Seberapa Pentingkah Psikologi Trading?

Bagi para investor pasar modal, saham bukan sekadar proses menamamkan modal semata. Melainkan, butuh ilmu dan strategi yang matang untuk meraup cuan yagng lebih optimal. Salah satu yang harus dipahami adalah psikologi trading, namun seberapa pentingkah psikologi trading itu?

Psikologi sendiri merupakan salah satu disiplin ilmu yang mempelajari lebih dalam perihal mental juga perilaku manusia. Di dalam dunia trading sendiri, peranan psikologi punya peran penting karena akan menentukan apakah seorang trader berpeluang untung, atau malah rugi.

Seberapa Pentingkah Psikologi Trading untuk Diterapkan Investor?

Pada dasarnya, terdapat tiga faktor yang memengaruhi kesuksesan trading, yakni 3M. Sebagaimana disebutkan ahli psikologi dan juga trader profesional, Dr Alexander Elder. Jika ada tiga pondasi dalam trading yakni method, money and mind.

Bagi trader yang ingin sukses, jelas harus menerapkan ketika prinsip tersebut. Meski kebanyakan, trader malah salah paham terhadap penerapan ketiganya. Banyak investor yang menilai jika ketiganya memiliki porsi yang sama untuk menentukan trading.

Namun, fakta justru menunjukkan hal yang berbeda. Terdapat elemen yang memiliki peran lebih besar dalam menentukan kesuksesan trading itu sendiri. Untuk itu, artikel ini akan mengulas seputar tiga psikologi trading yang perlu dipahami.

Method, Money and Mind

Sebagaimana namanya, ketiga poin ini memiliki definisi dasar yang sesuai.

  1. Method yakni sistem trading atau juga kemampuan analisa.
  2. Money yakni manajemen uang dengan risiko yang terukur.
  3. Mind yang berkaitan dengan psikologi trading termasuk pada kemampuan mengendalikan emosi.

Saat ini, banyak teader yang lebih fokus untuk mempelajari perihal method ketimbang money dan mind. Biasanya, perspektif ini dibentuk dengan analisa yang mendalam baik tenaga maupun pikiran. Tidak ada salahnya memang, jika trader fokus terhadap analisis teknikal maupun fundmaental.

Yang menjadi persoalan adalah ketika trader lebih fokus terhadap kedua analisa tersebut, tanpa memberi proporsi yang tepat untuk dua bagian lainnya yakni money dan mind.

Bagaimana Money dan Mind Menentukan Kesuksesan Trading

Sebenarnya, method hanya menyumbang sebagian kecil dari kesuksesan sebuah trading. Apabila benar method yang paling berperan besar, maka jelas jika orang-orang lulusan universitas terkemuka macam Harvard atau Stanford bakal menjadi yang terkaya.

Tak ada yang bukti yang menjamin jika kecerdasan atau IQ bisa menjamin seseorang sukses pada saham mereka. Orang biasa dengan pendidikan yang tidak tinggi saja, banyak yang berhasil sebagai investor terkemuka. Hal ini karena mereka mengikutsertakan mind and money pada porsi yang tepat.

Ada sejumlah alasan berikut ini mengapa trader tak cukup peduli pada money maupun mind.

  1. Faktor psikologi dari mind bukan hal yang bisa diukur. Tak ada yang bisa menjadi indikator dalam menakarnya. Belajar analisis teknikal atau fundamental misalnya, mudah diterapkan karena memiliki nilai yang bisa dihitung dan diperkirakan. Seluruh analisis tersebut bisa menggunakan software komputer yang canggih, namun tidak dengan psikologi trading.
  2. Psikologi trading pada umumnya tidak dipahami oleh sebagian besar trader. Hal ini juga didukung dengan kurangnya referensi mengenai psikologi trading, jika dibandingkan dengan method. Bahkan, tak sedikit trader yang menganggap jika mereka telah memahami diri sendiri lebih dari siapapun. Padahal, faktanya tak demikian, karena kelemahan seseorang yang tidak betul-betul dipahami akan sangat berpengaruh terhadap kualitas trading.

Oleh sebab itu, setiap trader sudah seharusnya mengikutsertakan mind atau psikologi trader ke dalam strategi bertahan mereka. Karena, hal ini akan berperan cukup besar dalam menentukan sebuah kesuksesan trading nantinya.

Kebiasaan Trader dalam Menghadapi Trading

Sebagaimana penjelasan sebelumnya, agar mendapat hasil maksimal dari trading forex. Penting untuk memiliki kemampuan teoritis, juga taktik yang mutakhir. Termasuk, pada analisis dampak mengenai trend pasar.

Meski dengan seluruh kemampuan itu, perlu diimbangi dengan psikologi trading. Dalam hal ini, emosi trader kerap berpengaruh terhadap hasil trading. Misal saja untuk kontrol diri dan kedisiplinan yang menjadi kunci trader kompeten.

Emosi dan karakter di bawah ini akan sering muncul ketika Anda terjun ke dalam dunia trading forex.

Serakah

Keserakahan sering terjadi tak hanya bagi profesional berpengalaman melainkan juga para pemula. Keinginan untuk mendapatkan cuan dalam jumlah besar, tanpa menggunakan analisis atau kesabaran yang tepat.

Gembira

Meski terdengar bukan sebagai karakter yang bermasalah, terlalu gembira juga kerap timbul sebagai masalah yang khusus. Kondisi ini akan menekan akal sehat dalam mengambil setiap keputusan berisiko tinggi, dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan dengan lebih cepat.

Takut

Emosi bukan hal yang patut dibiarkan saat trading, karena rawan dengan pengambilan keputusan yang impulsif. Anda bisa juga merasa takut membuka posisi atau takut rugi. Untuk menanganinya, lebih baik hentikan amati pergerakan chart untuk sementara waktu dan rehat.

Terlalu Berharap

Dalam trading forex, tentu wajar mengharapkan keuntungan yang besar. Kendati, terlalu berharap dengan profit sampai mengabaikan analisis lainnya. Perlu emosi dan harapan yang stabil dalam menentukan dan mengamati setiap pergerakan.

Kesalahan Psikologis dalam Trading

Selain kebiasaan di atas ada sejumlah kesalahan psikologis yang perlu diperhatikan, seperti berikut ini.

Minim Analisis

Minim analisis akan memperbesar peluang kerugian dalam skala yang besar. Trader yang belum memiliki pengalaman misalnya, akan kerap salah menangkap koreksi harga dalam perubahan trend.

Akibatnya, trader bakal memilih titik masuk ke pasar yang salah hingga berujung rugi. Untuk itu, penting membaca informasi keuangan secara teratur melalui Market Overview.

Tekanan Emosional

Ketakutan juga tekanan emosional sebelum pembalikan tren adalah masalah yang kerap dirasakan para pemula. Hal yang krusial adalah ketidaksabaran serta ketakutan kehilangan sebagian dari deposit.

Gerakan Impulsif

Gerakan impulsif tanpa dasar, ini akan secara impulsif membuka order saat harga sedang melonjak tajam. Meski kadang menguntungkan, namun lebih sering ditemukan kerugian karena keputusan spontan tanpa analisis yang dalam.

Kepercayaan Berlebih

Kepercayaan berlebih terhadap Expert Advisor atau robot trading, akan membuat skrip yang disebutkan sulit untuk dikendalikan. Robot trading yang tak dikonfigurasi dengan benar akan memicu konsekuensi perubahan yang mustahil dilakukan.

Cara Mengatur Emosi Trading yang Benar

Untuk mengantisipasi kondisi di atas, ada beberapa cara yang bisa dilakukan guna mengantisipasi risiko. Rencana trading yang dibuat dengan matang dan detail akan membantu meminimalisir risiko.

Sekaligus, menghindarkan Anda dari penyimpangan yang tidak ataupun direncanakan. Ada kalanya, lebih baik untuk tak mengambil aksi apapun terlebih saat pasar dalam kondisi Volatile. Juga, saat Anda mampu meraup profit yang besar dalam sehari trading.

Meski begitu, ada kondisi dimana lebih baik untuk menunggu sembari melihat kabar dampak di pasar Forex. Trader yang kompeten, akan selalu tau kapan mampu bertindak dan kapan tidak.

Untuk mendapatkan hasil maksimal, Anda butuh konsistensi jiga latihan berulang agar mampu menguasai ilmu baru. Waktu yang dibutuhkan pun beragam antara individu yang berbeda. Mengetahui seberapa pentingkah psikologi trading, harusnya melihat dari pelbagai aspek dan instrumen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *