Penjelasan Arti dan Ilustrasi Satuan Perdagangan dan Biaya Transaksi Saham

Dalam artikel ini, akan dijabarkan mengenai arti dan ilustrasi satuan perdagangan dan biaya transaksi saham, yang mana sangat penting untuk dipahami ketika ingin memilih kantor sekuritas.

Ketika sedang trading saham, pasti akan dihadapkan dengan istilah “lot”. Lot sendiri digunakan untuk menyebut satuan perdagangan saham. Dapat diibaratkan dengan contoh, menggunakan satuan Kilometer (Km) untuk sebuah jarak, Kilogram (Kg) untuk satuan berat dan lain sebagainya. Maka untuk satuan perdagangan saham digunakan istilah lot.

Untuk setiap 1 lot dapat disamakan dengan 100 lembar saham. Aturan ini berlaku semenjak 6 Januari 2014. Karena untuk aturan lama, 1 lot = 500 lembar. Tujuan diubahnya satuan perdagangan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah agar transaksi di pasar saham menjadi lebih likuid, karena jika jumlah lembar saham dikurangi, maka harga saham akan menjadi lebih murah. Jadi dapat dengan mudah diperdagangkan dan dapat menjangkau investor-investor ritel.

Penjabaran Arti dan Ilustrasi Satuan Perdagangan dan Biaya Transaksi Saham

Dalam proses perdagangan transaksi di Bursa Saham, terdapat biaya transaksi yang wajib dibayar oleh investor sesuai dengan nilai per transaksi, yaitu untuk transaksi beli maupun transaksi jual. Besarnya biaya dari transaksi yang telah ditetapkan masing-masing kantor sekuritas berbeda. Umumnya, biaya transaksi beli lebih kecil dari biaya transaksi jual. Fee transaksi beli biasanya berada di sekitar 0,15-0,30.

Jika menggunakan trading dengan fasilitas online, maka besarnya fee transaksi akan jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan menggunakan full service broker. Sekarang juga kantor-kantor sekuritas berlomba untuk dapat memberikan nominal fee transaksi sekecil mungkin agar dapat menarik calon nasabah.

Jika sedang memilih kantor sekuritas, disarankan untuk memilih yang jumlah fee-nya cukup bersahabat, dan tidak disarankan memilih fee yang besarnya mencapai 0,5%.

Apabila ditanya apakah ada hubungan antara lot dengan biaya transaksi saham, tentu saja ada. Keduanya digunakan dalam menghitung transaksi beli dan jual saham. Dalam menghitung jumlah modal yang harus dibayar untuk membeli ataupun menjual saham, harus diperhitungkan jumlah lot dan fee yang akan dibayarkan.

Silahkan lihat ilustrasi dari perhitungan beli serta jual saham yang terdapat pada tabel di bawah ini.

istilah yang menunjukkan satuan perdagangan saham adalah

Apabila dibeli saham PWON tanggal 2 Oktober seharga 394, lalu direncanakan membeli sebanyak 27 lot. Maka demikian total biaya yang harus dibayarkan adalah:

394 X 27 lot X 100 lembar = Rp 1.063.800

Rp 1.063.800 + (1.063.800 * 0,17% fee beli) = Rp 1.065.608

Jadi, total biaya harus dikeluarkan adalah sebesar Rp 1.065.608. Dengan catatan, fee sebesar 0,17% adalah contoh aturan fee beli dari kantor sekuritas yang digunakan untuk trading.

satuan perdagangan saham

Lalu pada 5 Oktober akan dijual saham PWON yang dimiliki seharga 402 sebanyak 27 lot. Maka dapat dihitung sebagai berikut:

402 X 27 lot X 100 lembar = Rp 1.085.400

1.085.400 + (1.085.400 * 0,27 fee jual) = Rp 1.082.469

Jadi dapat diketahui, total biaya harus dikeluarkan adalah sebesar Rp 1.082.469. Dengan catatan, fee sebesar 0,17% adalah contoh aturan fee beli dari kantor sekuritas yang digunakan untuk trading.

Sebenarnya nilai yang harus dibayarkan untuk membeli saham PWON bukanlah sebesar Rp 1.063.800, melainkan sebesar Rp 1.065.608, itu dihitung setelah ditambah fee beli. Begitu juga dengan saat menjual saham PWON, maka nilai yang akan diterima adalah Rp 1.082.469, bukan Rp 1.085.400. Itulah mengapa sangat disarankan untuk memilih kantor sekuritas dengan fee yang kecil.

Inilah Tips Dalam Memilih Perusahaan Sekuritas Yang Baik

Dalam memilih sebuah perusahaan sekuritas dapat dibilang susah-susah gampang. Banyaknya kantor sekuritas bahkan hingga ratusan, membuat kita harus memilih kantor sekuritas mana yang akan kita pilih saat akan membuat akun.

Perhatikan tips berikut ini dalam memilih kantor sekuritas, berikut penjelasannya.

  1. Track RecordPerusahaan Sekuritas

Pertimbangkanlah track record sebuah perusahaan sekuritas pada saat memilih. Dalam hal ini, sebuah track record bisa dilihat dari sanksi serta kejujuran dalam mengelola nasabahnya. Hal ini cukup penting, apabila sebuah perusahaan sekuritas memiliki banyak sanksi, maka bisa dikatakan perusahaan tersebut tidak dapat mengelola usaha bahkan nasabahnya.

  1. Perhatikan setoran awal

Saat ingin memulai untuk terjun ke dalam dunia pasar, namun memiliki dana yang terbatas, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah tanyakan berapa jumlah setoran awal untuk membuka akun efek.

Pada tahun 2015, Bursa Efek Indonesia atau BEI telah mempermudah syarat untuk setoran awal nasabah, dengan Rp 100.000 sebagai minimal penyetoran awal. Tetapi tidak semua kantor sekuritas menerapkan syarat ini, maka dari itu calon nasabah harus melakukan cross-check terlebih dahulu.

  1. Fee dari transaksi

Pertimbangkanlah fee transaksi, karena jangan sampai terlalu besar. Fee transaksi yang terlalu besar bisa mempengaruhi jumlah transaksi pembelian dan penjualan.

  1. Fasilitas dari Software

Fasilitas dari software haruslah memenuhi kebutuhan para nasabah. Data grafik yang real time, akses pialang online melalui perangkat software, menu dalam melihat pergerakan setiap sektor perusahaan, informasi sebuah laporan keuangan, informasi lokasi suatu perusahaan. Jangan sampai mendapatkan fasilitas software yang mempunyai data tidak secara real time setiap saat, sehingga dapat menyesatkan analisis teknikal calon nasabah.

  1. Fasilitas online trading

Pilih kantor sekuritas yang mempunyai fasilitas online trading. Hal tersebut sangat berguna bagi nasabah yang ingin melakukan trading sendiri.

  1. Ketersediaannya rekomendasi saham secara harian

Bagi yang belum dapat menganalisis sendiri, lalu jika membutuhkan rekomendasi dari broker, maka pertimbangkanlah kantor sekuritas yang menyediakan rekomendasi tersebut.

  1. Perhatikan jumlah investor atau nasabahnya

Perhatikanlah berapa banyak nasabah yang dimiliki suatu kantor sekuritas. Nasabah yang sangat banyak juga menunjukkan ketidak-efektifan. Mengelola nasabah yang cukup banyak bisa membuang terlalu banyak waktu serta dapat menurunkan kualitas pelayanan dari kantor sekuritas tersebut. Dan akhrinya mempengaruhi profesionalisme.

Namun sebaliknya, apabila kantor tersebut memiliki sedikit nasabah juga dapat menunjukkan, bahwa suatu kantor sekuritas tidak profitable. Calon nasabah dapat membandingkan dua atau lebih kantor agar dapat mengetahuinya.

  1. Modal perusahaan

Semakin besar modal yang dikeluarkan, maka semakin menunjukkan bahwa terjadi transaksi jual-beli saham yang dilakukan. Hal ini juga bisa menunjukkan bahwa suatu perusahaan sekuritas memang dipercaya oleh nasabahnya.

  1. Kantor sekuritas mempunyai “Nama”

Arti dari mempunyai nama sendiri adalah kantor sekuritas tersebut dapat dipercaya sebagai penjamin emisi efek, atau bisa juga kantor sekuritas tersebut sering dijadikan sebagai rujukan analisis di media online ekonomi, contohnya Kontan, Bisnis Indonesia.

  1. Pertimbangan lainnya yaitu mempunyai prestasi

Lalu calon nasabah juga dapat mempertimbangkan perusahaan yang mempunyai prestasi, seperti memiliki peringkat terbaik kantor sekuritas yang dapat menyampaikan ketetapan waktu laporan keuangan, perusahaan yang mempunyai laba, modal, aset terbanyak dan ketetapan disclosure. Prestasi yang dimilki kantor sekuritas juga dapat menunjukkan bahwa perusahaan tersebut memang profitable, sehingga cukup profesional dalam menjalankan bisnisnya.

Setiap kantor sekuritas pastinya memiliki website resminya masing-masing, sehingga calon nasabah dapat mencari alamat dan informasi lainnya melaui website tersebut. Itulah penjelasan dari arti dan ilustrasi satuan perdagangan dan biaya transaksi saham. Semoga berbagai penjelasan dalam artikel ini dapat memberikan ilmu baru bagi para pembaca.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *