Sektor Pendukung Peluang Usaha dan Potensi Ekspor Nusa Tenggara Barat – Mataram

Peluang usaha dan potensi ekspor Nusa Tenggara Barat – Mataram dalam sektor lain membuatnya tidak hanya mengandalkan sektor pariwisatanya saja. Pulau yang terkenal dengan habitat one and only binatang peninggalan zaman purba komodo ini tidak kalah saing dengan pulau tetangganya, pulau Bali. Banyak objek wisata yang bisa dinikmati dan sudah terkenal oleh negara-negara luar, sama seperti Bali. Objek wisatanya juga banyak yang memamerkan kecantikan pasir putihnya.

Beberapa wilayahnya menyumbangkan hasil-hasil alamnya yang berlimpah. Anugerah Tuhan untuk wilayahnya yang dengan bijak bisa mereka manfaatkan. Tentunya hal itu menjadi berkah yang luar biasa untuk warga sekitar yang bisa hidup tentram dengan penghasilan ekonomi yang bisa mereka ambil dari hal itu.

Mungkin banyak dari warga Indonesia yang hanya mengenal pulau Nusa Tenggara ini dengan pulau yang menjadi rumah para komodo, ataupun pulau yang juga biasa menjadi destinasi wisata yang menyuguhkan kecantikan pantai-pantainya. Sayangnya banyak yang tidak tahu bahwa pulau ini memiliki potensi ekspor yang bisa mengungguli wilayah-wilayah lain dan menjadi penyumbang pemasukan negara.

Selain Pariwisata, Ada Peluang Usaha dan Potensi Ekspor Nusa Tenggara Barat – Mataram

Tentunya ada bidang lain yang menjadi pemasukan warga di Nusa Tenggara Barat. Bayangkan saja, meskipun pulaunya terlihat kecil dan ditambah dengan terbaginya menjadi dua wilayah, pasti ada wilayah yang tidak terkenal seperti wilayah Mataram. Akan selalu ada wilayah-wilayah yang terpencil dan tidak dikenal masyarakat luar.

Wilayah yang terkenal dengan potensi wisata alamnya akan mendapat pengaruh juga dalam pemasukan daerahnya. Sedangkan untuk daerah lain? Tentu saja dengan pendapatannya sendiri meskipun masih tetap akan dibantu dengan pembagian rata dari daerah yang unggul.

Sektor pertanian masih unggul seperti julukan negara Indonesia sebagai negara agraris yang mempunyai lahan pertanian yang merata. Perkebunan juga tidak kalah saing dengan menyumbangkan kopi dan teh dalam daftar produk yang diekspor ke luar negeri. Pulau ini dianugerahi dengan tanah dan air yang kaya.

Bisa dijumpai banyak hasil yang tersedia dari daratannya, hasil tanahnya, seperti pertanian, pertambangan, dan juga sektor pariwisata sebagai bonus yang unggul. Serta dapat juga ditemui anugerah dari lautan berupa ikan-ikan yang memiliki nilai jual tinggi serta hasil laut lain.

Bidang Pertanian sebagai Produk Ekspor Nusa Tenggara Barat

Banyak produk-produk hasil pertanian dan perkebunan yang diekspor karena banyak peminatnya di luar negeri, seperti Sarang Burung Walet, Manggis, Kopi, teh, cengkeh, melon, bambu dan rotan yang penjualannya cukup menguntungkan.

Pada tahun 2018, manggis pernah menjadi daftar teratas barang dengan penjualan tertinggi dengan hasil 3,6 miliar. Disusul dengan melon yang mencapai nilai jual 254 juta, dan produk lain yang juga mendapat nilai penjualan yang tinggi. Sayangnya di tahun 2019, komoditas pertanian mengalami penurunan nilai ekspor.

Sarang burung walet memerlukan pengembangan dengan upaya pemerintah yang mengajak masyarakat untuk membangun rumah produksi walet. Sedangkan untuk manggis, pemerintah menyayangkan bahwa sistem ekspornya belum bisa tembus langsung ke negara Tiongkok. Pengirimannya hanya baru bisa dikirimkan ke wilayah lain seperti Bali dan Surabaya, dan baru dikirim ke negara lain namun bukan dengan nama langsung wilayah Nusa Tenggara Barat.

Kopi dan teh banyak diekspor ke negara Tiongkok dan juga Korea Selatan, yang memang biasa dikenal dengan masyarakatnya yang suka dengan minuman-minuman herbal. Vanili juga berhasil dieksporkan dengan ditujukan sebagai kebutuhan obat-obatan serta juga untuk kosmetik pemercantik penampilan yang sekarang sudah sangat merebak di pasaran.

Sektor Laut Penyumbang Ekspor Wilayah Nusa Tenggara Barat

Sektor kelautan dan perikanan menjadi penyumbang yang juga turut menyukseskan perkembangan ekonomi wilayahnya. Budidaya ikan baik yang murah maupun yang mahal dan juga potensi hasil lautnya sangat memuaskan sehingga menjadi keberuntungan yang tinggi untuk warganya mendapatkan pendapatan yang lebih.

Perikanan maupun hasil laut lain seperti mutiara, dan rumput laut sangat diprioritaskan dengan pengembangan yang melibatkan program-program unggulan guna memastikan dan meningkatkan kualitas.

Rumput laut biasanya dikeringkan untuk bisa diekspor ke negara-negara lain. Mutiara bulat juga berhasil dieksporkan ke Australia  sebanyak hampir 60 kg. Ikan laut juga kerap kali mengalami kekurangan dalam memenuhi pesanan. Namun biasanya, stok ikan bisa melimpah karena tidak hanya mengandalkan satu daerah saja melainkan mengandalkan dari wilayah pulau lombok dan juga pulau sumbawa.

Ikan-ikan segar ini akan diterima meskipun dalam jumlah yang sedikit selama masih segar. Banyak yang menjadikan hasil dari ikan-ikan segar ini untuk dikalengkan atau juga untuk konsumsi di restoran-restoran seperti yang dilakukan negara Taiwan.

Andalan yang biasa dikirimkan merupakan jenis ikan tuna. Pada tahun 2019 awal sampai pertengahan tahun berhasil mengekspor 84ribu lebih kilogram ikan tuna dengan penghasilan senilai Rp. 10,58 miliar. Ikan ini menjadi favorit banyak orang karena tinggi khasiatnya. Tidak heran juga jika harga ini mahal. Negara Jepang biasa menggunakannya sebagai sushi dengan irisan ikan tuna yang tidak dimasak dan dipadukan dengan sayuran dan beberapa bahan lain.

Sektor Pertambangan sebagai Potensi Ekspor yang Tinggi

Sektor pertambangan berhasil menahan laju kemerosotan ekonomi warga Nusa Tenggara Barat. Sebelumnya, sektor pertambangan memang sudah menjadi salah satu pondasi dalam meningkatkan ekonomi wilayah. Daratannya yang banyak mengandung barang hasil tambang memberikan kelimpahan dan kemakmuran masyarakat dan negaranya.

Sektor pertambangan berhasil menyumbangkan dengan prosentase lebih dari 50%. Ditambah dengan dari sektor lain yang menjelaskan betapa kayanya pulau itu. Meski beberapa kali sempat turun, dengan kewajaran setiap bisnis, sektor pertambangan dapat selalu mengatasi masalah-masalah terdahulu dan mampu memperbaiki kualitasnya.

Sayangnya, pengiriman barang-barang yang akan diekspor ke negara-negara lain masih belum bisa menggunakan nama wilayahnya sendiri untuk dicantumkan. Bali dan Surabaya menjadi wilayah yang menjadi pengirim langsung ke negara tujuan. Jadi, sebelumnya barang yang akan diekspor harus dikirimkan ke Bali atau Surabaya karena memiliki bandara dan juga pelabuhan yang langsung menuju ke negara yang dituju. Sedangkan di Nusa Tenggara Barat maupun Nusa Tenggara Timur belum disediakan.

Warga merasa dirugikan karena barang asli wilayah mereka justru lebih dikenal dengan wilayah lain. Pemerintah Nusa Tenggara Barat meminta untuk segera disediakan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan untuk pengeksporan barang.

Ekonomi akan selalu ada fase naik dan turun. Yang dibutuhkan adalah adanya kesadaran dan terus belajar dari kesalahan yang lalu. Manusia yang baik adalah manusia yang selalu mau belajar dari kesalahan.

Meskipun ada beberapa penghambat, warga tetap bisa menyetabilkan ekonomi dengan melihat peluang usaha dan potensi ekspor Nusa Tenggara Barat – Mataram, dengan melihat dari sektor lain. Pertanian, perkebunan, pertambangan, perikanan dan kelautan akan bisa mempertahankan ekonomi apabila warganya bisa bekerja sama dan bergotong royong menyetabilkan ekonomi wilayahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *