Apa Pengertian Serta Perbedaan Saham dan Obligasi

Beberapa dari Anda mungkin belum familiar dengan pengertian saham dan obligasi. Kedua hal tersebut memang sama-sama bentuk investasi tetapi terdapat beberapa perbedaan yang perlu diketahui agar bisa memutuskan ingin investasi saham atau obligasi.

Di bawah ini adalah penjelasan lengkapnya, apa saja? Baca sampai selesai yuk!

Pengertian Saham dan Obligasi

Saham merupakan salah satu jenis surat berharga yang menyatakan bukti kepunyaan seseorang atas suatu perusahaan. Saham ini dikeluarkan oleh perusahaan terbuka dengan bertujuan untuk menambah modal perusahaan guna ekspansi bisnis kegiatan produktif lainnya.

Harga saham pada umumnya ditentukan per lembar dengan nominal harga yang cukup murah tetapi untuk penjualannya tentu tidak dijual secara per lembar tetapi dalam satuan lot atau per 100 lembar.

Adapun beberapa pengertian lain menurut para ahli, yaitu:

Fahmi

Saham merupakan salah satu bagian pasar modal yang digemari banyak investor karena bisa memberikan hasil yang menarik. Saham merupakan sebuah kertas yang didalamnya terdapat nilai nominal, nama perusahaan, dan kemudian hak serta kewajiban yang telah dijelaskan terhadap setiap pemegangnya.

Husnan Suad

Saham merupakan secarik kertas yang didalamnya terdapat hak pemodal yaitu pihak pemilik kertas tersebut untuk mendapatkan bagian dari kekayaan atau prospek organisasi atau perusahaan yang menerbitkan sekuritas tersebut serta berbagai kondisi yang memungkinkan pemegang saham tersebut menyelenggarakan haknya.

Nofie Iman

Menurut Nofie Iman saham merupakan surat berharga yang bisa memberikan peluang keuntungan tinggi tetapi dengan risiko yang tinggi pula.

Sapto Raharjo

Sapto Rahardjo mengatakan bahwa saham adalah surat berharga yang isinya adalah bukti kepemilikan atau keikutsertaan seseorang terhadap instansi perusahaan.

Tjiptono Darmadji dan Hendy M. Fakhrudin

Pengertian saham menurut ahli ekonomi tersebut adalah surat atau tanda bukti kepemilikan seseorang atau instansi terhadap suatu perusahaan perseroan terbatas. Saham mempunyai bentuk lembaran surat berharga yang isinya pemilik dari surat tersebut merupakan salah satu pemilik perusahaan yang menerbitkan surat berharga.

Sementara obligasi atau bond adalah surat pengakuan yang menyatakan bahwa surat pengakuan hutang yang dikeluarkan oleh pemerintah negara atau perusahaan sebagai pihak yang mempunyai hutang untuk selanjutnya diserahkan kepada pemegang atau pemilik obligasi yang dilengkapi dengan perjanjian untuk membayar hutang serta bunga sesuai tanggal jatuh tempo pembayaran.

Biasanya aplikasi ini dikeluarkan oleh perusahaan yang membutuhkan pinjaman modal dari luar perusahaan. Biasanya pula pinjaman ini mempunyai jangka waktu atau tenor yang berbeda mulai dari 5 tahun hingga 30 tahun.

Eduardus Tandelilin

Menurut Edward Tandelilin obligasi merupakan suatu sekuritas yang mempunyai janji agar memberikan pembayaran sesuai dengan tanggal yang telah ditetapkan.

Frank J. Fabozzi

Obligasi merupakan salah satu jenis utang atau surat pengakuan utang yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan atau pemerintah dan akan dibayar lunas saat tanggal jatuh tempo. Pendapatan yang bisa dihasilkan dari obligasi adalah bunga yang akan dibayarkan oleh para penerbit obligasi.

Jonathan B. Berk

Menurut Jonathan B. Berk obligasi merupakan surat berharga yang dijual oleh pemerintah atau perusahaan dengan tujuan untuk memperoleh biaya atau dana dari pihak investor. Dana didapatkan dengan cara memberikan bunga yang dibayarkan berdasarkan perjanjian yang sudah ditentukan.

Yuliana dkk

Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh lembaga, perusahaan, atau negara sebagai pihak yang berhutang. Di dalam surat tersebut terdapat nominal tertentu dan kemampuan untuk membayar bunga secara berkala.

Perbedaan Saham dan Obligasi

Terdapat beberapa hal yang membedakan antara saham dan obligasi, antara lain:

Bukti kepemilikan dan bukti hutang

Perbedaan pertama adalah berdasarkan pengertian, saham merupakan surat bukti kepemilikan atas suatu perusahaan sedangkan obligasi adalah surat hutang perusahaan terhadap pemilik modal. Dari pengertian tersebut sudah bisa dilihat secara jelas perbedaan antara saham dan obligasi. Jadi pemilik saham dapat dikatakan sebagai salah satu pemilik dari suatu perusahaan sedangkan pemilik obligasi hanya memberikan hutang kepada perusahaan bukannya sebagai pemilik.

Oleh karena itu pemilik saham lebih mempunyai hak suara atas kebijakan perusahaan sedangkan pemilik obligasi sama sekali tidak mempunyai hak suara. Sebagai salah satu pemilik perusahaan maka investor saham berhak mengungkapkan pendapatnya atas kebijakan yang akan digunakan oleh perusahaan karena kebijakan tersebut bisa sana mempengaruhi perkembangan perusahaan dan besarnya laba yang bisa didapatkan dari kebijakan tersebut.

Pastinya hal tersebut akan mempengaruhi keuntungan atau pendapatan pemegang saham. Tidak seperti pemilik saham, pemilik obligasi sama sekali tidak mempunyai hak untuk menyuarakan pendapatnya atas kebijakan yang akan digunakan oleh perusahaan karena besar atau kecilnya laba tidak mempengaruhi pendapatannya.

Pemilik saham memperoleh keuntungan dengan sistem bagi hasil dari laba yang didapatkan perusahaan sedangkan pemilik obligasi mendapatkan keuntungan dari bunga yang sudah disepakati bersama antara perusaha

Waktu

Pemilik saham tidak mempunyai batasan waktu tertentu jadi selama perusahaan masih berdiri maka pemilik saham masih berhak mendapatkan keuntungan dari perusahaan tersebut. Berbeda dengan obligasi yang mana di surat obligasi sudah tertera bunga yang diperoleh dan juga jangka waktunya.

Jadi jika Anda ingin berinvestasi jangka panjang dan tidak ditentukan dalam waktu tertentu maka ada baiknya untuk mempertimbangkan berinvestasi saham. Namun masih terdapat banyak hal yang harus dipertimbangkan dengan matang sebelum menentukan membeli saham seperti kisaran keuntungan yang dapatkan perusahaan tersebut, latar belakang perusahaan dan lain-lain. Hal ini dilakukan untuk memperkirakan keuntungan yang akan didapatkan nantinya dan agar tidak menyesal di kemudian hari.

Berinvestasi melalui saham tidak ada batas waktu dan jika ingin menjual saham yang Anda miliki, Anda bebas menjual dan membeli kapanpun itu.

Sementara obligasi mempunyai jangka waktu terbatas dan sudah ditentukan juga keuntungannya Anda bisa memperkirakan kapan jangka waktunya akan berakhir dan menggunakan dana lebih untuk investasi jenis lainnya setelah jangka waktu tersebut habis.

Keuntungan

Besar kecilnya keuntungan yang bisa Anda peroleh apabila menjadi pemilik saham tidak bisa diperkirakan atau fluktuatif dan seluruhnya bergantung pada laba yang diperoleh perusahaan. Jadi tidak bisa di taksir dan tidak akan sama setiap bulannya. Sementara obligasi selalu mendapatkan keuntungan yang sama dan stabil setiap bulannya sampai jangka waktu yang telah ditetapkan tersebut berakhir.

Terdapat kelebihan dan kekurangan dari masing-masing investasi. Jika Anda lebih senang mengambil risiko dalam besar kecilnya keuntungan yang bisa didapatkan maka berinvestasilah di saham sementara jika Anda lebih suka yang aman dan pasti setiap bulannya maka obligasi adalah pilihan yang paling tepat.

Pajak

Keuntungan pemilik saham adalah laba dari perusahaan setelah dipotong pajak sementara obligasi mengeluarkan bunga terlebih dahulu sebagai biaya dan bisa dikatakan tidak terkena pajak sama sekali. Jadi jika Anda ingin investasi yang tidak terkena pajak maka berinvestasilah di obligasi.

Harga saham yang naik turun atau fluktuatif tergantung sepenuhnya pada keadaan ekonomi makro dan mikro. Jadi kondisi ekonomi negara baik itu membaik ataupun memburuk akan berefek sangat besar pada harga saham. Sementara obligasi harganya cenderung lebih stabil tetapi tetap ada faktor yang mempengaruhi besar kecilnya harga obligasi yaitu bunga dan inflasi.

Sekian informasi mengenai apa pengertian saham dan obligasi. Semoga bisa membantu dan bermanfaat untuk kita semua khususnya menambah wawasan. Terima kasih sudah membaca artikel ini dari awal sampai selesai. Selamat berinvestasi!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *