunakan strategi CANSLIM menggabungkan antara analisis teknikal dan fundamental sehingga didapatkan sebuah kajian yang akurat tentang seluk beluk cara pemilihan dan transaksi saham.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *