Penjelasan Tentang January Effect di Pasar Saham Yang Harus Kamu Ketahui

Ada banyak sekali istilah dan hal yang ada di dunia saham, yang mana salah satunya adalah January effect di pasar saham. Tahukah Anda apa itu January effect? Jika belum, maka wajib bagi Anda memahaminya dengan baik supaya Anda tidak ketinggalan informasi yang penting satu ini.

Di pasar saham, setiap January ada suatu fenomena dimana para investor banyak melakukan pengembalian dan juga volalitasnya yang juga tinggi. Hal ini menjadikan January effect ini sangat menarik untuk dikaji. Hal yang awalnya berada di luar negeri ini pada kenyataannya juga mempengaruhi pasar saham yang ada di Indonesia.

Pengertian January Effect di Pasar Saham

Setiap January atau awal tahun, tahukah Anda bahwa para investor kemudian  berlomba-lomba untuk melakukan jual beli dikarenakan mengharapkan profit yang sangat banyak tentunya. Ini diakibatkan karena apa yang disebut dengan January effect. Sebenarnya, apa January Effect ini? Jadi ini adalah sebuah istilah yang ada di pasar saham di dunia ataupun di Indonesia.

Secara singkatnya, ini adalah sebuah keyakinan bahwa harga saham akan cenderung mengalami kenaikan pada bulan Januari yang notabene nya adalah bulan awal tahun. Nah efek dari tanggalan di kalender ini akan memberikan suatu kesempatan bagi para investor yntuk membeli saham yang nilainya lebih rendah, yang kemudian akan dijualnya di bulan Januari.

Momentum ini tidak jarang menjadi hal yang ditunggu-tunggu oleh para investor. Dengan begini, awal tahun bisa menjadi ladang cuan yang menggiurkan bagi banyak investor di pasar saham.

Sejarah January Effect

Untuk memahami tentang January effect, ada baiknya Anda memahami tentang sejarahnya juga. Jadi sebenarnya, efek di bulan Januari ini pertama kali diamati oleh seorang bankir yang bernama B. Wachtel. Saat itu adalah di sekitaran tahun 1942 yang mana telah dicatat dari beberapa tahun kebelakang bahwa ada peningkatan harga saham yang terjadi di bulan Januari.

Meskipun begitu, fenomena yang satu ini sejatinya bisa dijelaskan dengan teori. Salah satu teori yang paling umum digunakan untuk menjelaskan January effect ini adalah kenyataan bahwa biasanya investor melepaskan saham di akhir tahun untuk menghindari pajak yang ada. Nah kemudian mereka akan membelinya kembali di awal tahun yang mana mengakibatkan harganya menjadi naik.

Teori tentang January effect ini tidak berhenti sampai situ saja, ada teori yang lainnya yang menjelaskan bahwa penyebab terjadinya fenomena ini yakni bahwa investor akan menerima bonus akhir tahun, yang mana kemudian bonus yang ada dibelikan saham di awal bulan awal tahun yakni di bulan Januari.

Penyebab January Effect

Mungkin Anda penasaran, sebenarnya apa sih yang menyebabkan fenomena yang rame diperbincangkan oleh para investor di awal tahun ini  terjadi? Ada penyebab yang diperkirakan adalah hal yang mengakibatkan terjadinya fenomena ini. Penyebabnya antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Menghindari pajak akhir tahun

Pada bulan Desember, maka para investor harus membayar pajak akhir tahun tentunya, selain itu menjadi bulan untuk para manajer investor melaporkan hasil investasinya. Nah maka dari itu, banyak investor yang kemudian menjual saham yang dianggap tidak terlalu bagus kinerjanya, demi menghindari kerugian yang berlebihan.

Maka dari itu, bukan hal yang aneh ketika akhir tahun banyak investor berbondong-bondong menjual sahamnya. Nah akibat dari penjualan saham yang banyak ini kemudian di Januari para investor kemudian kembali membeli saham agar portofolionya menjadi banyak kembali.

  1. Window dressing

Penyebab lainnya yang mengakibatkan fenomena ini terjadi adalah adanya window dressing. Umumnya, kepemilikian biasanya diberitakan di akhir tahun. Pemegang saham yang mengalami penurunan pada setahun lebih, maka dari itu terlihat sebagai hal yang buruk dan harus segera diatasi.

Untuk mengatasi hal tersebut, maka ada inisiatif untuk melakukan pembuangan atas saham tersebut dipenghujung tahun serta mempertahankan saham juara yang terdapat di portofolio supaya aman dan terkendali.

Kemudian nantinya setelah periode pengungkapan telah usai, maka manajer tersebut bisa membeli lagi saham saham yang awalnya buruk dan mereka kembali yakin bahwa nantinya saham tadi akan naik kembali. Inilah yang disebut window dressing penyebab dari January effect yang telah Kita bicarakan tadi.

 Saham-saham yang Sebaiknya Anda Perhatikan saat January Effect

Saat berada pada awal tahun, inilah January effect yang dimaksut terjadi. Anda bisa memperhatikan apa saja saham yang sebaiknya Anda lihat dan jika memang memungkinkan, Anda kemudian bisa membelinya saat fenomena itu terjadi. Hal ini bisa dimengerti karena kenyataanya tidak semua saham harus Anda borong saat January effect ini.

Baiklah lalu saham apa yang sebaiknya Anda perhatikan saat fenomena ini terjadi? antara lain adalah nama saham sebagai berikut ini:

  • ASII
  • BSDE
  • AALI
  • BBNI
  • BBRI
  • BMRI
  • ERAA
  • CPIN
  • JPFA
  • EXCL
  • JSMR
  • PGAS
  • TLKM
  • PTPP
  • WIKA
  • ADHI
  • UNTR
  • WSKT
  • PWON
  • Dan lain sebagainya

Jadi, saat dan sebelum fenomena ini terjadi, sebaiknya Anda memperhatikan saham-saham diatas sehingga Anda bisa memutuskan langkah selanjutnya yang Anda lakukan. Fenomena yang satu ini bisa menjadi ladang yang pas bagi Anda untuk mendapatkan profit yang Anda idamkan jika memang memungkinkan.

Apakah January Effect Akan Selalu Terjadi?

Mungkin Anda bertanya dalam pikiran Anda, apakah fenomena awal tahun ini akan selamanya terjadi? Jawabannya adalah sejatinya tidak ada jaminan yang pasti akan hal tersebut. Bahkan, fenomena ini tidak selamanya terbukti benar jika Kita melihat fakta di lapangan. Jika melihat sejarah yang ada, maka kemungkinan efek ini tidak terjadi juga masih besar.

Selain itu yang harus Anda ketahui adalah, tidak semua saham memiliki potensi kenaikan pada bulan Januari ini. Dengan begitu pasti ada beberapa saham saja yang berpotensi untuk mengalami kenaikan saat terjadi January effect ini.

Sedikit tips untuk merasakan manfaat adanya January effect ini adalah, Anda bisa mulai investasi di penghujung tahun dengan membeli saham yang memiliki kinerja buruk di sepanjang bulan pada tahun itu. Kapitalisasi saham tersebut biasanya kecil. Nah setelah Anda membeli saham tersebut, nantinya Anda bisa memanfaatkan momentum January effect tersebut dengan sangat baik.

Jadi intinya, fenomena ini bukanlah suatu yang bisa dipastikan, tetapi tidak jarang juga terjadi. Anda hanya harus lebih jeli dan pandai dalam membaca situasi. Jika Anda mampu membaca situasi dengan baik, maka Anda bisa memanfaatkan momentum dengan sempurna dan Anda bisa mendapatkan cuan yang Anda inginkan.

Itulah hal tentang January effect di pasar saham yang harus Anda ketahui. Dengan begini, tidak ada alasan lagi bagi Anda merasa bahwa mendapatkan cuan hanya ada dengan satu cara saja. Semoga hal ini bermanfaat bagi Anda dan telah mampu menjawab pertanyaan Anda tentang efek Januari.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *