Pengaruh PER dan EPS Terhadap Harga Saham yang Perlu Kamu Ketahui

Memahami cara main saham secara keseluruhan sama dengan mengetahui pengaruh PER dan EPS terhadap harga saham. Bagi mereka yang sudah lama menggeluti dunia investasi atau trading saham, PER dan EPS bukan hal asing lagi yang harus diketahui. Bahkan untuk mengetahui keuntungan, cara menghitung profit juga dilihat dengan mengetahui PER dan EPS.

Namun bagi awam, PER dan EPS bisa jadi tidak familiar. Terlebih bagi mereka yang juga tidak memiliki latar belakang ekonomi, maka pengertian PER dan EPS harus diberitahu. Hal tersebut perlu dilakukan untuk melancarkan kegiatan berinvestasi atau trading saham yang mereka lakukan.

Secara garis besar, Price Earning Ratio atau PER berfungsi untuk mengetahui jumlah laba atau keuntungan bersih saham. Adapun untuk EPS atau Earning Per Share ialah laba bersih perusahaan yang dibagi dengan jumlah lembar saham.

Keduanya sama-sama memiliki kedudukan penting dalam menentukan harga bersih dalam investasi atau trading saham. Untuk lebih lanjutnya, Anda bisa membaca artikel di bawah ini.

Rumus dan Pengaruh PER dan EPS Terhadap Harga Saham

Pasar saham merupakan tempat berkumpulnya aset-aset perusahaan yang diperjualbelikan dalam bentuk lembar saham. Selayaknya aset pada umumnya, seseorang yang memberikan modal pada aset perusahaan harus mengetahui berapa keuntungan yang akan mereka dapatkan. Alasannya tidak lain ialah untuk memahami seberapa menjanjikan saham yang dibeli atau dijadikan investasi.

Untuk mengetahui apakah saham tersebut bisa memberikan keuntungan yang diharapkan, para pemodal atau trader bisa menentukan laba saham dengan PER dan EPS. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, PER merupakan Price Earning Ratio. PER juga disebut sebagai rasio saham yang ada di pasar.

Penentuan PER menunjukkan berapa kali lipat harga saham yang terjadi di dalam pasar saham. Contohnya, jika harga saham menunjukkan 1.456 dan laba bersih perusahaan yang dimaksud menunjukkan angka 255, maka berarti PER-nya adalah 5,7 kali.

Artinya, Price Earning Ratio saham tersebut 5,7 kali lipat lebih besar harganya dibanding dengan harga saham di dalam pasar saham. Semakin tinggi PER, maka saham yang dimaksud harganya semakin tinggi. Sebaliknya, jika harga PER semakin rendah, maka kemungkinan harga saham yang dimaksud semakin rendah.

Berkaitan dengan PER, EPS sendiri adalah pembagi dalam rumus PER yang dimaksud. Dalam arti lain , EPS ialah harga laba per sahan yang mana dapat menjadi acuan penghitungan untuk rasio kelipatan saham perusahaan. EPS perlu dihitung terlebih dulu untuk mengetahui berapa PER yang dihasilkan.

Rumus EPS ialah laba bersih dikurangi dividen dibagi jumlah lembar saham. Sebagai pemisalan, laba bersih perusahaan dikurangi dengan dividen sejumlah Rp 500.000.000. Sedangkan, jumlah lembar saham di perusahaan ada 500.000 saham. Sesuai dengan rumus, maka hasil yang ditunjukkan sebesar Rp 1.000.

Artinya, laba per saham dalam perusahaan tersebut ialah sebesar Rp 1.000. EPS yang tinggi menunjukkan bahwa saham yang beredar di pasar saham langka dan dicari, yang dampaknya pada harga tinggi yang ditunjukkan. Sedangkan, harga EPS yang rendah menunjukkan 2 kecenderungan.

Yang pertama, laba perusahaan atau lembar saham memiliki jumlah yang sedikit atau tidak terlalu besar. Yang kedua, bisa jadi saham yang terjual di pasaran tidak begitu diminati di pasaran. EPS bisa naik atau turun, tergantung dengan kondisi perusahaan.

Indikasi Harga PER dan EPS Yang Kecil

Didalam saham, kenaikan yang signifikan cukup sulit ditemui. Tren pasar dan kegiatan ekonomi adalah sesuatu yang berkelanjutan, dan tidak semua orang langsung membelanjakan uang yang mereka miliki pada satu waktu. Kenyataan ini menunjukkan bahwa nilai PER dan harga EPS juga bisa mengindikasikan harganya bisa semakin rendah.

Untuk mengetahui indikasi atau tanda-tanda nilai PER dan EPS yang rendah, Anda harus mengetahui terlebih dahulu harga EPS yang ada. EPS merupakan kunci dalam menghitung keuntungan saham secara bersih. Maka dari itu, kita harus membedahnya mulai dari awal.

Perusahaan dikatakan dapat menentukan harga EPS karena rumus EPS berasal dari laba bersih perusahaan dibagi lembar saham yang dikeluarkan. Mengapa perusahaan bisa menentukan harga EPS yang ada? Sebenarnya, dalam kenyataannya, perusahaan tidak bisa menentukan harga EPS. Harga EPS diatur sepenuhnya dengan laba dan jumlah lembar saham.

Namun karena komponennya berasal dari keberadaan perusahaan, maka tidak ada ikut campur pasar saham yang terlibat. Semuanya murni dari perusahaan, mulai dari laba hingga jumlah per saham. Termasuk, dividen yang menjadi komponen pengurang dalam laba perusahaan dan lembar saham yang dikeluarkan, semuanya tergantung dengan kebijakan perusahaan.

Sehingga, perusahaan secara tidak langsung dapat mengatur harga per lembar saham yang beredar. Perusahaan juga dapat menentukan laba bersih perusahaan selama mereka menargetkan laba perusahaan dalam suatu kuartal atau triwulan. Berbeda dengan harga pasar saham yang dipengaruhi kegiatan investasi dan jual beli yang selalu bergerak dinamis setiap hari, EPS masih bisa ditentukan oleh perusahaan yang bersangkutan.

Maka dari itu, EPS yang terindikasi kecil dapat dilihat dari laba bersih perusahaan serta jumlah lembar saham yang dikeluarkan. Semakin sedikit laba perusahaan, maka harganya akan semakin rendah. Yang kemudian, menjadi catatan untuk perusahaan dalam menentukan capaian keuntungan.

Adapun dengan PER yang rendah merupakan akibat dari EPS yang kecil. Harga saham yang melemah di pasaran juga dapat membuat PER kecil. Namun, harga saham yang terdapat dalam PER berasal dari transaksi di pasar saham, bukan dari perusahaan.

Indikasi Harga PER dan EPS Yang Tinggi

Sama seperti penjelasan di atas, harga PER dan EPS yang tinggi ditentukan lewat harga EPS terlebih dahulu. Bedanya EPS yang tinggi bisa dilihat dengan lebih jelas. Salah satu contohnya adalah tren bisnis perusahaan yang semakin terkenal di pasaran.

Jika tren semakin populer di pasaran, maka perusahaan memiliki potensi untuk dapat menaikkan keuntungan. Naiknya keuntungan membuat perusahaan mendapatkan laba yang lebih besar dari sebelumnya. Laba perusahaan yang besar tersebut memberikan peluang untuk perusahaan menyebarkan jumlah lembar saham di bursa saham.

Lembar saham yang banyak dan laba perusahaan yang tinggi akan menghasilkan nilai EPS yang ideal. EPS yang ideal selanjutnya menjadi dasar perhitungan dalam PER, dimana nanti harga saham perusahaan yang beredar di pasaran berada di posisi stabil atau aman.

Dengan begitu, keinginan investor atau trader dalam membeli atau menaruh modal untuk perusahaan lewat membeli saham akan meningkat. Perusahaan semakin mendapatkan modal yang besar dan dapat menjalankan kegiatan perusahaan lebih lancar.

Lewat PER dan EPS, Anda bisa melihat harga saham sebuah perusahaan di pasar saham. Tingginya EPS dan PER menunjukkan bahwa saham yang dimaksud memiliki tempat yang ideal untuk investasi atau jual beli. Semoga artikel tentang pengaruh PER dan EPS terhadap harga saham ini dapat membantu Anda.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *