5 Sektor Non – Migas sebagai Peluang Usaha dan Potensi Ekspor Sumatra Selatan – Palembang

Posisi negara Indonesia berada di posisi strategis yang diapit oleh samudra Pasifik dan Hindia serta diapit oleh benua Asia dan Australia. Posisi strategis tersebut tentunya dapat memberikan keuntungan.

Keuntungan tersebut dapat berupa semakin banyaknya keberagaman atas kebudayaan Indonesia yang disebabkan oleh adanya akulturasi budaya dari dalam dengan luar. Keberagaman Indonesia ini patut dijunjung tinggi dan dihargai sebagai kemajemukan bangsa dan alat pemersatu kesatuan bangsa Indonesia.

Selain adanya keuntungan berupa keberagaman, keuntungan lain yang didapatkan oleh Indonesia adalah kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Hal inilah yang membuat bangsa asing seakan-akan tertarik dengan bumi Indonesia.

Indonesia sebagai salah satu negara beriklim tropis yang berbasis agraris dan maritim telah memberikan benefit yang besar bagi bangsa Indonesia sendiri bahkan dunia melalui kegiatan ekspor. Bumi pertiwi kita yang subur ini telah memberikan segala kebutuhan masyarakat mulai dari sandang, pangan, dan papan.

Hampir semua pulau besar di Indonesia dalam daerahnya memiliki peran masing – masing sebagai produsen ekspor.

Palembang – Sumatra Selatan merupakan salah satu daerah pemasok ekspor terbesar dari Indonesia. Palembang terkenal akan kulinernnya yang bernama pempek. Pempek ini dibuat dari daging ikan yang dicampur dengan tepung kanji dan penyajiannya dengan kuah cuko. Kita dapat menjumpai makanan ini tidak hanya di Palembang saja, akan tetapi di kota besar maupun kecil di Indonesia.

Palembang yang dikenal sebagai Bumi Sriwijaya ini memiliki banyak sekali komoditi unggulan sehingga dapat berpotensi sebagai bahan ekspor dunia.

Peluang Usaha dan Potensi Ekspor Sumatra Selatan – Palembang

Komoditi unggulan dari Sumatra Selatan – Palembang sebenarnya sangat beragam, karena ya memang sumber daya alam yang tersedia juga berlimpah ruah. Akan tetapi akan lebih mudah dikenali serta dipelajari apabila dikelompokkan menjadi 1 sektor. Berikut 5 produk komoditi non – migas sebagai unggulan peluang usaha dan potensi ekspor Sumatra Selatan – Palembang:

  1. Kayu

Kayu merupakan salah satu produk komoditi non – migas unggulan yang paling banyak dicari. Kayu sebagai bahan yang awet, ramah lingkungan, dan mempunyai nilai ekonomis yang tinggi paling banyak dicari oleh konsumen.

Sumatra Selatan yang masih memiliki banyak hutan dan tanah subur untuk budidaya dapat menghasilkan kayu berkualitas tinggi yang kuat dan awet.

Kayu Tambesu merupakan salah satu jenis kayu unggulan dari Sumatra –Selatan. Kayu ini biasa digunakan sebagai bahan dasar furniture khas Palembang. Furniture yang biasa dibuat itu sepeti frame cermin, lemari, meja, kursi dan pajanga hiasan lainnya.

Akan tetapi, faktor produksi semakin ke sini semakin berkurang. Hal ini diakibatkan oleh kerusakan hutan yang diakibatkan oleh pembalakan liar.

Pemerintah bersama masyarakat harus berjalan beriringan untuk menemukan solusi atas permasalahan tersebut agar kelestarian hutan tetap terjaga.

  1. Batu – bara

Batu – bara atau emas hitam merupakan produk unggulan yang harus dihilirisasi terus menerun untuk menopang pertumbuhan ekonomi masyarakat. Tujuan adanya hilirisasi ini adalah untuk menambah nilai dan daya jual batu – bara.

Daya saing batu bara sering mengalami ketidakstabilan. Hal ini diakibatkan oleh volume produksi yang kadang – kadang mengalami penurunan.

Tiap tahunnya, batu – bara dari provinsi Sumatra Selatan diproduksi rata – rata sekitar 10 juta ton. Padahal pasokan batu – bara di alam mencapai 22, 7 miliar ton.

Komoditas ini memberikan kontribusi yang sangat besar dalam kas daerah sehingga berdampak pada tingkat kesejahteraan masyarakat.

  1. Karet

Kontribusi ekspor karet dari Sumatra Selatan sudah menembus angka puluhan milliar. Negara yang biasa mengimpor karet dari Sumatra Selatan adalah Jepang dan Finlandia.

Sumatra Selatan telah mendapat predikat sebagai daerah / lahan penghasil karet terluas di dunia. Akan tetapi, hal ini tidak didukung dengan daya produktivitas yang tinggi.

Akibatnya, adanya naik turun daya saing tidak bisa terhindarkan. Hal ini bisa berdampak bagi pasokan karet dalam negeri maupun luar negeri.

Pengadaan bibit juga menjadi permasalahan lain dari komoditas ini. Adanya peraturan yang berkaitan dengan peremajaan lahan membuat para petani harus berputar otak untuk mensiasati pengadaan bibit yang harus nilainya harus burkalitas.

Dampak dari adanya pengolahan komoditi ini adalah tersedianya lapangan pekerjaan bagi warga sekitar.

  1. CPO

Crude Palm Oil atau minyak kelapan sawit merupakan salah satu kebutuhan konsumsi yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat dunia internasional.

Dalam 20 tahun terakhir, Sumatra Selatan telah berperan dalam kegiatan ekspor CPO ke dunia internasional seperti India, Pakistan, Malaysia, hingga Belanda.

Dari tahun ke tahun permintaan kelapa sawit akan terus meningkat. Indonesia harus tetap berkomitmen dan senantiasa memperbaiki dan mengelola mulai dari faktor produksi benih, sitem / mekanisme pengolahan, pupuk, hilirisasi produk, dan sarana – prasarana.

  1. Kelapa Bulat

Kelapa bulat merupakan komoditi lokal yang telah mendunia karena kualitas yang diberikan sangatlah bagus. Pengolahan kelapa menjadi santan ini menjadi salah satu produk hilir unggulan. China dan Thailand menjadi negara yang mengimpor kelapa dari Sumatra Selatan. Di negara China, santan dibutuhkan untuk diolah menjadi bahan masakan makanan atau minuman.

Tiap tahunnya, kelapa diproduksi hingga 50 ribu ton lebih tiap tahunnya. Adanya komoditi ini juga menguntungkan para petani kecil. Biasanya petani kecil akan menyetorkan hasil perkebunan ke tengkulak atau perantara lainnya.

Komoditi ini harus diolah dan dikembangkan secara lebih giat lagi, karena dapat menopang perekonomian rakyat menengah – ke bawah.

Komoditi Ekspor sebagai Penopang Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Adanya perekembangan dan pertumbuhan daerah merupakan hal yang didorong oleh pelaksanaan pembangunan. Tolok ukur dari pertumbuhan ekonomi nasional adalah tingkat PDB dari setiap daerah di Indonesia.

Dampak yang ditimbulkan dari adanya daerah yang mengekspor komoditi lokal adalah terbuka secara seluas luasnya peluang pekerjaan. Peran stekholeder sangat penting untuk dinamisasi sistem pengolahan mulai dari produksi, distribusi hingga konsumsi.

Pemerintah daerah harus ikut serta andil dalam kebijakan setempat yang sifatnya pro rakyat. Bagi pemerintah pusat, dapat melakukan stimulus secara fiskal maupun moneter dari Bank Indonesia.

Para stekholder harus lebih memperhatikan lagi mengenai diversifikasi tujuan negara ekspor. Harus dilihat apakah permintaan dapat selalu stabil atau tidak. Jangan lupa untuk selalu melakukan dan mecari peluang untuk relokasi.

Dengan adanya perusahaan pengolahan (industri) di sana juga berdampak bagi ketersediaan sarana dan pra sarana seperti pengadaan dan perbaikan jalan dan perbaikan fasilitias umum (rumah sakit, sekolah, taman).

Adanya hal tersebut sabagai akibat dari suntikan dana pajak yang dialokasikan ke pembangunan daerah setempat.

Peluang usaha dan potensi ekspor Sumatra Selatan – Palembang dapat menjadi ladang usaha dan pendapatan bagi daerah setempat. Masyarakat bersama pemerintah daerah harus menyamakan tujuan demi tercapainya kesejahteraan bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *