Bagaimana Biar Tidak Panik Saat Harga Saham Yang Saya Beli Jatuh? Ini Dia 6 Cara Menyikapinya!

Menyikapi fluktuasi dalam bermain saham, bagaimana biar tidak panik saat harga saham yang saya beli jatuh? Sementara, harga tersebut sangat anjlok dan jauh dari harapan. Cemas, gelisah dan bahkan stres bisa saja terjadi. Tapi, apakah harus terus-terusan begitu? Tentu tidak!

Saham bisa tumbuh berkembang dengan baik dan juga sebaliknya. Sangat wajar jika sewaktu-waktu harga saham bisa turun. Sebagai seorang investor, tentunya hal ini harus siap diterima karena bisa datang sewaktu-waktu. Karena di balik keuntungan berinvestasi pasti ada risiko kerugian yang mungkin terjadi.

Bagaimana Biar Tidak Panik Saat Harga Saham yang Saya Beli Jatuh? Ini dia cara menyikapinya!

Lalu, bagaimana cara menyikapi keadaan ini? Sebagai investor, ada beberapa upaya dalam menyikapi kondisi saham yang turun. Beberapa di antaranya seperti:

  1. Tetap tenang dan pantau perkembangan yang ada

Cemas dan panik melihat nilai saham anjlok adalah hal yang sangat wajar. Tapi, jika terus-terusan meratapi kerugian yang ada, itu hanya akan buang-buang waktu. Malahan menambah nilai kerugian saja. Oleh karena itu, harus mengambil tindakan lain yang lebih dibutuhkan.

Adalah tetap tenang dalam mengontrol diri. Jangan sampai mengambil tindakan secara tergesa-gesa supaya tidak menambah kerugian. Sembari menenangkan diri, kamu bisa memantau perkembangan selanjutnya. Dengan monitoring, kamu bisa mengetahui perkembangan lebih lanjut dalam beberapa waktu ke depan.

  1. Jangan dicairkan

Tindakan selanjutnya adalah tidak buru-buru mencairkan dana. Hal ini sering kali dilakukan oleh investor pemula. Karena takut jika saham terus turun maka kerugian akan bertambah. Padahal hal itu belum tentu. Justru disebut betul-betul rugi ketika investor itu mencairkan dana tersebut.

Oleh karena itu, ada baiknya untuk tidak tergesa-gesa dalam mengambil Keputusan. Lagi pula, kondisi pasar saham sangat tidak menentu dan bisa berubah sewaktu-waktu. Jadi bukan berarti ketika saham anjlok harus segera dicairkan ya! Barang kali besok ada perkembangan yang lebih bagus lagi.

  1. Kaji kembali keuangan yang dimiliki

Dari pada terus-terusan gelisah melihat saham yang menurun, lebih baik kaji kembali anggaran yang dimiliki. Coba untuk evaluasi lagi agar bisa menghemat dana sembari menunggu laju investasi kembali membaik lagi.

  1. Fokus pada tujuan berinvestasi dalam jangka panjang

Perlu diingat kembali bahwa investasi lebih ditujukan pada jangka panjang. Jadi, ketika belum lama bermain saham dan tiba-tiba turun, jangan panik dulu. Tunggu perkembangan selanjutnya.

  1. Manfaatkan untuk membeli saham

Tahukah kamu, ketika saham tengah turun itu menjadi momen untuk memburu saham. Sebab nilainya sedang anjlok, maka harganya jadi lebih murah bukan? Namun ini tidak bisa dilakukan sembarangan. Kamu harus memilih dan memilah perusahaan dengan nilai saham yang bagus.

Maksudnya adalah saham yang memiliki kemungkinan besar untuk bangkit lagi. Kamu pun harus selektif untuk mencari tahu background dari perusahaan terkait ya! Sebab ini dapat dijadikan kesempatan yang untuk memperoleh saham bagus dengan harga terjangkau.

  1. Tingkatkan kesabaran

Sebelum menanam saham, tentunya kamu sudah tahu kalau kondisi pasar bisa berubah setiap saat. Setiap jam, menit sampai detik. Karena itu, tingkatkan kesabaran dalam diri agar tidak emosi. Apalagi sampai salah ambil Keputusan. Jangan sampai begitu ya!

Faktor Penyebab Saham Jadi Turun

Sembari menunggu perkembangan yang bagus dari pasar saham, ada baiknya jika kamu mencari tahu faktor yang mempengaruhi. Berikut ini ada beberapa hal yang menjadi pemicu anjloknya nilai saham, seperti:

  • Kebijakan pemerintah

Baik itu kebijakan yang masih dalam tahap wacana ataupun sudah terealisasi, ini mampu menimbulkan volatilitas harga saham. Contoh sederhana bisa ditemui pada kebijakan ekspor dan impor, kebijakan utang, kebijakan perseroan kebijakan penanaman modal asing dan lainnya.

  • Nilai fluktuasi kurs rupiah atas mata uang asing

Biasanya, bagus tidaknya kurs rupiah terhadap nilai mata uang asing kerap kali mempengaruhi naik turunnya harga saham. Ini sangat wajar, karena fluktuasi kurs dapat berdampak buruk dan bagus ke perusahaan tertentu terutama mereka yang punya utang mata uang asing. Misalkan saja perusahaan importir.

Otomatis, beban utang dari perusahaan itu akan semakin banyak. Hal ini akan mempengaruhi biaya operasional dan harga saham yang ditawarkan bisa anjlok. Contohnya saja ketika kurs rupiah melemah terhadap mata uang dolar AS yang kemudian turut melemahkan harga saham di Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

  • Aksi korporasi dari perusahaan

Maksud dari aksi korporasi adalah kebijakan yang diambil oleh pihak manajemen perusahaan. Di mana kebijakan itu dapat mengubah hal-hal yang bersifat fundamental dalam perusahaan. Secara otomatis, itu akan berpengaruh pada harga saham.

  • Proyeksi kerja perusahaan di masa depan

Perkiraan atas performa kerja perusahaan pun turut mempengaruhi naik turunnya harga saham. Karena kinerja perusahaan tersebut menjadi bahan acuan bagi para investor dalam mengkaji nilai saham. Hal yang paling disorot dalam kasus ini seperti tingkat rasio utang, tingkat laba suatu perusahaan, tingkat dividen tunai dan lainnya.

Jika saja perusahaan itu menawarkan dividen payout ratio yang lebih besar, biasanya akan diminati oleh banyak investor. Ini karena mereka bisa mendapatkan imbal balik yang baik. Tapi, jika perusahaan itu justru punya rasio utang yang besar, umumnya kurang diminati oleh investor. Malahan cenderung mencari pendanaan dari investor.

  • Rumor dan sentimen pasar

Entah itu dari mana sumbernya, info-info manipulatif sampai rumor tertentu bisa mempengaruhi harga saham. Misalkan saja ada pemimpin perusahaan yang mengumumkan suat hal positif maupun negatif. Maka itu akan dikoreksi oleh para investor.

Bagi pemain saham yang sudah berpengalaman mungkin tidak akan kesulitan untuk membaca kasus ini. Tapi ini mungkin beda jika dihadapkan dengan investor pemula.

  • Adanya manipulasi pasar

Faktor manipulasi pasar dapat berdampak langsung pada fluktuasi harga saham di pasar. Meski begitu, kondisi ini umumnya tidak berlangsung lama. Sebab perusahaan yang memiliki aspek fundamental akan mampu mengembalikan harga saham ke kondisi semula.

  • Adanya kepanikan

Kepanikan bisa saja disebabkan pihak-pihak tertentu hingga berakibat ke harga saham. Biasanya karena berita-berita tertentu hingga mengakibatkan dampak ke nilai saham dari perusahaan terkait. Bahkan banyak investor yang menjual sahamnya karena kepanikan yang terjadi.

  • Kondisi dari ekonomi makro

Dampak yang terjadi pada naik turunnya harga saham bisa dipengaruhi oleh kondisi fundamental ekonomi makro. Contohnya saja dari naik turunnya nilai tukar rupiah, nilai suku bunga, tingkat inflasi dan lainnya.

Terdapat beberapa faktor yang melatarbelakangi adanya fluktuasi harga saham. Oleh karena itu, sebagai investor tetap harus melihat kondisi sekitar. Seperti beberapa hal yang mempengaruhi naik turunnya nilai saham. Dengan begitu bisa mengambil tindakan yang tepat ketika saham tengah naik maupun turun.

Arti lain, tidak perlu bingung harus bagaimana biar tidak panik saat harga saham yang saya beli jatuh. Sebab kepanikan berlebihan bukan solusi, melainkan hanya akan memperkeruh keadaan.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *