Ini Dia Nih, Peluang Usaha dan Potensi Ekspor Gorontalo

Peluang usaha dan potensi ekspor Gorontalo-Gorontalo, tentu tidak kalah dengan wilayah lainnya yang ada di negara Indonesia. Apalagi, mengingat provinsi Gorontalo merupakan daerah yang masih terbilang baru saja resmi didirikan oleh pemerintah dan dikenal dengan nama Gorontalo pada tahun 2000, tepatnya di tanggal 5 Desember. Meskipun demikian, bukan berarti daerah ini menjadi tertinggal dari segi apapun, faktanya Gorontalo dikenal sebagai rajanya pasar internasional di bagian ekspor bahan baku yang berasal dari alam.

Peluang Usaha dan Potensi Ekspor Gorontalo-Gorontalo yang Perlu Kalian Ketahui!

Gorontalo merupakan salah satu provinsi di Sulawesi yang memiliki luas wilayah hanya sebesar 12,435 Km2 saja. Namun siapa sangka? dari daerah kecil tersebut, lahirlah macan ekspor yang membuat Kota Gorontalo dikenal oleh pasar bisnis hingga ke tingkat internasional. Jumlah penduduknya sendiri terbilang cukup padat, yakni berkisar 1,116 juta jiwa.

Kecamatan yang ada di Kota Gorontalo juga termasuk sedikit hanya terdiri dari 9 kecamatan, diantaranya yaitu Kota Utara, Kota Selatan, Kota Barat, Kota Timur, Dungingi, Kota Tengah, Dumbo Raya, Sipatana, dan Hulonthalangi. Adapun keaktifan kegiatan perdagangan di wilayah Gorontalo tesebut, tercatat di dalam data BPS pada tahun 2020 bulan Januari berhasil mengirim sebanyak 1.047.114 ton biji-bijian atau kacang yang sudah diolah sebelumnya lalu diawetkan ke beberapa negara di kawasan Asia hingga luar Asia. Angka pengiriman di bulan Februari diketahui mengalami penurunan dengan jumlah pengirimannya adalah 773.317 ton.

Olahan berbagai macam buah dan sayuran juga telah diekspor sebanyak 417.870 ton. Bahan baku lainnya yang turut diperdagangkan ke luar negeri ada ikan dengan jumlah 53.413 ton, serta parsel sebanyak 1.513 ton. Secara keseluruhan, angka pengiriman ke luar negeri yang telah dilakukan oleh wilayah Gorontalo sebesar 1.282.062 ton terhitung di bulan Februari 2020.

Selanjutnya, masih ada potensi usaha lain di Gorontalo yang menjadi pusat perhatian oleh Bea Cukai agar keberhasilannya di bidang ekspor semakin kuat dan mampu bersaing dengan negara lainnya. Terutama dari sektor kelautan yang ada di Kota Gorontalo. Program direct call export diusung supaya para pelaut dapat turut merasakan berbisnis di tingkatan yang lebih tinggi selain penjualan berbasis lokal.

Jalur pengiriman yang paling utamanya, berasal dari jalur udara melalui program kerjasama dengan salah satu penerbangan terkemuka di Indonesia, yaitu Garuda Indonesia. Akan tetapi, karena ada kendala banyaknya jumlah terbang yang terbatas inilah, membuat pihak Bea Cukai kembali turun tangan untuk mengatasi hal tersebut. Pasalnya, semakin banyak jam terbang dalam pengiriman barang ke negara pemesan, eksistensi dari produksi hasil laut yang diambil dari perairan Gorontalo ke negara-negara lain akan semakin meningkat.

Program tersebut ditetapkan sejak tanggal 23 September 2020. Walaupun sangat baru, pilihan  ini akan sangat membantu para petani dan nelayan di wilayah Gorontalo. Apalagi jika dikaitkan dengan krisis ekonomi yang merupakan efek samping dari adanya wabah yang melanda seluruh dunia termasuk salah satunya adalah Indonesia.

Usaha-usaha di Gorontalo yang Berpotensi Meroket Hingga Ke Luar Negeri

  1. Bisnis gula

Berbagai usaha dilakukan guna meningkatkan mutu gula yang diproduksi oleh Gorontalo agar mampu bersaing dengan para pedagang gula lainnya. Gula sendiri merupakan salah satu bahan tambahan masakan yang banyak dijumpai di dapur maupun pabrik yang mengolah makanan instan supaya menghasilkan rasa manis dalam makanan tersebut. Gula yang dijual di pasaran juga cukup beragam, mulai dari gula pasir, gula aren, gula batu hingga gula jagung.

Ternyata, dari beberapa jenis gula yang diketahui, ada dua macam gula paling populer di masyarakat, yaitu gula jagung serta gula pasir. Kedua gula ini, memiliki keunggulan yang berbeda. Gula pasir dikenal dengan rasa manisnya yang membuat orang-orang mudah terpikat , sedangkan gula jagunag coock dipakai oleh para orang tua maupun anak muda yang mengidap penyakit diabetes tetapi ingin merasakan manisnya gula.

  1. Bisnis kayu

Olahan dari kayu tidak hanya digunakan sebagai bahan bangunan atau perabotan rumah tangga saja. bisa juga diubah menjadi bahan baku kertas hingga pembalut wanita. Tapi, hal yang perlu diperhatikan disini, adalah potensi besar dari produk kayu yang mampu melampaui pasar lokal hingga tingkat internasional.

Meskipun penjualan kayu ke luar negeri tidak semudah seperti halnya penjualan yang hanya perlu melalui antar kota ataupun antar pulau saja, keuntungan yang diperoleh nantinya akan jauh lebih besar. Hal ini jugalah yang memicu rasa antusiasme warga Gorontalo untuk menjual produk kayu hingga ke pasar luar negeri. Data BPS di bulan Januari dan Februari 2020, belum memperlihatkan adanya kegiatan pengiriman kayu dari Gorontalo ke luar negara di Indonesia, sehingga jika diberi perhatian yang lebih serius kemungkinan besar perdagangan internasional mampu diraih dalam bahan baku kayu tersebut.

  1. Bisnis udang

Setelah membahas hasil pertanian, usaha lainnya kini datang dari sektor perairan. Wilayah Gorontalo tidak hanya terdiri dari daratan saja, ada bagian perairan yang juga memiliki kekayaan laut yang banyak. Salah satu hasil laut tersebut adalah udang.

Olahan makanan ataupun udang mentah yang nantinya siap untuk dikonsumsi oleh masyarakat, ditawarkan di pasaran dengan harga yang tinggi. Apalagi jika sampai dijual ke luar negara Indonesia, pastinya akan berkali-kali lipat harga jualnya. Hanya saja, para pedangang perlu mempelajari kembali cara pengemasan yang baik supaya udang yang dikirim melalui jalur darat maupun laut tidak mudah mengalami kerusakan sampai ke tangan penerima.

  1. Bisnis ikan

Tidak semua negara dengan wilayah perairan memiliki kekayaan laut yang bisa disebut sangat berlimpah layaknya laut yang ada di Indonesia. Ikan-ikan hasil tangkapan para nelayan Gorontalo, jika dikaji lebih serius mampu memasuki pasar luar atau setara dengan tingkat internasional. Hal tersebut telah dibuktikan oleh warganya melalui data BPS di bulan Januari dengan proses ekspor sebanyak 106.616 ton serta 53.413 memasuki bulan Februari 2020.

Angka tersebut tentu dapat terus meningkat seiring dengan banyaknya kebutuhan hasil tangkapan laut demi memenuhi kesehatan masyarakat. Kandungan nutrisi di dalam ikan yang sangat baik untuk pertumbuhan seorang bayi ini, dapat berpengaruh juga bagi perkembangan sel yang ada di tubuh orang dewasa. Oleh karena itu, permintaan akan hasil tangkapan laut pasti akan berdatangan terlepas dari harga jual yang kian meningkat di pasaran.

  1. Bisnis kepiting

Kepiting tidak hanya disajikan sebagai makanan rebusan atau goreng saja. Ada beberapa jajanan ringan yang diolah dari bahan dasar kepiting. Bahkan sampai dengan makanan instan sekalipun.

Belum memasuki pasar internasional saja, harga jual kepiting lokal cukup mahal. Apalagi para pedagang makanan siap saji dengan bahan dasar seafood, mereka seringkali kewalahan menentukan harga jual makanannya. Namun, negara-negara di luar Indonesia, seringkali melakukan impor pasokan kepiting ke dalam negaranya karena tingginya angka permintaan dari warga negara mereka.

Disnilah celah berbisnis para pemilik tambak kepiting Gorontalo untuk melebarkan penjualannya hingga ke negara-negara Asia maupun negara Hollywood. Target pemasaran juga perlu ditinjau agar tidak bertabrakan dengan jumlah produksi kepiting yang memang sudah cukup banyak di negara tersebut. Sehingga, negara yang menjadi target penjualan tidak salah sasaran serta bisa menjadi pelanggan tetap akan kebutuhan pasokan kepiting.

Sekian penjelasan terkait peluang usaha dan potensi ekspor Gorontalo-Gorontalo di pembahasan kali ini. Semoga bermanfaat dan jangan pernah berhenti untuk terus berinovasi di segala bidang demi kesuksesan diri Kalian. See you later!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *