Lihat Sekarang! Peluang Usaha dan Potensi Ekspor Jambi

Sektor pertanian memiliki peluang ekspor yang menjanjikan di masa pandemi seperti saat ini, hal ini tidak mengecualikan daerah Jambi, peluang usaha dan potensi ekspor Jambi di sektor pertanian juga diharapkan akan berkembang pesat.

Menurut pemerintah, wilayah Jambi mempunyai produk yang berkualitas tinggi dan menjadikannya khas. Maka dari itulah, pemerintah mendorong kegiatan produk ekspor asal Jambi ke luar negeri dengan memanfaatkan berbagai program fasilitasi ekspor yang sudah tersedia.

Pemerintah menyebutkan bahwa lembaga Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center yang memiliki peran sebagai perwakilan di luar negeri akan siap membantu para pengusaha atau seseorang yang berprofesi sebagai pelaku usaha yang berdomisili di Jambi dalam memasuki pasar internasional. Hal inilah yang fasilitasi yang harus dimanfaatkan dengan baik.

Selain itu salah satu perwakilan pemerintah juga memastikan bahwa mereka memiliki banyak program yang meliputi pelatihan ekspor dan impor, pelatihan desain produk, dan menggelar pertemuan dengan para investor atau para pemangku kepentingan luar negeri.

Provinsi Jambi mempunyai beragam produk khas yang dapat diandalkan seperti kopi, kayu manis, hingga timah. Namun, produk-produk ini belum dipasarkan secara luas, sebagian besar konsumsinya hanya sebatas di daerah Jambi saja, atau paling juga dibeli pengusaha yang berasal dari provinsi lain lalu diberi merek dan dipasarkan di provinsi asal pengusaha tersebut. Padahal, jika hal ini lebih diseriusi, provinsi Jambi akan bisa lebih maju dengan mengandalkan produk-produk khasnya itu, mereka bisa membentuk usaha sendiri dan melihat peluang dan potensi ekspornya.

Peluang usaha dan potensi ekspor Jambi di sektor pertanian

Provinsi Jambi merupakan salah satu provinsi penghasil tanaman kakao. Tahun demi tahun luas area perkebunan kakao di Jambi terus meningkat. Menurut data yang ada, kabupaten Muaro Jambi memiliki luas panen tertinggi dengan jumlah sebesar 388 Ha dan produksi sebesar 268 ton. Hanya saja kekurangannya adalah produktivitas tanaman kakao di daerah ini terbilang masih rendah dan kalah jika dibandingkan dengan daerah Jambi lainnya yang juga mengusahakan kakao.

peluang usaha jambi

Penghasilan dari seseorang yang berprofesi sebagai petani tanaman kakao dapat dikatakan cukup untuk menopang hidup keseharian petani kakao. Oleh sebab itu, sebagian besar penduduk yang berprofesi sebagai petani tanaman kakao mengantungkan hidupnya dari usaha yang dijalankannya itu.

Namun peluang usaha dan potensi ekspor ini bisa menurun karena beberapa faktor. Faktor-faktor yang dapat menurunkan nilai peluang dan potensi usaha tanaman kakao adalah:

  • Petani mengabaikan cara budidaya tanaman kakao yang baik dan benar
  • Serangan dari hama
  • Karena kurangnya pengetahuan dan kesadaran dari para petani atas perawatan perkebunan kakao yang baik
  • Pola tanam yang kurang baik
  • Minimnya pendampingan kepada seorang petani
  • Modal produksi yang terbatas dan penggunaan faktor produksi belum optimal

Faktor-faktor ini sangat penting untuk diperhatikan bagi para petani tanaman kakao, supaya mengantisipasi terjadinya penurunan produktivitas kakao.

Yang dimaksud dengan penggunaan faktor produksi disini adalah luas lahan, tenaga kerja, dan modal. Dan modal bisa meliputi pupuk serta obat-obatan untuk mengantisipasi terjadinya serangan dari hama.

Pemerintah sendiri tidak pernah berhenti berusaha untuk meningkatkan mutu kakao melalui berbagai program yang mereka adakan untuk peningkatan mutu dan produktivitas biji kakao. Program tersebut antara lainnya adalah program Gerakan Nasional Peningkatan Produksi dan Mutu Biji Kakao atau biasa disingkat dengan program Gernas Kakao. Setelah itu, dilanjutkan dengan penyusunan standar kakao berkelanjutan.

Jambi mengekspor komoditas pertanian ke 5 negara Asia

Pada tahun 2019 dilakukan kegiatan pelepasan ekspor komoditas pertanian di Jambi. Hal ini dilakukan karena pada saat itu Jambi sudah kelebihan produksi hasil pertanian terutama cabe dan kentang, jadi itu menyebabkan harganya turun dan petani akan mengalami kerugian. Maka dari itu, kalau provinsi Jambi menjual hasil pertaniannya ke luar negeri, tentu itu akan sangat membantu meningkatkan nilai harga para petani menjadi 100%.

Sebenarnya program ekspor ini sudah dilakukan sejak beberapa tahun yang lalu, hanya saja pemerintah baru melakukannya secara terbuka di tahun 2019. Pemerintah memilih melanjutkan program ini secara terbuka adalah untuk memberikan kesempatan ke beberapa daerah yang ada di Jambi untuk melihat peluang-peluang ekspor yang dapat dikawal oleh Kementerian Pertanian. Sebab, peluang ini masih terbuka dengan luas, dan hanya tinggal individu masing-masing yang melakukan tugasnya, yaitu mengupayakan beberapa OPD terkait agar masing-masing daerah mengetahui aspek dan standar mutu yang dibutuhkan negara-negara tujuan ekspor.

Pemerintah provinsi Jambi menyebutkan bahwa mereka sebenarnya telah berupaya dengan keras untuk mencari peluang pasar ekspor untuk beberapa komoditi pertanian provinsi Jambi, hanya saja hal ini masih terkendala dengan transportasi yang cukup jauh.

Maka dari itu, sampai saat ini pemerintah masih belum berhenti berusaha untuk mencari cara meningkatkan peluang usaha dan potensi ekspor provinsi Jambi.

Peluang investasi di provinsi Jambi

Seperti halnya di beberapa daerah yang ada di Indonesia lainnya, provinsi Jambi juga memiliki peluang investasi tersendiri. Peluang investasi tersebut antara lain:

  1. Dalam bidang prasarana fisik transportasi

Bidang ini meliputi:

  • Pengembangan pelabuhan di sungai Batanghari untuk kegiatan-kegiatan industri
  • Penyediaan transportasi darat untuk angkutan umum
  • Pembangunan sarana dan prasarana bandara
  • Pengembangan moda transportasi air untuk angkutan umum maupun jasa wisata

 

  1. Dalam bidang pariwisata

Bidang ini meliputi:

  • Pembangunan sebuah hotel
  • Pembangunan restoran atau tempat kuliner lainnya
  • Usaha jasa oleh-oleh atau souvenir khas daerah
  • Usaha jasa biro perjalanan pariwisata
  • Usaha jasa wisata menyusuri sungai Batanghari
  • Usaha jasa penyediaan transportasi yang digunakan untuk wisata
  • Pembuatan dermaga wisata
  • Pengembangan pusat wisata yang ada di Danau Sipin
  • Pengembangan pusat wisata yang ada di Danau Teluk
  • Pengembangan sebuah pasar seperti pasar Hobbies
  • Usaha restoran atau tempat kuliner yang terapung di sungai Batanghari

 

  1. Dalam bidang industri, pertanian, jasa, dan perdagangan

Bidang ini meliputi:

  • Industri pengolahan kerajinan tradisional khas provinsi Jambi. Contohnya batik, sulaman emas, dan lain sebagainya
  • Membangun restoran atau tempat kuliner yang menyediakan menu makanan khas provinsi Jambi
  • Industri makanan dan minuman khas Jambi dalam kemasan
  • Industri pengolahan kerajinan hasil perkebunan dan kehutanan
  • Usaha pertanian dan perikanan yang meliputi sayur-sayuran organic
  • Usaha buah-buahan organic
  • Pengembangan ikan patin, gurami, nila, dan semacam ikan hias
  • Peternakan sapi atau jenis binatang ternak lainnya

Sebenarnya peluang usaha dan potensi ekspor Jambi tidaklah jauh berbeda dengan peluang usaha dan potensi ekspor daerah lainnya karena masing-masing daerah memiliki ciri khas masing-masing. Hanya saja, sampai saat ini provinsi Jambi termasuk daerah yang kurang mendorong kegiatan ini sehingga terlihat kalah dengan daerah lainnya. Maka dari itu, setelah membaca artikel ini baiknya para penduduk Jambi khususnya yang berprofesi sebagai petani, pedagang, dan pengusaha semakin meningkatkan peluang usaha dan potensi ekspor yang mereka punya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *