Likuiditas adalah? Pengertian Likuiditas Pada Investasi Saham, Pemula Harus Tahu

Pengertian likuiditas pada investasi saham wajib diketahui bagi yang ingin melakukan investasi saham. Hal ini penting karena likuiditas menunjukkan apakah saham tersebut cepat dan mudah diperdagangkan. Untuk lebih jelasnya, simal pemaparan di bawah ini hingga tuntas.

Pengertian Likuiditas Pada Investasi Saham

Likuiditas pada investasi saham merupakan ukuran seberapa sering suatu saham di pasar modal dengan cepat diperjualbelikan dalam suatu periode tertentu. Semakin sering transaksi saham suatu saham terjadi, maka likuiditas yang dimiliki saham tersebut juga semakin tinggi. Perusahaan dengan likuiditas saham yang tinggi biasanya mempunyai kekuatan finansial yang bagus.

Oleh karena itu, jika ingin berinvestasi pilihlah perusahaan yang memiliki likuiditas yang tinggi. Hal ini penting karena investasi saham merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya baru bisa dilihat hingga lebih dari 5 tahun mendatang.

Mengenali Saham Likuid

Saham yang likuid atau tidak likuid dapat dikenali dengan memperhatikan hal-hal di bawah ini.

Perhatikan Pergerakan Harga Saham

Saham memiliki pergerakan harga yang tidak wajar perlu diwaspadai. Saham suatu perusahaan bisa dikatakan tidak likuid jika mengalami kenaikan dan penurunan harga secara drastis dalam waktu singkat. Misalnya saja suatu saham mempunyai saham dengan harga Rp200 per saham, lalu siang harinya naik hingga tiga kali lipat menjadi Rp600 per saham, dan siang hari berikutnya lagi turun hingga Rp100 per saham.

Jika pergerakan ini terus menerus terjadi, maka saham tersebut tidak disarankan untuk dibeli. Hal ini karena saham tersebut kemungkinan besar akan memberikan kerugian. Oleh karena itu, saham seperti ini kurang diminati oleh investor saham. Maka tidak heran jika saham yang tidak likuid jarang diperjualbelikan setiap hari.

Perhatikan juga apakah harga suatu saham tidak berbanding lurus dengan jumlah saham yang beredar. Saham tersebut tidak likuid jika jumlah saham yang bereda ada banyak tetapi dengan harga yang tidak kompetitif.

Perhatikan Nilai Kapitalisasi Pasar

Suatu saham bisa dikatakan likuid atau tidak juga bisa diketahui dengan memperhatikan nilai kapitalisasi pasar saham tersebut. Ada tiga kategori yang menjadi indikator menentukan nilai kapitalisasi pada suatu saham, yaitu besar (di atas Rp4 triliun), sedang (Rp2 triliun – Rp4 triliun), dan kecil (di bawah Rp1 triliun)

Pengecekan nilai kapitalisasi pasar dari suatu saham dapat dilakukan melalu website atau aplikasi yang sudah ada di pasaran. Jika suatu saham termasuk dalam kategori besar, maka saham tersebut likuid. Sebaliknya, jika termasuk dalam kategori kecil, maka saham perusahaan tersebut kemungkinan besar tidak likuid.

Perhatikan Apakah Perusahaan Sering Tertimpa Kasus

Perusahaan yang mempunyai saham tidak likuid biasa sering ditimpa kasus. Kasus tersebut bisa berupa terlilit utang, kesulitan membayar gaji karyawan, sering merugi, dan sebagainya. Hal ini bisa berpengaruh terhadap kinerja saham perusahaan tersebut di bursa saham. Maka sebaiknya jangan membeli saham seperti ini untuk berinvestasi.

Keuntungan Memiliki Saham yang Likuid

Keuntungan yang bisa diperoleh investor ketika memiliki saham yang liquid, yaitu :

Penghasilan Dividen

Dividen merupakan pembagian keuntungan kepada pemegang saham yang porsinya sesuai dengan saham yang dimiliki. Pembagian ini akan membuat berkurangnya laba ditahan dan kas yang ada pada perusahaan. Dalam hal ini jika saham yang dimiliki semakin banyak, maka dividen yang akan diperoleh investor juga akan semakin besar. Penghasilan dividen bisa dipakai untuk dana pensiun hari tua.

Diversifikasi

Diversifikasi merupakan suatu metode yang dipakai untuk meminimalisir risiko dengan mendistribusikan dana ke beberapa instrumen keuangan, industri dan lain sebagainya. Diversifikasi saham dapat menjadi pertolongan untuk mengatasi kerugian yang diakibatkan produk investasi lainnya. Selain itu, diversifikasi investasi saham juga bisa meningkatkan keuntungan dengan lebih cepat.

Kepemilikan

Membeli saham suatu perusahaan berarti juga telah memperoleh kepemilikan perusahaan tersebut. Hal ini berarti investor juga bisa dikatakan sebagai pemilik bisnis. Semakin banyak saham yang dibeli, semakin besar pengaruh yang dimiliki termasuk dalam ikut serta memberikan keputusan untuk perusahaan tersebut. Memiliki saham di perusahaan tempat bekerja juga bisa memberikan keuntungan tambahan, yaitu ikut mendukung kesuksesan perusahaan dan sebagai cara mengekspresikan kesetiaan.

Transparansi

Pasar saham merupakan bagian dari ekonomi global. Sistem kerja yang diterapkan mengutamakan transparansi demi terpenuhinya kebutuhan semua orang untuk menilai dan menetapkan harga. Transparansi juga penting bagi para investor untuk memastikan dana yang investasikan tidak terkena risiko masalah internal perusahaan maupun propaganda.

Berkesempatan Berinvestasi di Pasar Saham di Seluruh Dunia

Investasi saham bersifat transparan dan global. Dengan kata lain, investasi saham bisa ditanamkan di perusahaan manapun yang terdaftar di bursa efek. Investasi saham bisa dilakukan dengan perusahaan luar yang sedangkan merencanakan ekspansi bisnis agar pesaingnya tidak terlalu banyak dan harga stok masih rendah.

Cara Mengukur Likuiditas Saham

Sata ini sudah tersedia website atau aplikasi perdagangan saham untuk mengetahui apakah suatu saham likuid atau tidak. Dalam pencarian tersebut akan terlihat informasi mengenai kapitalisasi pasar dan jumlah saham yang beredar. Pencarian bisa lebih mudah bila dilakukan lakukan berdasarkan jenis industrinya.

Sebenarnya, ada cara manual yang bisa dipakau untuk mengikuti kapitalisasi pasar. Rumusnya yaitu harga saham dikalikan dengan jumlah saham yang beredar. Misalnya saja harga suatu saham yaitu Rp600 per saham, jumlah saham yang beredar yaitu 1 miliar saham, sehingga nilai kapitalisasi pasar saham tersebut adalah Rp600 miliar.

Kemudian nilai kapitalisasi pasar tersebut bisa diketahui masuk ke dalam kategori mana, apakah besar, sedang, atau kecil. Untuk nilai Rp600 miliar masuk ke dalam kategori sedang. Biasanya saham dengan likuiditas tinggi dimiliki oleh perusahaan-perusahaan ternama yang masuk dalam kelompok saham, seperti LQ45, blue chips, dan sebagainya.

Tips Berinvestasi Saham

Berikut ini adalah tips bagi yang ingin melakukan investasi saham agar mendapatkan keuntungan yang maksimal.

  1. Pilih Sekuritas dengan Biaya Transaksi yang Kecil

Pilihlah perusahaan dengan biaya sekuritas paling murah agar keuntungan yang diperoleh semakin besar. Meski begitu, biaya sekuritas yang lebih tinggi juga bisa menjadi pilihan. Hal ini mengingat aplikasi dan kualitas pelayanan menentukan biaya sekuritas.

  1. Jangan Sampai Kebablasan

Harga saham bervariasi, dari yang sangat murah hingga yang sangat mahal. Memang, besarnya investasi menentukan keuntungan yang akan didapatkan. Namun, risiko yang akan dihadapi juga semakin tinggi. Jadi, sebaiknya berinvestasi sesuai kemampuan yang dimiliki.

  1. Pilih Saham yang Terdaftar di LQ45 atau IDX30

Sebaiknya pilihlah saham yang ada dalam daftar indeks LQ45 atau IDX30. Karena kebanyakan saham dalam indeks ini memiliki likuiditas yang tinggi. Di samping itu, perusahaan-perusahaan yang terdaftar mempunyai latar belakang dan fundamental yang baik.

  1. Membeli Saham dari Perbankan atau Customer Goods

Tips berikutnya yaitu pilihlah saham dari perbankan atau perusahaan consumer good. Karena perusahaan-perusahaan ini menjual produk yang dibutuhkan banyak orang dan dipastikan selalu mendapatkan keuntungan. Kalaupun harga saham mengalami penurunan, biasanya akan cepat normal kembali.

Penutup

Demikian penjelasan tentang pengertian likuiditas pada investasi saham yang perlu kamu ketahui. Semoga artikel ini bisa memberikan manfaat terutama bagi yang ingin memulai investasi saham.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *