Ini Dia Pentingnya Mengenal Price to Earnings Ratio (PER) dalam Investasi Saham!

Investasi merupakan suatu usaha menanamkan modal pada suatu perusahaan atau bursa efek untuk mendapat hasil yang lebih di masa mendatang. Pada saat ini banyak sekali anak-anak mudah hingga orang dewasa berlomba – lomba mempelajari investasi dengan memanfaatkan dana yang sedang dimiliki.

Dalam investasi, banyak hal – hal yang perlu diperhatikan mulai dari perencanaan, sistem mekanisame, hingga instrumen sepertinya memperdalam wawasan, menggali informasi ataupun melihat peluang investasi yang nantinya akan memberikan keuntungan lainnya yang besar di masa depan dalam berinvetasi.

Ada 5 jenis saham yang tersedia yaitu Income Stocks, Blue Chip Stocks, Speculative Stocks, Growth Stocks, dan Counter Cyclical Stocks.

Sebelum berinvestasi kita perlu mengenal 2 analisa yaitu analisa teknikal dan fundamental.

Pentingnya Mengenal Price to Earnings Ratio (PER) dalam Investasi Saham

Analisa teknikal merupakan suatu analisis dengan cara memprediksi pergerakan harga saham dengan menggunakan grafik dan data historis dari masa sebelumnya. Tujuan dari analisa dengan teknik ini adalah untuk memprediksi supply dan demand.

Analisis fundamental adalah suatu analisis yang digunakan dengan mengkaji isu –  isu yang berkaitan dengan politik, ekonomi, hingga bencana alam yang bisa mempengaruhi para investor membuat keputusan atau tidak dalam membeli suatu saham.

Fungsi dari adanya analisis fundamental adalah untuk membantu bagaimana memilih saham yang baik dan menelisik harga wajar yang sedang berlaku dengan menggunakan 6 analisis rasio salah satunya yaitu dengan metode PER (Price Earning Ratio) karena pendekatan ini sering digunakan dalam analisis fundamental.

PER (Price Earning Ratio) merupakan sebuah metode rasio yang memperlihatkan bagaimana hubungan antara harga pasar saham biasa dengan EPS (Earning Per Share) yaitu laba saham yaitu laba perusahaan yang diberikan pada tiap lembar saham.

Tujuannya adalah untuk mencari nilai instrinsik saham dan kemudian mengkomparasikan dengan harga yang sedang beredar di pasar saham. Kemudian didapatlah mengenai status suatu perusahaan apakah perusahaan tersebut sedang mengalami correctly valued (dikatakan wajar apabila nilai pasar sama dengan nilai intrinsik), overvalued (jika nilai pasar lebih besar daripada nilai intrinsik),  hingga undervalued (jika nilai pasar lebih murah daripada nilai intrinsik).

Informasi PER sangat penting untuk dianalisa untuk mengetahui mengenai indikasi berapa besarnya rupiah yang harus dibayarkan untuk mendapatkan rupiah earnings dari perusahaan yang sedang diinvestasi.

Semakin rendah nilai PER maka dapat memberikan nilai saham yang rendah sehingga dapat mendapatkan capital gain yang semakin besar, yang berakibat bagi para investor juga dapat memiliki banyak saham. Kebalikannya, jika nilai PER semakin tinggi maka hal itu dapat menunjukkan bahwa perusahaan sudah cukup baik, harapannya harga saham akan tinggi pula.

Rumus perhitungan PER adalah Harga Saham dibagi dengan EPS. PER juga dipengaruhi oleh rasio pembayaran deviden (DI/ EI) , tingkat return yang diisyaratkan investor dari saham bersangkutan (g), dan tingkat pertumbuhan dividen yang diharapkan dari saham tersebut (g).

Setelah menentukan hasil dari PER kemudian menentukan nilai intrinsik dengan memanfaatkan 2 komponen perusahaan yaitu EPS dan PER.

Setelah menentukan nilai instrinsik maka langkah selanjutnya adalah menilai tingkat kewajaran harga suatu saham dengan cara mengkomparasikan nilai intrinsik dengan nilai pasar. Apakah dapat dinilai correctly valued (menahan saham) dimana nilai intrinsik sama dengan harga pasar, undervalued (membeli saham) di mana nilai intrinsik lebih besar dari harga pasar, dan overvalued (menjual saham) dimana nilai intrinsik lebih kecil dari harga pasar.

5 Rasio dalam Analisi Fundamental Setelah Price-to Earnings- Ratio (PER) yang Perlu Diketahui

Ketika mengukur baik atau tidaknya perusahaan tidak hanya dapat dilihat dari rasio PER-nya saja, akan tetapi juga perlu dukungan analisis rasio lainnya yang menggambarkan bagaimana suatu kinerja perusahaan seperti ROE, EPS, DER, PBV, dan  DY.

ROE (Return On Equity) merupakan rasio yang mengukur efektivitas perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan modal yang dimiliki perusahaan. Rasio ini digunakan sebagai tolok ukur kesuksesan manajemen dalam memaksimalkan tingkat pengembalian pada pemegang saham.

EPS (Earning Per Share) merupakan suatu rasio yang mengukur komparasi antara jumlah saham yang telah diterbitkan dengan laba bersih setelah pajak pada satu tahun buku. Semakin tinggi nilai EPS akan semakin menarik minat investor dalam menanamkan modalnya, karena EPS menunjukkan laba yang berhak didapatkan oleh pemegang saham atas satu lembar saham yang dimilikinya.

DER (Debt to Equity Ratio) merupakan suatu rasio yang digunakan untuk mengukur bagaimana tingkat penggunaan utang terhadap ekuitas yang dipunyai perusahaan. Semakin tinggi rasio ini maka semakin rendah pendanaan perusahaan yang disediakan oleh pemegang saham. Sebaliknya, semakin rendah rasio akan semakin baik kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka panjang.

PBV (Price to Book Value) merupakan suatu rasio yang menggambarkan bagaimana ukuran besar pasar menilai harga suatu perusahaan dengan mengkomparasikan dengan kekayaan bersih. Semakin rendah nilai PBV suatu perusahaan atau bursa efek maka semakin banyak investor yang tertarik.

DY (Devidend Yield) merupakan suatu rasio yang mendeskripsikan seberapa besar ukuran pembagian deviden yang dibagikan oleh perusahaan terhadap harga saham di pasarnya. Semakin besar nilai DY suatu perusahaan atau bursa efek maka laba yang dihasilkan akan stabil. Disarankan memiliki minimal 3% tingkat nilai DY.

Pentingnya Melakukan Analisis Saham

Salah satu cara analisis saham yaitu dengan pentingnya mengenal Price-to Earnings- Ratio (PER) dalam investasi saham itu sangat wajib hukumnya ketika akan melakukan investasi.

Selain melakukan analisis dengan teknik fundamental yaitu dengan mengkaji isu –  isu yang berkaitan dengan politik, ekonomi, hingga bencana alam yang bisa mempengaruhi para investor membuat keputusan atau tidak dalam membeli suatu saham,  yang mencakup 6 rasio, juga diperlukan analisis teknikal dengan cara memprediksi pergerakan harga saham dengan menggunakan grafik dan data hidtoris dari masa sebelumnya dengan tujuan untuk memprediksi supply dan demand..

Hal ini bertujuan agar ketika kita berinvestasi kita terhindar dari kerugian dengan mengetahui bagaimana cara menganalisa saham. Dengan itu, kita sebagai investor akan mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi naik turunnya harga saham atau tingkat kewajaran harga sebuah saham yang akan dibeli dan diinvestasikan.

Banyak investor pemula yang asal – asalan ketika berinvestasi tanpa melihat analisi aspek yang mempengaruhi, sehingga seringkali portofolio investor terbakar karena hanya mengandalkan spekulasi tanpa analisa dari logika.

Pentingnya Mengenal Price-to Earnings- Ratio (PER) dalam Investasi Saham benar- benar harus dipelajari, atau minial kita harus mengetahui secara sepintas. Karena seperti yang kita ketahui, bahwa tujuan awal berinvestasi adalah untuk menghasilkan profit baik itu jangka panjang maupun jangka pendek. Dengan mendapatkan profit ini kita bisa memenuhi kebutuhan selain dengan mengandalkan gaji ataupun simpanan. Jadi, investasi saham merupakan salah satu usaha yang sangat worth- it untuk dicoba

3 thoughts on “Ini Dia Pentingnya Mengenal Price to Earnings Ratio (PER) dalam Investasi Saham!”

  1. banyak juga yang harus diperhatikan ya, terima kasih informasinya, temen2 saya pada ngomongin saham dan lagi browsing2 menambah ilmu di website ini

  2. Pingback: Tips dan Cara Memilih Saham Yang Baik - Markets

  3. Pingback: Cara Analisis Fundamental Saham dan Contohnya yang Mudah Dipahami - Markets

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *