Pengertian Manajemen Aset, Tujuan, Ciri, Prinsip, dan Siklus

Apa pengertian manajemen aset? Apa saja tujuan, ciri, dan prinsip manajemen aset? Bagaimanakah siklusnya?

Penasaran? Tenang, tidak perlu khawatir karena di bawah ini akan disuguhkan penjelasannya. Jadi yuk baca sampai selesai!

Pengertian Manajemen Aset

Sebagian besar orang mungkin masih asing dengan istilah manajemen asing dan lebih sering mendengarnya secara terpisah yaitu manajemen dan aset.

Secara umum, arti manajemen adalah proses saat seorang manusia bisa mengatur sesuatu yang sedang dikerjakan oleh individu atau kelompok. Manajemen ini perlu dilekukan untuk bisa mencapai suatu target secara kooperatif dengan memanfaatkan sumber daya yang ada.

Menurut KBBI atau Kamus Besar Bahasa Indonesia, aset berarti segala sesuatu yang mempunyai nilai tukar, kekayaan, atau modal. Jadi bisa dikatakan kalau aset ini termasuk dalam investasi atau sumber dana bagi perusahaan. Agar aset bisa bermanfaat secara optimal maka diperlukannya suatu pengelolaan yaitu manajemen aset.

Jadi jika digabungkan maka arti dari manajemen aset adalah mengatur segala sesuatu yang berkaitan dengan aset untuk bisa mencapai suatu tujuan tertentu.

Pengertian Menurut Para Ahli

Di bawah ini merupakan definisi manajemen aset menurut para ahli antara lain:

Danylo dan Lamer

Manajemen aset merupakan metodologi untuk mengalokasikan sumber daya secara efisien dan adil di antara tujuan dan sasaran yang bersaing serta valid.

Dolli D. Siregar

Manajemen aset adalah keahlian atau profesi yang sepenuhnya belum berkembang atau populer di lingkungan pemerintahan baik itu di satuan kerja atau instansi.

Gima Sugiama

Manajemen aset adalah suatu seni atau ilmu mengenai panduan pengelolaan kekayaan yang berisi proses perencanaan kebutuhan aset, legal audit, inventarisasi, mendapatkan, mengoperasikan, memelihara, menghapus atau membatalkan, sampai mengalihkan aset secara efisien dan efektif.

Kaganova dan McKellar

Manajemen aset adalah proses dilakukannya pengambilan keputusan dan penerapannya sesuai dengan penggunaan, akuisisi, serta pembagian aset tersebut.

Prawoto

Manajemen aset merupakan suatu kombinasi dari keuangan, manajemen, teknik mesin, ekonomi, dan praktik kerja yang digunakan pada aset fisik dengan target supaya bisa memberikan tingkat pelayanan baik walaupun dengan biaya efisien.

Tujuan Manajemen Aset

Adapun beberapa tujuan manajemen aset, antara lain:

  1. Untuk menunjukkan kejelasan atau kepastian status kepemilikan aset.
  2. Untuk menginventarisasi atau mencatat kekayaan, kepemilikan, dan masa berlaku aset.
  3. Untuk mengoptimasi atau meningkatkan pemanfaatan dan penggunaan aset guna mendapatkan pendapatan yang lebih besar karena aset dengan status idle capacity (aset yang sudah benar-benar tidak terpakai) bisa digunakan sesuai dengan alokasi yang sudah ditentukan.
  4. Untuk dijadikan sebagai pengaman aset.
  5. Untuk meningkatkan aset agar bisa mengetahui atau mengidentifikasi manfaatnya, peruntukan, kepada siapa, serta mampu menciptakan pendapatan bagi pengelola aset.
  6. Untuk dijadikan sebagai dasar atau acuan pembuatan neraca dalam akuntansi.

Ciri Manajemen Aset

Terdapat beberapa kriteria atau ciri keberhasilan manajemen aset, antara lain:

  1. Diketahui apa saja aset yang dimiliki.
  2. Diketahui kondisi aset miliknya.
  3. Diketahui ada di mana sajakah aset yang dimiliki.
  4. Diketahui siapa saja yang bertanggung jawab dan menggunakan aset.
  5. Diketahui bagaimana cara menggunakan setiap aset.
  6. Diketahui berapa nilai aset yang dimiliki.
  7. Dilakukannya evaluasi dengan cara regular mengenai masih sesuaikan aset dengan kebutuhan perusahaan.

Prinsip Manajemen Aset

Adapun prinsip manajemen aset yang diturunkan dari pengertian dan pendekatan siklus manajemen. Dugaan utama yang menjadi dasar prinsip manajemen aset adalah adanya aset hanyalah untuk mendukung pengadaan pelayanan. Berikut ini adalah 5 prinsip manajemen aset, antara lain:

  1. Keputusan terintegrasi dengan rencana strategis.
  2. Keputusan berdasarkan evaluasi dari berbagai alternatif yang memikirkan manfaat, biaya siklus hidup aset, dan risiko kepemilikan.
  3. Akuntabilitas yang digunakan untuk penggunaan, kondisi, dan kinerja aset.
  4. Keputusan penghapusan aset berdasarkan analisis metode-metode yang menciptakan adanya pengembalian bersih dalam rangka perdagangan yang biasa.
  5. Penerapan struktur pengendalian yang efektif untuk manajemen aset.

Siklus Manajemen Aset

Dalam melaksanakan manajemen aset ada beberapa tahapan yang saling terhubung sehingga menjadi suatu siklus. Berikut ini adalah 8 tahapannya, antara lain:

Perencanaan keperluan aset

Pihak manajeman aset akan membuat rencana mengenai hal apa sajakah yang dibutuhkan untuk mengelola aset misalnya seperti kebutuhan inventarisasi, pengadaan, perawatan, dan lain sebagainya.

Pengadaan aset

Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh aset seperti barang atau jasa yang bisa didapatkan dengan biaya sendiri atau pihak lain begitu juga dengan penyelenggaraannya.

Inventarisasi aset

Inventarisasi aset adalah runtutan kegiatan untuk mengidentifikasi kuantitas serta kualitas aset baik itu secara fisik maupun nonfisik dan secara legal atau yudiris. Setelah itu aset akan diberikan kode dan kemudian di dokumentasi untuk kepentingan pengelolaan aset yang bersangkutan.

Legal audit aset

Pada proses ini akan dilakukan pengauditan atau peninjauan ulang data tentang status, sistem dan prosedur pengalihan, serta penguasaan. Dilakukan juga pengidentifikasian indikasi permasalahan legalitas serta jalan keluar untuk masalah-masalah termasuk yang terkait dengan pengalihan dan penguasaan aset.

Penilaian aset

Proses ini dilakukan untuk menetapkan nilai aset yang dimiliki agar bisa mengetahui nilai kekayaan baik itu yang dimiliki, dialihkan, atau yang akan dihapuskan secara jelas dan pasti.

Pengoperasian dan pemeliharaan aset

Tahap ini akan memanfaatkan aset untuk menjalankan tugas dan memelihara atau memperbaikinya agar bisa beroperasi serta berfungsi dengan baik.

Penghapusan aset

Setelah itu, beberapa aset yang dirasa kurang menguntungkan bagi perusahaan akan dialihkan dan dihapuskan. Untuk proses pengalihan aset, akan dilakukan pemindahan hak, wewenang, tanggung jawab, pemanfaatan, dan kewajiban penggunaan dari sebuah anggota kerja ke anggota lain di lingkungan milik sendiri seperti penyertaan modal, penjualan, hibah, dan lain sebagainya.

Sementara untuk proses pemusnahan atau penghapusan aset akan dilakukan penghancuran karena aset sudah tidak bisa digunakan dan dimanfaatkan lagi.

Pembaharuan aset

Selain dihapus, aset yang sudah tidak produktif bisa diperbaharui agar bisa difungsikan lagi sampai nilai ekonomisnya habis. Hal ini dilakukan dengan memperbaiki atau mengganti suku cadang agar bisa beroperasi sebagainya mestinya.

Kesimpulan

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa manajemen aset sangatlah penting dan wajib untuk dilakukan oleh suatu perusahaan agar bisa mengelola aset yang dimiliki. Pengelolaan ini membantu mencatat, menjaga, dan merawat aset. Selain itu, manajemen aset juga bisa membantu perusahaan untuk menyusun anggaran agar tidak terjadi pemborosan dan memanfaatkan aset yang sudah tidak bisa digunakan.

Dalam pelaksanaan manajemen aset terdapat beberapa siklus atau tahapan yang harus dilakukan yaitu perencanaan keperluan aset, pengadaan aset, inventarisasi aset, legal audit aset, penilaian aset, pengoperasian dan pemeliharaan aset, penghapusan aset, dan pembaharuan aset.

Demikian informasi mengenai pengertian manajemen aset, tujuan, dan siklus. Mohon maaf jika ada salah kata atau informasi. Semoga artikel ini membantu dan bermanfaat untuk kita semua. Terima kasih!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *