Bukan Hanya Pariwisata, Peluang Usaha dan Potensi Ekspor Bali – Denpasar pun Juara!

Tidak hanya bergantung pada sektor pariwisata, peluang usaha dan potensi ekspor Bali – Denpasar juga mengandalkan sektor pertanian dan juga beberapa sektor lain sebagai pemasukan yang menguntungkan. Pulau yang terkenal dengan warga-warganya yang menghargai dan merawat tumbuhan juga menunjukkan bahwa sektor pertanian dan perkebunan dapat membantu menyetabilkan ekonomi warganya yang tidak bisa hanya dengan mengandalkan sektor pariwisata.

Bali yang mayoritas orang awam ketahui, hanya mengandalkan pendapatan daerah dari pariwisatanya. Pulau yang kerap terkenal melebihi nama negara Indonesia, memiliki sektor pariwisata yang mengagumkan. Pantai dan budaya menjadi faktor pendorong banyaknya pelancong yang ingin berlibur dan menyaksikan sendiri pemandangannya.

Nyatanya di balik itu, ada kegiatan-kegiatan manusia lain yang tidak hanya mengurus para turis. Peruntungan perekonomian yang dihasilkan dari hasil ekspor ke negara-negara lain sangat membantu pemasukan warga Bali.

Pertanian menjadi Peluang Usaha dan Potensi Ekspor Bali-Denpasar

Setelah mendapatkan penurunan yang cukup drastis pada tahun 2020 lalu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan wilayah Bali gencar melakukan upaya pengeksporan pertanian pada negara-negara besar. Sebelumnya, di tahun-tahun yang lalu pun Bali sudah berhasil mengekspor beberapa produk hasil dari wilayahnya ke beberapa negara yang memesan.

Buah-buahan seperti pisang, mangga, buah naga, menjadi buah-buahan yang rutin mereka kirimkan. Dengan target utama ke Eropa, Amerika dan Arab Saudi pun menjadi negara yang mengantri untuk mendapat pasokan buah-buahan khas tropis itu.

Bali sebelumnya sudah pernah mendapatkan pembatalan pengeksporan berupa buah naga di negara China, yang tentunya bisa memberikan dampak kerugian bagi ekonominya karena barang sudah siap dan tinggal melakukan pengiriman.

Negara Arab Saudi merupakan negara dengan ketergantungan tinggi pada pasokan pangan dari negara-negara luar. Sebelumnya, Asia dan Eropa menjadi pemasok utama negara Arab Saudi. Kemudian, Arab Saudi  mulai melirik hasil pertanian Bali yang akhirnya menjadi pemasok pangan di negaranya.

Pisang dan mangga juga menjadi buah yang turut serta dieksporkan. Arab Saudi lagi-lagi menjadi salah satu negara yang ditargetkan untuk penjualan. Selain itu, negara-negara di kawasan Eropa pun turut serta memesan hasil panen dari salah satu pulau yang mengharumkan nama Indonesia itu.

Ekspor biji kakao sebagai bahan baku coklat pun berhasil meraup untung setelah diborong oleh perusahaan di Belanda. Mereka melirik produk Bali yang mengartikan produknya bisa bersaing dengan produk-produk kakao dari wilayah lain. 12 ton berhasil terjual merupakan suatu prestasi yang bisa meningkatkan motivasi warga bali untuk terus mempertahankan kualitas pertaniannya.

Produk holtikultura berupa bawang merah juga berhasil dieksporkan dengan total 12 ton ke negara tetangga kita, Singapura. Di tahun 2019, data berhasil menunjukkan angka yang hampir mencapai 20.000 ton produksi bawang merah dalam setahun. Dengan hasil ekspor yang memuaskan itu tentunya pemerintah akan meningkatkan kualitas dan juga kuantitas agar selalu lancar dan siap jika ada pesanan.

Rempah lain juga ada cengkeh, lalu ada buah manggis, kopi, manggis dan juga arak Bali yang tidak kalah menjadi produk-produk yang sukses dieksporkan ke banyak negara.

Peluasan Wilayah Perkebunan di Bali

Dengan keberhasilan ekspor hasil pertanian, lahan yang digunakan pun mengalami perluasan. Perkembangan ini tentunya membawa dampak yang positif bagi keuangan negara dan rakyat Bali. Perluasan lahan penanaman pisang, mangga dan buah naga dilakukan di Jembrana dan Buleleng, serta beberapa kabupaten lain.

Bali saat ini sudah tidak menggantungkan pendapatan sepenuhnya pada sektor pariwisata saja. Banyak pula warga yang diuntungkan karena lowongan kerja semakin meningkat dan tetap mengharumkan nama wilayahnya itu. Buah salak pun turut menyusul dalam daftar buah yang banyak diminati oleh orang-orang dari luar negeri, seperti Eropa yang menjadi bagian negara pemesan tertinggi.

Potensi Ekspor Produk Laut

Selain pertanian dan perkebunan, potensi ekspor yang berasal dari Bali juga berasal dari sektor perikanan. Sektor perikanan merupakan salah satu sektor yang cukup tinggi tingkat pengeksporannya. Pemanfaatan hasil laut yang bisa dikelola dengan baik membawa keberkahan perekonomian warganya yang juga akhirnya dapat menyetabilkan perekonomian Indonesia.

Pengiriman serta pengemasannya tentu memperhatikan standarisasi protokol kesehatan. Dengan tetap menerapkan aturan-aturan dan menjaga kebersihan, sektor ini berhasil mempertahankan kualitas produk ekspornya.

Ikan tuna menjadi ikan yang rutin dikirimkan ke luar negeri. Dengan pemberdayaan hasil laut, pertahanan dan upaya penyetabilan ekonomi di Bali berhasil dilakukan.

Potensi Ekspor dari Hasil Kerajinan

Bali yang terkenal karena melimpahnya tujuan wisata menjadikan banyak warga non-lokal  dari dalam negeri maupun dari luar negeri banyak berdatangan. Mereka tentu saja tidak hanya menikmati pemandangan alam yang disuguhkan dan pergi begitu saja setelah puas. Banyak orang yang memburu oleh-oleh untuk dikenang dan penanda bahwa mereka pernah berkunjung atau sekadar untuk bekal bagi-bagi untuk orang-orang terkasih.

Warga Bali lokal untungnya tidak hanya puas dengan hasil dari sektor pariwisata saja. Banyak orang-orang yang kreatif untuk mengukirkan keahlian mereka di benda-benda yang sewajarnya seperti batu dan kayu maupun benda lainnya.

Kaos, aksesoris, produk kecantikan, merupakan contoh barang yang biasa dikreasikan dengan beragam hasil yang berbeda-beda. Banyak yang menjadi produsen, dan menjadi agen untuk pedangang-pedagang kecil yang biasa mangkal di objek-objek wisata. Para pedagang pun tidak hanya satu dua di wilayah itu, berbeda dengan wilayah yang tidak terkenal yang bahkan memiliki toko oleh-oleh khas daerahnya sendiri pun hampir tidak ada.

Setiap objek wisata yang ada di Bali, memiliki lebih dari 10 pedagang yang menjual barang dagangan yang sama. Belum lagi dengan barang-barang yang berbeda.

Merebaknya hasil kerajinan khas Bali ini pun sudah mulai di eksporkan untuk bisa dinikmati orang-orang yang rindu atau belum memiliki kesempatan untuk datang ke Bali. Produk-produk kecantikan seperti lulur, sabun, parfum pun banyak diekspor karena dan khasiatnya yang memuaskan.

Banyak bahan yang tidak bisa didapat di luar wilayah, bahkan di luar negeri. Seperti bau khas kamboja, serta bahan lain yang biasa melimpah di Bali. Lilin aroma terapi pun pastinya menjadi barang yang laris di pasaran. Aromanya yang menenangkan, dan ciri khas Bali.

Karang hias, produk buatan yang bisa menguntungkan untuk ekosistem laut pun berhasil dieksporkan ke banyak negara. Permintaan pun bahkan melebihi dari kesanggupan pembuatan.

Selain semua yang duah dijelaskan di atas, sebetulnya masih banyak lagi produk yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Tentunya dengan itu semua, Bali akan bisa bertahan dengan dengan tidak hanya mengandalkan pada objek wisatanya saja.

Peluang usaha dan potensi ekspor Bali-Denpasar dan juga wilayah lain membuktikan bahwa warga Bali tidak begitu saja menyerah pada keadaan. Mereka berhasil mengorek dan memperjuangkan masa depan dan keberlangsungan hidup warganya serta mempertahankan keharuman nama Bali yang sudah mendunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *