Pahami Pengertian Saham dan Obligasi sebelum Berinvestasi

Jika anda orang awam yang ingin mulai berinvestasi, anda wajib untuk mempelajari pengertian saham dan obligasi. Dunia bisnis memang memiliki hal-hal penting yang sangat perlu untuk diperdalami. Terutama jika anda orang yang ingin melakukan bisnis namun belum dibekali dengan ilmu-ilmu penting dalam berbisnis. Besar resikonya anda akan mudah tertipu atau anda akan merasa dirugikan karena tidak mengetahui kegiatan apa yang sedang anda kerjakan.

Dalam dunia bisnis ada yang namanya investasi, yang dilakukan oleh investor. Investor adalah orang yang menanamkan modal pada suatu perusahaan dengan tujuan untuk ikut mendapatkan untung dari perusahaan tersebut. Dan kegiatan penanaman modal dari investro ke pihak perusahaan itulah yang disebut investasi.

Investasi banyak digemari orang-orang karena mereka bisa menabungkan uang yang mereka punya untuk nantinya mendapatkan hasil dari uang itu. Investasi ini juga memiliki dua jenis yang berbeda sistem kerjanya. Ada saham dan ada juga obligasi.

Pengertian Saham dan Obligasi

Saham

Dalam dunia investasi, saham lebih banyak dikenal masyarakat daripada obligasi. Saham sendiri merupakan bagian kepemilikan atas suatu perusahaan dengan cara membeli dan nantinya akan dinyatakan dalam dokumen. Investor akan membeli saham perusahaan sesuai harga yang ditetapkan, baik saat naik atau turun.

Jika harga saham di pasar saham sedang turun, itu merupakan suatu kesempatan emas yang harus segera anda ambil untuk membeli saham. Harga akan lebih murah dan biasanya merupakan suatu kesempatan langka yang terjadi karena pendapatan perusahaan sedang turun, atau bisa juga karena perusahaan sedang mendapatkan masalah.

Anda bisa dikatakan telah menjadi pemilik dari perusahaan, dengan prosentase sesuai dengan saham yang anda beli. Semakin besar saham yang anda beli, semakin tinggi pula kepemilikan anda atas perusahaan tersebut. Biasanya, dalam satu perusahaan ada banyak investor dan itu berarti bukan hanya anda yang memegang perusahaan. Nantinya, jika perusahaan akan mebuat suatu keputusan, semua pemilik saham akan diundang untuk dimintai suaranya.

Lalu, bagaimana keuntungan yang bisa didapat dari investasi saham? Keuntungan yang bisa didapat bisa dilihat dengan memantau indeks harga saham di pasaran. Jika harga saham naik, maka semakin besar pula penghasilan anda. Begitu pula sebaliknya. Perusahaan akan membagi hasil dengan memperhitungkan tinggi rendahnya saham yang anda punya.

Obligasi

Obligasi dalam dunia investasi memiliki arti peminjaman dana dari investor pada perusahaan dengan adanya surat perjanjian. Nantinya, investor yang meminjamkan dana itu akan mendapatkan uangnya kembali beserta bunga yang sudah disepakati.

Surat perjanjian akan berbentuk tertulis, dan di dalamnya akan tertera nominal yang dipinjam serta nominal yang harus dibayarkan beserta bunganya. Diharuskan juga untuk menuliskan waktu seperti tanggal, bulan dan tahun yang jelas. Lamanya jangka waktu pembayaran dan pemberlakuan obligasi di Indonesia biasanya adalah 1-10 tahun.

Obligasi ini biasanya dikeluarkan karena suatu perusahaan memerlukan tambahan uang untuk melakukan suatu proyek. Karena proyek akan selalu membutuhkan uang yang besar sedangkan perusahaan tidak memiliki uang yang cukup, atau bisa dikatakan dananya kurang, maka perusahaan mengeluarkan sebuah obligasi.

Perusahaan akan membuat surat perjanjian obligasi dan akan menawarkannya/menjual pada investor untuk mendapatkan bantuan uang. Perusahaan akan mendapatkan uang, dan investor akan mendapat sertifikat/ surat penting yang menyatakan bahwa perusahaan berhutang pada investor itu dan harus dibayarkan pada waktu yang sudah ditentukan disertai bunga yang sudah ditetapkan.

Pembayarannya harus dilakukan rutin, tepat waktu, dan dengan nominal yang pas. Misalnya dalam perjanjian, perusahaan harus melunasi perbulan, maka nominal uang harus sesuai dengan perhitungan disertakan dengan bunganya. Begitu pula jika sistemnya pertahun, nominal harus dikalikan bunga selama 12 bulan.

Obligasi ini keuntungannya sudah pasti, atau sudah dalam perhitungan. Tidak ada naik atau turun, kecuali apa bila terjadi masalah pada perusahaan. Jika kesepakatan yang dibuat di awal anda mendapatkan keuntungan 10% dari yang anda investasikan, maka anda akan selalu mendapatkan hasil yang sama perhitungannya setiap kali pembayaran.

Anda yang ingin berinvestasi dengan cara obligasi ini bisa juga menjual surat perjanjian obligasi pada investor lain apabila tiba-tiba anda membutuhkan uang. Anda juga dapat menaikkan harga jual lebih dari yang anda investasikan dengan perusahaan.

Resiko dalam Investasi Saham dan Obligasi

Setelah membaca penjelasan di atas, pikiran anda pasti akan lebih terbuka dan mungkin saja tergiur dengan penghasilannya. Namun, pelajaran yang harus anda pelajari belum cukup. Ada resiko dalam investasi yang harus anda ketahui agar tetap berhati-hati.

Saham

Jika anda sudah memahami sistem berinvestasi dengan saham, anda harus mengetahui resiko-resiko yang bisa saja menimpa anda kelak. Dalam berinvestasi dengan saham, anda harus siap dengan naik-turunnya penghasilan perusahaan. Jika anda menginvestasikan saham di suatu perusahaan dalam jangka waktu 1 tahun, anda juga harus siap dengan naik turunnya perusahaan itu. Jika harga saham di pasar saham naik, anda akan mendapatkan keuntungan. Begitu pula jika sebaliknya.

Anda harus selalu memantau indeks harga saham untuk berjaga-jaga, jika dikira harga saham mulai turun dan bahkan besar kemungkinan perusahaan akan merugi, anda bisa mencabut saham anda di perusahaan tersebut.

Obligasi

Resiko yang harus anda waspadai dalam dunia bisnis obligasi adalah, perusahaan tidak mampu membayar hutang. Hal ini bisa terjadi karena perusahaan mengalami kebangkrutan atau mengalami penurunan penghasilan. Hal ini sudah sering terjadi di perusahaan-perusahaan di Indonesia.

Untuk mencegah mengalami kerugian, anda disarankan untuk selalu memantau grafik pendapatan atau laporan keuangan perusahaan. Jika dirasa laporan keuangan sering tidak stabil atau bahkan sering menurun, anda harus waspada dan lebih baik untuk tidak melakukan obligasi dengan perusahaan tersebut.

Akan menjadi kerugian juga untuk perusahaan karena diharuskan untuk membayar obligasi. Padahal keuangan perusahaan pun sedang tidak baik dan harus tetap membayar karyawan. Jadi, bukan hanya anda saja yang dirugikan.

Untuk mencari jalan aman jika anda ingin berinvestasi dengan sistem obligasi, carilah perusahaan besar atau jika ingin lebih aman maka ambillah obligasi dari pemerintah karena resiko gagalnya sangat rendah. Perusahaan juga lebih jarang mengeluarkan obligasi, obligasi lebih sering dikeluarkan oleh pemerintah.

Di atas adalah penjelasan singkat untuk anda yang baru saja belajar ilmu bisnis. Anda dapat memilih saham ataupun obligasi sesuai dengan perhitungan dan persepsi anda pada kedua hal tersebut. Jika anda memiliki uang lebih dan ingin memutarkan uang tersebut sekaligus mendapatkan hasil, alih-alih berbisnis, maka anda bisa memilih salah satu dari dua hal tersebut.

Jadi, sudah cukup jelas dengan pengertian saham dan obligasinya? Perhitungkan keuntungan dan kerugiannya, jangan sampai anda salah sangka atau malah rugi karena dibodohi dengan anda yang tidak mengetahui dasar ilmunya. Sebaiknya sebelum memutuskan, lebih baik untuk memperdalam ilmu bisnis terlebih dahulu untuk berjaga-jaga, dan jangan lupa pelajari pula dasar hukumnya.

2 thoughts on “Pahami Pengertian Saham dan Obligasi sebelum Berinvestasi”

  1. Pingback: Cara Investasi Emas Dengan Mudah dan Aman Bagi Pemula - Markets

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *