Skip to content

Ingin Cari Saham Syariah Yang “Anti” Utang Bunga Bank? Ini Bisa Jadi Referensi

Saham Syariah adalah saham yang memiliki karakteristik sesuai dengan syariah islam. Saat ini saham syariah kian diminati karena para investornya menginginkan untuk dapat berinvestasi sesuai dengan prinsip syariah islam.

Meskipun saham syariah peminatnya lebih relatif sedikit dibandingkan saham biasa, tetap saham syariah juga tetap dapat mendatangkan keuntungan bagi investornya.  Dalam pasar modal di Indonesia saham syariah tergabung kedalam Daftar Efek Syariah (DES). Untuk jumlah saham syariah yang beredarpun juga sudah banyak.

Namun terkadang beberapa investor memiliki masalah dimana adanya asumsi bahwa terdapat adanya utang berbasis bunga dan pendapatan non halal dalam emiten yang mengeluarkan saham syariah. Hal ini tentu saja mendorong investor untuk menggali lebih dalam tentang saham syariah tersebut.

Pandangan Investor Terkait Utang Bunga Pada Saham Syariah

Sebagaimana yang dikutip pada CNBC, menurut Pengamat pasar modal syariah, Asep Muhammad Saepul Islam founder Syariah Saham, mengatakan bahwa selama ini masih terdapat masyarakat yang meragukan tentang porsi utang berbasis bunga dan pendapatan non-halal di emiten-emiten syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Hal inilah yang mendorong kami menyaring lebih selektif saham-saham yang sudah masuk Daftar Efek Syariah (DES) berdasarkan utang berbasis bunga dan juga pendapatan non-halal,” ujar Amsi kepada CNBC Indonesia.  Amsi juga menegaskan bahwa saham syariah juga membuat khalayak semakin penasaran.

Dalam kurun waktu terakhir diketahui bahwa jumlah investor saham syariah di Indonesia ditaksir mencapai 100.000 orang dalam satu dekade terakhir. Sehingga dapat dilihat bahwa saham syariah kini semakin diminati.

Amri menjelaskan bahwa pasar modal syariah mulai berkembang setelah dikeluarkannya fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait dengan Saham Syariah. Fatwa yang dimaksud adalah fatwa DSN-MUI No. 80 tentang Penerapan Prinsip Syariah dalam Mekanisme Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas di Pasar Regular Bursa Efek. Selain itu kebangkitan pasar modal syariah juga mulai berkembang setelah diluncurkannya Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), dan dikenalkannya platform Sistem Online Trading Syariah yang dipelopori oleh PT. Indo Premier Sekuritas.

Fatwa MUI Terkait Kriteria Saham Syariah

Semakin digemarinya saham syariah juga menimbulkan masalah bagi investor pemula. Masalah tersebut adalah apakah kriteria saham syariah?. Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa untuk menjawab pertanyaan tersebut. Fatwa fersebut adalah fatwa DSN-MUI Nomor 135 Tahun 2020 Tentang Saham.

Dalam ketentuan nomor lima fatwa tersebut, dinyatakan bahwa prinsip jual beli saham wajib hukumnya terbebas dari riba serta unsur-unsur haram lainnya yaitu utang berbasis riba serta pendapatan non halal. Hal ini tentu saja dapat menjadi petunjuk bagi investor pemula dalam memilih saham syariah.

Namun dalam fatwa MUI tersebut juga menjelaskan apabila syarat tersebut tidak terpenuhi, dengan melalui pertimbangan umum maka dapat diperbolehkannya transaksi jual beli saham melalui beberapa syarat-syarat seperti berikut ini.

  • Kegiatan usaha perusahaan tidak bertentangan dengan prinsip syariah
  • Total utang bunga tidak lebih dari 45% perbandingannya dengan total aset
  • Total pendapatan tidak halal (bunga) dengan pendapatan lain-lain dan pendapatan usaha tidak lebih dari 10% perbandingannya
  • Pemegang saham harus memiliki mekanisme pembersihan kekayaan dari unsur-unsur yang tidak sesuai unsur syariah.

Daftar Saham Yang “Anti” Utang Bunga Bank

Berdasarkan screening yang dilakukan oleh CNBC Indonesia per Agustus 2021 terhadap 426 emiten yang menerbitkan saham syariah, terdapat beberapa emiten yang tidak memiliki utang terkait dengan bunga bank. Namun beberapa emiten ini masih memiliki utang berbasis bunga lainnya yang bersumber dari liabilitas sewa ataupun obligasi. Berikut ini adalah daftar beberapa saham yang yang “anti” utang bunga bank.

  • Saham BRIS milik Bank Syariah Indonesia Tbk
  • Saham BANK milik Bank Aladin Syariah Tbk
  • Saham INCO milik Vale Indonesia Tbk
  • Saham MIKA milik Mitra Keluarga Karyasehat Tbk
  • Saham INTP milik Indocement Tunggal Prakarsa Tbk
  • Saham ACES milik Ace Hardware Indonesia Tbk
  • Saham SIDO miki Industri Jamu Sido Muncul Tbk
  • Saham DMAS milik Puradelta Lestari Tbk
  • Saham BTPS milik Bank BPTN Syariah Tbk
  • Saham LSIP mikik PP London Sumatera Indonesia Tbk

Itulah tadi beberapa rekomendasi saham syariah yang “anti” bunga bank. Anda dapat memilih saham yang sesuai dengan preferensi anda. Lakukan analisis yang baik sebelum anda mulai berinvestasi saham syariah. Demikian informasi kali ini. Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan dan melaksanakan kewajiban.

Leave a Reply

Your email address will not be published.