Inilah Pengertian Stock Split dan Reverse Stock split

Istilah stock split dan reverse stock split harus dipahami oleh setiap investor terlebih lagi pada situasi dan kondisi pasar sekarang yang berubah-ubah saat ini mengharuskan perusahaan untuk mengontrol hal tersebut agar tidak berdampak buruk untuk perusahaandikemudian hari. Perusahaan yang menerbitkan saham atau yang terdaftar di BEI harus terus mengontrol situasi dan kondisi pasar secara teratur dan terukur karena hal tersebut bertujuan agar saham yang diperdagangkan memiliki likuiditas yang tinggi kuat dan stabil. Untuk mencegah hal tersebut biasanya perusahaan mengambil keputusan yang dapat berpengruh terhadap pasar modal. Salah satu upaya yaitu dengan tindakan  reverse stock split.

Perusahaan yang melakukan reverse stock split biasanya merupakan sebuah sinyal bahwa perusahaan tersebut sedang memiliki masalah internal serta malah keuangan. Meskipun reverse stock split jarang terjadi kebanyakan investor sudah tahu akan hal tersebut dan biasanya akan menimbulkan kontroversi. Untuk mengetahui apa itu stock split dan reverse stock split simaklah artikel tersebut hingga akhir.

Pengertian Stock Split dan Reverse Split

Pengertian stock split

Apa itu Stock Split? Sebelum mengenal reverse stock split, terlebih dahulu Anda harus mengenal istilah stock split. Stock spilt atau memecah saham adalah penurunan harga saham dengan cara memperbanyak jumlah saham dengan harga saham yang sudah ditentukan sebelumnya dengan tujuan untuk meningkatkan likuiditas saham di pasar modal. Hal tersebut dilakukan agar mempermudah konsumen dalam melakukan proses transaksi atau pembelian dan penjualan saham terutama untuk investor kecil.

Apa saja manfaat stock split?

Manfaat perusahan melakukan stock split yaitu agar tujuan perusahaan dapat tercapai antara lain:

Meningkatkan likuiditas saham

Pada berbagai kasus yang ada, stock split dapat membuat saham menjadi lebih kuat dan bisa dikatakan menjadi lebih aktif dibandingkan sebelumnya dikarenakan saham tersebut lebih sering diperdagangkan di pasar. Saham yang likuid menjadi lebih mudah dijual dan banyak peminatnya.

Menjadikan harga saham lebih terjangkau

Tidak hanya meningkatkan likuiditas, stock split juga akan menjadikan harga saham lebih terjangkau, sehingga akan menjadikan saham dapat menjangkau semua kalangan terutama investor ritel.

Contoh stock split

Berikut adalah contoh stock split untuk memberi gambaran dan mempermudah pemahaman anda. Misalkan, perusahaan memiliki 100.000 lembar saham dengan harga sahamnya Rp.1,000. Perusahaan kemudian melakukan stock split yaitu menurunkan harga saham dengan perbandingan 5:1. Maka jumlah saham saat ini menjadi 500.000 lembar dengan harga sahamnya adalah Rp.200. jadi meskipun harga saham berubah, tetapi nilai kapitalisasi pasar tetap sama baik sebelum dan sesudah melakukan stock split.

kapitalisasi pasar sebelum stock split = 1000 x 100.000        = 100.000.000

kapitalisasi pasar sesudah stock split  =  200 x 500.000         = 100.000.000

Apa itu Reverse Split stock

Pengertian reverse split stock

Setelah memahi apa itu stock split akan lebih mudah memahami apa itu reverse stock split. reverse stock split sebenarnya adalah kebalikan dari stock split yaitu menurunkan jumlah saham yang beredar di pasar untuk meningkatkan harga saham.

Hal yang perlu di catat saat perusahaan melakukan reverse stock split, yaitu perusahaan akan membatalkan terlebih dahulu semua saham yang beredar di pasar. Setelah itu perusahaan akan mendistribusikan kembali saham baru kepada para pemegang sahamnya. Dengan demikian jumlah saham baru akan dipunya menjadi lebih sedikit.

Contoh reverse stock split

Berikut adalah contoh reverse stock split untuk memberi gambaran dan mempermudah pemahaman anda. Misalkan, perusahaan memiliki 100.000 lembar saham dengan harga sahamnya Rp.1,000. Perusahaan kemudian melakukan reverse stock split yaitu menaikan harga saham dengan perbandingan 2:1. Maka, jumlah saham akan turun menjadi  50.000 dan harga saham akan naik dua kali lipat menjadi Rp.2,000.

kapitalisasi pasar sebelum stock split = 100.000 x 1.000       = 100.000.000

kapitalisasi pasar sesudah stock split  =  50.000 x 2000         = 100.000.000

Secara umum, reverse stock split memang tidak mempengaruhi nilai perusahaan, namun jika perusahaan reverse stock split akan membuat perusahaan kehilangan nilai yang substansial dan justru berdampak negatif terhadap perusahaan itu sendiri.

Alasan perusahaan melakukan reverse stock split

  1. Memulihkan Harga Saham dan Menarik Investor besar

Salah satu yang membuat perusahaan melakukan reverse stock split yaitu adanya persepsi investor terhadap saham murahan. reverse stock split dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan investor terhadap saham dengan meningkatkan harga sahamnya pada tingkat yang optimal. Dengan cara ini perusahaan dapat membuat spin-off dengan harga menarik. Sehingga diharapkan akan meningkatkan transaksi para investor. Berikut contoh perusahaan yang berhasil menggunakan strategi tersebut adalah Tyco International (TYC), Motorola Solutions (MSI) dan Time Warner (TWX).

  1. Mendapatkan Posisi Aman di Pasar Modal

Tidak hanya untuk menarik investor besar alasan lainnya yang paling penting dari reverse stock split yaitu supaya perusahaan tetap terdaftar di pasar modal. Dengan kata lain adalah upaya untuk penyelamatan harga sahamnya agar tidak terlalu rendah, sehingga posisi saham akan aman di bursa efek besar.

Sebab, jika harga jatuh tidak memenuhi kriteria atau bursa efek memiliki batas minimum atau ambang batas persyaratan pencatatan. maka saham akan dikeluarkan dari pencatatan bursa efek atau di-delisting. Kejadian tersebut terdapat di Amerika serikat dan India yang telah sudah memiliki batas harga saham minimum di pasar modal. Misalnya di New York akan menghapus hasam yang nilainya kurang dari 1 dollar dari pencatatan

  1. Mengurangi Jumlah Pemegang Saham

Seperti yang kita tahu, investor berperan penting dalam menentukan arah dan tujuan perusahaan. Jadi selain alasan diatas mengurangi jumlah pemegang saham menjadi salah satu tujuan perusahaan mengapa ? karena semakin sedikit pemegang saham, perusahaan dapat lebih mudah mengenali investor dan lebih mudah menentukan regulasi yang dikehendaki dan juga perusahaan.

Jadi kesimpulan dari artikel diatas saham mana yang akan anda jadikan sebagai investasi jika anda seorang inverstor? Jawabannya sebaiknya anda memilih saham yang perusahaan melakukan stock split dari pada perusahaan melakukan reverse stock split. Karena perusahaan yang melakukan stock split dinilai cenderung lebih stabil kuat dan harga yang terjangkau sedangkan perusahaan yang melakukan reserve stock split menggambarkan perusahaan tersebut tidak sehat dari segi internal perusahaan dan laporan keuangan.

Nah, sekian dulu untuk pembahasan kali ini tentang Stock Split dan Reverse Stock split. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan membantu pembaca dalam memahami perbedaan tersebut.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *