Peluang Usaha dan Potensi Ekspor Sumatera Barat – Padang

Peluang usaha dan potensi ekspor Sumatera Barat-Padang, bisa didapatkan melalui banyak sektor. Mulai dari sektor pertanian, sektor industri, hingga sektor makanan yang seringkali menjadi target para pengusaha baru yang hendak membangun sebuah bisnis kecil-kecilan. Tidak menutup kemungkinan juga UMKM nantinya akan mampu berkembang menjadi usaha berskala internasional yang kemudian dapat melakukan transaksi bisnis melalui perdagangan ekspor ke luar negeri.

Informasi Peluang Usaha dan Potensi Ekspor Sumatera Barat-Padang

Wilayah Sumatera Barat sendiri, terkenal dengan cuaca yang cukup panas atau terbilang tropis. Berdasarkan dari sisi geografisnya, bagian Kota Padang memiliki luas sebesar 1.328,79 Km2 diliputi dengan adanya barisan bukit yang menghampar luas. Kota ini juga termasuk ke dalam kota yang luas karena daratan yang dimiliki mencapai 3,15% dari keseluruhan wilayah yang ada di pulau Sumatera Barat.

Berdasarkan data administrasinya, Kabupaten Padang Pariaman terdapat 17 kecamatan serta 103 Nagari. Jika diperhatikan dari segi batasan wilayahnya, maka sebelah selatan berbatasan dengan Kota Padang, lalu sebelah utaranya yakni Kabupaten Agam, kemudian sisi bagian timur bersebrangan dengan Kabupaten Solok serta Kabupaten Tanah Datar, bagian baratnya berbatasan dengan Samudera Indonesia serta Kota Pariaman. Daerah kecamatan yang diketahui memiliki luas wilayah sebesar 2228,70 Km2, dipegang oleh Kecamatan Kayu Tanam dengan ibu kotanya adalah Kota Padang.

Banyak sekali penduduk di Kota Padang yang berprofesi sebagai pedagang. Hampir sebanyak 39,11% dari total keseluruhan profesi yang ditekuni oleh warga Padang. Selanjutnya, profesi pemberian jasa sebanyak 25,5%, disusul dengan petani sebanyak 10,49% serta penambang sebanyak 0,74%.  Oleh karena itu, Kota Padang bukanlah kota yang memiliki sumberdaya alam melimpah, sehingga penduduknya perlu mengasah kreatifitas dirinya agar kota yang mereka tempati dapat semakin meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Bila membahas mengenai ekonomi yang berada di Kota Padang, maka kalian dapat menemukan hal yang menarik. Berdasarkan data dari BPS atau Badan Pusat Statistik, di tahun 2001 telah terjadi proses pengiriman barang ke berbagai negara di luar Indonesia yakni batu bara hingga bernilai 5,6 juta dollar Amerika Serikat. Ada juga ekspor semen sebesar 29,8 juta dollar, kemudian bahan karet sebesar 82 juta dollar, dan yang paling sedikitnya yaitu kelapa sawit sebesar 30 juta dollar.

Pelabuhan yang menjadi pusat berlangsungnya transaksi bisnis ekpor barang tersebut, tidak lain merupakan pelabuhan Muara. Sektor industrinya menempati posisi kedua setelah adanya subsektor dengan jenis angkutan, dimana angkutanlah yang menjadi pemasok utama dari keberhasilan infrastruktur yang kini ada di Kota Padang. Berbagai sektor lainnya juga turut berkontribusi meskipun tidak sebesar dari kedua sektor yang telah disebutkan.

Uniknya, selama masa-masa berlangsung pandemi yang terjadi di seluruh negara termasuk salah satunya Indonesia, justru ekspor di sektor pertanian di Kota Padang mengalami peningkatan tajam mencapai angka 53%. Adapun jenis hasil pertanian yang diekspor diantaranya ada kulit kayu manis, cangkang sawit, bungkil sawit, manggis, serta beberapa produk turunan dari kelapa lainnya. Termasuk, kini produk biji kopi minang yang banyak diincar oleh para pecinta kopi yang ada di luar negeri.

Jika disebutkan berdasarkan angka, maka proses ekpor yang telah terjadi selama masa pandemi dari tahun 2019 hingga tahun 2021 ini, sudah tercatat memiliki nilai hingga 1,65 triliun. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh adanya program gratieks atau gerakan tiga kali ekspor yang menjadikan berbagai produk pertanian mulai dikenal oleh masyarakat luas hingga tingkatan internasional. Tentunya, program yang telah dilakukan mengikuti protokol kesehatan untuk menghindari terjadinya penyebaran virus yang lebih luas lagi atau bahkan mengenai produk yang hendak dikirimkan ke luar wilayah Indonesia.

peluang usaha kopi di sumbar

Jenis Usaha di Kota Padang yang Perlu Kalian Ketahui!

  1. Bisnis kopi

Menjadi pengusaha yang bergerak di sektor pertanian terutama memiliki perkebunan kopi, dapat menjadi salah satu kesempatan kalian untuk melebarkan kemampuan berbisnis hingga ke mancanegara. Pasalnya, kini banyak sekali masyarakat yang ketergantungan terhadap konsumsi kopi. Baik itu di pagi hari, siang hari ataupun malam hari.

Apalagi negara-negara maju yang umumnya mengharuskan pegawainya tetap fokus bekerja meskipun dirinya sudah merasa ngantuk. Cara yang paling ampuh untuk menghilangkan rasa kantuk dengan cepat, tidak lain adalah dengan mengkonsumsi kafein yang terdapat di dalam biji kopi. Biji kopi nantinya bisa diolah menjadi serbuk kopi untuk dihidangkan dalam bentuk minuman, sehingga nilai jual di pasarannya semakin meningkat.

  1. Bisnis batu bara

Jenis bisnis satu ini, memang sudah lama diterapkan oleh masyarakat Kota Padang sebagai salah satu profesi yang tidak terlalu banyak pesaingnya. Walaupun wilayahnya tidak memiliki sumber daya alam dalam jumlah besar, tapi di daerahnya terdapat barisan pegunungan yang bebatuannya dapat dimanfaatkan sebagai usaha bisnis hingga tingkat ekspor. Terlebih, aktivitas penambangan di kota tersebut juga bukanlah suatu kegiatan yang menjadi pusat perhatian penduduknya, sehingga kemungkinan kerusakan alam yang terjadi mampu diatasi setelah dilakukan penggalian.

  1. Bisnis cokelat

Bisnis biji cokelat seperti halnya biji kopi, memerlukan target pemasaran yang tepat. Namun, hal yang perlu diingat banyak sekali masyarakat yang menyukai berbagai jenis makanan olahan dari cokelat termasuk anak kecil sekalipun. Biji cokelat ini juga menjadi salah satu bahan dasar yang banyak dibutuhkan oleh negara-negara di dunia, mengingat kebanyakan masyarakat luar negeri gemar mengkonsumsi makanan manis, terlebih ketika sedang melakukan perayaan hari kasih sayang yang umumnya didominasi dengan cara pemberian cokelat.

  1. Bisnis cengkeh

Cengkeh tidak hanya dapat dijadikan sebagai bumbu penyedap makanan. Cengkeh juga bisa diolah menjadi sebuah makanan ringan manis yang dapat disukai oleh masyarakat luas. Adapun penggunaan utamanya sebagai bahan baku dari pembuatan rokok yang didalamnya pasti mengandung sekian persen cengkeh yang telah dikeringkan terlebih dahulu.

Namun, cengkeh dapat diolah juga menjadi sebuah minyak untuk kebutuhan industri kosmetik terutama parfum. Aroma segar yang keluar dari cengkeh sangat cocok dikombinasikan dengan aroma manis lainnya sehingga baik laki-laki maupun perempuan dapat menggunakan jenis parfum seperti itu. Keragaman cara pengolahan cengkeh inilah juga yang mendorong penjualan ke berbagai negara melalu ekspor mampu diwujudkan oleh para petani cengkeh.

  1. Bisnis kayu manis

Kayu manis merupakan hasil pertanian lainnya yang memiliki keunggulan di bidang ekspor. Terbukti di tahun 2019 silam, Indonesia menjadi salah satu penyedia terbesar akan kebutuhan kayu manis hingga sebesar 80%. Kota Padang, turut berkontribusi dengan melakukan ekspor ke berbagai negara seperti Spanyol, Cina, Norwegia, Bangladesh, Belanda serta Jerman sebesar 95 ton.

Jumlah tersebut dapat terus ditingkatkan dengan adanya penyuluhan kepada para petani agar lebih memperhatikan hasil pertaniannya termasuk salah satunya adalah kayu manis. Sehingga, lahan-lahan kosong yang ada atau memang sudah menjadi sebuah perkebunan tidak akan dijual dengan mudah untuk dijadikan sebagai lahan perumahan. Semakin besar pengetahuan akan kebutuhan negara-negara di luar Indonesia terhadap keberadaan kayu manis, maka semakin banyak juga para petani yang berbondong-bondong berusaha meningkatkan jumlah produksi agar permintaan dari luar maupun dalam negeri dapat terpenuhi.

Sekian pembahasan kali ini terkait peluang usaha dan potensi ekspor Sumatera Barat-Padang. Semoga bermanfaat dan jangan pernah lelah untuk selalu berusaha mencari ilmu di bidang apapun termasuk bidang bisnis sekalipun. See ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *