Pengertian Saham Bull, Bear dan Sentimen Pasar dalam Investasi Saham

Sudah mengerti pengertian saham bull, bear dan sentimen pasar dalam investasi saham? Jangan sampai ketinggalan!

Dunia bisnis bukan hanya sekadar tentang investasi dan penghasilan saja. Ada proses pengoperasian di tengah-tengahnya yang mana akan menentukan berhasil atau tidaknya usaha. Investor menyetorkan modal untuk diputarkan perusahaan, sedangkan perusahaan harus terus berusaha mengolah modal dari investor untuk dikembangkan pada produk dan kinerja pegawainya.

Setelah itu, perusahaan juga harus menjualkan hasil produksinya ke pasaran, yang mana hasilnya akan menjadi penentu berhasil atau tidaknya perusahaan. jika berhasil akan menghasilkan laba, dan jika gagal akan mendatangkan rugi. Dalam dunia pemasarannya itu yang akan muncul beberapa istilah-istilah baru.

Pengertian Saham Bull, Bear dan Sentimen Pasar dalam Investasi Saham

Dalam investasi saham, pemasarannya terdapat beberapa istilah yang selalu digunakan dalam dunia bisnis. Istilah-istilah tersebut diantaranya:

  1. Bull market

Bull atau Banteng adalah simbol yang digunakan dalam dunia pemasaran yang mengartikan peningkatan, pertumbuhan, atau kenaikan. Produksi perusahaan berhasil dijual dengan hasil yang memuaskan, mengakibatkan kondisi ekonomi perusahaan sangat baik dan membawa laba. Dengan itu, perusahaan memiliki reputasi yang baik dan harga saham di pasar saham akan mengalami peningkatan.

Mengapa menggunakan istilah bull atau banteng disini? Banteng menggunakan kekuatannya pada tanduk yang mengerucut tumbuh ke atas. Hal itulah yang dipilih para pebisnis zaman dahulu untuk dijadikan istilah.

Sejarahnya, penggunaan istilah bull dan lawannya bear adalah pada abad 15an Masehi. Pada abad itu, di benua Eropa tepatnya di negara Inggris, masih sangat populer pertunjukan pertarungan antara hewan banteng dengan beruang. Mereka bahkan membuat arena khusus pertandingan yang menampilkan kedua hewan tersebut berkelahi. Pertarungan tersebut sangat populer sampai-sampai biasa diadakan beberapa kali dalam seminggu.

Karakterisitik dari bull market ini adalah apabila harga saham di pasaran meningkat lebih dari 20%. Sedangkan apabila di bawah angka itu, belum bisa dikatakan peningkatan. Perusahaan tentunya harus membayar investor dengan deviden dari laba hasil produksi perusahaannya, dengan keadaan bullish ini investor akan mendapat bagian yang juga meningkat karena harga saham di pasaran yang meningkat.

  1. Bear market

Bear atau beruang merupakan lawan dari banteng. Memiliki arti pelemahan atau penurunan. Beruang disini diambil simbol cakarnya. Cakar beruang menancap ke bawah yang mengartikan harga saham pun sedang mengalami kemerosotan.

Berbanding terbalik dengan bull market, bear market terjadi apabila harga saham di pasaran menurun melebihi 20%, dengan angka kurang dari itu maka belum bisa dikatakan penurunan atau istilah bearish.

Bearish ini bisa terjadi selama berbulan-bulan bahkan bisa sampai bertahun-tahun. Bearish ini juga bisa menandakan bahwa keadaan ekonomi umum sekitar sedang menurun. Bearish akan berdampak pada deviden investor, bisa jadi karena hal ini pemilik saham tidak akan mendapatkan deviden atau pun tetap diprioritaskan sesuai dengan jenis saham yang diambil oleh investor.

Bearish ini juga bukan saja hanya akan berpengaruh pada kerugian investor yang tidak mendapatkan deviden. Perusahaan juga sangat berdampak, yang harus membayar para karyawannya serta bangkit untuk melanjutkan produksi dan memperbaiki kualitas. Bearish ini juga tidak bisa dikatakan pelemahan apabila hanya bertahan pada beberapa waktu yang tergolong singkat, bearish dapat terjadi selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

  1. Sentimen pasar

Sentimen pasar adalah kesepakatan atau suara yang dipadukan atau diambil titik tengahnya berdasar pada pandangan, ide serta pendapat para pelaku pasar. Kesepakatan ini didapat dari hasil analisis pasar secara teknikal dan fundamental. Banyak yang berpendapat bahwa sentimen pasar merupakan hail dari suasana hati para pelaku pasar.

Pelaku pasar yang memberikan respon positif seperti apabila pembeli lebih banyak daripada penjual, atau respon negatif ketika kebutuhan pasar lebih sedikit namun penjualannya masih banyak. Hal ini mencakup istilah bullish dan bearish.

Karena itu sentimen pasar merupakan keputusan yang penting untuk menyetabilkan harga gerak pasar. Kuncinya adalah dapat mengukur minat pasar dengan tepat dan dapat menindak lanjutinya untuk memberikan jawaban.

Karakteristik Bull Market, dan Bear Market

  1. Bullish atau Bull Market
  • Terjadi apabila investor lebih banyak dan stok produksi yang kurang. Perusahaan mendapat banyak investor namun perusahaan belum bisa meningkatkan stok atau kualitas produksi.
  • Tingkat pengangguran semakin menurun, bullish dapat dikatakan apabila tingkat pengangguran menurun yang mengartikan bahwa usahanya dapat membantu banyak perekonomian masyarakat dan bukan saja hanya menguntungkan para investor saja.
  • Laba perusahaan meningkat, dengan hasil produksi yang banyak diminati di pasaran bahkan dapat mencapai sektor internasional akan sangat bisa dikategorikan pada bull market.
  1. Bearish
  • Terjadi apabila lebih banyak produk yang tersedia namun investor sedikit yang melirik. Akibatnya saham akan turun karena peminat dari kalangan investornya yang kurang.
  • Bearish terjadi juga apabila pengangguran naik, bisa jadi bearish ini terjadi karena belum terjadi kesejahteraan masyarakat yang juga berdampak pada perkembangan ekonomi
  • Harga produk menurun dan laba pada perusahaan turun, keadaan pasar yang tidak seperti yang diharapkan akan menyebabkan perusahaan berusaha untuk menurunkan harga produknya untuk menarik hati pembeli.

Hal-Hal yang Harus Dilakukan Ketika Terjadi Bullish dan Bearish

  1. Bullish
  • Jangan terlalu bersenang hati karena peningkatan yang terlalu tajam pun bisa berakibat fatal dengan istilah bubble.
  • Tetap adakan evaluasi dan meningkatkan inovasi atau produksi produk perusahaan untuk tetap menyetabilkan saham. Saham yang terlalu tinggi pun nantinya bisa menghentikan minat para investor jika terlampau tinggi dan produksi belum maksimal
  1. Bearish
  • Jangan takut dan juga jangan panik. Lakukan peningkatan dan fokus pada perbaikan. Jangan biarkan rasa takut dan panik menguasai yang akan menjadikan otak terfokus pada rasa takut yang justru akan mengacaukan usaha.
  • Manfaatkan peluang untuk mencari saham-saham lain yang bagus namun dengan harga yang rendah.
  • Ikhlas dan menjadikannya sebagai pelajaran berharga, akan menjadikan anda lebih berwaspada dan lebih berhati-hati saat akan menginvestasikan modal pada perusahaan yang belum pasti.

Anda yang ingin belajar berbisnis dengan jalan menjadi investor untuk mendapat penghasilan dan terlibat dengan kepemilikan perusahaan tidak bisa hanya dengan berbekal modal uang. Perusahaan memang akan sangat senang untuk dibantu namun juga sebaiknya jangan lupa bantu dengan motivasi untuk menyemangati perusahaan tersebut untuk dapat meningkatkan kualitasnya.

Berinvestasi memang merupakan jalan bisnis yang sudah menjadi pekerjaan berpenghasilan besar dan menjanjikan masa depan yang cukup gemilang. Anda yang ingin terjun dalam dunia investasi pun harus selalu belajar dengan menambah ilmu agar selalu siap dan berhati-hati sekaligus bisa membaca kondisi pasar. Demikian beberapa istilah dalam dunia pasar investasi saham yaitu berupa pengertian bull, bear dan sentimen pasar dalam investasi saham. Semoga dapat menambah wawasan anda dalam berbisnis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *