Peluang Usaha dan Potensi Ekspor Sulawesi Tengah – Palu

Pokok bahasan dalam artikel kali ini adalah tentang peluang usaha dan potensi ekspor Sulawesi Tenggara – Palu. Dalam artikel ini akan diulas tentang apa saja jenis usaha yang cocok di bangun di Palu. Selain itu, akan diulas pula soal potensi ekspor yang dimiliki oleh Palu, terutama di sektor perkebunan.

Peluang Usaha dan Potensi Ekspor Sulawesi Tengah – Palu

Palu memiliki jumlah penduduk yang banyak dengan kebutuhan hidup yang beragam, serta daya beli yang cenderung tinggi. Hal tersebut membuka lebar peluang usaha baik di sektor makanan, barang pakai, maupun jasa. Dari situlah perekonomian penduduk Palu dapat berkembang. Selain dari penduduknya, faktor dari alam juga mempengaruhi potensi ekspor Palu di berbagai sektor, terutama di sektor perkebunan. Besarnya potensi ekspor, tentu akan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Palu, sekaligus berpartisipasi dalam meningkatkan devisa negara.

Peluang Usaha di Palu

Pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Tengah dapat dikatakan sangat baik, meski belum sepesat kota besar lainnya. Selain itu, daya beli masyarakat juga cenderung tinggi. Kedua alasan tersebut dapat menjadi peluang besar untuk membangun usaha di Palu.

Berikut ini adalah beberapa ide usaha yang patut dicoba :

  1. Kuliner

Membuka usaha di bidang kuliner memang tak pernah salah. Disamping makanan adalah kebutuhan utama, keuntungan yang diperoleh dari berjualan makanan bisa mencapai 100%. Terlebih lagi di Palu, karena umumnya masyarakat Palu senang sekali memanjakan lidah dengan berbagai makanan di luar rumah. Untuk memanfaatkan peluang ini, membuka usaha seperti warung makan, warung kopi, café, restoran, dan sebagainya dapat dikatakan cukup menjanjikan.

  1. Laundry

Masyarakat Palu sangat senang dengan hal yang praktis. Selain itu, banyaknya pendatang untuk bekerja juga membuka peluang untuk dibukanya bisnis laundry. Hal tersebut tidak lain bertujuan untuk membantu dan memenuhi kebetuhan masyarakat Palu dan para pendatang. Oleh karena itulah, jasa laundry sangat dibutuhkan oleh penduduk setempat, serta mampu bertahan lama dan mejanjikan.

  1. Jasa Cuci Kendaraan

Sama halnya seperti laundry, jasa cuci kendaraan ini juga bertujuan untuk memenuhi kebutuhan penduduk setempat yang lebih menyukai segala sesuatu yang praktis. Meskipun untuk membuka usaha jenis ini tidak dibutuhkan keahlian khusus dan modal yang besar, bisnis ini berpotensi meraup keuntungan yang besar.

  1. Oleh-oleh Khas Palu

Sama seperti dengan daerah yang lainnya, Palu memiliki makanan atau kudapan yang khas dan hanya dapat ditemui di Palu. Hal tersebut tentu menjadi incaran para wisatawan, baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Bukan hanya sekedar untuk mencicipinya, para wisatawan juga sengaja membawa makanan atau kudapan khas Palu untuk dijadikan buah tangan ketika kembali ke kota asal. Itulah sebabnya, membuka bisnis oleh-oleh khas Palu cukup menggiurkan. Adapun kudapan khas Palu yang paling banyak dicari adalah olahan ikan Roa, olahan daun kelor, kopi, kue bagea, dan lain sebagainya.

  1. Cenderamata Khas Palu

Banyak yang tak tahu bahwa Palu juga memiliki cenderamata yang khas dan layak dijadikan sebagai hadiah. Adapun cenderamata khas palu yang paling dibanggakan oleh warga Palu adalah kain tenun dan sarung tenun. Tidak hanya kesan etnik, cenderamata khas Palu ini mengandung nilai seni yang tinggi. Kain tenun dan sarung tenun khas Palu dikenal memiliki warna dan motif yang indah, serta tekstur yang halus. Itulah sebabnya cenderamata khas Palu selalu digandrungi oleh para wisatawan.

Potensi Ekspor di Palu

Sulawesi Tengah – Palu berpotensi mampu bersaing pada pangsa pasar ekspor dunia. Hal tersebut dikarenakan Palu memiliki daya jual yang tinggi pada komoditas ekspornya, terutama di sektor perkebunan. Adapun hasil perkebunan yang diminati oleh pasar dunia, seperti biji kokoa dan olahan kelapa. Tercatat bahwa di tahun 2020 komoditas perkebunan yang diekspor oleh Palu mencapai Rp 362,9 milyar, meski dalam situasi pandemi.

Biji Kakao

Kakao merupakan salah satu komoditas unggulan dari Palu yang menyumbang devisa untuk negara dengan jumlah yang cukup fantastis. Tercatat bahwa selama satu dekade (1990-2000), kegiatan ekspor kakao berhasil mencapai devisa sebesar US$ 300 juta.

Di kalangan pengepul di Palu, harga biji kakao kering tergolong cukup tinggi, yakni 28.000 rupiah untuk 1 kg biji kakao kering. Hal tersebut pastinya memberikan banyak keuntungan bagi para petani kakao. Bahkan di saat krisis moneter di tahun 1998-1999, harga biji kakao mencapai 35.000 rupiah per kilogram.

Di periode pertama tahun 2020, Palu telah berhasil mengekspor 2.000 ton biji kokoa ke luar negeri. Melalui pelabuhan Pantoloan Palu, biji kokoa dikirim ke berbagai negara di Asia, Eropa, dan Amerika Serikat. Kualitas biji kokoa dari Palu ini sudah tidak diragukan Lagi. Rasa dan keharumannya begitu terkenal di kancah dunia karena sangat cocok sebagai bahan baku cokelat.

Tepung Kelapa

Selain biji kokoa, tepung kelapa asal Palu juga diminati penduduk dunia. Tercatat bahwa kegiatan ekspor tepung kelapa terus mengalami peningkatan. Di tahun 2020, Kementerian Pertanian telah melepas ekspor 50 ton tepung kelapa yang senilai 810 juta rupiah ke Jerman. Sementara itu, terdapat 859,5 ton tepung kelapa yang sudah difasilitasi oleh Karantina Pertanian Palu.

Tak hanya Jerman, ekspor tepung kelapa juga dilakukan ke negara tujuan, seperti Amerika Serikat, Perancis, Denmark, Vietnam, Belanda, Kroasia, Belgia, dan Brazil. Dari kegiatan ekspor tepung kelapa ke negara-negara tersebut diperoleh nilai ekonomis sebesar 13,9 milyar rupiah. Selain itu, diperolah pula nilai ekonomis sebesar 4,5 milyar rupiah dari hasil kegiatan ekspor 153,6 ton tepung kelapa ke Maroko, Amerika Serikat, dan Inggris di bulan Mei 2020.

Secara total, ekspor tepung kelapa ini mengalami lonjakan yang signifikan dibandingkan dengan tahun 2019. Tercatat di data Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu bahwa ekspor tepung kelapa mencapai 1.220 ton tepung kelapa di periode pertama tahun 2020. Hal tersebut menunjukan bahwa tepung kelapa menjadi komoditas ekspor unggulan asal Sulawesi Tengah.

Virgin Coconut Oil (VCO) dan Coconut Oil (CO)

Kelapa masih menjadi primadona sebagai komoditas ekspor di Palu. Tidak hanya dalam bentuk tepung, bentuk olahan lain dari kelapa begitu banyak peminatnya, VCO dan CO contohnya. Diketahui bahwa kedua produk tersebut diekspor ke Pakistan dan Meksiko.

Meskipun kuantitas VCO dan CO yang diekspor tidak sebanyak biji kokoa dan tepung kelapa, VCO dan CO termasuk ke dalam komoditas ekspor unggulan Palu. Tercatat bahwa di periode pertama tahun 2020, 55 ton VCO dan 15 ton CO berhasil dimenyumbang devisa negara.

Di penghujung tahun 2020, VCO dan CO mengalami penambahan negara tujuan ekspor. Diketahui bahwa VCO dan CO tengah diperiksa melalui Karantina Pertanian Palu untuk diekspor ke Tiongkok, Brazil, Australia, dan Srilanka.

Demikianlah pembahasan mengenai peluang usaha dan potensi ekspor Sulawesi Tenggara – Palu. Semoga perkembangan perekonomian di Palu semakin hari semakin maju.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *