Jarang Orang Paham, Inilah Proses Perusahaan Menjadi Go Public!

Setiap perubahan selalu ada proses yang harus dilakukan, begitu pun dengan proses perusahaan menjadi go public. Suatu perusahaan yang go public disebut juga dengan IPO (Initial Public Offering) yang artinya penawaran umum perdana. Perusahaan tersebut  harus melewati beberapa proses penting yang tentunya tidak boleh dilakukan secara asal-asalan. Seperti yang kita tahu, dalam dunia investasi memang tidak semua saham sudah listing di Bursa Efek Indonesia.

Saham yang tidak listing di Bursa Efek Indonesia berarti belum tercatat menjadi perusahaan publik dan terbuka untuk umum. Oleh karena itu, saham pada perusahaan tersebut tentu tidak dapat dipilih secara terbuka oleh masyarakat. Perusahaan yang akan menjadi go public pun harus melalui beberapa proses terlebih dahulu, barulah nantinya akan tercatat di Bursa Efek Indonesia sebagai perusahaan publik.

Inilah Proses Perusahaan Menjadi Go Public

Menjadi perusahaan publik tentu tidak semudah yang dibayangkan, terdapat beberapa proses penting yang harus dilalui. Dan ini dia prosesnya!

  1. Membentuk Suatu Tim

Supaya semua tahapan berjalan lancar, maka hal pertama yang harus dilakukan yaitu membentuk suatu tim. Tim yang dibentuk harus berisi orang-orang yang sudah kompeten dan mengerti perusahaan dengan detail. Anda bisa menunjuk anggota dari perusahaan dan juga pihak eksternal seperti penjamin emisi efek atau konsultan hukum.

  1. Mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham

Rapat ini merupakan salah satu proses penting yang harus dilakukan, tujuannya yaitu untuk mendapatkan persetujuan dari seluruh pihak yang berperan sebagai pemegang saham. Selain persetujuan, dalam rapat biasanya akan dibahas juga mengenai perubahan anggaran dasar perusahaan dan juga perkiraan jumlah saham yang akan diajukan.

  1. Melengkapi Semua Dokumen

Dalam proses IPO atau go public, kelengkapan dokumen menjadi hal yang tidak boleh sampai terlewatkan. Dokumen yang lengkap akan senantiasa mendorong para calon investor untuk percaya dan tertarik dalam menanamkan saham. Dokumen yang harus dilengkapi pun sangatlah banyak dan terbagi menjadi 4 kategori.

Kategori dokumen yang harus disiapkan:

  • Kategori pertama: yaitu dokumen korporasi seperti anggaran dasar perusahaan dan akta pendirian perusahaan
  • Kategori kedua: berupa dokumen perizinan yang meliputi TDP (Tanda Daftar Perusahaan), SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) dan lain sebagainya
  • Kategori ketiga: yaitu dokumen terkait aset perusahaan
  • Kategori keempat: Dokumen-dokumen pendukung
  1. Penyusunan Prospektus Berupa Dokumen Resmi

Setelah menyiapkan semua dokumen yang diperlukan, maka selanjutnya yaitu menyusun suatu prospektus berbentuk dokumen resmi yang berisi laporan keuangan dan kelengkapan semua dokumen. Penyusunan dokumen resmi ini biasanya akan dilakukan seorang underwriter yang telah dipercaya oleh perusahaan. Dokumen resmi ini nantinya bisa digunakan untuk memberikan gambaran tentang pengajuan penawaran nilai saham. Adapun penyusunan harus dilakukan dengan detail dan sesuai dengan dokumen-dokumen yang sudah ada, nantinya dokumen akan diperiksa langsung oleh lembaga hukum tertentu.

Saat terjadi ketidaksesuaian, maka akan berakibat sangat fatal hingga menghambat proses go public.

  1. Melaporkan Keuangan dengan Terbuka

Perusahaan yang akan go public harus bersedia melaporkan keuangan secara terbuka. Laporan keuangan akan menjadi acuan setiap investor dalam mempertimbangkan untuk menanam saham. Laporan keuangan yang sehat pasti akan mendorong ketertarikan para investor, oleh karena itu laporan sebaiknya dibuat dengan detail dan tentunya sesuai dengan kondisi perusahaan.

  1. Melakukan Pendaftaran di OJK

Proses selanjutnya yaitu mendaftar pada lembaga pengawas keuangan tinggi yaitu OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Dalam tahapan ini perusahaan akan mengajukan pernyataan pendaftaran dan menyerahkan seluruh dokumen yang dibutuhkan OJK. Setelah seluruh dokumen yang diserahkan diperiksa dan dievaluasi, maka OJK akan mengeluarkan surat resmi berupa pernyataan yang efektif

  1. Mulai Menawarkan Saham

Setelah mendapat surat resmi dari OJK, perusahaan dapat mulai menawarkan saham kepada masyarakat umum yang biasanya dilakukan melalui pasar perdana atau IPO. Masa penawaran biasanya akan berlangsung selama kurang lebih 5 hari kerja dan para investor dapat langsung membeli saham melalui pihak agen yang sudah ditunjuk.

  1. Mencatat Saham di BEI

Mulai menawarkan saham di pasar perdana tentu belum cukup untuk go public. Proses terakhir yang harus dilakukan yaitu melakukan pencatatan saham di BEI atau Bursa Efek Indonesia. Saat saham sudah listing di BEI maka akan semakin dilirik oleh para investor dari kalangan masyarakat luas.

Para investor yang sebelumnya belum mendapat saham di pasar perdana, maka dapat membeli saham sekunder melalui Bursa Efek Indonesia. Dalam proses pencatatan saham di BEI, Anda sebaiknya harus bersabar karena biasanya akan memakan waktu kurang lebih selama 3 hari kerja.

Keuntungan Menjadi Perusahaan Go Public

Berubah menjadi perusahaan go public tentu banyak dilakukan perusahaan bukan tanpa alasan, terdapat banyak sekali keuntungan yang akan didapatkan. Keuntungan tersebut tentu akan memperbaiki struktur perusahaan dan menjadikan perusahaan semakin maju. Dan ini dia keuntungannya!

  1. Perusahaan akan Dinilai Prestisius

Prestisius sendiri berarti bersifat mengesankan dan terhormat. Perusahaan yang go public akan dikenal oleh masyarakat luas dan tentunya dibanggakan. Para investor dari berbagai kalangan masyarakat akan senantiasa saling berebut saham demi mendapatkan saham di perusahaan yang dianggapnya layak untuk dipilih.

  1. Mengangkat Citra Positif Perusahaan

Perusahaan yang go public akan menjadi perusahaan terbuka yang dikenal oleh seluruh kalangan masyarakat.  Saat perusahaan memiliki nilai tinggi dengan struktur yang jelas tentu saja citra positif akan selalu melekat pada perusahaan tersebut.

  1. Mendapatkan Modal yang Besar

Salah satu keuntungan yang paling dinantikan oleh para pemiliki perusahaan saat go public yaitu mendapatkan modal yang besar. Dengan dana yang terkumpul dari para investor, maka pemilik perusahaan tak perlu mengeluarkan uang pribadi untuk mengembangkan perusahaan.

Semakin besar modal usaha yang didapatkan dari para investor, maka perusahaan pun akan semakin berkembang besar. Seperti yang kita tahu, salah satu faktor yang mendukung kemajuan suatu bisnis tidak lain adalah modal usaha yang dimilikinya.

  1. Memperoleh Keuntungan dari Pemerintah

Percaya atau tidak, membuat perusahaan menjadi publik ternyata akan memperoleh suatu keuntungan dari pemerintah.  Keuntungan yang didapat yaitu perusahaan akan mendapat penurunan biaya pajak penghasilan (Pph) sebesar 5%.

Itulah beberapa penjelasan tentang proses yang harus dilakukan suatu perusahaan untuk menjadi go public. Hal lainnya yang perlu diingat, pastikan bahwa perusahaan yang Anda miliki memiliki struktur perusahaan yang jelas dan tentunya didukung dengan orang-orang yang berkompeten.

Jangan lupa juga sebagai syarat perusahaan go public, perusahaan harus memiliki laba penghasilan paling tidak selama dua tahun terakhir. Selain laba, aset yang dimiliki juga harus bernilai cukup besar yaitu minimal bernilai Rp. 100 miliar. Jadi tentu saja tidak semua perusahaan bisa melakukannya.

Meskipun proses perusahaan menjadi go public sekilas memang sedikit rumit dan membutuhkan persiapan yang matang.  Namun tentu saja dengan keuntungan yang didapatkan mampu membuat banyak perusahaan berfikir kembali dan merasa sangat tertarik untuk membuat perusahaannya menjadi go public.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *