Mengenal Pengertian Technical Rebound dalam Investasi Saham

Mengetahui pengertian Technical Rebound dalam investasi pasar saham nyatanya sangatlah penting. Khususnya bagi Anda yang saat ini tengah merambah dunia investasi. Karena dalam pasar saham sendiri, umumnya terdapat berbagai istilah penting yang kerapkali digunakan.

Memang, dalam dunia pasar saham tersebut Anda ataupun trader dituntut untuk dapat memahami istilah-istilah penting agar lebih memudahkan setiap kegiatan di dalamnya. Salah satu istilah yang sering digunakan ialah Technical Rebound tadi.

Kenali Pengertian Technical Rebound dalam Investasi Pasar Saham Secara Mudah

Nah, tidak sedikit yang beranggapan bahwasanya fase technical rebound merupakan jenis indikasi dimulainya sebuah tren naik atau uptrend terhadap suatu saham. Namun, hal tersebut tidak selalu sepenuhnya benar.

Karena technical rebound ini dikenal sebagai sebuah fenomena umum yang terjadi dalam suatu pergerakan saham. Rebound umumnya terjadi saat suatu saham tengah mengalami penurunan yang cukup drastis. Namun, beberapa saat kemudian harga dari saham tadi menjadi naik dan menguat di grafik. Meski begitu, fase rebound ini memiliki jangka waktu yang sangat pendek.

Jenis Technical Rebound Saham

Secara umum, rebound hanya mempunyai satu jenis. Sehingga sebagian besar pengamat dalam hal ini menyebutnya sebagai technical rebound saja. Hal ini sesuai dengan kondisi teknisnya, yang mana pergerakan suatu saham dapat secara tiba-tiba memantul bagaikan bola.

Jika diibaratkan sebagai bola yang dapat memantul, technical rebound apabila ditekan keras ke bawah maka pantulannya akan semakin tinggi ke udara. Dengan kata lain,  technical rebound ini umumnya dapat dialami oleh suatu perusahaan yang memiliki harga saham diskon di pasaran.

Ciri-ciri Saham Technical Rebound

Saham yang mengalami technical rebound, memiliki ciri-ciri tertentu yang dapat Anda bedakan. Pertama-tama, lihatkan kondisi saham berdasarkan kecenderungan pasar. Misalnya saja jika suatu produk yang berupa “sepeda” misalkan, dipasarkan oleh suatu perusahaan dan kemudian mengalami kegagalan dalam mencapai target penjualan.

Langkah yang harus dilakukan perusahaan ialah melakukan promosi produk secara maksimal. Sehingga jika hasil dari promosi tersebut berhasil dengan baik, dapat disebut sebagai rebound di dunia saham.

Dampak Saham Technical Rebound

Umumnya dampak dari technical rebound ini dapat dirasakan oleh suatu perusahaan, yang mana sahamnya telah mengalami kenaikan teknis tadi. Sehingga menimbulkan dampak pada penjualan yang meningkat secara drastis.

Baik suatu produk maupun jenis sahamnya. Selain itu, saham yang mengalami technical rebound akan berdampak pada harga barang dan juga sahamnya. Misalnya harga saham semula Rp. 800 per lembar, kemudian harga saham dapat melonjak sebesar 40%.

Mengetahui Peluang Untuk Technical Rebound Saham

Rebound saham dapat diartikan buruk atau baik bagi perusahaan. Terlebih semua itu kembali lagi kepada permodalan dalam setiap perusahaan. Sehingga para investor harus pandai dalam melihat sejauh mana perusahaan tersebut dapat bangkit dari penurunan grafik.

Tentu saja rebound saham membuat produk – produk yang dijual akan naik daun. Sehingga akan banyak memunculkan pesaing dalam saham secara aktif. Maka dari itu, perusahaan yang baik adalah yang mampu memaksimalkan lonjakan kebutuhan tersebut.

Karena menentukan pergerakan dinamis tentu bukanlah perkara mudah. Sebuah perusahaan harus mampu mengatur sektor manajerial agar saham perusahaan tersebut mampu naik sebanding dengan pamor produk yang dikeluarkan.

Strategi yang konsisten tentu akan menggerakan perusahaan ke arah positif. Sehingga para investor yang bermain dalam dunia saham harus mengetahui seluk beluk yang terjadi dalam setiap jenis investasi tersebut. Hal ini dilakukan untuk mencari kekuatan dari nilai investasi itu sendiri.

Maka sikap untuk mencari rebound dan celahnya dapat dilakukan seperti di bawah ini:

  • Sebagai trader Anda harus mengetahui segala risiko atas tindakan Anda. Seperti saat Anda akan membeli sebuah saham yang terlihat menjanjikan dan menggiurkan mata. Maka Anda harus tahu rencana apa yang akan dilakukan saat perusahaan atau investasinya mengalami penurunan atau kerugian.
  • Tidak selamanya perusahaan atau jenis saham terus mengalami kenaikan terus menerus. Ada kala Anda dituntut untuk bijak melepasnya atau harus bertahan dalam sebuah angka tertentu.
  • Investor yang baik harus mengetahui nilai harga dan kondisi perusahaan. Terkadang perusahaan yang baru akan mengalami gejala penurunan, ketika permodalan baru dikucurkan. Terkadang kondisi perusahaan akan berbeda dari segi nilai dalam pasar saham. Padahal perusahaan tersebut sejatinya dapat memiliki peluang yang menjanjikan di kemudian hari.
  • Yang harus dipahami bahwa trader saham harus mengerti saham dan volume perdagangan. Sedangkan investor saham harus mengetahui saat terjadi perbandingan harga dan nilai perusahaan.
  • Trader atau investor harus mampu membaca beberapa gejala penurunan. Seperti ketika harga turun, namun transaksi ternyata semakin sedikit. Hal tersebut berlaku sebaliknya pula.

Mendalami Kesempatan dalam Bermain Investasi

Kebanyakan investor tidak jarang yang frustrasi bila melihat sahamnya anjlok dan berkurang terus. Oleh karena itu kebanyakan pemula yang baru terjun, akan kebingungan dan mengeluh. Hal itu pun tidak dialami oleh pemula juga, karena bahkan seorang profesional pun dapat panik bila saham mereka anjlok menurun secara drastis.

Tentu saja bagi sebagian pemain saham akan mencoba melihat peluang dan memainkan beberapa perencanaan. Hal itu tentu saja dilakukan agar melihat dampak grafik saham dan stabilitas saham di pasar saham.

Namun frekuensi dan level saham itu sangatlah menarik. Karena gejala penurunan memang sudahlah lumrah terjadi. Ada pula saham yang tadinya mengalami penurunan yang secara drastis tiba- tiba melonjak seiringnya zaman dan kebutuhan konsumen.

Hal inilah yang biasanya dianggap technical rebound dalam suatu saham. Yang sangat mengejutkan bahwa saham yang naik tersebut terkadang akan mengalami kenaikan yang signifikan.

Dalam pandemi ini Anda tentu sudah mengetahui bahwa masyarakat lebih menyukai berolahraga. Apalagi dengan diterapkannya sistem kerja di rumah dan juga belajar jarak jauh melalui koneksi internet.

Menakjubkannya, banyak masyarakat yang “demam” berolahraga khususnya olahraga sepeda. Tahun- tahun ini ternyata saham untuk perusahaan- perusahaan sepeda mengalami peningkatan yang cukup menarik dan signifikan.

Terlebih bila dilihat dari grafik saham penjualan sepeda tahun 2018 atau 2019. Pandemi ini membawa sebuah rebound bagi beberapa perusahaan- perusahaan sepeda di Indonesia maupun di luar negeri.

Karena kebanyakan masyarakat selalu berbondong- bondong bermain sepeda di era pandemi ini. Hal itulah yang kerap terjadi di dunia saham karena Anda sepatutnya tidak terlalu harus menggebu- gebu untuk loncat dalam segi investasi saham.

Anda harus mampu membaca pergerakan secara “Real Life”. Dalam artian Anda harus mampu membaca beberapa barang yang mungkin akan naik daun di kemudian hari. Langkah tersebut tentu akan berpengaruh terhadap strategi di bulan- bulan selanjutnya dalam menentukan investasi saham yang strategis.

Beberapa praktisi pakar saham sering mengatakan bahwa rebound ini menunjukkan beberapa gejala dalam pasar saham. Sehingga tidak ada salahnya untuk mempelajari lebih lanjut lagi mengenai pengertian Technical Rebound dalam investasi pasar saham tersebut secara mendalam lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *