Penyebab Anjloknya Saham-Saham IPO, Gorengan, dari Sudut Pandang Value Investing yang Perlu Anda Pahami

Jika Anda merupakan pemain lama dalam saham, Anda pasti sudah cukup familiar dengan penyebab anjloknya saham-saham IPO, gorengan, dari sudut pandang value investing. Dalam saham, perusahaan yang baru saja go-public akan disebut sebagai perusahaan yang baru melakukan IPO.

IPO sendiri merupakan istilah bagi perusahaan yang menjual sebagian sahamnya ke publik. Ketika perusahaan melakukan IPO, maka saham dianggap sudah memenuhi ketentuan menjual saham yang sudah ditetapkan oleh BEI. Tetapi, tepat setelah saham tersebut dapat dibeli, grafiknya menjadi bullish atau fluktuatif.

Bagi saham yang baru saja launching, tentu kondisi kenaikan harga adalah hal yang tidak wajar. Bahkan sekelas saham blue chip atau saham yang kenaikan harganya stabil saja, kondisi tersebut jarang ditemui. Sehingga, banyak investor yang mengira bahwa saham IPO yang baru saja dijual di public merupakan saham gorengan.

Pengertian Penyebab Anjloknya Saham-Saham IPO, Gorengan, dari Sudut Pandang Value Investing

Pemahaman tentang turunnya harga saham-saham IPO dan gorengan sejatinya bukanlah teori yang bisa didapatkan lewat buku. Disamping itu, fenomena turunnya harga saham-saham IPO dan gorengan merupakan kelanjutan dari pergerakan harga saham yang ada di pasar saham. Anda harus memahami terlebih dahulu apa itu IPO dan saham gorengan.

Initial Public Offering atau yang biasa disebut IPO merupakan keadaan dimana perusahaan non-publik menjual sebagian sahamnya ke masyarakat. Seperti perusahaan lain, penjualan saham dimaksudkan untuk menambah modal di perusahaan. Dengan modal yang ada, maka perusahaan yang bersangkutan dapat melakukan ekspansi atau pengembangan lebih jauh lagi.

Adapun yang dimaksud dengan saham gorengan adalah saham yang kenaikannya dilakukan oleh sejumlah pelaku untuk maksud dan tujuan tertentu. Dinamakan saham gorengan karena semakin direkayasa harganya, maka semakin tinggi selisih harga yang didapatkan. Trader yang beruntung mungkin dapat menjual saham gorengan berkali-kali lipat dari biasanya.

Kedudukan saham gorengan tidak diharamkan di dunia saham. Justru, hal tersebut adalah bagian dari dinamika pasar saham. Tetapi yang perlu diperhatikan dari saham gorengan adalah sejauh mana likuiditas yang mereka pertahankan. Bagi awam, membeli saham gorengan adalah tindakan yang patut dihindari.

Berbeda dengan mereka yang sudah memiliki pengalaman. Menahan saham gorengan merupakan sebuah tantangan. Mereka akan memikirkan cara terbaik untuk bisa melepaskan saham gorengan dan mendapatkan keuntungan yang luar biasa. Tetap saja, hal tersebut tidak menghilangkan fakta bahwa saham gorengan adalah saham rekayasa.

Sedangkan, value investing merupakan metode untuk memvaluasi investasi saham dari sisi nilai saham. Dalam memvaluasi saham, investor biasanya menggunakan Price to Earning Ratio lengkap dengan historisnya, laba perusahaan, prospek laba perusahaan. Tak tertinggal juga arus kas perusahaan.

Pentingnya Memahami Pergerakan Saham IPO dan Saham Gorengan

IPO merupakan pertanda yang baik bagi sebuah perusahaan. Hal tersebut berarti perusahaan sudah mampu untuk mengelola modal dari masyarakat yang selanjutnya akan ikut andil dalam perkembangan aset perusahaan. Namun, sayangnya, tak semua perusahaan yang baru melakukan IPO dapat bertahan di pasar saham.

Seperti anak baru, akan banyak koreksi untuk saham IPO. Mulai dari prospek pergerakan harganya, posisinya saat dibandingkan dengan saham IPO lain, dan sebagainya. Terkadang, perusahaan yang baru melakukan IPO langsung membeli sahamnya kembali. Hal tersebut dikarenakan saham lain yang begitu mendominasi.

Disamping ketidakmampuan tersebut, saham IPO juga rentan direkayasa oleh pemilik perusahaan. Ketika saham IPO naik secara signifikan, maka besar kemungkinan saham dibeli oleh pemiliknya sendiri untuk mendongkrak harga. Yang pada akhirnya, menggoda investor awam untuk membeli saham IPO tersebut.

Begitu juga dengan saham gorengan. Kenaikan harga saham gorengan memang ditunjukkan untuk suatu momen seperti meningkatkan citra perusahaan. Namun risiko yang ada di dalam saham gorengan cukup besar.

Sekali saja Anda tidak memerhatikan saham gorengan, bisa jadi Anda kehilangan sejumlah selisih harga saham. Maka dari itu, penting untuk memahami pergerakan saham IPO dan saham gorengan untuk kesehatan permainan saham Anda.

Perusahaan Masih Terlalu Awam Dalam Bursa Saham

Dari sisi value investing, anjloknya harga saham IPO dikarenakan perusahaan dinilai masih terlalu baru dalam melakukan investasi. Kurangnya pengalaman, pemahaman, serta kejelian dalam pasar saham membuat harga saham perusahaan melemah. Ketika melemah, perusahaan justru tidak mencari solusi.

Singkatnya, perusahaan langsung mengambil tindakan untuk menarik sebagian saham yang ada di pasar kembali ke perusahaan. Saham yang semakin sedikit membuat kedudukannya tidak mendominasi dan tergeser oleh saham lain. Itulah alasannya mengapa harga saham IPO anjlok ketika mereka baru saja masuk ke pasar saham.

Kurangnya Referensi Investor atau Trader dalam Saham IPO

Saat membeli saham yang sudah lama terdaftar di bursa saham, mengetahui laba perusahaan dan arus kas perusahaan akan lebih mudah. Data yang dibutuhkan akan terlihat di bursa saham beserta historis keuangannya. Namun ketika saham baru saja didaftarkan, data yang dibutuhkan dalam melihat likuiditas saham juga tidak akan mudah didapatkan.

Bahkan jika harus mencari ke situs resmi perusahaan, maka mereka tidak akan menampilkan laporan keuangan yang Anda butuhkan. Sifatnya yang rahasia dan sudah dinilai oleh auditor hanya bisa diakses jika harga dan jumlah lembar saham perusahaan tersebut sudah signifikan. Sehingga, kurangnya referensi menjadi turunnya harga saham IPO.

Valuasi Saham yang Belum Tepat untuk IPO

Bagi saham IPO, sepertinya valuasi bukanlah langkah yang tepat untuk melihat pergerakan saham kedepannya. Karena data yang dibutuhkan juga tidak diketahui, salah satu cara untuk melihat saham tersebut layak dibeli adalah dengan grafik pergerakannya. Anda hanya bisa menunggu perusahaan melancarkan strategi memperkuat harga saham mereka.

Kenaikan yang Terlalu Ekstrim Pada Saham Gorengan

Value investing juga melihat bahwa kenaikan yang terlalu ekstrim pada saham gorengan akan membawa malapetaka dalam harga saham. Bayangkan begitu mudahnya harga saham bisa naik. Tentu, untuk menurunkan harga saham, para pelaku tersebut bisa melakukannya kapan saja. Hanya dengan melihat kepentingan, maka saham gorengan bisa turun drastis.

Sehingga dalam sudut pandang valuasi saham, saham gorengan tidak layak untuk dijadikan investasi. Harganya dan data keuangannya saja tidak jelas. Menggantungkan modal ke saham gorengan hanya akan membuat modal kita berada pada ujung jurang. Jika Anda tidak begitu menyukai tantang yang ekstrim, jangan beli saham gorengan.

Dibalik keuntungan atau profit yang bisa Anda dapat saat bermain saham, Anda juga harus jeli memerhatikan grafik pergerakan saham. Karena pada dasarnya, saham dijual dalam satu wadah yang disebut pasar saham. Dan selayaknya pasar dalam bentuk lain, pasar saham juga bisa direkayasa dengan berbagai manuver pembelian.

Mencegah diri untuk tetap bermain realistis dalam saham dapat menjauhkan Anda dari saham-saham IPO dan gorengan yang tidak jelas pergerakannya. Semoga artikel tentang penyebab anjloknya saham-saham IPO, gorengan, dari sudut pandang value investing dapat membantu Anda.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *