Pengertian Stochastic Fast dan Slow dalam Analisis Teknikal Saham

Dalam memahami pasar saham, pengertian stochastic fast dan slow dalam analisis teknikal saham dirasa penting untuk dipelajari. Selain karena kebutuhan dalam memahami grafik, stochastic fast dan slow dapat melihat risiko yang didapatkan oleh para trader atau investor.

Dapat dikatakan, dengan stochastic fast dan slow, Anda bisa melihat kecenderungan tren yang terjadi saat itu juga. Sebagai pemisalan, tren saham properti bisa dilihat keadaannya lewat stochastic fast dan slow. Jika grafik yang ada menunjukkan kenaikan, maka tren saham atau bisnis properti sedang terkenal.

Namun, jika grafik menunjukkan penurunan, berarti tren saham atau bisnis sedang mengalami regresi dalam peminatan. Regresi atau kemunduran ketertarikan ini dapat membuat harga saham properti turun.

Perlu Anda ketahui juga bahwasanya dalam membaca grafik, terdapat indikator atau alat yang digunakan. Salah satu diantaranya dikenal dengan Stochastic. Stochastic dapat membaca kecenderungan tren dengan metode yang ada di dalamnya. Untuk memahami indikator stochastic lebih dalam lagi, Anda dapat membaca artikel di bawah ini.

Apa Itu Pengertian Stochastic Fast dan Slow dalam Analisis Teknikal Saham?

Stochastic secara terknikal merupakan alat dalam mengetahui hasil dari grafik yang ada dalam kurun waktu tertentu. Grafik saham memang acuan dalam mengetahui harga saham, namun tanpa alat dan metode yang tepat, maka grafik yang disajikan belum menunjukkan kesimpulan.

Untuk menggenapi kesimpulan yang tercantum dalam grafik, maka dibutuhkan analisis teknikal saham untuk mengetahui harga tertinggi dan terendah dalam saham. Analisa yang dimaksudkan berkaitan dengan cara-cara teknis atau praktikal dalam mendapatkan titik temu keuntungan saham.

Sehingga, dalam hal ini, stochastic berperan sebagai alat dan metode yang dapat memberikan hasil dalam analisa saham yang ada di analisis teknikal saham. Analisa tersebut akan berguna dalam menunjukkan harga penutupan terakhir di saham baik yang tertinggi atau terendah.

Berkaitan dengan definisi stochastic slow dan fast, keduanya menunjukkan kecenderungan dalam menanggapi perubahan yang terjadi dalam grafik. Makna slow dan fast merupakan indikasi pergerakan sebuah grafik, apakah itu berjalan dengan cepat atau dengan lambat. Stochastic yang berjalan dengan cepat atau lambat menunjukkan sensitivitas dari harga saham.

Apa Itu Stochastic Oscillator?

Sebelum mengenal lebih jauh tentang stochastic fast dan slow, Anda perlu memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan stochastic oscillator. Stochastic oscillator ialah indikator momentum yang dapat menghitung harga saham dalam rentang waktu beberapa hari. Dari rentang waktu tersebut, akan ditentukan harga terendah dan tertinggi yang dimiliki.

Biasanya, waktu yang ditentukan dalam rentang waktu stochastic oscillator adalah sejumlah 14 hari. Mengikuti dengan ketentuan yang digunakan oleh pencetus stochastic oscillator yaitu George Lane, sebuah grafik dapat dianalisis lebih mudah dengan rentang waktu yang ideal. Sehingga, dalam stochastic oscillator, rentang yang ditentukan tidak dapat lebih dari sebulan, namun bisa jika masih sekitar 14 – 18 hari.

Rentang waktu yang ditentukan bertujuan untuk mengetahui harga penutupan terakhir yang mendekati. Mudahnya, semakin banyak grafik yang dianalisa, maka akan semakin sulit menentukan kecenderungannya. Hasilnya juga akan lebih universal dan tidak mendetail. Yang kemudian di dalam stochastic oscillator grafik yang ada dipersempit untuk mendapatkan hasil yang lebih jelas.

Dalam stochastic oscillator, komponennya tidak terbatas pada titik jenuh beli dan titik jenuh jual atau yang biasa kita sebut sebagai oversold atau overbought. Terdapat 2 garis yang menunjukkan bahwa saham tersebut dapat dibeli atau dapat tidak dibeli. Kedua garis ini disebut sebagai garis %K dan garis %D.

Disinilah letak perbedaan stochastic dengan indikator lainnya. Lewat 2 garis ini, mereka yang menggunakan stochastic sebagai metode membaca harga saham akan mendapatkan sinyal ketika membeli saham. Garis %K sendiri disebut sebagai signal line, yaitu sinyal yang memberi tahu keuntungan. Adapun garis %D yang disebut sebagai trigger line menunjukkan hasil rerata dari %K.

Mudahnya, signal line menginformasikan adanya potensi keuntungan apabila saham dibeli. Sedangkan trigger line menunjukkan jika saham tersebut tidak menunjukkan profit seperti yang diharapkan oleh trader atau investor. Ketika bersilangan, kedua garis ini akan menghasilkan Golden Cross atau Death Cross. Bedanya, Golden Crooss menunjukkan persilangan ke atas dimana Death Cross menunjukkan persilangan ke bawah.

Cara Membaca Saham Menggunakan Stochastic

Stochastic oscillator memiliki banyak komponen yang membuat stochastic menunjukkan informasi mendetail tentang harga saham. Komponen tersebut terdiri dari overbought, oversold, divergence, dan entry trading.

Masing-masing komponen memiliki fungsi tersendiri dalam stochastic oscillator. Dengan fungsi yang terpisah tersebut, tiap komponen dalam stochastic oscillator dapat menghasilkan kecenderungan yang lebih akurat dari metode lainnya. Berikut penjelasan dalam membaca stochastic oscillator dengan komponen di atas.

  • Overbought dan Oversold

Overbought menunjukkan kondisi dimana harga saham terjual lebih dari prediksi atau ketetapan. Saham yang terjual lebih banyak dari sebelumnya menunjukkan harga saham sudah terlalu tinggi karena permintaan yang meningkat. Kecenderungan saham overbought dalam penurunan harga menjadi lebih signifikan.

Di sisi lain, saham oversold menunjukkan kondisi dimana harga saham terjual kurang dari prediksi. Saham oversold tidak memiliki permintaan yang tinggi dan hampir mencapai titik terendah. Namun, saham oversold memiliki potensi harga yang semakin meningkat karena kebutuhan trader atau investor atas saham terhadap harga yang ideal yang semula dimiliki oleh saham overbought sebelum harganya meningkat berkali-kali lipat

Di dalam stochastic, overbought ditetapkan dalam angka di atas 80, sedangkan oversold ditetapkan dalam angka di bawah 20. Tetapi bukan berarti saham oversold harus langsung dibeli. Anda perlu mengetahui kapan entry trading dan divergence terjadi.

  • Entry Trading

Mengetahui waktu yang tepat untuk melakukan entry trading lewat stochastic oscillator dapat dilihat dengan garis %K dan %D. Sinyal beli dapat dilihat ketika garis %K memotong garis %D dari bawah ke atas. Sedangkan sinyal jual dapat dilihat ketika garis %K bersilangan dengan garis %D dari atas ke bawah.

Untuk mengetahui hasil yang lebih pasti, Anda bisa melihat apakah kedua garis bersilangan di zona overbought atau oversold. Anggaplah sinyal beli bersilangan di zona oversold, maka Anda bisa mulai melakukan entry trading atau membuka harga penawaran.

  • Divergence

Divergence berguna untuk mengetahui apakah tren yang berjalan akan berlangsung lama atau tidak. Jika puncak garis turun ke bawah, berarti trennya sedang tidak begitu populer. Namun jika puncak garis naik ke atas, tren yang dimaksud berpotensi berlangsung lama.

Perbedaan Stochastic Slow dan Fast

Stochastic fast ditunjukkan melalui rentang waktu selama 14 hari yang ada di dalam grafik. Karena hanya 14 hari, maka hasil yang ditunjukkan menjadi lebih cepat dari analisa biasanya. Berbeda dengan stochastic slow yang menggabungkan beberapa periode dalam 14 hari. Waktunya menjadi lebih lama dan pergerakannya tidak begitu sensitif seperti stochastic fast.

Semoga artikel tentang pengertian stochastic fast dan slow dalam analisis teknikal saham ini dapat membantu Anda.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *