Peluang Usaha dan Potensi Ekspor Papua – Jayapura

Peluang usaha dan potensi ekspor Papua – Jayapura memang sangat tinggi. Hal ini mendorong berbagai pihak untuk melakukan upaya ‘jemput bola’ ke beberapa pelaku UMKM di Jayapura. Potensi ekspor dari kawasan ini memang harus dimaksimalkan, demi kesejahteraan bersama.  Salah satu komoditas ekspor yang paling tinggi saat ini adalah kopi dan vanili.

Peluang Usaha dan Potensi Ekspor Papua – Jayapura Bisa Lebih Tinggi Dibandingkan Pulau Jawa

Selama ini, pengembangan lahan di kawasan Indonesia timur memang masih terkendala oleh infrastruktur. Terlepas dari pembangunan infrastruktur yang sudah jauh lebih baik selama lima tahun terakhir ini, beberapa lahan masih belum dapat diolah. Padahal, lahan-lahan tersebut berpotensi menghasilkan komoditas ekspor seperti kopi dan vanili.

Selama ini, proses pengolahan kopi dan vanili juga masih terkendala keterbatasan mesin pengolahan. Pengolahan dilakukan di beberapa kawasan produsen kopi di pulau Jawa. Namun demikian, pemprov Papua dan Bea Cukai Jayapura sedang mengupayakan proses pengolahan dilakukan di Jayapura, sehingga proses ekspor dapat langsung dilakukan dari Papua. Hal ini tentu dapat lebih menghemat biaya.

Permintaan biji kopi tetap tinggi hingga akhir tahun 2020. Sangat menarik bahwa tingginya atensi importir akan kopi dari Papua selama pandemi tidak mengalami penurunan. Selama ini, ekspor kopi dari Papua sangat diminati oleh negara-negara di Eropa. Justru, peningkatan permintaan yang menjadi kendala dari dalam negeri, terkait dengan sulitnya pengolahan lahan yang sedemikian besar.

Sebagai informasi, angka produksi pertanian yang diekspor selama tahun 2018 saja sudah mencapai angka hampir Rp 40 miliar. Di tahun berikutnya, ekspor mencapai lebih dari Rp 50 miliar. Artinya, peningkatan ini adalah tren positif yang harus terus ditingkatkan. Terlebih, ketersediaan lahan juga masih sangat banyak.

Permintaan dari pasar Amerika, negara di Eropa dan Asia juga meningkat. Karena itulah, percepatan peningkatan produksi harus makin intensif. Target pencapaian pendapatan di bidang ekspor di tahun 2021 diharapkan mencapai dua kali lipat dari tahun 2019.

Kopi Wamena Yang Mempesona

Komoditas dengan peminat paling tinggi adalah kopi Wamena. Produk ini paling laris di kawasan Eropa. Untuk itulah, pelaku UMKM semakin giat dalam mengikuti pelatihan dari Kementerian Pertanian, sehingga biji kopi yang dihasilkan dapat dipertahankan kualitasnya.  Selain kualitas rasa, kebersihan dan bentuk biji kopi yang memenuhi standar ekspor harus ditingkatkan.

Partisipan pelatihan adalah para petani yang tergabung dalam beberapa koperasi.  Pelatihan yang dimaksudkan ini adalah demi kesejahteraan petani, dimana hal ini akan terwujud apabila mereka memiliki kemampuan dalam meningkatkan kualitas produksi.

Luas lahan yang sudah diolah oleh petani sudah mencapai hampir dua ribu hektar, yang tersebar di beberapa distrik.  Produksi kopi Wamena sendiri mencapai kurang lebih 650 kilogram setiap hektar. Sejauh ini, kendalanya adalah pengiriman biji kopi mentah. Karena itulah, Kementan akan membantu upaya untuk mengolah biji kopi mentah menjadi kopi di dalam kemasan untuk siap diminum.  Dengan demikian, nilai jual akan bertambah.

Lumbung Pangan

Pemerintah Provinsi Papua memang tengah menggalakkan program Papua sebagai lumbung pangan di Asia Pasifik. Hal ini tentu tidak berlebihan, mengingat Papua juga sangat kaya akan hasil alam non migas. Terlebih, lahan yang masih sangat besar, serta sumber daya manusia yang juga tak kalah banyak. Hasil alam Papua selain kopi dan vanili adalah kayu lapis, tepung terigu, kayu merbau dan juga kopra serta biji kakao.

Sejauh ini, ekspor sudah dilakukan meski hanya ke beberapa negara seperti Amerika Serikat,  Papua New Guinea dan Tiongkok. Hal ini dikarenakan masih terbatasnya produksi sumber daya alam tersebut.  Selain produksi terbatas, hambatan berupa hama juga masih menjadi kendala minimnya produksi hasil alamtersebut.

Buah Merah

Buah Merah dari Papua ini sedang diminati, terutama pasar luar negeri, yang selalu memiliki animo tinggi akan makanan alami yang sarat nutrisi. Selama ini, buah merah menjadi obat penyakit-penyakit kronis.  Permintaan pasar luar negeri yang tinggi membuat pihak Bea Cukai memberikan kemudahan berupa fasilitasi ekspor.

Beberapa perwakilan perusahaan dari Jepang sudah menyatakan minat untuk impor ekstrak buah ini.  Untuk itulah, Bea Cukai siap bekerja sama dengan Pemprov Papua untuk kemudahan proses ekspor. Sejauh ini, buah merah masih belum diekspor. Padahal, potensinya sangat besar, terlebih produk ini adalah produk asli Papua.

Dengan upaya ekspor buah merah, nantinya para pelaku usaha pertanian terdorong untuk turut meningkatkan produksi, baik dalam segi kualitas maupun kuantitas. Sebelumnya, petani atau pemilik lahan masih belum berpikir untuk mengekspor produk mereka. Padahal, permintaan pasar sangat tinggi, terutama pasar global.

Kelapa

Kelapa diproduksi secara masif di kawasan Saireri. Bahkan, pemprov Papua siap memfasilitas proses ekspor kelapa ke luar negeri. Meski sudah dikelola dengan baik, namun belum ada upaya dari pemerintah sebelumnya untuk memperkenalkannya kepada para investor.  Untuk itulah, peran pemprov saat ini sangat penting.

Ekspor kelapa dapat dilakukan apabila produksi sudah mencapai target. Upaya pencarian investor dapat menjadi awal dari produksi kelapa dalam jumlah yang lebih tinggi.  Selain kelapa, kopra dan juga produk-produk perkebunan dan juga peternakan juga harus dimaksimalkan produksinya.  Produk-produk tersebut menjadi potensi ekspor di Papua, yang selama ini belum benar-benar dimanfaatkan maksimal.

Komoditas Perikanan

Ekspor produk ikan segar beku juga segera direalisasikan. Upaya ini terkait dengan tingginya permintaan komoditas laut oleh beberapa negara di luar negeri.  Papua kaya akan ikan tuna. Pabrik pengolahan ikan tuna di Papua disebut tuna loin, dimana usaha ini sebenarnya masih berjalan kurang lebih empat tahun. Karena itulah, tuna loin menjadi salah satu potensi ekspor Papua.

Tuna loin selama ini hanya dipasarkan ke kawasan lain di seluruh Indonesia, seperti Jakarta, Bali dan Makassar.  Jika pengembangan produksi ikan tuna ditambah, sekaligus dengan produksi olahan ikan tuna, maka nantinya Papua bisa mengekspor sendiri komoditas mereka. Terlebih Pelindo IV juga siap meminjamkan kontainer untuk keperluan ekspor.

Pusat Industri Indonesia Timur

Hasil perkebunan di Papua sebenarnya sudah layak diekspor, dalam hal kualitas.  Akan tetapi, kuantitas yang masih belum stabil masih menjadi kendala. Jika jumlah  komoditas yang diekspor semakin banyak, maka proses ekspor dapat segera dilakukan.

Memang, Indonesia timur tidak hanya berpusat di Papua. Tetapi, lahan luas serta kekayaan alam melimpah sangat mendukung Papua sebagai pusat industri di kawasan timur Indonesia.  Siapa yang tidak kenal dengan tambang emas dari Papua, yang saat ini sudah dikuasai kembali oleh Indonesia?

Papua tidak hanya terkenal dengan tambang emas dan hasil sumber daya alam migas. Tetapi, peluang usaha dan potensi ekspor Papua – Jayapura tidak terbatas pada emas.  Perkebunan, pertanian dan kelautan di wilayah ini dapat menjadi penyumbang devisa negara, apabila semuanya dikelola dengan benar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *