Ini Dia! Peluang Usaha dan Potensi Ekspor Bangka Belitung – Pangkalpinang

Pada zaman sekarang sedang gencar – gencarnya terjadi globalisasi di dunia. Secara langusng, globalisasi ini memberikan dampak yang besar dan signifikan bagi negara – begara maju maupun berkembang. Mau tidak mau setiap negara harus mau terbuka dalam menjalankan pemerintahan dengan mengadakan kerja sama antar – negara.

Kerjasama bisa dilakukan dengan sistem bilateral maupun multilateral. Kerjasama bisa saja dilakukan melalui bidang politik, sosial, budaya, hingga ekonomi.

Kerjasama melalui bidang ekonomi memiliki peran penting dalam kemajuan perekonomian bagi masing – masing negara. Karena kebutuhan pangan merupakan kebutuhan mendasar yang harus dipenuhi dalam suatu negara.

Tolok ukur baik atau buruknya suatu negara dilihat dari tingkat kesejahteraannya. Semakin baik suatu negara makin tingkat kesejahteraan penduduk di dalamnya juga semakin tinggi. Begitupun sebaliknya, semakin rendah kesejahteraan penduduk di suatu negara maka semakin buruk juga suatu negara tersebut.

Pemerintah sebagai stekholder memiliki peran yang sangat fundamental dalam mengelola dan membuat kebijakan sistem perekonomian di negara Indonesia.

Salah satu faktor yang dapat menopang perekonomian adalah neraca pembayaran. Semakin surplus neraca pembayaran maka pertumbuhan ekonomi semakin baik. Bagaimana suatu neraca pembayaran dapat dikatakan surplus?

Neraca pembayaran dapat dikatakan surplus apabila mengalami kelebihan dana dari transaksi perdagangan dan investasi. Kasarnya, kuantitas ekspor lebih besar daripada impor.

Dalam jangka panjang, jumlah ekspor dan tingkat kurs rupiah berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi sedangkan jumlah impor tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonom

Indonesia sebagai salah satu negara pengekspor memiliki beragam komoditi unggul yang dibutuhkan oleh pasar internasional. Beragam sektor yang telah diekspor seperti sektor pertanian, perkebunan, migas, non migas, kelautan dan lain sebagainya.

Peluang Usaha dan Potensi Ekspor Bangka Belitung – Pangkalpinang

Bangka Belitung yang beribu kota di Pangkalpinang merupakan daerah yang terkenal akan penghasil timah.

Peluang usaha dan potensi ekspor Bangka Belitung – Pangkalpinang tidak hanya timah, akan tetapi masih ada banyak kagi. Mari kita simak hal di bawah ini

  1. Timah

Sebenarnya timah itu tidak hanya produk tambang yang ada di Bangka Belitung, akan tetapi juga ada pasir laut, kaolin, dan pasir. Namun, belum semua bahan yang disebutkan ini telah menjadi produk unggulan ekspor. Bahan – bahan itu masih menunggu pergerakan para investor untuk lebih dikembangkan dan dikelola.

Selama ini, kehidupan masyarakat Bangka Belitung – Pangkalpinang telah bergantung pada komoditi timah. Selama ini industri terbesar di Bangka Belitung juga menaungi komoditi timah.

Negara yang telah menjadi pelanggan untuk mengimpor timah dari Bangka Belitung adalah Korea Selatan, Singapura, Jepang, India, dan Belanda. Akan tetapi sebagian besar timah banyak yang diekspor ke Singapura karena permintaan yang tinggi.

Bahan pokok yang nantinya dapat diolah menjadi komponen – komponen dari kendaraan adalah timah dengan mencampurkannya dengan bahan baja.

  1. Lidi Nipah

Semakin hari permintaan dan produksi lidi nipah semakin meningkat. Pohon nipah sendiri banyak hidup di lingkungan hutan bakau.  Awalnya, produk ini tidak memiliki nilai jual yang tinggi. Adanya perkembangan lidi nipah ini sebagai hasil dari pergerakan yang dimotori oleh pemerintah provinsi setempat.

Permintaan lidah nipah semakin meningkat, karena pada negara Nepal lidi nipah digunakan sebagai salah satu sarana untuk upacata seperti bahan dupa, sapu dan kerajinan tangan

  1. Ikan

Sebagian besar mata pencaharian masyarakat Bangka Belitung adalah nelayan. Penghasilan dari nelayan adalah menangkap ikan yang kemudian dijual ke konsumen.

Sejak muncul gerakan makan ikan di dalam negeri, permintaan ikan menjadi meningkat. Tidak hanya dalam negeri, luar negeripun juga meningkat. Oleh karena itu permintaan ekspor ikan di Bangka Belitung juga meningkat.

Ikan ini biasa diekspor ke Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Singapura. Karena permintaan semakin banyak otomatis produksi juga bertambah banyak.

Sebagai negara maritim kita seharusnya tidak perlu khawatir untuk kehabisan stok ikan di lautan apabila ikan dieksplorasi secara bijak dan cermat.

  1. Lada

Selain nipah dan nipah, lada juga menjadi salah satu komoditi unggulan tingkat atas. Kualitas dan kuantitas lada dari Bangka Belitung sebenarnya sudah diakui sejak zaman penjajahan yang dilakukan oleh Belanda di tanah Hindia.

Pada tahun 80- an lada pernah mengalami kejayaan dengan nilai jual mencapai Rp. 12.000 per kilogramnya. Lada menjadi kebutuhan dapur dan medis.

Akan tetapi produksi lada di Bangka Belitung tidak selalu bisa stabil. Hal ini disebabkan oleh lahan untuk penanaman lada sangatlah sedikit sehingga produktivitas tidak bisa meningkat secara cepat untuk memenuhi kebutuhan dan permintaan pasar ekspor.

Selain itu masih belum banyak investor yang berinvestasi di bidang ini, sehingga produktivitas tidak bisa berjalan dengan lancar dan dinamis.

Sektor pertanian ini sendiri sebagai motor penggerak perekonomian rakyat kelas menengah – ke bahawa sejak sektor pasokan sektor migas semakin berkurang tiap tahunnya. Oleh karena itu sekarang, Bangka Belitung lebih terkenal sebagai penamaan provinsi lada.

  1. Lemak / Minyak Nabati dan Hewani

Pada awal tahun 2020, ekspor lemak nabati dan lemak hewani mendominasi pasar. Lemak hewani dan nabati sangat dibutuhkan di bidang masakan dan kesehatan jika dikonsumsi dengan takaran yang tidak berlebihan.

Pada awal tahun 2020, Indonesia menembus angka 1 miliar US dollar dalam mengekspor lemak dan minyak nabati maupun hewani.

Bagaimana Cara Menaikkan Nilai Jual Komoditi Ekspor ?

Jika dilihat dari sisi realitasnya, aktivitas ekspor dari Indonesia belum bisa dikatakan sempurna. Hal ini diakibatkan oleh produktivitas dan pengolahan yang belum maksimal.

Memang, produk komoditi jika dilihat secara gamblang sudah memenuhi kualitas pasar internasional. Akan tetapi apakah nilai jualnya sudah dapat dikatakan maksimal?

Jawabannya belum. Hilirisasi produk yang belum maksimal mengakibatkan komoditi barang mentah belum bisa menaikkan nilai jual.

Seharusnya, di Indonesia tidak hanya sebatas mengeksplorasi dan mengeksploitasi barang, akan tetapi juga harus mengolahnya terlebih dahulu agar memiliki nilai jual yang tinggi.

Hal ini diakibatkan oleh tidak adanya sektor industri yang memadahi yang sebagai dampak dari kurangnya biaya dalam negeri untuk mendirikan perusahaan industri. Kebanyakan barang hanya dijual secara mentah kemudian diolah oleh negara lain, kemudian barang tersebut kembali ke Indonesia dengan harga yang tinggi.

Di sinilah letak permasalahannya, kurangnya biaya dan sarana serta pra sarana membuat Indonesia tidak mampu secara maksimal mengolah bahan mentah tersebut.

Peluang Usaha dan Potensi Ekspor Bangka Belitung – Pangkalpinang seharusnya lebih banyak dilirik dan diperhatikan oleh para investor dalam negeri untuk memaksimalkan produktivitas. Pasokan produk yang masih melimpah di alam seharusnya dapat dimanfaatkan dan diolah secara cepat mengikuti permintaan pasar luar negeri. Pemerintah harus lebih menekankan lagi kebijakan dan stekholder yang ada harus mengambil peran dalam perubahan ini menuju sistem ekspor yang lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *