Perbedaan Pasar Modal Syariah dan Pasar Modal Konvensional

Berinvestasi di pasar modal, saat ini sedang digandrungi semua kalangan termasuk generasi milenial. Tapi, berhubung ada dua jenis pasar modal yang sedang eksis yaitu konvensional dan syariah mungkin akan membuat bingung para pemula. Apa sebenarnya perbedaan pasar modal syariah dan pasar modal konvensional?

Sebelum tahu apa bedanya, ada baiknya Anda juga kenali pengertian masing-masing dan semua hal yang berkaitan dengan pasar modal tersebut. Jadi, ketika akan berkecimpung di dalamnya akan lebih mudah, aman dan sesuai dengan harapan.

Pengertian Pasar Modal Syariah dan Konvensional

Kita mulai saja dari pengertiannya, pasar modal konvensional atau biasa merupakan pasar modal biasa adalah tempat jual beli produk investasi seperti saham dan surat berharga. Dalam prosesnya, di pasar konvensional, ada jasa perantara yang digunakan yaitu pedagang dari produk investasi tersebut.

Secara umum, sebenarnya tidak ada beda soal pengertian, tapi dalam proses jual belinya menerapkan prinsip yang sesuai dengan ajaran agama Islam. Dimana tidak mengandung riba dan tidak ada unsur perjudian yang tentunya sangat diharamkan.

Makanya, kalau hanya dilihat dari pengertian masih akan sulit membedakan keduanya. Anda perlu pemahaman lebih dengan melanjutkan menyimak informasi berikutnya.

Perbedaan Pasar Modal Syariah dan Pasar Modal Konvensional

Berikut ini beberapa perbedaan mendasar yang perlu diketahui antara dua jenis pasar modal tersebut. Sangat penting, terutama buat Anda yang inginnya berinvestasi di pasar modal berbasis syariah.

  • Penjual Saham

Di dunia pasar modal, penjual saham disebut emiten. Untuk pasar modal konvensional penjual bisa dari perusahaan dengan background produk apa saja, tanpa melihat halal atau haramnya. Sehingga akan diterapkan sistem bunga pada setiap transaksi, termasuk manipulatif dan spekulatif transaksi yang dilakukan.

Beda dengan penjual saham di pasar modal syariah, yang harus sudah memenuhi kriteria emiten syariah yang diatur oleh pemerintah. Dipastikan juga setiap transaksi tidak akan melibatkan bunga sehingga bebas riba.

Dalam transaksinya, pasar modal syariah memiliki tiga prinsip yaitu salam, mudharabah, dan musyarakah.

  • Cara Transaksi

Kebebasan dalam bertransaksi di pasar modal konvensional sangat terlihat jelas. Mulai dari perputaran uang yang ada dimana akan terdapat bunga dalam transaksi. Semua saham boleh dijual dan dibeli oleh investor selama bisa mendatangkan keuntungan bagi mereka.

Tapi, ketika Anda ingin bertransaksi di pasar modal syariah, dana yang ada hanya boleh dipakai untuk transaksi halal. Pengelola pasar modal juga akan sangat ketat menyeleksi emiten yang akan bertransaksi dengan investor, sehingga kehalalan transaksi benar-benar terjaga.

  • Instrumen Investasi yang Tersedia

Untuk pasar saham konvensional, instrumen yang bisa dipilih sebagai alat investasinya adalah reksadana, saham, warrant, obligasi, right, dan juga opsi. Semuanya memiliki standar jual beli yang diterapkan secara umum berdasarkan undang-undang yang berlaku.

Pada pasar modal syariah, instrumen yang tersedia semuanya bersifat syariah. Baik itu reksadana, saham maupun obligasi. Dimana halalnya sebuah transaksi jual beli merupakan harga mati bagi penyedia instrumen dan investor yang akan berinvestasi.

  • Obligasi

Obligasi konvensional pakai prinsip bunga, obligator menjadi kreditur dengan perhitungan keuntungan berdasarkan suku bunga terbaru.

Obligasi syariah, memiliki syarat khusus obligator merupakan pemberi modal atau disebut Shahibul Mal. Kemudian emiten disebut pengelola obligasi atau Mudharib.penghitungan nisbah juga sudah jelas dilakukan, ketika awal transaksi akan dilakukan antara kedua belah pihak.

  • Indeks Saham

Pada pasar modal konvensional semua indeks saham bisa diterbitkan tanpa melihat latar belakang halal dan haramnya. Kalau pasar modal syariah, hanya akan mengeluarkan indeks saham syariah yang sudah lolos verifikasi syariah di pasar modal tersebut.

Mana yang Lebih baik, Pasar Modal Syariah atau Konvensional?

Mungkin banyak diantara Anda yang bertanya-tanya manakah yang lebih baik, bertransaksi di pasar modal syariah atau konvensional? Jawabannya adalah tergantung tujuan Anda berinvestasi dengan instrumen investasi.

Jika memang mau mencari untung besar tentu bisa saja memilih konvensional yang lebih fluktuatif dan menjanjikan keuntungan, selama Anda memiliki perencanaan investasi yang matang.

Kalau alasan investasi lebih kepada menabung untuk masa depan sesuai syariat Islam dan menghindari riba maka sudah jelas tempat yang paling tepat adalah pasar modal syariah. Tapi, jika dilihat dari sudut pandang investasi secara umum, keduanya memiliki keunggulan yang bisa dimaksimalkan.

Jadi, sebelum menentukan pilihan, ada baiknya Anda melakukan survei dan diskusi terlebih dahulu dengan ahli pasar modal. Sehingga dimanapun nantinya Anda berinvestasi, akan berjalan lancar, aman, dan hasilnya sesuai dengan yang diharapkan.

Manfaat Investasi di Pasar Modal Syariah dan Konvensional

Yang namanya pasar modal akan memberikan manfaat kepada semua pihak yang terlibat, selama dijalankan sesuai aturan yang ada. Mau tahu apa saja manfaatnya?

  • Bagi Investor

Investor yang memilih berinvestasi di pasar modal baik konvensional maupun syariah, bisa mendapatkan keuntungan. Salah satunya melalui dividen yang didapat ketika melakukan investasi saham pada emiten yang berkualitas.

Sebab, semakin meningkat nilai saham yang Anda punya tentunya keuntungan yang didapat juga akan meningkat.

Manfaat selanjutnya adalah, lebih paham cara berinvestasi yang baik. Dimana selama berinvestasi Anda akan banyak melihat pergerakan saham, emiten, dan investor lain. Sehingga bisa diambil trik positif untuk diterapkan pada pola investasi Anda, kemudian meminimalisir masalah melalui pengalaman investor lain.

  • Bagi Emiten

Emiten atau pihak penyedia instrumen investasi pasar modal, juga akan mendapatkan keuntungan yang sangat menggiurkan. Diantaranya perusahaan akan lebih dikenal banyak orang, apalagi ketika nilai saham naik sehingga membuat orang berbondong-bondong membeli saham emiten tersebut.

Membuat emiten lebih giat untuk melakukan perbaikan performa kegiatan, yang ujung-ujungnya tentu keuntungan. Sebab calon investor akan melihat performa itu melalui portofolio emiten yang wajib disebarkan melalui bursa saham atau situs resmi perusahaan.

  • Bagi Masyarakat

Secara tidak langsung transaksi di pasar modal akan sangat berpengaruh pada kehidupan masyarakat. Terutama yang ingin memiliki investasi untuk masa depan, dimana masyarakat saat ini sudah bisa berinvestasi di pasar modal dengan mudah melalui pasar modal yang dikelola secara online.

Tapi, memang perlu ketelitian saat memanfaatkan investasi berbasis online. Untungnya sekarang pengelolaannya sudah semakin canggih dan diawasi pihak kompeten, jadi masyarakat bisa lebih aman berinvestasi di pasar modal!

  • Bagi Negara

Transaksi di pasar modal juga akan memberikan kontribusi pada pendapatan sebuah negara, yaitu berupa pajak yang dibebankan kepada investor dan emiten serta pihak lainnya yang terlibat secara aktif.

Manfaat lainnya adalah, sebagai daya tarik investasi internasional. Ketika investor asing melihat pasar modal sebuah negara berjalan baik, maka mereka tidak akan segan menggelontorkan uang untuk berinvestasi di negara tersebut. Apalagi jika banyak potensi yang bisa dikelola dan bisa menghasilkan banyak untung.

Sekarang Anda sudah tahu perbedaan pasar modal syariah dan pasar modal konvensional bukan? Manakah yang akan Anda pilih untuk dijadikan media investasi? Apapun pilihan Anda, semoga mampu memberikan kontribusi positif bagi finansial Anda saat ini dan di masa yang akan datang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *