Mari Kenali Peluang Usaha dan Potensi Ekspor Banten – Serang

Dalam artikel kali ini, akan dibahas mengenai peluang usaha dan potensi ekspor Banten – Serang. Peluang usaha di wilayah yang sedang berkembang ini, tak kalah besar dengan peluang di kota yang sudah maju. Selain itu, seakan berimbang dengan pesatnya perkembangan wilayah ini, Serang juga memiliki potensi besar dalam kegiatan eskpor dari hasil laut dan perkebunannya.

Peluang Usaha dan Potensi Ekspor Banten – Serang

Setiap daerah pastilah memiliki peluang usaha tersendiri. Umumnya, suatu peluang usaha berkaitan erat dengan letak geografis, mata pencaharian, kondisi sosial, dan ekonomi warga setempat. Sama halnya dengan potensi ekspor, dimana sangat berkaitan erat dengan letak geografis, hasil alam, mata pencaharian warga setempat, dan juga permintaan pasar.

Peluang Usaha Serang

Serang merupakan wilayah yang kini dapat dikatakan mengalami perkembangan yang sangat pesat. Tak hanya sebagai tempat wisata, Serang juga sebagai pusat bisnis. Dengan begitu, penduduk Serang tak lagi hanya warga lokal, melainkan terdapat pula WNA yang merupakan seorang expatriate. Hal tersebut tentunya membuka peluang usaha baru bagi para warga Serang.

Berikut ini adalah beberapa contoh peluang usaha yang menjanjikan di Serang :

  1. Percetakan

Di kota Serang, peluang usaha di bidang percetakan cukup menjanjikan. Hal tersebut dikarenakan Serang merupakan ibukota provinsi yang perkembangannya cukup pesat. Oleh karena itu, kebutuhan akan banner, flyer, pamflet dan lainnya sebagai media promosi atau periklanan sangat tinggi.

  1. Sewa Kendaraan

Tidak hanya percetakan, usaha di bidang sewa kendaraan pun tak kalah menggiurkan. Sewa kendaraan biasanya digunakan oleh para pendatang yang membutuhkan kendaraan untuk mempermudah mobilitasnya di kota tersebut. Umumnya, usaha sewa kendaraan ini disertai pula dengan supir sekaligus guide untuk menemani perjalanan para pendatang, baik yang datang untuk mengunjungi sanak saudara, maupun yang ingin berlibur atau berwisata.

  1. Kuliner

Dimanapun usaha kuliner memang selalu berpotensi dan menjanjikan. Oleh karena para pendatang tak hanya orang lokal, maka usaha kuliner di Serang tidak terbatas pada makanan lokal saja, melainkan makanan eropa, jepang, dan lain sebagainya. Dapat dikatakan usaha kuliner memiliki persaingan yang cukup ketat, namun tak perlu khawatir karena makanan adalah kebutuhan utama, maka usaha ini akan selalu menghasilkan pundi-pundi rupiah.

  1. Oleh-oleh

Tidak hanya sebagai pusat bisnis, Serang juga merupakan salah satu destinasi wisata. Hal tersebut tentu akan membuka peluang usaha menjual oleh-oleh khas Serang. Oleh-oleh khas Serang banyak diminati, baik oleh turis lokal, maupun mancanegara. Adapun oleh-oleh dari Serang meliputi, gipang, sate bandeng, ceplis, bakso ikan, dan lain-lain.

  1. Properti

Pesatnya perkembangan Serang membuat peluang usaha properti semakin besar. Umumnya, properti yang laris di wilayah Serang, seperti pertokoan, ruko, perumahan, dan lahan atau tanah. Daya beli masyarakat Serang akan barang properti pun dapat dikatakan cukup tinggi. Umumnya, properti yang dibeli dipergunakan untuk lahan bisnis atau tempat usaha.

Potensi Ekspor Serang

Serang adalah wilayah yang sangat dekat dengan laut, maka tak heran bahwa Serang memiliki potensi ekspor berupa hasil laut. Adapun hasil laut unggulan dari Serang yang mampu menembus pasar mancanegara adalah rumput laut dan udang lobster.

Luas lahan perkebunan di Serang masih tergolong luas menambah daftar komoditas ekspor unggulan Serang selain hasil laut, yakni gula aren. Gula aren asal Banten berhasil menembus pasar mancanegara dan menyumbang devisa yang lumayan besar bagi negara.

Rumput Laut

Permintaan rumput laut yang tinggi membuat masyarakat pesisir melakukan budidaya rumput laut. Budi daya rumput laut tergolong mudah untuk dikembangkan. Adapun jenis rumput laut yang tinggi permintaannya adalah rumput laut jenis Spinosum.

Saat ini, masyarakat pesisir lebih banyak yang membudidayakan rumput laut jenis Cotonii dibandingkan dengan Spinosum. Hal tersebut karena memang rumput laut jenis Spinosum sangat jarang di Indonesia. Akan tetapi, pemerintah mencoba untuk membantu masyarakat pesisir dalam permodalannya dan mendorong masyarakat pesisir untuk membudidayakan ruput laut jenis Spinosum agar dapat memenuhi permintaan pasar Vietnam.

Vietnam memilih rumput laut yang berasal dari Indonesia karena diyakini memiliki kualitas yang paling baik diantara rumput laut dari negara lain. Tak heran, permintaan ekspor rumput laut Spinosum ke Vietnam dapat mencapai 3000 ton per bulan. Meski begitu, pemerintah Serang harus melakukan usaha lebih untuk memenuhi permintaan tersebut karena hanya dapat memebuhi 10% saja, yakni 300 ton.

Permintaan ekspor yang begitu tinggi akan rumput laut, membuat pemerintah turun tangan untuk mengoptimalkan penggunaan lahan. Saat ini tercatat terdapat 10.000 ha lahan yang dapat digunakan untuk budidaya ruput laut, namun baru 4.000 ha yang mampu berproduksi.

Udang Lobster

Sudah tak asing memang lobster menjadi santapan terfavorit warga dunia. Disamping rasanya yang manis dan gurih, daging lobster menyimpan banyak gizi yang bermanfaat bagi tubuh manusia. Lobster dikenal dengan makanan yang mewah karena memang harganya yang cukup mahal. Hal tersebut sebanding dengan tingkat kesulitan budidayanya dan juga lama waktu yang dibutuhkan hingga menjadi lobster yang siap panen.

Rupanya tak hanya rumput laut, udang lobster pun menjadi komoditas ekspor unggulan dari Serang. Potensi perikanan di Serang memang sudah tidak diragukan lagi penghasilannya. Selain hasil tangkapnya yang melimpah, kualitasnya pun sudah terkenal baik di telinga konsumen mancanegara.

Ekspor lobster memang selalu menghadirkan polemik. Tentu saja hal tersebut dikarenakan kegiatan ekspor lobster sangat menjanjikan. Meski di Indonesia memiliki benih lobster atau benur yang melimpah, ternyata kapasitas ekspor lobster Indonesia masih kalah jauh dibandingkan dengan Vietnam, dimana Indonesia hanya mampu mengekspor 3.000-4.000 ton lobster, sementara Vietnam mencapai 10 kali lipatnya.

Gula Aren

Perlu diketahui, bahwa kini gula aren sudah memiliki sertifikat internasional yang berasal dari Uni Eropa sebagai olahan organik. Gula yang terbuat dari nira pohon kelapa dan pohon aren ini mulai dijajakan sebagai komoditas ekspor melalui platform digital. Tak hanya itu, terdapat pula gerai yang menjual gula aren asal Banten ini, yakni di Sydney, Australia dan Amsterdam, Belanda.

Sejak gula aren dijadikan alternatif gula putih karena kandungan nutrisi dan terbukti aman untuk penderita diabetes, permintaan ekspor akan gula aren semakin meroket. Hal tersebut terbukti dengan adanya kegiatan ekspor gula aren ke Korea Selatan sebanyak 10 ton dan ke Australia mencapai 20-30 ton.

Pasalnya, gula aren asal Banten ini tidak hanya mampu mendatangkan devisa bagi negara, melainkan mampu menyerap banyak tenaga kerja. Di provinsi Banten sendiri terdapat  11.000 unit penghasil gula aren, dimana secara total terdapat 22.000 orang yang bekerja sebagai perajin gula aren. Kesimpulannya, produksi gula aren ini memilikk andil dalam upaya menyejahterahkan masyarakat setempat.

Demikianlah pembahasan mengenai peluang usaha dan potensi ekspor Banten – Serang. Semoga dapat memberikan wawasan baru, serta inspirasi dalam mencari peluang usaha atau potensi ekspor yang dapat dikembangkan lebih jauh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *