Ini Dia Penyebab Harga Saham Turun Terus, Lanjut atau Stop?

Menyelidiki penyebab harga saham turun terus, semakin meningkatkan kewaspadaan para investor yang sudah maupun akan menanamkan modal pada perusahaan. Perusahaan akan selalu mendapatkan kemungkinan naik dan turunnya saham. Saham yang naik tentunya akan membawakan keuntungan lebih, sedangkan turunnya saham tentu akan menjadi suatu bencana bagi perusahaan dan juga para investornya.

Harga saham yang turun, sudah pasti akan membawa dampak negatif dan menjadi ancaman para pengusaha. Namun, harga saham yang naik pun tidak selalu membawa dampak yang baik apabila kenaikannya cukup drastis dan mencapai titik tertinggi. Hal itu akan merugikan perusahaan karena para investornya akan kabur sebab harga saham yang tidak bisa dijangkau.

Para investor, sebelum memilih untuk membeli saham suatu perusahaan pastinya sudah menggali informasi tentang perusahaan tersebut dan mengambil kesimpulan yang baik atas pertimbangannya. Namun siapa sangka suatu perusahaan yang sudah menjadi pilihan terbaik pun bisa saja tiba-tiba turun harga saham.

Penyebab Harga Saham Turun Terus

  1. Kinerja perusahaan

Kinerja perusahaan adalah suatu hal yang sangat penting dan wajib menjadi pertimbangan bagi para investor yang sedang mencari perusahaan untuk ditanami modal. Kinerja perusahaan menjadi hal yang paling mendasar, yang mencakup pengoperasian perusahaan, manajemen perusahaan, keuangan perusahaan, dan lain-lain. Hal yang mendasar itu menjadi inti analisis investor untuk menentukan pilihan.

Perusahaan dengan kinerja yang buruk, akan sangat mempengaruhi harga saham mengenai naik turunnya. Jika perusahaan sering mengalami kerugian, memiliki hutang yang cukup besar, dan juga sektor perusahaannya tidak jelas, akan membawa kabur para investor yang akan menanamkan modal di sana.

Tentu saja mereka menginvestasikan dana karena ingin untung, bukan rugi. Jika mereka terus mengejar perusahaan yang kinerjanya kurang baik, maka mereka harus siap rugi atau siap untuk berpindah ke perusahaan lain dengan menarik modal.

  1. Likuiditas saham rendah

Banyak investor yang mempertimbangkan likuiditas perusahaan, perusahaan dengan likuid saham yang tinggi akan membuat mereka lebih tertarik untuk menginvestasikan dana.

Banyak perusahaan yang menjual saham dengan lembaran yang terbatas, namun mendapatkan laba yang cukup banyak. Namun hal itu justru kurang diminati para investor karena pergerakan sahamnya kurang menarik. Apalagi mereka-mereka para investor yang sudah profesional dan sudah bolak-balik menginvestasikan modal di banyak perusahaan.

  1. Valuasi saham tinggi

Seperti yang sudah disinggung di atas, harga saham yang sudah terlampau tinggi akan membuat investor-investor angkat tangan. Mereka memilih kabur karena tidak kuat dengan harga saham yang ditawarkan. Ya, meskipun untuk ukuran perusahaannya sudah bagus dan banyak menghasilkan untung sehingga bisa memberi deviden pada para investornya, namun saham yang sudah terlampau tinggi juga akan memiliki resiko harga akan anjlok.

Pertama, dengan saham yang terus naik, investor akan berbalik arah untuk pergi dan memilih perusahaan lain. Dengan semakin sedikitnya investor yang tersisa dan yang tertarik untuk berinvestasi, saham yang tadinya berada di top gain pasar saham pun akan semakin turun tingkat.

Peringkat saham di pasaran akan mempengaruhi harga saham pada perusahaan. Jika peringkat naik maka semakin baik untuk peningkatan harga saham, begitu pula sebaliknya.

  1. Kondisi pasar yang turun

Di tahun 2008 dan 2015, pernah terjadi kondisi pasar yang lesu. Hal ini terjadi karena kondisi ekonomi yang juga sedang lesu, sedang melemah. Saham perusahaan baik yang rendah maupun yang tinggi sekalipun akan mengalami penurunan. Itulah mengapa mengamati kondisi ekonomi dunia dan global sangat penting bagi para investor.

  1. Sektor saham kurang diminati

Sektor saham perusahaan pun memiliki beberapa kategori. Seperti Industri barnag konsumsi, industri dasar dan kimia, infrastruktur, transportasi, keuangan, dan lain-lain. Para investor biasanya memilih sektor yang sedang trending dan yang paling banyak diminati. Jadi, sektor saham yang kurang menarik pun akan berpengaruh pada harga saham di pasaran karena peminatnya juga kurang tinggi.

  1. Faktor Kepanikan

Harga saham yang turun banyak menjadikan pikiran berlebih para pemiliknya. Mereka terlalu panik sampai bingung dalam menghadapi situasi yang seharusnya harus segera diperbaiki. Pemilik perusahaan akan tertekan karena satu persatu investor akan mencabut modal dan berpindah ke perusahaan lain. Yang diharuskan adalah bertahan dan tetapberusaha meningkatkan kembali kualitas dan harga saham.

Tips Saat Saham Turun bagi Investor

  1. Jangan Panik

Kepanikan adalah sumber masalah. Dengan panik, banyak orang yang salah mengambil langkah karena pikiran yang kacau balau. Menjaga fokus sangat diperlukan meskipun panik merupakan suatu kewajaran. Untuk para investor, sebaiknya tetap amati perkembangannya untuk beberapa hari ke depan.

Namun, apabila saham terus turun, ada baiknya untuk waspada dan mencabut modal untuk menghindari kerugian.

  1. Jangan Gegabah

Banyak orang yang gegabah dengan mengambil keputusan untuk segera mencairkan saham. Memang bukan hal yang salah untuk mencairkan saham, namun ada baiknya untuk menunggu kepastian. Ini bisa dipegang saat penurunan masih dalam batas wajar dan hanya bertahan beberapa hari, karena akan ada potensi untuk stabil lagi.

  1. Mengkaji Anggaran

Mengkaji kembali anggaran yang anda miliki adalah langkah penting untuk menghindari kerugian parah. Dengan turunnya harga saham, investor pun tentunya akan terhambat dalam mendapatkan devidennya. Namun tidak semua perusahaan dengan saham yang turun berarti tidak mendapatkan laba dalam pemasaran produk atau layanan jasanya. Yang pasti, harus selalu berjaga-jaga.

  1. Bersabar

Jika saham terus turun dan tak kunjung membaik, besar resiko kerugian bagi investor dan juga perusahaan. jika semua usaha sudah dikerahkan, langkah terakhir adalah untuk bersabar. Berinvestasi dan bisnis merupakan kegiatan yang penuh dengan resiko. Besar resiko namun juga banyak mendatangkan keuntungan.

Kegagalan adalah resiko yang harus siap dilewati yang juga bisa menjadikan pembelajaran untuk lebih berhati-hati dalam bertindak. Mengevaluasi dan mengoreksi kesalahan untuk langkah selanjutnya akan meningkatkan kehati-hatian dalam segala tindakan.

  1. Mementingkan Investasi Jangka Panjang

Banyak investor yang rela rugi atau rela tertunda mendapatkan keuntungannya untuk menginvestasikan perusahaan rintisan. Dalam berinvestasi saham, ada dua jenis pengambilan tujuan yaitu keuntungan jangka panjang dan keuntungan jangka pendek. Jika memilih keuntungan jangka pendek, maka turunnya harga saham akan dinilai sangat membawa kerugian besar. Namun jika yang dipilih adalah keuntungan dengan berinvestasi jangka panjang, maka jatuh bangunnya harus dihadapi.

Dalam berinvestasi saham, mengamati kondisi ekonomi global dan universal sangat penting untuk mengetahui perkembangan kemungkinan harga saham. Naik dan turunnya harga saham merupakan hal yang biasa, dan menjadi resiko yang harus ditanggung para pengusaha dan investornya. Pandai bersyukur dan terus berhati-hati menjadi kunci dalam setiap langkah. Demikian pembahasan mengenai penyebab harga saham turun terus, semoga semakin meningkatkan pengetahuan dan juga kewaspadaan anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *