Apa Perbedaan Investasi Langsung dan Tidak Langsung? Simak Penjelasannya

Bagi orang-orang yang masih awam dengan dunia investasi, pertanyaan mengenai perbedaan investasi langsung dan tidak langsung pasti akan membingungkan mereka, maka dari itu alangkah baiknya mempelajari tentang topik ini terlebih dahulu sebelum terjun ke dunia investasi lebih dalam lagi, karena berdasarkan banyak pengalaman yang sudah terjadi umumnya ketika seseorang ingin memulai investasi, mereka menerima pertanyaan “Pilih investasi langsung atau investasi tidak langsung?” tentu pertanyaan ini bisa menjadi jebakan bagi dirimu sendiri jika kamu tidak benar-benar mengenal arti dari kedua jenis investasi ini. Jadi, mari kita mengenal lebih jelas lagi mengenai pengertian dan perbedaan dari investasi langsung dan tidak langsung.

Istilah investasi sendiri memiliki arti usaha dari seseorang atau perusahaan dalam kegiatan penanaman modal atau aset dengan jangka waktu yang tertentu dan memiliki maksud untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar di masa yang akan datang.

Investasi Langsung atau yang biasa disebut juga dengan Direct Investment adalah kegiatan investasi yang dimana investor bisa langsung berinvestasi dengan membeli aktiva keuangan secara langsung dari sebuah perusahaan. Selain itu investasi ini juga merupakan aset-aset rill (real assets) yang meliputi aset berwujud, contohnya pembelian aset produktif, pendirian pabrik, pembukaan pertambangan, dan lain sebagainya.

Dalam penanaman modal Investasi Langsung, secara langsung pihak investorlah yang terlibat dalam kegiatan pengelolaan usaha dan memiliki tanggung jawab secara langsung apabila terjadi suatu kerugian.

Sedangkan Investasi Tidak Langsung atau yang biasa disebut juga dengan Portfolio Investment adalah kegiatan investasi yang dimana investor bisa melakukan investasi tapi tidak ikut terlibat secara langsung dan hanya cukup dengan memegangnya dalam bentuk saham dan obligasi. Investasi jenis ini disebut sebagai investasi jangka pendek yang mencakup kegiatan transaksi di pasar modal dan pasar uang. Sebab, Investasi Tidak Langsung pada dasarnya hanya melakukan jual saham atau mata uang dalam jangka waktu yang biasanya hanya sebentar, tergantung dengan fluktuasi nilai saham atau mata uang yang hendak diperjualbelikan.

Sampai sini saja kamu sudah mulai mengetahui perbedaan dari kedua jenis investasi ini bukan? Namun, tidak usah khawatir jika masih ada yang belum memahaminya dengan jelas, saya akan menjelaskannya lebih dalam lagi.

Perbedaan Investasi Langsung dan Tidak Langsung

Seperti yang sudah diketahui, hanya dengan melihat dan memahami pengertian dari Investasi Langsung dan Investasi Tidak Langsung saja kamu pasti mengerti perbedaan dari kedua jenis investasi ini secara tersirat. Nah, untuk lebih mengenali lagi perbedaan di antara mereka, simak dengan baik ciri khas dari masing-masing investasi ini yang ada di bawah:

  1. Investasi Langsung (Direct Investment)

Jenis Investasi Langsung memiliki beberapa ciri khas yang bisa dijadikan acuan untuk mengenali perbedaannya dengan jenis Investasi Tidak Langsung. Ciri khas tersebut adalah:

  • Investor diharuskan hadir pada saat menjalankan usaha
  • Pihak investor memiliki wewenang dalam kegiatan perusahaan sehari-harinya
  • Mendirikan perusahaan
  • Seluruh atau sebagian pemilik perusahaan adalah yang mengendalikan perusahaan
  • Investasi jenis ini tidak dapat dipindahkan setiap saat
  • Landasan hukum Investasi Langsung adalah UU No. 25 tahun 2007 yang berisi tentang penanaman modal
  • Pengelolanya BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal)
  1. Investasi Tidak Langsung (Portfolio Investment)

Serupa dengan Investasi Langsung, Investasi Tidak Langsung juga memiliki ciri khas yang dapat dijadikan acuan untuk mengenali perbedaan dari kedua jenis investasi ini. Ciri khas tersebut adalah:

  • Pihak investor hanya berperan sebagai pemegang saham dan tidak diharuskan hadir secara fisik
  • Tujuan dari investasi jenis ini adalah untuk memperoleh keuntungan maksimal di waktu yang singkat
  • Investor tidak mempunyai kontrol dalam kegiatan sehari-hari perusahaan
  • Pihak investor menanggung resikonya sendiri dan tidak bisa menuntut perusahaan yang menjalankan kegiatannya
  • Kerugian investasi jenis ini tidak mendapatkan perlindungan dari Hukum Kebiasaan Internasional
  • Tidak mendirikan perusahaan
  • Pihak pemilik dan manajemen sistemnya terpisah
  • Investasi jenis ini bisa dipindahkan setiap saat
  • Landasan hukumnya adalah UU No. 8 tahun 1995 yang berisi tentang pasar modal
  • Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam) dan Laporan Keuangan (LK) adalah yang mengelola investasi jenis tidak langsung

Setelah membaca ciri khas dari masing-masing jenis investasi ini kamu sudah memahami perbedaan dari mereka sepenuhnya bukan? Karena perbedaan dari Investasi Langsung dan Investasi Tidak Langsung sangatlah mudah untuk dipelajari, jadi kamu tidak diharuskan untuk meluangkan waktu yang banyak untuk mempelajarinya.

Kelebihan dan kekurangan dari masing-masing jenis investasi ini

Selain memiliki perbedaan-perbedaan yang signifikan, kedua jenis investasi ini juga memiliki kelebihan dan kekurangan yang cukup berbeda dan perlu kamu ketahui pula.

  1. Kelebihan dan kekurangan Investasi Langsung

Kelebihan dari Investasi Langsung adalah pihak investor memiliki pengaruh penting dalam kegiatan investasinya karena pihak investor memiliki kontrol langsung dalam manajemen produksi saham investasinya atau perusahaannya.

Selain itu, kelebihan dari jenis investasi ini adalah memiliki jangka waktu yang panjang dimana hal ini bisa dianggap lebih berharga bagi penerima modal. Kemudian jika pihak investornya memahami dengan baik dengan analisanya dalam memilih saham dan mengambil keputusan untuk investasinya, itu akan menjadi suatu kelebihan yang bisa didapatkan pihak investor dengan langka.

Sedangkan kekurangan Investasi Langsung sendiri bisa didapatkan jika pihak investornya masih awam dalam kegiatan jual beli saham. Kekurangan lainnya adalah investasi jenis ini tidak dapat dipindahkan setiap saat, jadi investor harus melalui serangkaian langkah yang cukup menghabiskan waktu yang tidak sedikit untuk memindahkan investasinya.

  1. Kelebihan dan kekurangan Investasi Tidak Langsung

Kelebihan yang dimiliki Investasi Tidak Langsung adalah kegiatannya sudah diatur dengan manajer investasi yang memang sudah menjadi ahlinya dalam bidang ini terutama dalam pengelolaan dana investasi.

Sehingga, pihak investor bisa memberikan kepercayaan penuh kepada manajer investasi tersebut dalam mengelola dana investasi tanpa perlu mengurusnya sendiri. Selain itu, investasi jenis ini juga bersifat mudah dicairkan, jadi sangat cocok untuk orang-orang yang memang sedang mencari investasi jangka pendek.

Investasi Tidak Langsung juga memiliki kekurangan yang perlu kamu ketahui. Kekurangan itu adalah pemegang saham investasi tidak dapat mengontrol pengelolaan dana dan kegiatan perusahaan. Jadi, jika terjadi kerugian yang disebabkan karena kelalaian manajerial perusahaan penerima dana investasi dan pihak investor hanya bisa menerima dengan lapang dada resiko yang didapatkannya tanpa bisa menggugat perusahaan yang berkaitan.

Akhir kata dari artikel ini adalah jika pihak investor baik itu yang masih awam maupun yang sudah ahli, sudah memahami penuh perbedaan Investasi Langsung dan Tidak Langsung, maka investasi yang dijalankannya akan berjalan dengan sangat baik tanpa ada halangan dan akan menghasilkan keuntungan yang berlimpah, tentu ini akan sangat menggiurkan bagi sebagian banyak orang. Selamat mencoba! Mulailah berinvestasi dengan cara yang pintar untuk membuka jalan tak berkerikil di masa depanmu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *