Pengertian PEG Ratio Beserta Rumusnya Yang Wajib Diketahui

Pengertian PEG Ratio atau Price/Earnings to Growth adalah suatu cara untuk mendapatkan informasi nilai saham yang wajar berdasarkan nilai laporan keuangan sebuah perusahaan. Meskipun terlihat rumit, informasi yang nantinya diperoleh akan sangat berguna dalam pengambilan keputusan investasi.

Fungsi Price/Earnings to Growth Ratio sendiri ialah memberikan suatu gambaran terhadap harga wajar saham dengan memahami cara penggunaannya, yang mana rasio ini sama pentingnya dengan rasio yang lain. Price/Earnings to Growth Ratio juga turut memasukkan faktor pertumbuhan EPS (Earning Per Share) atau laba per saham dan dinilai dapat memberikan gambaran yang lebih akurat.

Bagi sebagian investor dan analis beranggapan bahwa PEG Ratio ini lebih powerfull dibanding PER ataupun PBV. Anggapan tersebut tidak keliru, karena dengan memperhitungan pertumbuhan dari earning, maka PEG Ratio juga memberikan gambaran perolehan laba bersih perusahaan di masa depan, alias ikut memperhitungkan prospek dari sahamnya.

Mudahnya, jika suatu perusahaan dapat mencatat kenaikan laba bersih sebesar 50% dalam satu tahun terakhir, maka terdapat ekspektasi bahwa perusahaan tersebut akan mampu mencetak laba bersih sebesar kira-kira 50% juga di masa yang akan dating. Sehingga dibandingkan perusahaan yang sejenis sahamnya pasti lebih bagus, yang hanya mampu mencatat kenaikan laba bersih yang lebih kecil yang mungkin hanya 20%.

Pengertian PEG Ratio

Price/Earnings to Growth Ratio atau PEG Ratio adalah sebuah penghitungan yang dapat membantu perusahaan dalam melihat dan menghitung Future Earnings Growth. Rasio ini juga dapat diartikan sebagai rasio yang digunakan untuk mempertimbangkan pendapatan saat ini dengan tingkat pertumbuhan perusahaan yang akan dicapai di masa depan dengan cara menghitung apakah suatu saham di atas atau di bawah harga.

Pasar saham akan selalu mencari cara untuk memberikan perkiraan tentang keadaan masa yang akan datang dengan menggunakan data yang ada, karena fokusnya ada pada masa depan, bukan saat ini. Itulah sebabnya PEG Ratio sangat diperlukan.

Rumus dan cara menghitung PEG Ratio

Berikut ini adalah rumus yang digunakan untuk menghitung PEG Ratio, yang mana hasil tersebut akan berpengaruh pada masa depan suatu perusahaan.

PEG = PER / Pertumbuhan EPS Tahunan

Untuk Price to Earnings Ratio, dapat diperoleh dengan membagi harga saham dengan nilai EPS pada tahun yang sama.

Pertumbuhan EPS (Earning per Share Growth) dapat dihitung dengan rumus:

EPS Growth = EPS tahun ini – EPS tahun sebelumnya

EPS tahun sebelumnya

Hasil dari penghitungan ini akan memberikan informasi apakah harga saham suatu perusahaan tinggi atau rendah relatif terhadap pendapatannya dan juga memberikan gagasan tentang nilai perusahaan tersebut dalam pasar saham.

Arti dari angka Price to Earnings Ratio yang tinggi

Sebagian investor berpendapat bahwa sebuah perusahaan dengan angka PER atau Price to Earnings Ratio yang tinggi biasa disebut overpriced dan hal tersebut tidak bisa dikatakan salah. Harga saham yang didorong oleh trader hingga melambung tinggi dan tak masuk akal yang bisa saja terjadi dalam waktu dekat ini dapat ditandai dengan angka PER yang tinggi.

Namun di sisi lain, indikasi kepercayaan diri bahwa sebuah perusahaan akan berkembang dan memiliki prospek yang baik di masa yang akan datang dapat dilihat dari angka PER. Jika benar, maka harga saham dapat melambung di masa depan.

Penerapan dari PEG Ratio

PER berbeda dengan PEG. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, PER merupakan komponen untuk mendapatkan nilai PEG Ratio suatu perusahaan. Contoh, ditemukan bahwa suatu PEG Ratio sebuah perusahaan adalah 2. Maka kita harus mencari tahu apa arti makna dari angka 2 tersebut.

Tentu saja angka 2 ini menunjukkan adanya sebuah hubungan. Dalam hal ini, semakin rendah angka yang didapatkan maka semakin sedikit pula harga yang harus dibayar untuk setiap unit dari future earnings growth. Meskipun saham sebuah perusahaan memiliki angka PER tinggi, maka dapat dikatakan ini merupakan nilai yang baik. Dengan kata lain, rasio yang lebih rendah berarti lebih baik (lebih murah) dengan rasio yang lebih tinggi yang artinya lebih buruk (mahal).

Sama dengan PER Ratio, angka PEG yang lebih rendah dapat diartikan bahwa saham dari sebuah perusahaan dianggap undervalue. Misalnya, jika suatu perusahaan bertumbuh 40 persen setiap tahun, maka PER saham juga dapat mendekati angka 40.

Apabila setelah dilakukan perhitungan ditemukan bahwa angka PEG Ratio di bawah 1, maka dapat dikatakan harga saham perusahaan tersebut adalah murah. Sebaliknya, jika penghitungan rasio menghasilkan angka lebih dari 1, maka harga saham tersebut dapat dikatakan mahal. Namun jika rasio PEG adalah 1, maka dapat dianggap bahwa harga saham perusahaan tersebut sudah adil terhadap pertumbuhannya.

Beberapa hal yang wajib diingat tentang PEG Ratio, yaitu:

  • Investor bisa saja lebih menyukai rasio PEG Ratio karena secara jelas menunjukkan nilai ekspektasi pertumbuhan pendapatan suatu perusahaan. PEG Ratio dapat memproyeksikan apakah rasio PER perusahaan yang tinggi menunjukkan harga saham yang terlalu tinggi juga atau merupakan gambaran dari pertumbuhan perusahaan yang bisa jadi menjanjikan di masa depan.
  • PEG Ratio kurang tepat apabila dijadikan sebagai pengukuran sebuah perusahaan tanpa adanya pertumbuhan yang cukup tinggi. Contohnya, perusahaan besar yang cukup terorganisasi dengan baik memiliki pendapatan dividen yang lebih stabil, namun kesempatan untuk lebih tumbuh sangatlah sedikit.
  • Rasio pertumbuhan perusahaan dapat disebut sebagai sebuah perkiraan. Perubahan subyek untuk membatasi gambaran kejadian yang akan terjadi di masa depan. Pertumbuhan perusahaan di masa yang akan datang dapat berubah karena kondisi pasar, kemunduran dalam ekspansi, dan tentunya minat investor.

Akurasi atau tidaknya perhitungan PEG Ratio

Tidak hanya untuk PEG Ratio, namun hal ini berlaku juga bagi semua perhitungan rasio yang ada. Akurasi penghitungan sangat tergantung pada data yang dimasukkan untuk penghitungan. Oleh karena itu, mintalah pertimbangan para ahli keuangan dalam hal menghitung rasio ini dan usahakan untuk menggunakan data resmi dan data teranyar agar mendapatkan penghitungan yang lebih akurat.

Penghitungan PEG Ratio mungkin bisa disebut cukup sederhana, namun rasio ini dapat digunakan secara realistis dan konservatif, terutama dalam mencari dan menghitung pertumbuhan suatu perusahaan di masa yang akan datang.

Sebelum melakukan investasi dan mencari tahu PEG Ratio sebuah perusahaan, ada baiknya jika dikonsultasikan terlebih dahulu dengan ahli keuangan, apalagi jika masih tergolong awam atau baru. Ahli keuangan profesional akan lebih tahu mengenai informasi terbaru yang akan membantu dalam menemukan angka perhitungan yang lebih akurat. Bagi para investor, penghitungan PEG Ratio sangat membantu mereka dalam membuat keputusan.

Demikianlah artikel tentang pengertian PEG Ratio beserta rumus penghitungannya. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa akurat atau tidaknya hasil dari penghitungan PEG Ratio tergantung dari data yang dimasukkan, sehingga diperlukan ketelitian dalam proses pengerjaannya.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *