Investor adalah? Pengertian Investor Yang Harus Kamu Ketahui

Apa itu investor? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian investor adalah penanam uang atau modal, arti lebih panjangnya adalah orang yang menanamkan uangnya ke sebuah usaha yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan. Ada juga yang mengatakan bahwa arti dari investor adalah suatu pihak individu atau pun lembaga yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri yang melakukan kegiatan investasi jangka panjang dan jangka pendek.

Jadi, jika kedua arti dari istilah investor itu digabung, kesimpulannya akan menjadi investor merupakan seseorang atau lembaga yang berinvestasi ke dalam suatu hal dengan tujuan membuat keuntungan finansial.

Pada umumnya investor terbagi 2 jenis, yaitu investor institusi dan investor individu. Contoh dari investor institusi adalah badan keuangan dan bank, sedangkan contoh dari investor individu adalah pemodal ventura, perorangan dan bisa jadi keluarga.

Untuk menjalankan sebuah bisnis, investor adalah sosok yang sangat-sangat dibutuhkan sebagai penunjang pengembangan bisnis. Maka dari itu, seorang investor pasti akan selalu dicari oleh pebisnis atau pengusaha terutama yang membutuhkan tambahan dana untuk mengembangkan usahanya.

Namun meskipun begitu, seorang investor juga diharuskan melakukan analisis teknik dan fundamental terlebih dahulu supaya bisa mendapatkan investasi yang paling menguntungkan. Seorang investor yang pintar pasti akan memiliki pilihan investasi yang mampu meminimalkan resiko dan sebaliknya mereka pasti akan memiliki pilihan investasi yang mampu memaksimalkan pengembalian atau keuntungan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan selain topik dari pengertian investor

Bagi kamu yang berniat untuk menjadi investor dan berinvestasi ke suatu tempat, terdapat banyak hal yang harus kamu perhatikan dan pelajari, dan beberapa hal tersebut yakni:

  1. Tujuan investasi

Faktor utama yang harus kamu perhatikan sebagai calon investor adalah tujuan dari investasi itu sendiri. Meskipun sebagian besar investor melakukan investasi dengan tujuan mendapat keuntungan, tapi juga ada sebagian investor yang melakukan investasi dengan tujuan ingin melihat usaha investee bisa berkembang dengan investasi yang mereka lakukan atau berikan.

Selain itu, beberapa investor juga ada yang melakukan investasi dengan tujuan sebagai jaminan bisnis, biasanya para investor yang memiliki tujuan ini akan memberikan investasinya ke supplier dengan syarat supplier tersebut akan terus memasok bahan baku kepada sang investor.

Maka dari itu, sebelum memulai berinvestasi atau menjadi investor, alangkah baiknya kamu menentukan tujuan dari investasi tersebut terlebih dahulu.

  1. Jangka waktu investasi

Selain tujuan dari investasinya, seorang investor juga harus memperhatikan jangka waktu investasi itu sendiri. Seorang investor yang sudah berpengalaman biasanya mereka sudah menetapkan jangka waktu sendiri untuk melakukan investasi karena mereka dari awal pasti sudah menghitung berapa lama hasil investasi yang dilakukan akan diambil lagi dengan keuntungan yang besar.

Untuk seorang investor yang menginginkan hasil cepat, lebih baik dan lebih cocok memilih investasi jangka pendek yang memiliki waktu kurang dari 1 tahun, sedangkan untuk seorang investor yang tidak masalah menunggu hasil dalam waktu yang lama mereka cocok dengan investasi jangka panjang. Untuk keuntungannya sendiri, kedua jenis investasi ini sama-sama memiliki keuntungan namun mungkin berbeda di nominalnya saja.

  1. Resiko dari investasi

Melakukan investasi sudah pasti ada resikonya juga, nah tugasmu sebagai investor adalah memperhatikan resiko tersebut. Nilai dari sebuah investasi bisa naik dan bisa juga turun sehingga bisa dikatakan nilai tersebut tidaklah stabil. Maka dari itu, sebelum memastikan menjadi investor, alangkah baiknya memperhitungkan terlebih dahulu resiko yang akan kamu dapatkan dari investasi itu, karena tentunya tidak ada investor yang mau mengalami kerugian.

Manfaat menjadi investor

Menjadi seorang investor juga akan membuatmu mendapatkan beberapa manfaat yang menguntungkan. Banyak orang yang tadinya mengandalkan menabung di suatu bank sekarang beralih menjadi investor. Hal ini dilakukan supaya kondisi finansial mereka akan lebih maksimal di masa yang akan datang. Selain itu, beberapa manfaat yang bisa kamu dapatkan jika menjadi seorang investor adalah:

  1. Melindungi keuangan dari inflasi

Karena di Indonesia sendiri perekonomiannya masih sering mengalami inflasi, jadi lebih baik kamu menggunakan uangmu untuk investasi atau menjadi seorang investor daripada uangmu kamu gunakan untuk menabung di bank yang nantinya nilai uang yang kamu miliki itu akan semakin lemah.

Dengan berinvestasi atau menjadi investor, maka bisa dibilang nilai uangmu tidak akan terganggu oleh inflasi dan justru akan semakin meningkat tiap tahunnya.

  1. Memenuhi kebutuhan di masa yang akan datang

Sebenarnya, menjadi investor adalah sama dengan kamu sedang menabung uangmu. Namun, sistem menabung ini disebut-sebut sebagai cara yang paling cerdas, karena uang yang kamu tanam itu nilainya akan semakin besar seiring berjalannya waktu dan banyaknya uang yang kamu investasikan.

Nah, melihat fakta ini, tentu kamu juga akan berpikir bahwa berinvestasi atau menjadi seorang investor pasti akan membuahkan hasil yang menguntungkan untuk masa depan bukan?

  1. Meningkatkan aset dan kekayaan

Seperti yang telah disebutkan tadi, karena tujuan investor adalah untuk mendapatkan keuntungan, jadi keuntungan ini tentu akan meningkatkan aset dan kekayaan yang kamu punya. Keuntungan yang dimaksud ini berasal dari suku bunga yang ditawarkan dalam kegiatan investasi itu sendiri atau nilai yang bertambah dari harga awal investasi yang kamu beli.

Macam-macam jenis investor jika dilihat dari profil resikonya

Seorang investor bisa menentukan sendiri jenis instrumen investasi yang sesuai dengan keinginannya atau kebutuhannya dengan menyesuaikan tingkat toleransi resiko yang akan diterimanya. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa masing-masing investor memiliki target investasi dan pilihan resiko yang berbeda-beda satu sama lain.

Melanjutkan topik ini, jenis-jenis investor ternyata juga bisa terbagi menjadi beberapa jenis yang dilihat berdasarkan jenis profil resiko investasi yang dipilih. Jenis-jenis investor tersebut adalah:

  1. Konservastif

Yang dimaksud dengan profil investor konservatif adalah seorang investor yang sangat-sangat menghindari produk investasi yang memiliki tingkat resiko tinggi.

  1. Moderat

Sedangkan untuk arti dari profil investor moderat adalah jenis investor yang memiliki profil resiko cenderung memilih produk investasi berpotensi memberikan tingkat pengembalian yang stabil.

  1. Agresif

Profil investor agresif adalah jenis investor yang memiliki profil resiko yang terlihat sangat berani untuk mengambil resiko yang besar atau bisa juga disebut dengan risk taker. Pilihan jenis investasi yang biasanya dipilih oleh investor jenis ini adalah investasi yang berupa saham dan valas.

Info-info yang ada disini kemungkinan besar akan sangat bermanfaat bagi beberapa orang yang sedang ingin terjun ke dunia ini. Sebab manfaat, tujuan, jenis, dan pengertian investor itu sendiri merupakan beberapa hal yang akan menjadi acuan untuk kamu yang baru saja akan memulai dunia investasi sebagai seorang investor. Tentu itulah yang menjadi motivasi saya untuk menulis artikel dengan topik ini. Semoga artikel ini benar-benar bisa memberikan manfaat untuk banyak orang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *