8 Perbedaan Reksadana dan Saham yang Harus Diketahui!

Ketika melakukan investasi seringkali kita mengalami kebingungan tentang bagaimana produk investasi apakah akan sesuai dengan tujuan dan visi dari sistem investasi yang akan kita usung atau tidak.

Seperti contohnya saham dan reksadana saham, kedua produk tersebut memiliki perbedaan yang sangat mencolok sehingga akan sesuai dengan mereka para investor pemula atau investor yang sudah ahli di bidangnya.

Oleh karena itu di bawah disajikan perbedaan yang akan bisa menjadi pertimbangan kita dalam melakukan investasi nantinya.

Perbedaan Reksadana dan Saham

Perbedaan reksadana dan saham sebenarnya sangat spesifik jika dilihat dari aspek tertentu, berikut disajikan perbedaan tersebut:

  1. Pengertian

Saham adalah surat berharga sebagai instrumen bukti kepemilikan atau penyertaan dari individu atau institusi dalam suatu perusahaan yang peminatnya paling banyak karena dapat memberikan tingkat profit yang sangat menarik.

Adanya bukti kepemilikan atau penyertaan dari individu atau institusi dalam suatu perusahaan membuktikan bahwa terdapat klaim aset perusahaan, atas pendapatan perusahaan, serta memiliki hak  untuk dalam rapat umum pemegang saham (RUPS).

Di dalam saham berisi tentang nama perusahaan,  nilai nominal, nama perusahaan, serta hak dan kewajiban yang dijelaskan kepada setiap pemegang saham.

Reksadana saham adalah suatu wadah yang digunakan untuk menghimpun atau mengumpulkan dana dari para pemodal yang kemudian diinvestasikan dalam bentuk portofolio saham.

Portofolio dari reksadana saham dikelola oleh manajer investasi yang tugasnya menentukan, kepada siapa, dan kapan harus membeli dan menjual saham.

Tentunya manajer investasinya telah memiliki pengalaman atau keahlian yang dibuktikan portofolio sebelum sebelumnya atau sertifikat yang dimilikinya.

  1. Pembukaan Rekening Saham dan Modal Awal

Saham, untuk saham sendiri ketika melakukan untuk pembukaan rekening dilakukan oleh diri sendiri. Kita harus ke perusahaan sekuritas dengan memberikan setoran awal di rekening sebagai nasabah di bank kustodian.

Ketika kita ingin membeli saham melalui rekening, maka harus menabung terlebih dahulu di bank kustodian. Setelah target menabung tercapai sesuai dengan sasaran lembar saham yang akan kita beli maka kita baru dapat membeli saham.

Misalnya ketika ingin membeli 1 lot saham ABCF dengan harga perlembarnya Rp. 30.000,-. Maka kita harus mempunyai saldo di rekening minimal Rp. 3.000.000,-, karena 1 lot 100 lembar.

Umumnya nominal minumum ketika pembukaan rekening jutaan hingga puluhan juta, akan tetapi sekarang beberapa perusahaan sekuritas ada yang menawarkan pembukaan rekening mulai dari Rp. 100.000,- sehingga bisa dijangkau oleh mahasiswa

Reksadana Saham, ketika melakulam pembukaan rekening biasanya melalui perantara manajer investasi. Kita sebagai nasabah menyerahkan data diri beserta dana kepada pihak manajer investasi.

Untuk pembelian awal bisa menggunakan dana yang lebih kecil daripada saham, bisa menggunakan minimal pembelian rendah mulai dari Rp. 50.000,- dan bahkan ada yang Rp. 10.000,- tergantung dari produk reksadananya. Untuk ketentuan sendiri diatur oleh manajer investasi.

  1. Perantara

Saham, ketika melakukan investasi mulai dari pembukaan rekening, manajemen hingga menuai hasil dilakukan oleh investor sendiri ke perusahaan sekuritas tanpa perantara.

Hal ini cocok jika investor memiliki waktu dan keahlian dalam menganalisis pasar, sehingga dapat memutuskan kapan harus menjual atau membeli saham.

Reksadana saham, ketika melakukan investasi mulai dari pembukaan rekening, manajemen hingga menuai hasil dilakukan di dan oleh manajer investasi.

Hal ini cocok jika kita tidak memiliki waktu dan keahlian dalam menganalisis pasar, sehingga segala pertimbangan mengenai saham yang dibeli, dijual, hingga ditahan sepenuhnya diserahkan ke manajer investasi. Kita hanya perlu memantau kinerja manajer tersebut.

  1. Jangka Waktu

Saham, Sebenarnya keputusan penuh diberikan kepada investor sendiri apakah ingin investasi jangka panjang atau pendek. Akan tetapi biasanya investasi saham deperuntukkan untuk para investor yang memiliki rencana berinvestasi dalam jangka panjang dengan target lebih dari 10 tahun.

Dalam mempelajarinya juga membutuhkan waktu yang lama karena harus belajar dari nol dan menganalisis menggunakan analisis teknikal atau fundamental.

Reksadana saham, jangka waktunya tergantung pada produk reksa sana yang dibeli, manajer investasi akan memberikan saran mengenai produk/instrumen investasi yang sedang dikembangkan dalam jangka waktu panjang. Ada yang jangka waktu kurang dari 2 tahun, dan ada yang lebih dari 7 tahun.

  1. Sistem Pengelolaan Dana

Saham, investor selaku pengelola saham langsung bebas melakukan pengelolaan dana mulai dari pembelian, penjualan, hinga penahanan menggunakan hasil analisis yang telah dilakukan. Biasanya keputusan diambil dari analisis teknikal dan fundamental.

Reksadana saham, pengelolaan dana mulai dari pembelian, penjualan, hinga penahanan sepenuhnya diserahkan dan dilakukan oleh manajer investasi. Manajer juga memiliki hak dalam pembelian bermacam – macam diversifikasi investasi mana yang dapat memberikan keuntungan secara maksimal.

  1. Laba

Saham, laba dari investasi saham memang lebih besar jika dibanding dengan reksadana saham. Hal ini berasal dari 2 sektor yaitu capital gain (keuntungan dari menjual saham dengan harga tinggi dari harga beli) dan deviden (keuntungan yang dibagikan setahun sekali oleh perusahaan dalam RUPS).

2 kentungan ini akan langsung mengalir ke rekenig dana investor yang berada di bank kustodian.

Reksadana saham,  laba dari investasi saham lebih kecil jika dibanding dengan investasi saham. Hal ini berasal dari 2 sektor juga yaitu capital gain dan deviden. Akan tetapi biasanya untuk deviden akan langsung direinvestasikan secara otomatis oleh manajer investasi, sehingga dapat menambah Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan Reksadana Saham tersebut.

Dalam sistem keuntungan juga akan dibagikan beberapa persen ke manajer selaku pengelola.

  1. Pajak

Saham, keuntungan yang diperolah harus dipotong pajak sebesar 0,1% termasuk dalam tarif penjualan dan ditambah dengan pajak 10% yang sudah dipotong secara otomatis ketika mendapatkan deviden.

Reksadana saham, keuntungan yang diperoleh sudah bebas pajak dan harus melaporkan pada SPT tahunan.

  1. Risiko

Saham, karena laba yang didapatkan bisa besar maka dari itu risiko yang ditanggung juga besar.

Reksadana saham, karena laba yang didapatkan lebih rendah dari investasi saham, maka risiko juga lebih kecil.

Tips Investasi Saham

Sebelum berinvestasi carilah perusahaan yang sudah terdaftar di OJK dengan riwayat laporan keuangan yang baik dan cek likuiditas perusahaan apakah bagus untuk dibeli atau tidak.

Ketika pengelolaan selalu lakukan analisa fundamental atau teknikal ketika ingin membeli atau menjual saham dan pahami sistem analisa pasar modal.

Menguasai sistem dan mengetahui kondisi ekonomi mikro serta makro sangatlah dibutuhkan.

Tips Investasi Reksadana Saham

Karena investasi reksadana saham menggunakan manajer ketika mengelola, kita harus mencari perusahaan manajer investasi yang 1 tujuan dengan kita dan memiliki kriteria sesuai dengan gaya investasi yang akan kita usung. Tentunya perusahaan tersebut juga harus terdaftar di OJK.

Analisis profesionalisme dan pengalaman manajer investasi apakah memiliki prestasi yang baik atau tidak di industri pasar modal.

Jangan lupa cek seberapa besar dana kelolaan manajer investasi, jika semakin besar hal itu menandakan bahwa semakin terpercaya perusahaan manajer investasi tesebut.

Perbedaan reksadana dan saham di atas semoga dapat membantu dalam memilih jalan bagaimana nantinya kita berinvestasi.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *