Pahami Perbedaan Stochastic Fast dan Slow Dalam Analisis Teknikal Saham

Apa sih perbedaan stochastic fast dan Stochastic slow dalam analisis teknikal saham? Istilah-istilah tersebut sering muncul didalam buku atau bacaan tentang investasi saham. Untuk para investor wajib memahami istilah-istilah tersebut, terlebih lagi bagi anda yang menganalisis saham secara teknikal. Pada informasi kali ini, akan disajikan informasi khsusus tentang Stochastic Fast dan Stochastic Slow

Apa Perbedaan Stochastic Fast dan Stochastic Slow Dalam Analisis Teknikal Saham

Perbedaan mendasar antara kedua isitlah tersebut adalah “SENSITIFITAS”.  Stochastics Fast lebih sensitif dari pada Stochastics Slow pada perubahan harga, dan memungkinan akan menghasilkan banyak sinyal transaksi. Namun, untuk dapat memahami perbedaan tersebut. Anda harus paham terlebih dahulu apa yang dimaksud indikator momentum Stochastics ?

Pengertian Indikator Stochhastic

Apa itu indikator Stochastic? Indokator Stochastics adalah indikator yang dibuat oleh George C. Lane, President of Invesment Educators, Inc. Indikator stochastic merupakan indokator pertama pertama yang pakai oleh para analis saham untuk memprediksi arah pergerakan harga saham. Dasar pembuatan indicator ini atas dasar pemikiran yang sederhana dari George C. Lane yang menyatakan bahwa ketika pasar sedang uptrend, harga saham akan cenderung bergerak di atas atau sama dengan harga saham penutupan pada periode sebelumnya, sedangkan bila pasar sedang downtrend, harga saham akan cenderung bergerak di bawah atau sama dengan harga saham penutupan pada periode sebelumnya.

Banyak yang menyebut Indikator Stochastic dibedakan menjadi 2 jenis Stochastic Fast dan Stochastic Slow. Pada dasarnya indicator tersebut adalah sama yang membedakan adalah Parameter standart yang digunakannya. Untuk parameter standar indicator stochastic adalah 5, 3, 3. Parameter yang umum digunakan lainnya adalah 14, 3, 3 dan 21, 5, 5.

Dalam indicator stochastic sering disebut atau mendengarnya Fast Stochastic dan slow Stochastic, Disebut demikian karena parameter yang digunakan adalah 5, 4 dengan parameter 14, 3 untuk Slow Stochastic dan Full Stochastic dengan parameter 14, 3, 3 untuk Fast Stochastic.

Jadi fast stochastic akan menampilkan dan merespon perubahan harga saham di pasar dengan lebih cepat, sedangkan Slow Stochastic akan menampilkan serta mengurangi jumlah kesalahan crossover sehingga lebih akurat. Maka banya yang menyebut slow stochastic yang tidak pernah mengecewakan karena dapat menyaring beberapa sinyal palsu sehingga kerugian dapat diminimalisis.

Cara mudah untuk membedakanyan antara Stochastic Fast dan Stochastic Slow yaitu seperti sepeda  balap dan sepeda ontel. Stochastics Fast  Seperti sepeda balap ada banya gigi sehingga lebih lincah cepat dan gesit dan perubahan arah sangat cepat dalam menanggapi perubahan yang tiba-tiba. sedangkan Stochastics Slow seperti sepeda ontel yang membutuhkan waktu lama untuk mengubah arah. Tentu saja Anda anda dapat memilih dan mengeset parameter sesuai kebutuhan masing-masing.

Komponen Indikator stochastic

Indikator stochastic memiliki dua komponen indikator yang ditampilkan secara beriringan, yaitu: Garis %K yang mengukur tingkat perubahan harga saat ini dan garis %D yang merupakan nilai rata-rata (Moving Average) dari garis %K, atau istilahnya garis %K yang diperhalus. Garis tersebut disebut juga dengan garis sinyal.

Didalam indikator stochastic mempunyai dua garis garis %K (biasanya berwarna Hitam/Biru Donker) dan garis %D (biasanya berwarna merah). Garis %K yaitu garis utama biasa disebut dengan Signal Line yang mengukur tingkat perubahan harga saat ini. sedangkan garis %D disebut Trigger Line, yang merupakan rata-rata (Moving Average) dari garis %K. Kedua garis tersebut memiliki skala vertikal  vertikal 0 – 100.  Bila garis tersebut Di atas  80 maka disebut zona Overbought, sedangkan di jika dibawah level 20 disebut zona Oversold.

Cara Menghitung Indikator Stochastics

Osilator momentum pada indikator Stochastics sebenarnya digunakan untuk membandingkan harga saham ketika closed price (tutup harga) relatif terhadap berapa kisaran harga selama periode waktu tertentu. Dan dapat dihitung menggunakan rumus berikut

Perhitungan untuk %K dan %D pada suatu periode tertentu dapat dicari dengan rumus 

%K(N) = 100 X (CP – LP) / (HP – LP)

Ketrangan :

CP       =  Harga penutupan pada periode N

LP       =  Harga terendah pada periode N

HP       =  Adalah harga tertinggi pada periode N, dan

N         =  N sendiri yaitu periode, George Lane merekomendasikan periode ditetapkan 14 hari atau (N=14) yang penggunaan periode standard dengan asumsi sampel pengukuran yang diperlukan sudah mencukupi. Trader juga bisa memakai periode 9 atau 21 sebagai alternatif.

%D (N) = NILAI RATA-RATA DARI [%K (N)]

Karena %D adalah nilai rata-rata dari %K ,maka %D disebut juga dengan istilah “Slow Stochastic” dikarena bereaksi lebih lambat sedangkan %K disebut juga dengan istilah “Fast Stochastic” dan kombinasi %K dan %D disebut juga dengan istilah Full Stochastic.

Hasil %K adalah over bought dengan harga closed sekuritas di atas 80% dari semua harga penutupan selama 14 hari terakhir. Umumnya, periode 14 hari adalah periode untuk menhitung perhitungan tersebut dan biasanya diganti atau dimodifikasi oleh Trader untuk membuat indikator yang diinginkan akapah lebih sensitif atau kurang sensitif.

Dari rumus diatas akan diperoleh hasil dari Stochastics Fast. Tetapi Beberapa investor meyakini cara tersebut terlalu responsif terhadap perubahan harga yang menyebabkan keluar posisi sebelum tiba waktunya. Sehingga untuk mengatasi tersebut  Stochastics Slow ditemukan dengan mengganti Moving Average tiga periode pada %K dari Stochastics fast. Penggunaan metode tersebut terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas sinyal transaks dan mengurangi jumlah crossover palsu.

Cara Mudah Membaca Indikator Stochastic

Pada dasarnya membaca indikator Stochastic  mudah dan sederhana. Seperti yang dijelaskan sebelumnya Bila garis tersebut Di atas  80 maka disebut zona Overbought, sedangkan di jika dibawah level 20 disebut zona Oversold. Nantinya, sinyal jual akan diberikan atau juga didapatkan ketika osilator mencapai titik di atas level 80 dan nantinya akan memotong kembali di bawah 80. Pun begitu untuk sebaliknya, sinyal beli akan diberikan ketika osilator tersebut berada di bawah 20 dan juga tentunya menyebranng kembali ke posisi atas 20.

Kenapa harus 20 disebut overbought dan 80 disebut over sold? Karena pada umumnya angka tersebut merupakan  level paling umum yang digunakan. Tetapi juga bisa diatas dan dibawah angka tersebut dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan.

Anda juga harus bisa memahami dan memprediksi kapan waktu yang tepat, adanya sinyal crossover. Hal tersebut akan terjadi ketika ada dua garis melintas di wilayah jenuh baik beli atau juga untuk jual. Untuk sinyal jual, akan bisa terjadi pada saat garis %K yang meningkat tersebut bisa memotong di atas garis %D pada wilayah oversold. Divergensi biasanya juga akan terbentuk ketika harga tinggi atau bahkan rendah, yang memang baru dan juga tidak terkonfirmasi oleh stochastic oscillator yang ada.

Demikianlah informasi yang dapat saya sampaikan pada kesempatan kali ini semoga artikel tentang perbedaan stochastic fast dan slow dalam analisis teknikal saham bermanfaat dan menambah wawasan anda tentang analisis.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *