Perbedaan Analisis Teknikal Saham Klasik Vs Teknikal Modern

Jika ditelaah lebih jauh, ada perbedaaan analisis teknikal saham klasik vs teknikal modern. Analisis teknikal saham klasik merupakan analisis yang memperlajari pola atau pattern dari pergerakan harga saham. Contohnya, mempelajari pola dari candlestick, menentukan garis support dan resisten, menentukan tren dari harga saham, menentukan pola-pola tren head and shouldertriple tops dan bottom, bowl dan lain sebagainya.

Untuk analisis teknikal modern sendiri adalah analisis teknikal yang mempelajari indikator untuk dapat menentukan sinyal beli dan jual. Contohnya dari analisis ini yaitu, stochastic oscillator, relative strength index (RSI), relative volume index (RVI), moving average dan MACD. Analisa teknikal modern tidak mempelajari pola-pola candlestick. Analisis ini melihat sinyal beli dan jual murni sesuai dengan grafik. Jika dilihat lebih lanjut, contoh dari analisis teknikal modern yang telah disebutkan sebelumnya murni menggunakan analisis grafik.

Mana Yang Lebih Baik, Analisa Teknikal Saham Klasik atau Modern?

Kedua macam analisis teknikal ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Analisis teknikal modern lebih gampang dipelajari, karena yang diperlukan hanya mempelajari death cross dan golden cross dalam menentukan sinyal beli dan sinyal jual. Namun, analisis modern akan kalah akurat apabila digunakan untuk memprediksi saham jika dibandingkan dengan analisis teknikal saham klasik.

Dalam analisis teknikal saham klasik yang dipelajari adalah pattern, maka penilaiannya juga akan menjadi sangat subjektif, jadi agak susah untuk dipelajari. Contohnya, bisa saja satu orang berkata bahwa candlestick hari ini membentuk bullish harami, namun satu orang lagi bilang bahwa itu masih belum membentuk bullish harami. Menentukan garis support dan resisten juga tidak ada patokannya dan sangat subjektif. Tapi analisis teknikal saham klasik lebih akurat untuk memprediksi harga saham.

Analisis teknikal saham klasik dapat menjadi pilihan yang lebih baik dan akurat dalam memprediksi pergerakan harga saham. Dalam analisa teknikal klasik, harga yang akan memberikan sinyal ke pattern, sehingga saat harga saham besok ada indikasi akan jatuh atau rebound, maka harga saham akan memberikan konfirmasi. Konfirmasi tersebut akan berbentuk pattern, seperti doiji, head and shoulder dan lain-lain. Dikarenakan harga yang memberikan konfirmasi, maka akan membentuk pattern yang sesuai dengan apa yang diinginkan oleh harga saham tersebut.

Jika harga saham bilang besok akan naik, maka akan membentuk pola bullish, sebaliknya jika akan turun maka akan terbentuk pola bearish. Maka hal ini dapat dianggap lebih akurat.

Sedangkan untuk analisis teknikal modern, yang akan memberikan indikator adalah sinyal ke harga saham. Lalu indikator juga yang mengendalikan harga saham. Indikator akan membentuk golden cross dan jika indikator berkata bahwa besok harga naik, namun ternyata besok ada berita yang buruk mengenai emiten tersebut dan harga sahamnya anjlok, apakah golden cross tersebut jadi tidak valid?

Jawabannya ya. Karena dari beberapa sumber, ketika mereka memakai analisis teknikal modern, grafik yang sudah golden cross ternyata besoknya akan turun. Analisis ini terkesan mendikte harga saham. Nyatanya, harga saham tidak dapat didikte. Itu semua murni dari transaksi permintaan dan penawaran di pasar saham.

Analisis teknikal modern tetap dapat berguna, namun jika ingin memprediksi lebih akurat, coba untuk tetap mempelajari analisis teknikal klasik. Teknikal modern tetap dapat digunakan dan valid, namun cobalah untuk memadukannya dengan teknikal klasik.

Tapi buka berarti analisis teknikal klasik dapat memberikan tingkat keakuratan 100%. Pergerakan di pasar saham sangatlah fluktuatif. Oleh karenanya, kemungkinan meleset itu pasti ada. Tidak ada suatu hal yang pasti di pasar modal. Maka dari itu tetap pelajari kondisi pasar dalam situasi bullish dan juga bearish.

Kegunaan Analisis Teknikal Saham Sebagai Cerminan Dari Psikologis Bandar

Setiap saham pasti ada bandarnya. Namun, kemampuan bandar dalam menggerakkan setiap saham itu berbeda. Semakin likuid sebuah saham, maka kemampuan bandar dalam menaik-turunkan saham akan semakin kecil. Hal ini karena saham yang likuid, mempunyai banyak peminat atau trader ritel, sehingga kemampuan bandar saham dalam menaik-turunkan harga tidak terlalu signifikan apabila dibandingkan dengan saham yang tidak likuid.

Karena sebuah saham mempunyai banyak peminat dan kemampuan bandar menaik-turunkan saham semakin kecil, maka harga saham bergerak lebih teratur, maka akan membentuk sebuah pola dan kecenderungan tren saham. Hal tersebut dapat dilihat dari grafiknya.

Grafik saham atau analisis teknikal inilah yang dapat menjadi cerminan psikologis bandar yang terjadi melalui trading antara bandar dengan trader ritel. Semakin likuid suatu saham, maka akan semakin mudah dalam menganalisa pola grafik serta kecenderungan arah tren jangka pendek sebuah saham.

Karena cerminan psikologis bandar bisa dilihat dari analisa teknikal, maka analisa teknikal sangatlah berguna dalam pengambilan keputusan trading, seperti membeli saham, menganalisa dan menetapkan target jual.

Tools Yang Terdapat Dalam Analisis Teknikal Saham

Analisis teknikal mempunyai banyak variasi analisis dan tool yang dapat digunakan. Dengan bermacam-macam analisis teknikal, dapat diketahui tool-tool mana saja yang digunakan dalam melihat analisa grafik. Berikut tool-tool dari analisis teknikal saham yang dapat digunakan.

  1. Garis horizontal manual

Garis horizontal merupakan garis manual yang dapat ditentukan sendiri dalam melakukan analisis support resisten saham. Garis horizontal telah tersedia pada setiap software saham. Tinggal gunakan saja untuk kepentingan analisa grafik.

Tool garis ini sangatlah penting, karena dapat melihat lebih jelas titik-titik harga yang bagus dalam menentukan pada harga berapa sebaiknya membeli atau akumulasi saham. Namun garis horizontal juga memiliki kelemahan, karena sifatnya yang subjektif. Bebas menentukan titik support resisten tanpa adanya patokan yang baku, sehingga banyak trader yang bingung bagaimana cara efektif dalam menentukan support resisten menggunakan garis horizontal.

  1. Garis tren (trendline)

Garis tren adalah sebuah tool pada analisis teknikal yang gunanya untuk menentukan garis batas trend sebuah saham. Garis tren sebenarnya merupakan garis manual yang ditentukan sendiri oleh trader untuk melihat area support resisten jangka menengah dalam grafik.

Garis tren dilakukan dengan cara menempatkan tren searah pada support resisten saham. Garis ini bisa digunakan untuk melihat titik-titik krusial di dalam tren saham. Contoh, ketika harga saham bertahan pada garis trennya, maka saham dapat rebound.

Dengan demikian, saat saham sudah mulai naik hingga menyentuh garis tren di resisten puncak, sehingga harga saham akan turun atau koreksi.

  1. Indikator saham

Indikator saham adalah analisa yang digunakan dalam melihat sinyal beli serta jual dan digunakan sebagai alat bantu trader dalam menentukan tren. Indikator saham seperti moving average dan volume bisa memberikan banyak informasi untuk melihat sinyal saham yang berguna untuk mengambil keputusan trading.

  1. Fibonacci

Fibonacci adalah salah satu analisis teknikal yang cukup sering digunakan oleh trader dalam menentukan titik support dan resisten. Singkatnya fibonacci adalah sebuah garis yang ditarik untuk melihat potensi titik support dan juga resisten pada suatu saham. Garis-garis fibonacci ini ditentukan dengan manual.

Itulah berbagai penjelasan mulai dari perbedaan analisis teknikal saham klasik vs teknikal modern hingga tool-tool dari analisis teknikal itu sendiri. Semoga berbagai penjelasan di atas dapat menambah ilmu baru bagi pembaca dan dimanfaatkan dalam bidangnya.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *