Mengamati Sentimen Covid-19 Second wave di Pasar Saham Dunia, Begini Strategi Investasi yang Harus Diterapkan!

Membicarakan sentimen covid-19 second wave di pasar saham dunia, masih menjadi aktivitas yang dilakukan banyak orang. Pandemi covid-19 sendiri masih terus melonjak hingga timbul yang namanya second wave atau gelombang kedua. Pada second wave covid-19 ini, sudah dirasakan bahwa tidak ada lagi peraturan yang teramat ketat karena masyarakat sudah mulai terbiasa dengan hal ini.

Namun, bagaimana pengaruhnya pada pasar saham dunia? Karena covid-19 ini tidak hanya menjalar di Indonesia tetapi juga menyeluruh di dunia. Dunia bisnis merupakan pembahasan penting karena mencakup perekonomian. Lalu untuk ekonomi sendiri, ekonomi dunia tentu saja sedang tidak terlalu baik. Adanya covid-19 yang mengharuskan manusia membatasi aktivitas juga berpengaruh pada ekonomi.

Terutama mereka-mereka yang mempunyai bisnis dengan sektor real, seperti mall dan sektor pariwisata yang paling terlihat. Mereka masih cukup tersandung-sandung karena harus menaati aturan yang ada.

Sentimen Covid-19 Second wave di Pasar Saham Dunia

Second wave masih menjadi kekhawatiran dunia, kondisi ekonomi sudah beranjak dalam peningkatan. Terutama dalam sektor saham. IHSG sering mengalami jatuh bangun sampai mengalami penurunan hingga beberapa persen. Padahal saham tidak selalu berwujud nyata seperti sektor lain yang harus dikunjungi dan akhirnya menimbulkan kerumunan yang bisa membahayakan. Namun nyatanya, covid-19 mempengaruhi pergerakan dan mempengaruhi ekonomi di hampir semua sektor. Baik yang berwujud real maupun yang tidak real.

Setahun berlalu, IHSG yang dulunya sempat berada di level 5.942 pada bulan Maret 2020, pernah mengalami penurunan sampai pada 3.937 dengan level penurunan tertajam yaitu di bulan April 2020. Di bulan Mei 2020, IHSG berhasil melangkah dengan menerapkan beberapa strategi dan berhasil bangkit dengan level 4.605, sebuah peningkatan yang cukup untuk mengejar kembali level normal sebelumnya yaitu 5.942.

Sedang di awal tahun 2021, minggu pertama sudah berhasil ditutup dengan kenaikan IHSG sebesar 1,69 persen dan mencapai level tertinggi selama pandemi dari bulan Januari 2020 yaitu mencapai 6.257. Peminat tertinggi masih dipegang oleh TLKM yang berhasil menguat dalam 5%. Dan investor-investor asing pun banyak yang mengejar TLKM.

Itu untuk Indonesia, sedangkan di Amerika Serikat, juga tidak luput dari penurunan bursa saham. Amerika Serikat yang juga memiliki kasus covid-19 tinggi mengkhawatirkan second wave dan menjadikan prioritas untuk tetap memfokuskan penyetabilan pandemi. Dow Jones sempat mengalami penurunan dari yang awalnya 27.110 turun mencapai 25.605.

Di awal tahun 2021, muncul sentimen mengenai varian baru covid-19 yang semakin menguat dan lebih berresiko menyebar di Inggris. Hal itu menjadikan Inggris sementara waktu diblokir oleh negara-negara dunia untuk mengamankan negaranya dan menyetop penyebaran. Dengan itu sentimen pasar kembali memburuk dan bursa saham dunia kembali turun terutama di Eropa.

FTSE Inggris anjlok dan turun sampai 1,7%, yang menjadi penurunan yang cukup drastis. Jerman, Perancis dan Italia juga mendapati bursa saham yang turun mencapai 2%. Sedangkan bursa saham di Asia, Nikkei menguat 1,23% menjadi 28.806.

Strategi Berinvestasi di Masa Pandemi

Terbatasnya ruang gerak masyarakat karena covid-19 menjadikan pemenuhan kebutuhan pun semakin terhambat. Banyak masyarakat yang merasakan kesulitan ekonomi semenjak adanya pandemi. Tak lain halnya bagi para investor yang biasa menanamkan modal dengan saham pada perusahaan-perusahaan untuk mendapatkan keuntungan.

Perusahaan-perusahaan sendiri pun mengalami penurunan penghasilan karena adanya pembatasan bersosialisasi di awal pandemi. Meski hal ini sudah tidak separah di awal, namun peningkatan ekonomi masyarakat pun belum dapat secara drastis meningkat. Para investor, memilih menjual sahamnya secara berramai-ramai yang menjadikan pasar modal anjlok. Tentu saja hal itu tidak seimbang karena yang ada hanya proses penjualan tanpa ada minat pembelian saham sehingga menjadi berat sebelah.

Mereka para investor di masa pandemi seperti ini membutuhkan jaminan pegangan uang secara nyata yang membuat mereka rela untuk menjual sahamnya. Hal ini sebenarnya memberikan peluang besar untuk para investor membeli saham karena harga saham banyak penurunan. Namun harus tetap dalam kewaspadaan dan mempertimbangkannya matang-matang, jangan sampai tertipu.

  1. Meningkatkan dana darurat

Tersendatnya segala kebutuhan di waktu pandemi mengharuskan setiap orang memiliki dana darurat guna berjaga-jaga. Corona yang belum diketahui sampai kapan akhirnya ini harus memperpanjang pikiran kita sebagai manusia untuk selalu memperdalam pendapatan guna menunjang kebutuhan hidup sehari hari. Dalam berinvestasi, jangan anda gunakan dana yang difungsikan untuk diputar dalam kehidupan sehari-hari. Bagi penghasilan anda dan gunakan uang yang memang disisihkan untuk dana darurat.

Anda bisa menyimpannya dalam bentuk cair dengan cash atau bisa dengan bentuk saham atau investasi lainnya guna jangka panjang. Dengan investasi, anda dapat emncairkannya kapan saja.

  1. Review dan Rebalance Portofolio

Melakukan review dan rebalance portofolio merupakan hal yang wajib dilakukan secara rutin dan berkala guna menyelaraskan tujuan awal anda serta memperbarui tujuan anda jika keadaan ada yang berubah.

  1. Memperhatikan waktu untuk investasi

Dalam melakukan investasi, mengamati waktu dengan perkembangan ekonomi dan membeli saham di waktu yang tepat sangatlah penting jika anda ingin untung dan tidak ingin rugi. Anda harus mengamati perkembangan ekonomi dunia dan global agar tidak terkejut dan dapat mempersiapkan kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi.

Membeli saham ketika harga sedang turun merupakan pilihan yang tepat namun harus dengan tetap mempertimbangkan keputusan anda dengan menganalisis secara matang agar tidak tertipu dengan saham gorengan. Jangan sampai anda salah pilih karena terburu-buru dengan terlena oleh harga yang murah. Terutama dimasa pandemi dengan bursa saham yang gampang melemah.

  1. Diversifikasi Investasi

Yaitu anda melakukan investasi tidak hanya di satu tempat atau di satu perusahaan saja. Anda bisa mengambil sedikitnya tiga tempat yang bisa anda tanami modal. Jadi anda tidak hanya mengandalkan pendapatan dari satu sektor saja yang mungkin saja bisa sewaktu-waktu turun. Jadi anda akan lebih aman karena memiliki beberapa naungan penghasilan tanpa mengkhawatirkan apabila salah satunya sedang tidak lancar.

Namun, pastikan untuk berinvestasi di emiten yang sudah terdaftar dan aman, ya.

Jadi, dengan tetap mewaspadai second wave covid-19, akan terus ada sentimen pasar yang berfungsi untuk berjaga-jaga pada pergerakan saham Indonesia mapun dunia. Karena Indonesia saja dapat dipengaruhi ekonominya oleh ekonomi dunia. Dalam berinvestasi, anda perlu memperhatikan hal-hal di atas. Terutama di masa pandemi, yang kedatangannya banyak mengubah keadaan dan juga pada ekonomi.

Seperti halnya pada pasar saham yang juga mendapat dampak dengan mengalami naik turun. Pastikan anda memegang dana darurat untuk berjaga-jaga dari hal-hal yang tidak diinginkan dan tidak direncanakan kedatangannya. Demikian di atas rangkuman sentimen covid-19 second wave di pasar saham dunia. Semoga bisa memberi manfaat.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *