Mengenal Apa Itu Rekening Dana Investor dan Manfaatnya

Pada artikel kali ini akan membahas apa itu rekening dana investor dan manfaatnya. Dalam investasi saham di pasar modal, ada istilah yang namanya RDI atau Rekening Dana Investor. Di beberapa bank RDI juga disebut dengan istilah RDN atau Rekening Dana Nasabah. Seorang investor yang akan berinvestasi saham akan diminta untuk membuat RDI terlebih dahulu sebelum melakukan transaksi jual-beli saham.

Investor belum bisa membuka rekening dana investor secara langsung tanpa membuka akun transaksi pada perusahaan sekuritas. Investor disarankan untuk melakukan riset terlebih dahulu terhadap beberapa perusahaan sekuritas di Indonesia sebelum membuat akun RDI.

Rekening dana investor atau rekening dana nasabah pada intinya merupakan rekening milik investor yang terpisah dari rekening Broker/AB, sehingga investor dapat memonitor setiap saat. Meskipun Broker/AB diberi kuasa dalam melakukan penarikan dana, misalnya untuk pelunasan transaksi nasabah, tetapi dengan adanya fasilitas bagi investor untuk memonitor saldo maupun mutasi rekening, maka tingkat keamanannya lebih baik bila dibandingkan dengan kondisi masa lalu.

Pengertian Rekening Dana Investor dan Manfaatnya

  1. Pengertian Rekening Dana Investor (RDI)

Rekening dana investor (RDI) atau Rekening Dana Nasabah (RDN) merupakan rekening di bank atas nama investor yang khusus digunakan untuk aktivitas transaksi jual-beli saham dan rekeningnya terpisah dari rekening sekuritas. Biasanya akan ada pertanyaan dari calon investor, alasan dari dibukanya rekening dana investor, padahal sudah mempunyai rekening tabungan biasa.

Pada dasarnya, penggunaan dari RDI/RDN dalam transaksi saham adalah aturan dari pemerintah, terutama sebagai keamanan dana nasabah itu sendiri alias tidak menyatu dengan dana milik sekuritas. RDI/RDN tentu saja berbeda dengan rekening tabungan biasa. Fungsi dari RDI/RDN ini khusus untuk menampung dana yang akan digunakan dalam transaksi saham, dan tentunya tabungan biasa tidak dapat digunakan untuk menampung dana untuk transaksi saham.

Cara membuat RDI/RDN ini tidak dapat dilakukan sendiri di bank pada umumnya. Namun harus melalui sekuritas dengan mengisi formulir yang telah diberikan sekuritas terlebih dahulu, selanjutnya sekuritas akan membuatkan RDI/RDN atas nama nasabah di bank yang bekerja saam dengan sekuritas.

Menariknya dari pembuatan RDI/RDN pada saat ini sudah cukup mudah karena sudah dapat melalui online. Perlu diketahui calon investor bahwa RDI/RDN dibuat atas nama nasabah sendiri, tidak ada ATM serta buku tabungannya. Selain itu, RDI juga tidak mengenakan biaya administrasi sedikitpun, loh!

  1. Manfaat dari RDI/RDN

Pasti di antara kita tahu mengenai kasus Sarijaya Sekuritas beberapa tahun yang lalu. Dana nasabah yang dimanipulasi dan disalahgunakan sehingga menimbulkan kerugian. Hal tersebut terjadi karena tidak adanya pemisahan antara dana nasabah dengan dana milik Broker/AB. Bercermin dari kasus tersebut, regulator serta SRO kemudian mencari solusi agar hal tersebut tidak terulang kembali. Hingga akhirnya muncullah RDI/RDN.

Jadi berbicara mengenai manfaat dari RDI/RDN, adalah meningkatkan keamanan dana investor yang dititipkan ke Broker/AB, sehingga kasus Sarijaya tidak terulang lagi. RDI dibuat atas nama investor sendiri yang tentunya akan lebih aman karena dana milik investor tidak akan tercampur oleh dana milik sekuritas. Oleh karena itu, saat investasi saham dimulai, jangan setor ke rekening lain atau rekening sekuritas ataupun virtual account yang tidak jelas.

Dana yang digunakan investasi saham harus disetor ke RDI/RDN atas nama nasabah itu sendiri. Cara setornya pun mudah seperti saat menyetorkan dana ke rekening tabungan biasa, seperti lewat teller bank, transfer antar bank atau dapat melalui internet banking. Setelah dana ada di RDI/RDN maka nasabah dapat bertransaksi saham dengan media investasi saham yang saat ini juga telah berbasis aplikasi, sehingga investasi saham pun dengan mudah dilakukan secara online menggunakan smartphone.

Cara Membuka RDI Beserta Persyaratannya

Buat yang belum mengetahui cara dan persyaratan membuka saham, berikut penjelesannya. Sebelumnya ada beberapa dokumen yang perlu disiapkan, yaitu:

  • Identitas diri, seperti KTP/KITAS/Passport yang merupakan syarat wajib saat akan membuka rekening. Bagi WNI, KTP adalah syarat yang wajib dilampirkan dan tidak bisa digantikan dengan SIM ataupun Passport.
  • NPWP.
  • Buku tabungan. Buku tabungan akan memudahkan pihak sekuritas dalam memeriksa rekening bank nasabah dan rekening inilah yang jadi bank penampungan setiap melakukan penarikan dana investor.
  • Nomor Identitas Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), persyaratan ini berlaku apabila sebelumnya sudah mempunyai rekening saham.
  • Fotokopi KTP, NPWP suami serta Fotokopi KK, persyaratan ini berlaku apabila sudah berumah tangga atau menjadi ibu rumah tangga.
  • Materai Rp 6000, diperlukan sekitar dua sampai delapan materai disesuaikan dengan kebutuhan.

Jika semuanya telah siap, langkah berikutnya adalah menentukan sekuritas. Sekuritas/Broker/Pialang merupakan perusahaan yang aktivitas utamanya ialah melakukan jual beli efek yang tercatat di bursa saham serta memiliki izin dan wewenang untuk melakukan transaksi tersebut. Pertimbangkan sekuritas yang memiliki kredibilitas, merupakan bagian dari Anggota Bursa dan mempunyai sertifikat Perantara Pedagang Efek (PPE) atau Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE) serta tercatat oleh Bursa Efek Indonesia.

Langkah selanjutnya adalah mengisi formulir pembukaan rekening saham yang bisa diunduh secara online di website perusahaan sekuritas atau menemui broker. Selanjutnya adalah melakukan penyetoran deposit awal. Besarnya setoran awal itu tergantung dari sekuritas yang kita pilih, dimulai dari Rp 100.000,-.

Kemudian tunggu sampai dikirimkannya ID, Password dan PIN untuk login ke akun saham online dan menerima kartu akses dari KSEI. Setelah itu unduh aplikasi trading yang disediakan oleh pihak broker atau sekuritas, selanjutnya sudah bisa mulai bertransaksi saham.

Ilustrasi dari mekanisme Rekening Dana Investor (RDI)

Berikut ini contoh ilustrasi pada rekening dana investor.

  • Investor memiliki nomor rekening pada bank XX yang digunakan untuk kegiatan sehari-hari seperti menabung, menarik uang dari ATM dan lain-lain. contoh nomor rekeningnya “54321”.
  • Lalu membuka akun RDI di sebuah perusahaan sekuritas dengan asumsi nomor rekening RDI yang diberikan adalah “09876”.
  • Investor tersebut mentransfer uang sebesar Rp 1.000.000,- dari rekening “54321” ke rekening “09876” karena ingin membeli saham.
  • Saat membeli saham, uang yang digunakan adalah uang yang berada di RDI investor.
  • Dalam kurun waktu 1 bulan harga saham meningkat 10% dan investor pun menjualnya menjadi cash sebesar Rp 1.100.000,-.
  • Cash yang didapatkan dari penjualan saham akan masuk ke RDI.
  • Investor menggunakan aplikasi sekuritas untuk melakukan penarikan dana sebesar Rp 1.100.000,-.
  • Uang dari RDI dengan nomor rekening “09876” akan ditransfer ke rekening bank biasa yang nomor rekeningnya “54321”.

Demikianlah artikel mengenai penjelasan Rekening Dana Investor dan manfaatnya. Setelah dibahas dapat disimpulkan bahwa cara pembuatan RDI sendiri cukup mudah. Sebelum memulai investasi saham dan membuat akun RDI, pahami lagi tentang produknya, siapkan dokumen persyaratannya dan modal awalnya. Sehingga dapat segera melakukan transaksi.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *