Kenali Prinsip-Prinsip Dasar Analisis Teknikal Saham

Prinsip-prinsip dasar analisis teknikal dalam pasar saham perlu dipelajari bagi Anda yang berkecimpung dalam bisnis saham. Analisis teknikal adalah sistem pengambilan keputusan yang didasari oleh pergerakan harga, grafik, volume, pola, dan transaksi dalam perhitungan saham. Seorang trader dapat memutuskan akan membeli atau menjual sahamnya berdasarkan analisis tersebut.

Dalam pergerakan harga saham, ada sebuah analisis teknikal berdasarkan histori pergerakan saham. Misalnya saja apabila saham sedang mengalami kenaikan maka akan dapat berpeluang untuk terus naik dan mencapai stagnasi di satu titik. Begitu juga apabila saham sedang turun, maka dapat berpeluang terus turun hingga mengalami kenaikan kembali.

Dalam hal ini pemilik saham harus melakukan analisis agar dapat mengambil keputusan tepat kapan harus membeli dan menjual sahamnya di bursa saham. Pada intinya analisis ini menitikberatkan pada pergerakan harga saham di masa lalu dan menganalisis dengan tepat untuk meramalkannya di masa mendatang.

Seorang trader dapat menganalisis grafik yang tersaji dari saham perusahaan tertentu yang diincar sehingga mengetahui pola yang terbentuk.

Prinsip-Prinsip Dasar Analisis Teknikal

Untuk dapat membaca pola pergerakan saham dengan baik, maka seorang trader atau investor ada baiknya memahami analisis teknikal dalam menentukan pergerakan harga saham. Ada 3 prinsip yang biasa digunakan dalam analisis teknikal pasar saham yaitu:

  1. Segala kejadian mempengaruhi pasar saham (market price discount everything).

Maksud dari pernyataan ini adalah segala kejadian yang ada disuatu wilayah atau perusahaan akan dapat mengakibatkan naik turunnya harga saham. Baik itu politik, sosial ekonomi, bencana alam, faktor psikologis, peperangan, dan berbagai faktor lainnya sangat berpengaruh terhadap harga saham.

Dapat diambil contoh misalnya bencana non alam Covid-19 pada awal tahun 2020 telah membuat harga pasar saham dunia anjlok drastis. Hampir semua investor menjual sahamnya karena ketakutan pandemi akan membuat dunia menjadi tidak stabil. Di Indonesia sendiri Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menyentuh level terendah.

Pergerakan ekonomi otomatis berhenti karena kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah untuk menggulangi pandemi. Secara otomatis harga saham anjlok karena banyak trader yang menjual sahamnya. Dalam artian harga saham turun ketika banyak penawaran.

Saat sudah berjalan hampir 10 bulan, ternyata penanggulangan bencana Covid-19 belum maksimal akan tetapi sudah diketemukan vaksin yang dapat menanggulangi bencana ini. Pemerintah sebagai penggerak kebijakan politis di Indonesia juga mengambil langkah untuk melakukan vaksinasi. Dengan adanya sentimen positif publik maka harga saham pin dapat merangkak naik perlahan.

Harga saham dapat naik karena situasi ekonomi dan politik yang membaik sehingga banyak investor yang mulai menanamkan modalnya dengan membeli saham. Permintaan yang cukup tinggi ini membuat harga saham kembali naik.

Itu adalah beberapa contoh bahwa kondisi sistem pemerintahan dari segala aspek sangat mempengaruhi harga pasar saham. Maka dari itu Anda sebagai investor atau trader harus jeli membaca kemungkinan ini. Anda juga harus selalu mengetahui berita terbaru soal kondisi ekonomi, politik, sosial negara dan isu yang sedang hangat di dunia.

  1. Harga saham selalu bergerak mengikuti trend (prices moves in trend).

Saham sebenarnya memiliki suatu pola pergerakan. Mereka tidak bergerak secara acak tanpa pola. Jika Anda jeli dengan melakukan analisis teknikal, maka Anda akan mengetahui kapan saham akan mengalami kenaikan, kestabilan, dan juga penurunan.

Jangan pernah sekali-kali Anda mengabaikan trend. Trend adalah cerminan pasar yang sedang berlangsung saat ini terlebih lagi Anda sebagai follower trader dan trader pemula. Anda tidak akan pernah dapat memenangkan pertarungan melawan pasar karena pasar terdiri dari berbagai macam orang yang memiliki kepentingan masing-masing.

Dapat diambil contoh ketika saham WTON terus merangkak naik di tahun 2014 bahkan kenaikan harga sahamnya mencapai 100%. Ini disebabkan karena pada saat itu sektor konstruksi sedang dalam trend positif. Pemerintah mengambil kebijakan melakukan pembangunan besar-besaran baik itu fasilitas perumahan, jalan, kereta api, bendungan dan lain sebagainya. Tentunya ini menjadi angin segar bagi saham perusahaan konstruksi.

Sebaliknya pada tahun 2015 saham WTON mengalami penurunan karena pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat jauh dari target dan harapan, lalu banyaknya kecelakaan kerja di sektor konstruksi. Hal ini menyebabkan banyak proyek konstruksi yang dihentikan sehingga perusahaanpun mengalami kerugian. Begitupun dengan harga saham menjadi anjlok drastis.

  1. Sejarah akan selalu berulang (history repeat itself).

Prinsip ini penting diketahui bagi Anda yang menganalisis saham secara teknikal. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa saham memiliki pola pergerakan tertentu yang akan terulang di masa berikutnya. Apabila saham pernah berada dalam titik tertinggi, maka kemungkinan suatu saat akan terulang lagi unutk berada pada titik tersebut.

Maka dari itu seorang trader harus jeli mempelajari pasar saham dengan mengumpulkan data dari berbagai bulan bahkan tahun. Dari pergerakan tersebut Anda akan dapat menganalisis pola sehingga dapat menentukan kapan saham naik atau turun. Pola ini terjadi karena psikologis manusia yang cenderung sama dalam menyikapi suatu masalah.

Misalnya apabila ada tren kenaikan positif, maka pastinya ada faktor-faktor eksternal diluar saham seperti politik atau ekonomi yang mempengaruhinya. Begitupun dengan turunnya harga saham karena ada sentimen negatif terhadap suatu sektor atau perusahaan tertentu. Dan sekali lagi reaksi manusia akan sama ketika ada masalah mereka akan ramai-ramai melepas sahamnya begitupun sebaliknya.

Istilah Dalam Membaca Grafik Saham

Terdapat 3 kecenderungan harga saham saat membaca grafik yang diistilahkan dengan uptrend (bullish), downtrend (bearish), dan sideways. Uptrend adalah ketika harga saham mengalami kenaikan. Sedangkan downtrend adalah ketika harga saham mengalami penurunan. Sedangkan sideways adalah ketika harga saham mengalami kestabilan dalam jangka waktu tertentu.

Disini juga terdapat kecenderungan trend harga saham yaitu primary, secondary, dan minor trend. Primary trend dapat melihat kecenderungan perkembangan harga saham dalam hitungan tahun. Secondary trend yaitu untuk melihat perkembangan saham dalam hitungan minggu hingga bulan dan minor trend yaitu pergerakan saham harian. Ketiganya ini perlu diperhatikan dalam analisis teknikal pasar saham.

Indikator Analisis Teknikal

Ada beberapa indikator yang digunakan dalam analisis teknikal untuk mengetahui apakah saham tersebut baik dijual atau beli.

  • Moving average (MA)

Analisis pembelian saham dapat dihitung dalam 50 hari terakhir yang disebut MA50. Apabila trend positif maka dapat melakukan pembelian begitupun sebaliknya.

  • Relative Strength Index (RSI)

Menggunakan acuan angka dari 0-100 untuk mengetahui status pergerakan saham. Apabila statusnya sudah melebihi 70 maka saham tersebut akan overbought (jenuh beli). Artinya harga sedang naik dan Anda dapat menjualnya. Sedangkan apabila turun melebihi 30 maka statusnya oversold (jenuh jual) . Artinya harga sedang turun dan Anda dapat membeli.

Prinsip-prinsip dasar analisis teknikal tidaklah sulit apabila dipelajari oleh pemula. Dengan memahami prinsip ini akan lebih mudah bagi Anda untuk menjadi trader yang memiliki keuntungan stabil.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *