Simak Siklus Penyelesaian Transaksi (Settlement) Pasar Saham Reguler

Penyelesaian transaksi (settlement) pasar saham reguler cukup sederhana untuk dilakukan karena hanya memerlukan waktu sekitar 2 hari. Sebetulnya ada beberapa tipe penyelesaian transaksi bursa saham tergantung dari si perusahaan dan si pembeli saham. Adapun beberapa penyelesaian transaksi seperti pasar reguler, pasar tunai, dan pasar negosiasi.

Siklus penyelesaian adalah jeda hari transaksi setelah pembeli saham menyatakan ketertarikan terhadap saham perusahaan hingga saham resmi menjadi milik investor. Pada hari yang ditentukan, pemilik perusahaan harus menyerahkan sejumlah efek atau saham kepada pembeli atau investor. Dan investor juga harus menyerahkan sejumah uang tertentu di hari yang telah ditentukan. Hal ini juga dapat disebut dengan penyelesaian atau T plus (T+).

Siklus penyelesaian saham di Indonesia dimulai dari perusahaan yang membutuhkan dana sehingga menjual saham sebagai bentuk kepemilikan terhadap perusahaan karena sudah menanamkan modalnya. Saham yang di daftarkan harus menjadi anggota bursa dan didaftarkan melalui Bursa Efek Indonesia.

Begitu juga calon investor atau pembeli saham harus membuka rekening efek dan melakukan transaksi efek di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan menawarkan barang berupa efek sedangkan investor memberikan sejumlah dana yang dapat digunakan untuk kepentingan perusahaan. Tentunya dana tersebut juga harus dipertanggungjawabkan melalui laporan tahunan seperti neraca dan rugi laba termasuk memberikan dividen bagi pemilik saham.

Proses penyelesaian inilah yang dilakukan secara pasar regular, tunai, dan negosiasi. Pasar regular membutuhkan T+2 untuk penyelesaian negosiasi. Sedangkan pasar tunai menyelesaikan di hari tersebut juga (T+0). Sedangkan pasar negosiasi menyelesaikan sesuai dengan kesepakatan antara pembeli dan penjual saham.

Penyelesaian Transaksi (Settlement) Pasar Saham Reguler

Dahulu pasar saham reguler diselesaikan dalam waktu T+3 atau 3 hari setelah transaksi persetujuan pembelian saham. Akan tetapi, saat ini proses pembelian pasar saham reguler dipercepat menjadi T+2 atau 2 hari karena mempertimbangkan faktor efisiensi.

Pasar saham dunia di kawasan Eropa, Asia, dan Amerika sudah menerapkan peraturan tersebut. Hal ini dipilih karena dapat mempersingkat siklus penyelesaian transaksi di bursa efek. Selain itu hal ini juga menguntungkan bagi perusahaan karena meningkatkan efisiensi proses, memanfaatkan dana lebih cepat, dan juga menurunkan resiko dari pasar.

Beberapa karakteristik dari penyelesaian transaksi pasar saham reguler adalah:

  • Penyelesaian transaksi T+2. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa saat ini pasar reguler menyelesaikan transaksi dalam 2 hari.
  • Perdagangan dilakukan secara berkesinambungan.

Dalam perdagangan pasar saham reguler tentunya dapat dilakukan secara berkesinambungan karena siklus 2 hari tersebut telah ditetapkan. Investor dapat membeli saham sebanyak yang mereka inginkan dan membayar sesuai dengan waktu yang ditentukan. Begitupun selanjutnya transaksi dapat dilakukan setelah 2 hari dan menyelesaikan transaksi sebelumnya.

  • Perdagangan dilakukan secara online dengan JATS-NextG.

Saat ini perdagangan efek dilakukan secara remote trading dengan memanfaatkan JATS-NextG (Jakarta Automated Trading System Next Generation).  Teknologi ini mampu meningkatkan kapasitas transaksi yang awalnya berjumlah 5 juta order menjadi 15 juta setiap harinya. Selain itu juga menambah kapasitas transaksi dari 2,5 juta menjadi 7,5 juta transaksi per hari.

  • Minimal memperdagangkan 1 lot yaitu 100 lembar per unit saham.

Ketika hendak melakukan transaksi saham di pasar reguler seorang investor harus membeli minimal 1 lot saham yang berjumlah 100 lembar. Harga perlembarnya juga bervariasi tergantung saham yang ingin dibeli. 1 lot saham dihitung sebanyak 100 lembar agar pemilik modal jumlah kecil pun dapat menginvestasikan uangnya di bursa saham.

  • Proses penyelesaian ditentukan oleh KPEI dan KSEI.

Dipasar reguler dan pasar tunai, proses transaksi dilakukan oleh KPEI melalui proses netting. Proses ini juga disertai dengan pemindahbukuan efek ke rekening anggota bursa (investor) dan pemindahan dana ke rekening anggota bursa (perusahaan). Anggota bursa harus terdaftar di KSEI.

KPEI atau Kliring Penjamin Efek Indonesia menyediakan jasa kliring dan juga penyelesaian transaksi bursa saham secara teratur, efisien, dan wajar. Sedangkan KSEI atau Kustodian Sentral Efek Indonesia menyediakan jasa kustodian sentral. Secara sederhana KPEI bertugas untuk mencatat transaksi yang dilakukan di pasar modal. Sedangkan KPEI bertugas untuk menyelesaikan transaksi saham dan sekaligus menjaga transaksi. Lembaga ini juga dapat dikatakan sebagai lembaga penitipan harta.

  • Apabila terjadi pelanggaran maka wajib menyediakan ACS sebanyak 125%.

Pelanggaran yang dimaksud adalah anggota bursa dalam hal ini perusahaan tidak menyerahkan efek kepada investor. Maka dari itu mereka wajib menyediakan dana pengganti atau alternative cash settlement yang jumlahnya 125% dari harga tertinggi saham. Dan penyelesaiannya harus dilakukan di hari yang sama untuk pasar reguler.

Jam Perdagangan Pasar Saham Reguler

Jam perdagangan pasar saham reguler dapat diklasifikasikan menjadi pra pembukaan, pra penutupan, dan pasca penutupan.

Pra Pembukaan

Pada masa pra pembukaan anggota bursa dapat memasukkan penawaran ataupun permintaan pembelian disesuaikan dengan satuan perdagangan, satuan perubahan harga, dan ketentuan auto rejection.

Selanjutnya harga pembukaan akan terbentuk berdasarkan jumlah penawaran untuk menjual saham dan juga permintaan beli terbanyak dari para calon investor. Pada sesi pertama perdagangan saham seluruh penawaran baik penjualan maupun pembelian akan langsung diproses kecuali harga tersebut melebihi dari batas auto rejection.

Waktu pra pembukaan biasanya mulai pukul 08.45-08.55 WIB dengan agenda anggota bursa efek dapat memasukkan penawaran penjualan saham dan permintaan untuk membeli. Selanjutnya pukul 08.55-09.00 WIB JATS akan melakukan penghitungan harga pembukaan dan mempertemukan antara penawaran penjualan juga permintaan pembelian. Harga akan ditentukan berdasarkan prioritas harga dan prioritas waktu.

Pra Penutupan

Pada masa pra penutupan anggota bursa dapat memasukkan penawaran ataupun permintaan pembelian disesuaikan dengan satuan perdagangan, satuan perubahan harga, dan ketentuan auto rejection.

Selanjutnya harga pembukaan akan terbentuk berdasarkan jumlah penawaran untuk menjual saham dan juga permintaan beli terbanyak dari para calon investor. Pada sesi pertama perdagangan saham seluruh penawaran baik penjualan maupun pembelian.

Waktu pra penutupan biasanya mulai pukul 15.50-16.00 WIB dengan agenda anggota bursa efek dapat memasukkan penawaran penjualan saham dan permintaan untuk membeli. Selanjutnya pukul 16.00-16.04 WIB JATS akan melakukan penghitungan harga penutupan dan mempertemukan antara penawaran penjualan juga permintaan pembelian. Harga akan ditentukan berdasarkan prioritas harga dan prioritas waktu.

Pasca Penutupan

Dilaksanakan pada pukul 16.05-16.15 dengan agenda anggota bursa efek memasukkan penawaran penjualan dan permintaan pembelian pada harga penutupan. Selanjutnya JATS akan mempertemukan penawaran penjualan dan perintaan pembelian secara terus menerus untuk pembelian efek berdasarkan harga penutupan.

Prioritas Transaksi Saham

Secara umum pasar reguler memiliki prioritas harga dan prioritas waktu. Prioritas harga adalah memberikan prioritas terhadap permintaan pembelian saham dengan harga yang lebih tinggi. Begitupun sebaliknya memberikan prioritas terhadap penawaran jual dengan harga yang lebih rendah.

Prioritas waktu adalah apabila penawaran jual dan permintaan beli saham diajukan pada harga yang sama, maka mana yang lebih dulu mengajukan penawaran akan diberikan prioritas untuk dibeli.

Itulah beberapa karakteristik penyelesaian transaksi (settlement) pasar saham reguler.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *