Mari Mengenal Spread Bid-Offer Saham

Dalam artikel ini, mari kita lebih mengenal spread bid-offer di pasar saham. Di pasar saham, mungkin ada istilah yang sering didengar, istilah tersebut adalah Spread. Istilah tersebut berkaitan dengan fraksi harga dan bid-offer. Namun apakah Spead itu?

Sebelum itu, ada baiknya ketahui terlebih dahulu apa itu fraksi harga bid-offer. Fraksi harga sendiri artinya batasan perubahan atau kelipatan harga yang ditetapkan oleh Bursa Efek Indonesia atau BEI dalam melakukan transaksi jual dan beli saham. Sedangkan untuk arti bid-offer adalah permintaan dan penawaran pelaku pasar terhadap sebuah saham, yang besarannya sudah diatur dalam fraksi harga.

Mengenal Spread Bid-Offer di Pasar Saham Lebih Jauh lagi

Pada sistem antrian saham, akan ditampilkan bid-offer yang telah dimasukkan oleh para pelaku pasar saham. Selisih dari jarak harga bid dan offer dalam sistem antrian saham inilah yang dinamakan Spread. Umumnya bid-offer akan selalu mengikuti fraksi harga.

Jadi bisa disimpulkan bahwa spread itu adalah jarak antara harga bid dan offer, lalu bid-offer saham spreadnya sebesar atau mengikuti fraksi harga. Tapi pernahkah ada bid-offer yang spreadnya cukup jauh? Dan mengapa hal tersebut dapat terjadi?

Spread yang besar atau jarak antara bid dan offer yang cukup besar dapat terjadi karena 2 hal, yaitu:

  1. Saham tersebut tidak likuid atau kurangnya peminat jual dan beli

Trader yang berminat untuk membeli, ingin melakukan order pada harga yang cukup murah. Sementara, trader yang berniat menjual, ingin melakukan order pada hagra yang sangat mahal atau tinggi. Hal tersebut menyebabkan adanya kekosongan antara jarak harga bid dan offer, sehingga spreadnya menjadi besar.

Pada saham-saham yang likuid, hampir dipastikan tidak akan ditemui spread yang besar karena biasanya spread akan mengikuti atau sebesar fraksi harga.

  1. Spread yang besar sering ditemui saat jam-jam awal market dibuka

Penyebab spread yang besar banyak ditemui saat jam-jam awal market adalah karena pada saat itu, masih banyak trader yang masuk ke pasar untuk melakukan antrian, sehingga ada trader yang ingin beli pada harga yang rendah. Dan trader lain juga ingin menjual dengan harga yang tinggi. Sehingga terjadilah spread yang jauh. Ketika jam market terus berjalan dan akan semakin banyak trader yang masuk, maka jarak harga yang kosong biasanya akan terisi.

Jadi, jika ditemukan saham-saham yang spreadnya renggang, hindarilah saham-saham tersebut. Seperti yang telah disampaikan, bahwa saham-saham yang spreadnya jauh, ialah saham yang tidak likuid atau kurang peminat. Lalu apa untungnya trading di saham yang mempunyai peminat kurang.

Alasan lain adalah karena saham-saham yang spreadnya jauh akan menyulitkan ketika kita menjual di harga tinggi. Hal ini dikarenakan para pembeli hanya akan membeli pada harga yang rendah.

Membeli Saham Hanya Dengan Analisa Bid-Offer

Analisa bid-offer saham ialah salah satu alat analisa yang cukup sering digunakan trader dalam menganalisa kecenderungan pergerakan harga saham. Umumnya saat antrian bid cukup tebal sementara offer tipis, hal tersebut dapat menunjukkan kecenderungan minta beli tinggi, sehingga ada potensi harga saham akan naik.

Hal tersebut tidaklah salah. Namun di pasar saham itu tidak ada yang absolut. Masalahnya, tidak ada yang tahu pasti apakah harga saham akan dinaikkan ketika bid tebal, dan sebaliknya kalau tiba-tiba saja banyak pelaku pasar yang ingin menjual saham dengan jumlah yang besar.

Berikut akan digambarkan sebuah ilustrasi. Katakanlah seorang trader ingin membeli saham. Pada antrian bid-offer dicontohkan bahwa offer sangat tipis bila dibandingkan dengan bid, sehingga menunjukkan peminat beli tinggi daripada minat jual.

Dengan kondisi ini, apakah akan langsung membeli best offer dengan anggapan bahwa harga offer sangat tipis, sehingga akan mudah untuk naik? Bisa saja asumsi tersebut benar, tapi ada kemungkinan asumsi tersebut meleset.

Bagaimana jika harga dari saham naik beberapa poin, namun setelah itu banyak pelaku pasar yang mengguyur jual, hingga akhirnya harga saham setelahnya justru turun?

Dalam trading perlu dilakukan analisa bid-offer. Akan tetapi, analisa tersebut akan komplit jika memadukannya dengan grafik. Jadi sebelum berbicara mengenai bid-offer, coba untuk melihat terlebih dahulu kecenderungan grafik yang terjadi, karena bagaimanapun grafik adalah cerminan yang sesungguhnya dari psikologi pasar.

Analisa bid-offer dalam pasar saham itu penting, tapi bukan juga analisa yang paling penting. Gunakan pula analisa grafik, indikatorcandlestick dalam melihat saham-saham yang mempunyai potensi untuk naik dan turun selain bid-offer.

Kegunaan Dari Mengamati Sistem Antrian Bid-Offer

Bagi para trader sistem antrian mungkin hanya berfungsi sebagai penempatan order beli dan order jual saja, serta untuk melihat harga saham sebagai bahan pengambilan keputusan untuk beli dan jual di kisaran harga yang diinginkan. Tetapi sebenarnya bid dan offer di antrian saham memiliki fungsi lebih dari sekedar itu.

Cara untuk menetapkan saham-saham pilihan yang dapat ditradingkan secara konsisten dan untuk memperoleh profit dari saham-saham yang pas, yaitu dengan cara mengamati pergerakan sistem antrian saham selama jam perdagangan berlangsung.

Bagi pemula atau bagi trader yang sedang dalam proses menentukan saham-saham pilihan untuk trading, memang membutuhkan pengorbanan waktu untuk memantau pergerakan harga saham.

Mengamati sistem antrian dilakukan dengan memonitoring pergerakan beberapa saham sampai enam saham. Amatilah pergerakan saham-saham yang sama selama jangka waktu tertentu. Perhatikan cepat serta lambatnya pergerakan saham tersebut. Saham tersebut bergerak di harga berapa lalu cocokkan garis support dan resisten dengan analisis teknikal saham.

Kadang-kadang saham pilihan dapat ditemukan ketika sedang mengamati sistem bid-offer tersebut. Pada saat dapat menentukan pergerakan harga saham bergerak pada kisaran harga berapa sampai berapa, trader dapat memutuskan harus membeli di harga sekian dan menjualnya kembali pada harga sekian. Tepatnya, jika mengacu pada analisis teknikal, maka batas-batas harga tersebut dinamakan dengan garis support atau batas bawah dan garis atas atau batas atas.

Bagi yang sudah punya saham pilihan dan telah mahir trading, sistem antrian ini tidak perlu terus diamati. Antri di harga sekian lalu tinggal saja dan dapat melakukan aktivitas yang lain.

Tapi ingatlah, sistem antrian saham ini bukan digunakan sebagai analisis dalam mengambil keputusan trading saham atau membeli maupun menjual. Mengamati sistem antrian ini memanglah berguna untuk melihat pergerakan harga, yaitu untuk melihat saham ada di kisaran harga berapa. Tetapi, untuk keputusan beli serta jual, tentunya trader harus menunggu momen teknikal yang sangat pas.

Selain itu, sistem antrian bid-offer yang perlu diamati adalah pergerakan harga sahamnya bukan hanya sekedar antrian bid-offer saja. Karena jika hanya mengamati sistem antrian bid-offer saja bisa menipu.

Jadi, saat melihat sistem antrian perdagangan saham kurun waktu tertentu, kemudian melihat lagi bahwa saham saat itu permintaannya lebih banyak daripada penawaran, maka belum tentu harga sahamnya pasti naik pada saat itu juga. Sistem antrian ini juga dapat berubah-ubah. Bisa saja saat antrian permintaan lebih banyak, namun tiba-tiba mulai banyak yang menjual, sehingga berubahlah penawaran jual yang besar, pada akhirnya harganya malah turun.

Jadi disarankan lebih baik mengamati naik turunnya harga saham dan bukan hanya melihat besar kecilnya permintaan dan penawaran pada saat itu.

Itulah berbagai penjelasan dimulai dari mengenal spread bid-offer di pasar saham hingga membeli saham dengan analisa bid-offer. Semoga penjelasan di atas dapat memberikan ilmu bagi para pembaca.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *