Beberapa Perbedaan Sukuk Ritel dan Sukuk Tabungan

Di antara kalian pasti ada yang masih asing dengan kata sukuk ritel dan sukuk tabungan, tenang saja karena di artikel kali ini saya akan bahas mengenai apa itu sukuk ritel dan sukuk tabungan, serta perbedaan sukuk ritel dan sukuk tabungan.

Pengertian Sukuk Ritel dan Sukuk Tabungan

Sukuk negara tabungan atau biasa dikenal sebagai sukuk tabungan merupakan sebuah produk investasi Syariah yang ditawarkan oleh pemerintah kepada individu warga negara Indonesia sebagai investasi yang aman mudah terjangkau serta menguntungkan.

Sukuk tabungan ini merupakan bagian dari instrumen surat berharga negara untuk investor ritel yang dijual dengan cara online atau e-SBN, seperti halnya SBR atau Savings Bond Ritel. Sukuk tabungan juga salah satu dari sukuk negara untuk investor individu di samping sukuk ritel.

Sukuk ritel adalah salah satu surat berharga Syariah negara yang telah diterbitkan oleh pemerintah republik Indonesia melalui kementrian keuangan serta ditawarkan kepada individu warga negara Indonesia sebagai instrumen investasi yang mudah, aman, bermanfaat serta terjangkau. Selain banyaknya manfaat yang anda dapatkan sebagai seorang investor, selain itu anda juga memiliki kesempatan untuk ikut berkontribusi dalam pembiayaan untuk pembangunan sosial.

Perbedaan Sukuk Ritel Dan Sukuk Tabungan

Sukuk tabungan itu diterbitkan pertama kali oleh pemerintah melalui risiko pembiayaan keuangan serta ditjen pengelolaan pembiayaan pada 5 September 2016 dengan seri ST-001 dengan nilai Rp 2,58 triliun. Sukuk tabungan ini terbilang cukup terjangkau di kalangan masyarakat dikarenakan pembelian minimalnya yang hanya sekitar Rp 1 juta dengan maksimal Rp 3 miliar.

Untuk hasil yang akan anda terima itu itu bersifat floating with floor, yang artinya jika imbalan acuan naik maka imbal hasil pun bisa ikut naik, namun tidak akan lebih rendah jika di badingkan dengan batas minimal dengan persentase 5,50% per tahun yang mengacu pada seri ST007 dengan jangka waktu investasi selama 2 tahun.

Meskipun produk ini tidak diperdagangkan di pasar sekunder tapi anda masih bisa mendapatkan fasilitas early redemption. Di mana anda bisa melakukan penarikan Sebagian dari dana investasi dengan jumlah maksimal 50% dari total investasi.

Untuk jangka waktu penarikan dana itu lebih cepat dari waktu jatuh temponya, yaitu setelah 12 bulan masa investasi, selain itu pajak yang berlaku pada sukuk tabungan juga biasanya lebih rendah dari pada pajak deposito sehingga jadi lebih menguntungkan.

Kalau untuk perbedaan antara sukuk tabungan dengan sukuk ritel itu ada beberapa perbedaan, dimulai dari jangka waktu sukuk ritel yang lebih lama, yaitu tiga tahun lamanya, namun di samping itu sukuk ritel juga memiliki keuntungan berupa produk yang bisa diperjualbelikan di pasar sekunder setelah melewati minimum holding period yang telah berlaku.

Biasanya setelah pembayaran imbalan sebanyak dua kali, jika anda akan menjualnya Kembali di saat harga pasar sedang baik anda akan lebih untung lagi karena karena anda bisa menikmati capital gain. Selain itu sukuk ritel bisa anda jadikan sebagai asset jaminan, dan dalam tingkat imbal hasil dari sukuk ritel ini hingga jatuh tempo bisa dikatakan memiliki sifat tetap atau fixed coupon, yaitu dengan jumlah persentase 6,05 % per tahun yang mengacu pada seri SR013.

Prosedur Dalam Pembelian Sukuk Tabungan Dan Ritel

Anda tidak perlu bingung untuk memutuskan untuk memutuskan berinvestasi pada produk ini karena semua bisa dilakukan secara online dengan cara yang sangat mudah. Salah satu caranya melalui salah satu platform seperti investree yang di sediakan oleh mitra distribusi berikut cara pemesanan nya :

  1. Daftar menjadi lender investree kemudian isi data diri anda dengan lengkap, kemudian ikuti Langkah – Langkahnya agar ter verifikasi.
  2. Akses laman investree kemudian lalu registrasi sebagai investor Surat Berharga Syariah Negara atau SBSN. Setelah itu anda akan mendapatkan rekening surat berharga dalam dua hari kerja serta Single Investor Identification atau SID.
  3. Di tahap ke tiga ini anda akan disuruh melakukan pembelian setelah selesai membaca ketentuan dalam memorandum informasi. Pemesanan yang sudah diverifikasi akan mendapatkan kode pembayaran atau billing kode, kode tersebut bisa anda gunakan untuk penyetoran dana melalui bank persepsi
  4. Pada tahap ke empat investor Surat Berharga Syariah Negara atau SBSN akan memperoleh Nomor Transaksi Penerimaan Negara atau NTPN serta notifikasi pemesanan anda telah komplit.
  5. Di tahap akhir anda akan menerima bukti konfirmasi kepemilikan instrument setelah penetapan hasil penjualan.

Investasi Untuk Mendukung Pembangunan

Sukuk tabungan maupun sukuk ritel seduanya sama-sama diterbitkan dengan tujuan agar memberikan kontribusi bagi pembiayaan pembangunan infrastruktur di negara kita, serta untuk membiayai APBN atau anggaran pendapatan belanja nasional, jadi anda selaku investor juga bisa ikut berkontribusi dalam hal pembangunan nasional demi kemajuan bangsa serta untuk meningkatkan kesejahteraan Bersama.

Menurut data yang telah dirilis oleh kementerian keuangan republik Indonesia, ada beberapa proyek infrastruktur yang pembiayaannya berasal dari sukuk beberapa di antaranya adalah pembangunan asrama haji makassar, pembangunan Gedung perkuliahan UIN manado dan IAIN salatiga serta pembangunan jalan Tol solo – ngawi (colomadu).

Sesuai Tidaknya Produk Sukuk Dengan Prinsip Syariah

Untuk lebih meyakinkan diri anda, anda bisa mengetahui prinsip – prinsip Syariah yang teah diadaptasi oleh sukuk ritel melalui penjelasan sebagai berikut yaitu :

  1. Skema akan sukuk ritel yang berdasarkan serta berlandaskan pada fatwa DSN MUI Nomor 76 / DSN – MUI / VI / 2010 tentang surat berharga Syariah negara atau SBSN ijarah asset to be leased.
  2. Pembuatan akad dilakukan oleh perusahaan penerbit surat berharga Syariah negara Indonesia.
  3. Asset yang mengalami perubahan menjadi underlying merupakan kombinasi antara barang yang menjadi milik negara dengan persentase 35 % serta kegiatan atau proyek di beberapa kementerian negara dan Lembaga dengan jumlah persentase 65 %.

Berikut prinsip – prinsip Syariah yang telah diadaptasi oleh produk sukuk tabungan yaitu :

  1. Penerbitan sukuk tabungan yang diterbitkan dengan akad wakalah
  2. Untuk akad itu dibuat oleh perusahaan penerbit dari surat berharga Syariah negara Indonesia.
  3. Untuk asset yang menjadi underlying merupakan kombinasi dari barang milik negara sebesar 35 % serta proyek atau kegiatan di Lembaga serta beberapa kementerian negara sebesar 65 %.

Itu dia sedikit penjelasan mengenai perbedaan sukuk ritel dan sukuk tabungan, bagi anda yang baru memulai alangkah lebih baik untuk mengetahui terlebih dahulu dasar – dasar dari investasi saham. Dan bagi anda yang ingin terhindar dari riba serta berinvestasi dengan aman dalam artian tidak terlalu mengambil risiko, investasi Syariah merupakan pilihan yang tepat, selain mendapat keuntungan dalam berinvestasi juga sama seperti anda membantu pembangunan negara serta ekonomi negara.

Selamat mencoba dan semoga berhasil.

5 thoughts on “Beberapa Perbedaan Sukuk Ritel dan Sukuk Tabungan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *