Perbedaan Analisa Fundamental dan Analisa Teknikal, Lebih Tepat Mana untuk Investor?

Bagi anda para investor saham, wajib hukumnya untuk mengetahui perbedaan analisa fundamental dan analisa teknikal. Jangan sampai anda belum mengerti, bahkan masih asing dengan dua hal tersebut.

Dalam dunia bisnis, terutama anda yang suka menanamkan modal di perusahaan-perusahaan, mengetahui latar belakang dan manajemen perusahaan sangat penting. Jangan sampai anda hanya menanamkan modal hanya karena perusahaan tersebut memiliki nilai kapitalisasi yang besar. Anda harus menggali informasi mengenai perusahaan yang anda tuju. Nah, cara menggali itulah yang disebut dengan analisis.

Dalam menganalisis calon perusahaan yang akan anda investasikan saham, anda bisa mengambil salah satu cara. Yang pertama ada analisa fundamental dan yang kedua ada analisa teknikal. Apa perbedaannya?

Perbedaan Analisa Fundamental dan Analisa Teknikal

  1. Analisa Fundamental

Pilihan untuk menganalisis perusahaan pertama adalah dengan analisis fundamental. Fundamental, maksudnya apa?

Analisis fundamental ini adalah ketika anda menggali informasi perusahaan dari hal-hal yang dapat menggerakkan harga saham pada perusahaan tersebut. Hal-hal tersebut adalah berupa kinerja keuangan perusahaan, tingkat persaingan usaha antar perusahaan, potensi industri perusahaan, serta analisis pasar dan ekonomi (mikro maupun makro).

Membeli saham perusahaan, sama halnya dengan membeli sebuah bisnis yang perlu kita pertimbangkan masa depannya. Apakah bisnis tersebut akan berhasil dan akan bertahan atau tidak. Untuk memantapkan keputusan anda untuk mengambil bisnis tersebut, anda pastinya akan mempertimbangkan manajemen dari bisnis tersebut, apakah bagus atau tidak. Apabila deal karena melihat manajemen yang bagus, maka anda pun memiliki kepercayaan bahwa bisnis tersebut dapat bertahan bahkan bisa lebih maju. Sehingga, apabila anda ingin menjual bisnis tersebut, anda bisa mendapatkan keuntungan, bukan kerugian.

Jadi dengan memperhatikan hal-hal di atas, seperti kinerja keuangan perusahaan, tingkat persaingan usaha antar perusahaan, potensi industri perusahaan, serta analisis pasar dan ekonomi baik mikro maupun makronya, anda dapat mendapat jawaban yang tepat atas pilihan-pilihan anda.

Untuk menganalisis secara fundamental, ada dua Pendekatan yang bisa anda coba:

Pendekatan Top-Down Approach

Dalam pendekatan ini, anda harus memperhatikan makro ekonomi global, makro ekonomi dalam negeri, sektor industri yang berpeluang tinggi, dan terakhir adalah pemilihan perusahaan atau emiten yang kompeten.

Teknik Bottom-Up Approach

Dalam pendekatan ini, investor harus menganalisis perusahaan yang menjual saham satu persatu tanpa melihat dari pertimbangan ekonomi perusahaan tersebut. Hal-hal yang menjadi acuan analisis adalah investor mengkaji perusahaan melalui produk maupun layanannya, serta mengamati kestabilan finansial perusahaan, dan memahami aspek-aspek yang dapat berpengaruh bagi perusahaan.

  1. Analisa Teknikal

Umumnya, analisa teknikal ini akan digunakan untuk investor yang akan menanamkan modal pada suatu perusahaan dengan jangka waktu pendek. Analisis ini lebih mengutamakan sejarah perkembangan harga emitennya. Investor harus memahami cara membaca grafik harga, naik dan turunnya. Jadi, naik dan turunnya harga dalam grafik akan menyimpulkan kualitas saham. Sangat berbeda dengan teknik analisis fundamental yang banyak mengutamakan hal-hal yang dapat berpengaruh untuk perusahaannya.

Analisa teknikal harus memperhatikan harga chart, mulai dari pembukaan, penutupan, harga terrendah dan juga harga tertinggi. Anda yang berminat dengan investasi jangka pendek dengan analisa teknikal pun pasti akan lebih mudah untuk membeli saham baru tanpa harus menunggu harga saham turun. Berbeda dengan analisis fundamental yang harus memastikan lebih mendetail, dan mereka akan lebih memilih membeli saham melalui kesempatan ekonomi dengan membeli saham dengan harga yang sedang turun.

Tips untuk Memilih Saham dengan Analisis Fundamental dan Analisa Teknikal

Analisis Fundamental Saham

Bagi anda yang sudah membaca tertarik dengan analisis fundamental karena ingin berinvestasi untuk jangka panjang, anda bisa mengikuti tips-tips di bawah ini:

  1. Pilih emiten dengan kapitalisasi lebih dari 500 Miliar Rupiah, jangan terkecoh dengan harga yang murah. Karena siapa yang akan tahu apabila saham yang rendah karena faktor ekonomi yang rendah pun akan menjatuhkan harga saham secara drastis.
  2. Emiten memiliki bisnis yang jelas dan tidak menyalahi aturan, karena dengan analisis fundamental anda akan mendapat latar belakang perusahaan yang lebih mendalam dari analisis teknikal, maka pilihlah perusahaan yang manajemen serta produknya baik. Tidak menjualkan jasa ataupun produk yang berbahaya atau dilarang dan menyalahi hukum yang berlaku.
  3. Saham/laba yang dihasilkan dari perusahaan secara konsisten ditingkatkan, karena anda akan menanamkan modal dalam jangka panjang, anda tidak akan membiarkan uang anda berputar tanpa anda mendapatkan keuntungan. Pastikan memilih perusahaan yang selalu meningkatkan harga saham agar anda juga dapat mendapatkan deviden.
  4. Perusahaan memiliki hutang yang masih dalam batas wajar, jangan sampai uang yang anda investasikan hanya akan berputar dan habis untuk membayar hutang perusahaan tanpa mengembangkan perusahaan yang akhirnya tidak akan menambah laba dan anda secara kemungkinan akan kecil untuk mendapatkan deviden yang stabil dan rutin.
  5. Saham memiliki pembeli/peminat yang banyak dan menjadi unggulan
  6. Rata-rata harga saham perusahaan tidak jauh berbeda

 

Analisis Teknikal Saham

Sedangkan untuk anda yang ingin berinvestasi dalam jangka pendek pada perusahaan, akan lebih simpel dengan menggunakan analisis teknikal, dengan tetap memperhatikan tips-tips di bawah ini:

  1. Pilih saham dengan arah chart dominan >45º
  2. Jangan membeli saham yang 80% sideways
  3. Pilih yang volatilitasnya tinggi dan diperdagangkan setiap hari
  4. Pilih emiten yang menjual saham cukup banyak di pasar modal

Jadi, Lebih Baik Memakai Analisis yang Mana?

Pilih analisis yang sesuai dengan apa yang anda perlukan. Jika anda ingin memutarkan uang dengan mengetahui latar belakang perusahaannya seperti apa, uang anda akan berputar untuk hal yang baik atau buruk, dan anda menginginkan keuntungan dalam jangka panjang maka akan lebih baik untuk memilih analisis fundamental agar anda dapat menanamkan modal di perusahaan yang sudah jelas dan anda bisa tenang karena mendapat uang yang halal.

Sedangkan apabila anda tidak mampu atau lebih memilih hal yang lebih praktis dan mempercayai bahwa chart harga merupakan jawaban dari segala apa yang anda perlukan dalam informasi perusahaan, maka anda dapat memilih analisis teknikal. Waktu yang singkat pun tidak akan terlalu menjadi masalah apabila anda memilih analisis teknikal untuk memilih emiten dalam menginvestasikan saham. Karena kontrak akan segera habis dan anda bisa berpindah pada perusahaan lain.

Namun di balik itu, anda bisa memilih sesuai kemampuan anda dalam menganalisis. Memang fundamental akan dapat membawa informasi yang mendalam, jika anda ingin berinvestasi dalam jangka waktu pendek namun menginginkan analisis fundamental untuk memantapkan pilihan anda, maka tidak ada salahnya. Begitu pula sebaliknya.

Jadi, seperti itulah penjelasan mengenai perbedaan analisa fundamental dan analisa teknikal. Pastikan untuk berinvestasi secara bijak agar mendapat hasil yang memuaskan. Semoga bermanfaat.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *