Pengertian Perusahaan Merger dan Contoh Perusahaan Merger di Indonesia

Ada berbagai macam bentuk perusahaan dan contoh perusahaan merger di Indonesia termasuk di dalamnya. Merger sendiri berasal dari bahasa Inggirs, yang mana kata awalnya adalah “merge” yang berarti menggabungkan.

Secara teori, perusahaan merger berarti suatu bentuk perusahaan dimana ada dua atau lebih perusahaan yang digabung. Alasan penggabungannya bisa karena menghindari pailit, mengefisiensikan pekerja, atau karena keputusan bersama para pemimpin perusahaan.

Dalam menjalankan perusahaan yang sudah digabungkan, terdapat perubahan fungsional dan teknikal yang ada dalam struktur perusahaan. Contohnya, penentuan direktur, penentuan kepala divisi, sumber dana hasil dari penggabungan, inventarisasi barang-barang dan lain sebagainya.

Selain itu, merger juga dibagi menjadi beberapa jenis sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan perusahaan. Apabila Anda ingin mengetahuinya lebih lanjut, Anda bisa membacanya lewat artikel di bawah ini.

Definisi Perusahaan Merger dan Contoh Perusahaan Merger di Indonesia

Secara garis besar, yang dimaksud dengan contoh perusahaan merger di Indonesia adalah bukti nyata perusahaan merger yang ada di Indonesia. Tentu untuk memahaminya terlebih dahulu, Anda perlu memahami lebih jauh apa yang dimaksud dengan perusahaan merger. Bersamaan juga dengan cara kerja dan operasinya setelah perusahaan digabungkan.

Dalam arti harfiah, merger berarti menggabungkan dua perusahaan. Secara teori, merger dalam perusahaan berarti proses penyatuan dua entitas hukum yang berbeda menjadi satu kesatuan. Perusahaan yang memiliki kuasa lebih atas hak dan kekayaan biasanya memiliki kewenangan untuk tetap mempertahankan nama entitasnya.

Sebagai contohnya, PT Maju Jaya melakukan merger bersama dengan PT Suka Jaya. Dalam hal ini, PT Suka Jaya merupakan perusahaan yang sedang dalam kritis dan butuh untuk digabungkan agar kekayaan dan keuntungan perusahaan tidak hilang begitu saja. Maka kelak, nama perusahaan gabungan keduanya akan diatasnamakan menjadi PT Maju Jaya atau nama baru.

Bukan tanpa alasan entitas kedua perusahaan disatukan. Selain badan hukumnya sudah melebur, kewajiban dan hal-hal lain yang didalamnya juga sudah menjadi kepentingan bersama. Sehingga, dari nama pun memang harus diubah. Jika tidak diubah, kedudukan perusahaan akan kabur dan tidak memiliki kekuatan hukum yang legal atau sah.

Dalam praktiknya, merger memang sulit dilakukan. Jangankan dua atau lebih perusahaan, satu perusahaan pun sebenarnya sudah cukup banyak pekerjaan yang harus diurus. Tetapi karena satu dan lain hal, ada pihak yang rela perusahaannya di-merger agar kekayaan perusahaan tetap berjalan dan keuntungan pun akan didapatkan.

Beberapa perusahaan di Indonesia juga pernah melakukan merger. Sebut saja Bank Mandiri yang merupakan gabungan dari Bank Bumi Daya, Bank Pembangunan Indonesia, Bank Ekspor Impor Indonesia, dan Bank Dagang Negara. Bank-bank tersebut di-merger karena benefit yang dihasilkan tidak begitu memenuhi untuk kebutuhan operasional.

Selain Bank Mandiri, beberapa perusahaan Indonesia (daftar perusahaan merger) melakukan penggabungan yang diantaranya adalah:

  • Bank Permata (Gabungan dari Bank Bali, Bank Artha Media, Bank Prima Express, Bank Universal, dan Bank Patriot)
  • Bank CIMB Niaga (Gabungan dari Bank Lippo serta Bank Niaga)
  • Lippo Karawaci (Kartika Abadi Sejahtera, Sumber Waluyo, Lippo Land Development, dan 5 perusahaan lainnya)
  • Toyota Astra Motor (PT Toyota Mobilindo, PT Toyota Engine Indonesia, dan PT Multi Astra)

Tujuan Perusahaan Merger

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, merger dilakukan untuk menggabungkan dana dan keuntungan perusahaan. Ada juga merger yang dilakukan untuk menghindari pailit, menghindari kerugian atau memang ingin bekerjasama sehingga digabungkanlah perusahaan yang dimaksud. Namun, secara spesifik, merger dilakukan karena beberapa hal berikut.

  1. Pajak

Dengan digabungkannya perusahaan yang ada, maka pajak yang dikeluarkan juga akan semakin sedikit. Selain itu, aset-aset yang sudah tidak produktif lagi dan tidak digunakan dapat dijual untuk mengurangi beban pajak yang ditanggung perusahaan. Dari sini, perusahaan bisa mendapatkan cukup banyak dana untuk memulai kembali usaha yang dijalankan sebelumnya.

  1. Kesamaan Visi

Beberapa perusahaan melakukan merger karena alasan yang sama dalam menjalankan perusahaan. Walau begitu, untuk sampai ke tahap ini, perusahaan harus benar-benar memiliki kesamaan kondisi dan nasib. Khawatirnya, jika hanya satu perusahaan yang butuh, maka perusahaan akan mengalami masa-masa sulit dalam mengelola kondisi internal.

  1. Peningkatan Dana

Alasan yang paling umum dilakukan oleh perusahaan yang melakukan merger adalah untuk mencari dana. Sederhananya, jika terdapat cara untuk membangun usaha dengan lebih baik, maka sudah sepatutnya hal tersebut dijalankan.

Perusahaan yang melakukan merger karena alasan peningkatan dana bisa jadi karena menghindari kerugian terus menerus atau ingin mengekspansi. Semuanya kembali pada tujuan awal perusahaan.

Jenis-Jenis Perusahaan Merger

Bukan hanya entitas atau badan hukum saja yang memiliki jenis, namun perusahaan merger juga memiliki beberapa jenis di dalamnya. Jenis yang dimaksud merujuk pada alasan perusahaan melakukan merger. Sehingga, alasan dan tujuan merger menjadi jelas jika dilihat dari jenisnya.

  1. Merger Vertikal

Dalam merger vertikal, para perusahaan yang bergabung bersama membagi tugas untuk menjalankan alur bisnis yang ditentukan. Ada perusahaan yang bertugas untuk memasok bahan utama, mengolah bahan utama dan menjadikannya bahan jadi.

Ada juga perusahaan yang bertugas untuk mendistribusikannya, dan masih banyak lagi. Merger vertikal dimungkinkan bagi perusahaan yang ingin membantu satu sama lain dalam proses bisnisnya.

  1. Merger Horizontal

Sesuai namanya, merger horizontal menggabungkan dua atau lebih perusahaan dengan industry yang sama. Jika bergerak di bidang otomotif, maka perusahaan melebur untuk menjalankan proses bisnis bidang otomotif. Begitu juga dengan industri perbankan seperti yang dicontohkan di atas. Hal tersebut merupakan jenis merger vertikal.

  1. Merger Kon-generik

Merger satu ini dilakukan dengan cara half and half. Ada yang dijalankan bersama, ada juga yang tidak. Di produksinya, perusahaan melakukan hal sama. Namun secara distribusinya, keduanya melakukan strategi yang berbeda. Biasanya digunakan karena memang sesuai kebutuhan.

  1. Merger Konglomerat

Kata “konglomerat” disematkan karena merger jenis ini menggabungkan seluruh bidang yang ada. Digabungkannya beberapa perusahaan di bidang yang berbeda membuat perusahaan menjadi satu kesatuan yang kuat.

Perbedaan Perusahan Merger dan Akuisisi

Secara sekilas, keduanya memang terlihat sama. Namun pada hakikatnya, merger dan akuisisi sangatlah berbeda. Merger sendiri merupakan penggabungan, sedangkan akuisisi adalah pengambilalihan.

Dari maknanya saja, merger dilakukan dengan sukarela sedangkan akusisi dilakukan karena tidak ada pilihan lain. Selain itu, perusahaan merger masih memiliki wewenang atas saham. Namun, perusahaan yang sudah diakuisisi sepenuhnya beralih ke perusahaan yang mengambil alih.

Itulah beberapa informasi yang dapat kami sampaikan terkait dengan perusahaan merger. Jika Anda merupakan bagian dari manajemen perusahaan dan akan melakukan merger, Anda perlu membicarakannya lebih lanjut dengan konsultan perusahaan.

Namun apabila Anda menggunakannya sebagai bahan ajar, Anda bisa membuat poin dari informasi tentang perusahaan merger. Semoga artikel tentang pengertian dan contoh perusahaan merger di Indonesia dapat membantu Anda.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *