Ketahui Perbedaan Merger, Akuisisi dan Konsolidasi dan Contohnya

Perbedaan merger, akuisisi dan konsolidasi dan contohnya belakangan ini ramai diperbincangkan lantaran banyak sekali orang yang salah dalam mengartikan ketiga istilah tersebut. Seperti yang kita tahu, dalam dunia bisnis memang terdapat banyak sekali istilah-istilah yang memiliki makna tertentu sehingga banyak orang yang keliru dalam mengartikannya.

Istilah merger, akuisisi, dan konsolidasi begitu populer namun tak jarang yang menganggap ketiga hal tersebut memiliki arti yang sama. Saat istilah merger, akuisisi, dan konsolidasi diartikan dengan makna yang keliru maka tentu saja akan menjadi sangat rancu. Padahal dalam dunia bisnis istilah tersebut sangat penting terutama dalam upaya untuk memperkuat struktur suatu perusahaan.

Untuk meluruskan makna yang keliru dari isitlah merger, akuisisi dan konsolidasi berikut penjelasan lengkapnya tentang perbedaan ketiga istilah tersebut.

Inilah Perbedaan Merger, Akuisisi dan Konsolidasi dan Contohnya

Merger, akuisisi dan konsolidasi memiliki arti yang berbeda. Dan berikut ulasan lengkap tentang perbedaan ketiga istilah tersebut beserta contohnya.

  1. Merger

Makna merger menurut Zaki Baridwan (Hamid 1998) merger merupakan suatu proses ambil alih saham yang dilakukan oleh suatu perusahaan terhadap perusahaan lain yang mana perusahaan yang diambil alih sahamnya tersebut sudah tidak berdiri sendiri, dan sudah menjadi bagian dari perusahaan yang mengambil alih sahamnya.

Sedangkan menurut Floyd A. Beams dan Amir Abadi Yusuf (2000), merger merupakan suatu proses dalam ambil alih saham yang dilakukan oleh suatu perusahaan terhadap semua operasi dari entitas suatu usaha lain yang mana entitas yang diambil alih tersebut akan dibubarkan.

Kata merger sendiri berasal dari bahasa inggris yang berarti penggabungan. Dari beberapa pengertian menurut para ahli, maka kita dapat menarik kesimpulan bahwa merger merupakan suatu proses dalam penggabungan suatu perusahaan dimana hanya ada satu perusahaan yang dipertahankan sebagai pengambil alih saham.

Perusahaan yang telah bergabung dalam perusahaan lain dan diambil alih sahamnya tidak akan mengalami likuidasi, dan perusahaan yang mengambil alih biasanya akan melakukan proses pembelian semua aset perusahaan yang di-mergernya. Tak jarang perusahaan yang bertahan akan memiliki setidaknya paling sedikit sekitar 50% dari total saham.

Setelah proses merger dilakukan, perusahaan yang diambil alih sahamnya harus berhenti beroperasi karena pemegang sahamnya pasti sudah mendapatkan uang secara tunai. Selain itu seluruh aktiva dan pasiva perusahaan yang di merger akan beralih sepenuhnya pada perusahaan yang bertahan.

Merger sendiri pada umumnya dilakukan sebagai suatu solusi dalam memperkuat struktur suatu perusahaan. Tak jarang perusahaan yang melakukan proses merger biasanya akan bergerak dalam bidang yang sama. Misalnya perusahaan yang bergerak dalam bidang perbankan dengan bank lainnya.

Contoh merger:

  • Bank CIMB Niaga Tbk melakukan merger dengan perusahaan yang di merger yaitu Bank Lippo Tbk, PT dan Bank CIMB Niaga Tbk
  • Bank Mandiri melakukan merger dengan perusahaan yang di merger yaitu Bank Bumi Daya, Bank Ekspor Impor Indonesia, Bank Dagang Negara dan Bank Pembangunan Indonesia.
  • Bank permata Tbk melakukan merger dengan perusahaan yang di merger yaitu Bank Bali Tbk, Bank Universal Tbk, Bank Artha Media, Bank Prima Express, Bank Patriot
  1. Akuisisi

Menurut Michael A. Hitt akuisisi merupakan suatu proses dalam membeli atau memperoleh perusahaan lain dengan membeli sebagian besar saham dari perusahaan tersebut. Sedangkan menurut P.S Sudarsanan akuisisi merupakan suatu perjanjian yang dilakukan perusahaan dengan perusahaan lain dengan membeli aset atau saham, dan para pemegang sahamnya akan menjadi sasaran akuisisi dan berhenti menjadi pemilik dari perusahaan.

Dari pengertian menurut beberapa ahli tentu sudah jelas bahwa akuisisi berbeda dengan merger dan juga konsolidasi. Akuisisi merupakan suatu proses ambil alih perusahaan dengan cara membeli saham secara besar-besaran. Perusahaan yang membeli saham pada perusahaan lain akan mengambil alih dan menjadi pengendali perusahaan yang sahamnya telah dibeli.

Sekilas memang makna akuisisi hampir sama dengan merger maupun konsolidasi, namun perbedaan paling signifikan yaitu bahwa akuisisi tidak menghilangkan eksistensi suatu perusahaan yang diambil alih sebaliknya akuisisi akan tetap mempertahankan eksistensi kedua perusahaan.

Jadi dengan kata lain, dalam proses akuisisi tidak ada perusahaan yang melebur dan hilang. Perubahan hanya terjadi pada pemegang saham, perusahaan yang mengambil alih dan diambil alih akan tetap berdiri dan eksis secara terpisah.

Meskipun demikian, tidak semua proses pembelian saham disebut dengan akuisisi. Akuisisi hanya dilakukan ketika saham yang akan dibeli memiliki jumlah yang besar, sehingga dapat mengubah status kepemilikan saham. Biasanya akuisisi dapat dilakukan terhadap aset ataupun saham.

Dalam akuisisi saham, hanya perusahaan berbentuk PT (perseroan terbatas) yang dapat melakukannya. Hal tersebut karena kepemilikan perusahaan berbentuk PT selalu terwujud dalam bentuk saham. Sedangkan dalam akuisisi aset dapat dilakukan juga oleh perusahaan berbentuk CV, UD, dan juga suatu badan hukum.

Contoh akuisisi:

  • Danone melakukan akuisisi pada saham Aqua
  • Phillip Morris Ltd melakukan akuisisi pada saham PT HM Sampoerna
  1. Konsolidasi

Menurut Roman Nurbawa, adalah dua perusahaan yang bubar demi suatu hukum dimana sebagai gantinya didirikan perusahaan baru yang secara keseluruhan telah mengambil aset yang dimiliki dua perusahaan yang telah bubar tersebut.

Dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) konsolidasi adalah proses meleburnya dua perusahaan atau lebih yang kemudian menjadi satu dengan satu visi. Dari pengertian tersebut tentu perbedaan antara konsolidasi dengan merger dan akuisisi sangat terlihat jelas. Konsolidasi merupakan proses meleburnya dua perusahaan atau lebih yang kemudian menjadi satu dengan visi yang sama.

Sangat berbeda dengan merger yang tetap mempertahankan satu perusahaan, proses konsolidasi tidak mempertahankan satu pun perusahaan yang meleburkan diri. Sebaliknya, konsolidasi justru akan menghasilkan perusahaan baru.

Contoh konsolidasi:

  • Bank Mandiri merupakan hasil konsolidasi dari 4 bank yaitu, Bank BDN, Bank Ekspor Impor, Bank Bapindo, dan Bank Bumi Daya
  • SmartFren merupakan hasil konsolidasi dari PT. Mobile-8 Telecom Tbk (Mobile-8) dan PT. Smart Telecom (Cerdas)
  • Indonesian Professional Reasurer (IPR) merupakan hasil konsolidasi dari PT. Reasuransi Nasional Indonesia (Nas Re), PT. Tugu Reasuransi Indonesia (Tugu Re), PT. Reasuransi Indonesia (Marein), dan PT. Reasuransi Internasional Indonesia (Reindo)

Manfaat Dilakukannya Merger, Akuisisi dan Konsolidasi

Dalam dunia bisnis terutama perdagangan saham, dilakukannya merger, akuisisi dan konsolidasi bukan tanpa alasan. Terdapat manfaat yang akan diperoleh dari ketiga proses tersebut.

  1. Manfaat Merger

Merger merupakan proses penggabungan dua perusahaan atau pengambilalihan suatu perusahaan dimana perusahaan yang diambil alih akan hilang termasuk seluruh aset di dalamnya.

Manfaat dilakukannya merger:

  • Suatu perusahaan akan tumbuh lebih cepat baik secara pasar saham maupun diversifikasi usahanya
  • Dapat meningkatkan dana perusahaan
  • Mencapai suatu sinergi yang dapat menghasilkan tingkat skala ekonomi lebih tinggi
  1. Manfaat Akuisisi

Akuisisi atau proses pembelian saham dengan tanpa menghilangkan eksistensi perusahaan yang diambil sahamnya, dilakukan sebagai salah satu upaya untuk memperkuat struktur perusahaan.

Manfaat dilakukannya akuisisi:

  • Peningkatan pertumbuhan bisnis menjadi lebih pesat
  • Dapat memasuki pasar baru yang sebelumnya tidak dapat ditembus
  • Mengurangi tingkat persaingan usaha
  • Adanya bantuan dalam pengelolaan aset-aset suatu usaha
  1. Manfaat Konsolidasi

Konsolidasi merupakan proses meleburnya dua perusahaan yang kemudian akan muncul satu perusahaan baru. Sama seperti merger dan akuisisi, konsolidasi juga dilakukan bukan tanpa alasan tentu saja memiliki efek yang bermanfaat bagi suatu bisnis.

Manfaat dilakukannya konsolidasi:

  • Membantu menyelesaikan krisis Kesehatan keuangan suatu bisnis
  • Menghasilkan modal yang besar
  • Manajemen bisnis akan lebih professional
  • Dapat menguasai pasar
  • Teknologi dan administrasi suatu bisnis dapat lebih berkembang

Itulah perbedaan merger, akuisisi dan konsolidasi dan contohnya yang telah diulas secara lengkap. Dari masing-masing pengertian ketiga istilah tersebut, tentu sudah semakin jelas bahwa merger, akuisisi dan konsolidasi memiliki arti yang berbeda dan ketiganya memiliki tujuan serta manfaat khusus bagi suatu bisnis.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *